Tag: gagal jantung

  • Penyebab Sesak Napas dan Cara Mengatasinya

    Tak jarang, banyak yang mengira kalau sesak napas itu sudah pasti asma. Padahal belum tentu. Sesak napas dapat muncul tiba-tiba (akut) atau bersifat kambuhan dalam jangka panjang (kronis), dan bisa diakibatkan sejumlah masalah kesehatan berbeda selain asma.

    Penyebab sesak napas

    1. Asma

    Asma adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran udara (bronkus). Peradangan mengakibatkan bronkus menjadi bengkak, menyempit, dan terus memproduksi lendir berlebih.

    1. Keracunan karbon monoksida

    Karbon monoksida tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengiritasi kulit dan mata, namun sangat berbahaya jika terlalu banyak mengendap di dalam tubuh. Ya, gas ini sangat beracun dan mudah terbakar. Gas ini berasal dari pembakaran gas, minyak, bensin, bahan bakar padat atau kayu.

    1. Tamponade jantung (kelebihan cairan di sekitar jantung)

    Tamponade jantung adalah kondisi darurat medis ketika darah atau cairan memenuhi ruang antara selaput tipis yang membungkus jantung (perikardium) dan otot jantung. Kondisi ini memberikan tekanan yang sanggat kuat pada jantung sehingga mengganggu fungsi jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

    1. Hernia hiatal

    Hernia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagian dalam tubuh yang menonjol keluar dari tempatnya. Nah, hernia hiatal adalah kondisi yang menyebabkan bagian atas perut menonjol hingga ke bagian pembukaan diafragma, otot pemisah perut dengan dada. Otot ini membantu agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan.

    1. Gagal jantung

    Gagal jantung adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan jantung yang tidak bisa berfungsi baik dan tidak memompa darah ke seluruh tubuh secara efisien. Kondisi ini disebabkan karena adanya penyempitan atau penyumbatan yang terjadi pada pembuluh arteri koroner.

    1. Tekanan darah rendah (hipotensi)

    Hipotensi adalah kondisi di mana tekanan darah pada arteri sangat rendah sehingga darah tidak dapat mengantarkan cukup oksigen dan nutrisi ke organ-organ tubuh. Aliran darah yang tersumbat membuat oksigen tidak dapat dialirkan ke seluruh tubuh. Hal ini yang kemudian menimbulkan gejala sesak napas.

    1. Emboli paru

    Emboli paru adalah penyumbatan di salah satu arteri pulmonal di paru-paru Anda. Kondisi ini menyebabkan aliran darah ke salah satu atau kedua sisi paru menjadi sangat terbatas sehingga membuat dada terasa sesak dan detak jantung meningkat, yang membuat Anda kesulitan bernapas. Peradangan pada jaringan pembungkus paru-paru dan dinding dada (pleura) juga bisa menyebabkan nyeri dada yang terasa tajam.

    1. Pneumotoraks

    Pneumotoraks adalah sebuah kondisi di mana ada pengumpulan udara yang mengalir di antara paru-paru dan dinding dada. Udara yang terkumpul tersebut dapat menekan paru-paru dan membuat paru-paru menjadi kolaps (mengempis).

    1. Pneumonia

    Pneumonia atau infeksi pada paru-paru juga dapat menyebabkan sesak napas. Pneumonia adalah penyakit yang menyebabkan kantung udara di dalam paru-paru meradang, membengkak, hingga dipenuhi cairan. Kondisi ini dapat disebabkan karena infeksi bakteri, virus, atau jamur.

    1. Saluran napas tersumbat

    Penyebab sesak napas pertama adalah adanya hambatan pada jalan napas mulai dari hidung, mulut, tenggorokan. Jika ada yang tersumbat maka udara tidak bisa masuk ke dalam paru sehingga timbul kesulitan menarik dan membuang napas. Misalnya tersedak, epiglotitis (radang pada pita suara), hidung tersumbat karena flu.

