Tag: #gempalombok

  • BMKG: Jangan Percaya Prediksi Gempa Bumi

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk memeriksa ulang sumber informasi gempa. Hal itu untuk memastikan informasi gempa tersebut benar berasal dari sumber yang kredibel dan resmi.

     

    Menurut Kepala Bidang Informasi Gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono saat ini banyak pihak tidak bertanggung jawab menyebarkan informasi bohong mengenai prediksi gempa terjadi di Indonesia. Daryono mengatakan, masyarakat harus memastikan informasi gempa tersebut berasal dari sumber yang memiliki alamat kantor, nomor telepon, serta nama petugas yang bertanggung jawab. “Ini penting agar informasi yang dikeluarkan dapat direspons balik oleh publik, sehingga lembaga tersebut dapat dihubungi untuk dimintai penjelasan lebih lanjut,” kata Daryono, Kamis (23/8).

     

    Daryono menyebutkan beberapa lembaga yang bisa digunakan masyarakat sebagai sumber informasi terkait gempa. Lembaga tersebut yakni BMKG, USGS (Amerika Serikat), JMA (Jepang), GFZ (Jerman), EMSC (Mediterania), Geoscope, dan CEA (China).

     

    Jika mereka tidak menyebutkan lembaga, alamat, nomor kontak lembaga dan nama petugas  yang dapat dihubungi, bahkan tidak menjelaskan metoda ilmiah ataupun data yang digunakan untuk memprediksi, maka sebenarnya mereka tidak bertanggung jawab. Daryono mengibaratkan hal tersebut dengan seorang anak setelah melempar petasan kemudian lari dan bersembunyi.

     

    “Saya percaya siapapun dapat dengan mudah membuat tulisan semacam informasi gempa dan prediksi gempa karangan selanjutnya diunggah di media sosial,” kata dia melanjutkan.

     

    Belakangan, beredar prediksi gempa palsu di media sosial. Terkait hal tersebut, Daryono mengungkapkan bahwa gempa tidak dapat diprediksi dan mustahil ada lembaga saat ini dapat memprediksi gempa secara tepat.

     

    “Hingga saat ini, tidak ada satupun lembaga resmi dan pakar yang kredibel dan diakui mampu memprediksi gempa. Pakar gempa sedunia kini pun sepakat bahwa gempa memang belum dapat diprediksi dengan akurat kapan di mana dan berapa magnitudonya,” kata dia menjelaskan.

     

    Sumber : Republika

  • Korban Gempa 7SR Di Lombok NTB

     Gempa bumi 7 SR yang mengguncang wilayah di Nusa Tenggara Barat pada Ahad (5/8) pukul 18.46 WIB memberikan dampak yang luas. Hingga Senin (6/8) dini hari pukul 02.30 WIB, BPBD Provinsi NTB mencatat 82 orang meninggal dunia akibat gempa, ratusan orang luka-luka, dan ribuan rumah mengalami kerusakan.

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Ia menjelaskan daerah yang terparah adalah Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur, dan Kota Mataram.

    Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Utara menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak, yakni 65 orang. Sisanya, yakni sembilan orang dari Lombok Barat, dua orang Lombok Tengah, empat orang Kota Mataram, dan dua orang Lombok Timur.

    Ia memperkirakan jumlah korban bisa terus bertambah. Sebab, ia menerangkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan evakuasi dan penyisiran.

    Kondisi malam hari dan sebagian komunikasi yang mati menyebabkan kendala di lapangan. “Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan,” kata dia.

    Ia menambahkan ribuan warga yang selamat mengungsi ke tempat yang aman. “Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempa bumi,” ujarnya dalam keterangan tulis, Senin (6/8).

    Ia menerangkan gempa 7 SR terjadi ketika penanganan darurat dampak gempa 6,4 SR masih berlangsung. Terutama, di Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur.

    Masyarakat terkejut dengan guncangan gempa dengan kekuatan yang lebih besar. “Masyarakat panik dan berhamburan di jalan-jalan dan bangunan dan rumah yang sebelumnya sudah rusak akibat gempa sebelumnya menjadi lebih rusak dan roboh,” ucapnya.

    Apalagi, ia mengatakan, ada peringatan dini tsunami menyebabkan masyarakat makin panik dan trauma. “Sehingga, pengungsian di banyak tempat,” kata dia.

    Saat ini, lanjut dia, korban luka-luka banyak yang dirawat di luar puskesmas dan rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak. Selain itu, gempa susulan terus berlangsung.

    Hingga Ahad (5/8) pukul 22.00 WIB terjadi 47 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil. BMKG menyatakan gempa 7 SR merupakan gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya.

    “Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar,” ucapnya.

    Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama jajaran BNPB telah tiba di Lombok Utara menggunakan pesawat khusus dari Bandara Halim Perdanakusuma. Tambahan bantuan logistik dan peralatan segera dikirimkan dua helikopter untuk mendukung penanganan darurat dikirimkan.

    BNPB terus mendampingi pemerintah daerah, baik pemda provinsi maupun kabupaten atau kota yang terdampak. Penanganan darurat terus dilakukan oleh BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan, dan lainnya.

    “TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan, khususnya bantuan kesehatan yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda dan alat komunikasi pada 6/8 pagi,” kata dia.

    Ia menambahkan fokus utama saat ini adalah pencarian, penyelamatan, dan pertolongan kepada masyarakat yang terdampak gempa. Selain itu, ia mengatakan, pemerintah juga berusaha memberikan pemenuhan kebutuhan dasar.

    “Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, makanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing dan kebutuhan dasar lainnya,” ucapnya.

    Kegiatan belajar mengajar di sekolah di wilayah Lombok Utara, Lombok Timur, dan Mataram akan diliburkan pada Senin hari ini karena dikhawatirkan bangunan sekolah membahayakan siswa. “Kami akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu oleh petugas,” ungkapnya.

    Sumber : Republika.co.id