Tag: gempa palu

  • PLN Mulai Memulihkan Pasokan Listrik di Donggala 

     

    PLN Pulihkan Pasokan Listrik di Donggala
    ilustrasi listrik (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

    PT PLN (Persero) mengaku telah berhasil memulihkan listrik sebagian pelanggan di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Aliran listrik di wilayah tersebut sempat padam total akibat bencana alam gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.

    Pascagempa 7,4 SR yang mengguncang Sulawesi Tengah, PLN langsung mengoperasikan genset yang tersebar di beberapa titik di Donggala untuk memulihkan sistem kelistrikannya.

    Alhamdulillah, Sabtu (6/10) malam, sebelum azan Subuh berkumandang tim gabungan PLN berhasil menyalakan sebagian listrik di Donggala,” ujar Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN Syamsul Huda dalam rilis di Jakarta, Minggu (7/10) dikutip dari Antara.

    Dia mengungkapkan bahwa PLN sudah memperbaiki semua gardu induk yang berjumlah tujuh gardu di Palu, Sigi, dan Donggala.

    “Pada Sabtu (6/10) malam, listrik di Donggala sudah berhasil disuplai dari GI (gardu induk) Pasangkayu. Hal ini menjadi titik terang untuk kembali menerangi Donggala. Saat ini, kami juga berfokus untuk secara bertahap dapat memperbaiki seluruh infrastruktur kelistrikan di Donggala dikarenakan medan yang dilalui juga cukup berat,” jelasnya.

    Selain memulihkan 100 persen GI, Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka menambahkan tim gabungan PLN juga telah mengoperasikan 35 dari 45 penyulang di Palu.

     

     

    Sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20181007121736-85-336338/pln-pulihkan-pasokan-listrik-di-donggala

  • Bagaimana tsunami bisa terjadi?

    Tsunami (bahasa Jepang: 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti “ombak besar di pelabuhan”) adalah perpindahan badan air yang disebakan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelombang tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500–1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.

    Penyebab Indonesia sering dilanda oleh tsunami adalah karena Indonesia berada diantara 3 lempeng tektonik dan ring of fire

    Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsormaupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

    Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.

    Contoh tsunami yang terjadi ketika letusan dahsyat gunung Krakatau. Lokasi gunung berapi di laut juga menjadi faktor tersendiri. Ketika meletus, gunung mengeluarkan berbagai material bumi. Nah material-material yang berada di gunung dapat berhamburan ke arah pantai dan dapat menyebabkan tsunami.

    letusan gunung berapi dan tsunami

    Nah yang perlu diingat adalah tidak semua kejadian gempa bumi atau gerakan lempeng menyebabkan tsunami. Hanya gempa dengan kekuatan tinggi yang dapat menyebabkan tsunami, atau dengan kata lain gempa dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6.5 SR (Skala Ritcher). Selain itu lokasi terjadinya gempa juga menjadi pertimbangan, gempa bumi yang berpusat di tengah laut dangkal (0-30 km) dapat menyebabkan proses terjadinya tsunami lebih cepat sampai daratan.

    Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.

    Dibawah ini beberapa tanda-tanda tsunami akan datang, diantaranya:

    • adanya gempa dan gempa pengiring
    • kondisi air di pantai surut tiba-tiba
    • terdengar suara gemuruh
    • gelombang pasang yang sangat tinggi

    Jika anda tinggal di wilayah pesisir pantai, sebaiknya anda memiliki pemahaman yang baik tentang tsunami. Agar bisa selalu siaga.

    Demikian itulah proses bagaimana tsunami bisa terjadi. Semoga dapat menambah pengetahuan kita semua.

     

     

    Sumber :

    https://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami

    Bagaimana Proses Terjadinya Tsunami?