    1. Emosi

    Masalah emosional, seperti cemas atau serangan panik. Masalah lainnya seperti kegemukan, alergi, dan menghirup debu.

    1. Kondisi normal

    Penyebab sesak napas selanjutnya adalah keadaaan normal: setelah beraktivitas, olahraga, atau berada di tempat ketinggian

    Masalah lainnya yang bisa menyebabkan sesak napas

    1. Anemia.
    2. Patah tulang rusuk.
    3. Tersedak.
    4. Epiglotitis (pembengkakan sebagian tenggorokan).
    5. Menghirup benda asing.
    6. Gangguan kecemasan.
    7. Sindrom Guillain-Barre.
    8. Myasthenia gravis, yang menyebabkan kelemahan otot.

    Cara mengatasi sesak napas

    Berikut pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi sesak nafas:

    1. Bernapas lewat mulut
    2. Duduk di kursi
    3. Berbaring
    4. Pakai kipas angin
    5. Minum obat

    Perlu ditekankan bahwa sebelum mengonsumsi obat sesak napas apapun, Anda perlu berkonsultasi dulu dengan dokter demi mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai kondisi kesehatan Anda. Pasalnya, jenis dan dosis obat sesak napas harus disesuaikan dengan penyebab pastinya.

    Itulah penyebab sesak napas dan cara mengatasinya yang dapat Anda lakukan di rumah.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Alodokter.com

    Doktersehat.com

     

  • Semakin Berumur Perempuan Diharuskan Berjalan Kaki. Mengapa?

    Sahabat, paradigma yang ada adalah kaum muda memiliki semangat dan tenaga yang lebih besar dari para orang tua sehingga mereka harus banyak bergerak dan berjalan kaki. Namun nyatanya, fakta menyebutkan bahwa kaum hawa berusia paruh baya hingga lansia dianjurkan untuk lebih sering berjalan kaki. Aktivitas fisik sederhana seiring dengan pertambahan umur itu dianggap penting untuk menurunkan risiko gagal jantung yang mengintai.

    tudi di AS membuktikan, berjalan kaki mampu mencegah gagal jantung pada perempuan paruh baya atau yang lebih tua. Temuan telah dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology: Heart Failure.

    Tim meneliti riwayat 137.303 perempuan AS yang berusia antara 50 sampai 79 tahun dalam studi Women’s Health Initiative (WHI). Studi jangka panjang itu telah menghasilkan temuan penting tentang kematian dan risiko penyakit pascamenopause.

    Hasilnya, selain menekan risiko gagal jantung secara umum sebesar 25 persen, peningkatan aktivitas fisik mencegah terjadinya dua subtipe penyakit jantung. Selama rata-rata 14 tahun masa tindak lanjut, ada 2.523 kasus gagal jantung yang didapati.

    Penulis utama studi, Profesor Madya Michael LaMonte, mengklaim studi tersebut sebagai riset pertama yang menemukan hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan risiko gagal jantung. Terutama, mencermati dampaknya bagi perempuan paruh baya.

    “Temuan ini sangat relevan dan penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Bergerak lebih banyak dan duduk lebih sedikit adalah saran yang bijaksana untuk kita semua,” ujar akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Profesi Kesehatan Universitas Buffalo itu.

    Secara umum, gagal jantung lebih mungkin terjadi pada pria maupun perempuan paruh baya atau lebih tua. Empat dari lima kasus gagal jantung dialami kelompok usia 65 tahun atau lebih, dilansir dari laman The London Economic.

    Untuk itu, berjalan kaki selain memang menyehatkan secara fisik, juga melibatkan faktor psikologis terutama ketika dilakukan disaat pagi hari atau sore hari dimana banyak didapatkan interaksi sosial dengan tetangga. Adanya interaksi tersebut tentu menjadikan kita kembali semangat dengan syarat diawali dengan pikiran yang positif.

    Jadi, kapan kira-kira Sahabat terakhir berjalan kaki? Mari ajak sekalian keluarga kita agar terjalin suasana hangat dan positif setiap harinya.

     

    Rujukan : Republika