Tag: #flu

  • Sering Tertukar! Ini Perbedaan antara Flu dengan Pilek

    Pilek dan Influenza atau yang sering disebut flu sekilas terlihat hampir sama. Keduanya memang disebabkan oleh virus, akan tetapi penyakit ini tidaklah disebabkan oleh virus yang sama. Dimusim penghujan ini kedua penyakit tersebut akan sangat mudah untuk menyerang siapapun mulai dari anak-anak hingga dewasa. Virus penyebab pilek dan flu juga sangat mudah menular. Biasanya dalam satu keluarga akan terkena pilek dan flu secara bergantian, jika salah seorang dalam keluarga terkena flu atau pileknya tidak secara cepat disembuhkan. Sebelum menanganinya, sebaiknya anda ketahui dulu  perbedaan pilek dan flu agar lebih memahami cara menanganinya. Inilah perbedaannya :

    Pria sedang pilek

    Pilek

    Pilek adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus. Dari 100 jenis virus penyebab pilek yang berbeda, rhinovirus merupakan jenis virus yang paling mudah menularkan pilek sehingga menyebabkan bersin.

    Setiap orang bisa terkena pilek setiap saat, minimal dua sampai tiga kali dalam setahun. Namun, pilek paling sering terjadi pada musim dingin atau musim hujan. Hal ini disebabkan karena kebanyakan virus pilek mudah berkembang dalam suhu rendah (dingin) dan udara yang kering.

    Pilek ditularkan melalui tetesan atau butiran air dari batuk atau bersin yang dikeluarkan oleh penderita. Tetesan ini kemudian akan menempel di berbagai permukaan seperti meja, baju, gagang pintu, dan benda lainnya. Saat seseorang menyentuh permukaan tersebut dan kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata, maka virusnya akan berpindah masuk ke dalam tubuh.

    Penularan ini paling cepat terjadi dalam dua sampai empat hari pertama setelah Anda terkena virus pilek. Karena itulah, Anda dianjurkan untuk beristirahat di rumah agar tidak menularkannya pada orang lain.

    Flu

    Influenza atau flu dapat disebabkan oleh tiga jenis virus flu, yaitu influenza A, influenza B, adn inluenza C. Berbeda dengan pilek yang dapat terjadi sepanjang tahun, untuk kasus flu biasanya lebih musiman dan banyak disebabkan oleh influenza tipe A dan B.

    Cara penularan flu sama dengan pilek, yaitu dengan terhirupnya butiran air yang mengandung virus flu ke dalam tubuh. Berbeda dengan pilek biasa, flu dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius seperti pneumonia. Hal ini sangat rentan terjadi pada anak muda, orang tua, wanita hamil, dan orang dengan sistem imun yang lemah seperti asma, penyakit jantung, atau diabetes.

    Jika sudah mengetahui perbedaan keduanya. Ada baiknya kenali juga gejalanya. dibawah ini beberapa gejala pilek dan flu, diantaranya :

    Gejala Pilek Influenza (flu)
    Datangnya gejala Perlahan atau gradual Tiba-tiba atau mendadak
    Demam (badan panas) kadang-kadang, biasanya ringan Sangat umum, biasanya berupa demam tinggi
    Sakit kepala Jarang terjadi Biasa terjadi
    Sakit atau nyeri di beberapa/sekujur tubuh (otot dan persendian) Tidak sering terjadi, ringan Umum terjadi, parah
    Lemah, lesu Jarang Umum terjadi, bisa berlangsung selama 1-2 minggu
    Bersin-bersin Sangat umum terjadi Kadang-kadang
    Hidung tersumbat dan meler Sangat umum terjadi Kadang-kadang
    Tenggorokan perih/meradang Biasa terjadi Kadang-kadang
    Batuk Intensitasnya ringan-menengah, berdahak, setelah beberapa hari terserang pilek Umum terjadi, intensitasnya bisa parah, kering, sangat mengganggu

    Jadi itulah perbedaan pengertian dan gejala dari pilek dan flu. Semoga info ini menambah pengetahuan anda mengenai flu dan pilek.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

  • Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Bila Flu Menyerang

    Sup ayam masih menjadi salah satu ‘obat’ paling manjur mengurangi influenza
    Semua orang tahu bagaimana rasanya bila flu tiba-tiba menyerang. Mulai dari hidung yang tersumbat, sakit tenggorokan, kepala pusing, dan badan merasa tidak enak.

    Kamu pasti langsung berpikiran untuk mencari obat-obatan di apotik yang dapat meredakan flumu dengan segera, bukan? Namun tidak ada obat yang dapat menyembuhkanmu dengan begitu sangat cepat. Meskipun begitu kamu bisa melakukan hal-hal seperti yang telah Republika lansir dari Science Alert untuk membuatmu merasa baik saat terserang flu.

    Suplemen Vitamin C

    Menurut penelitian, orang yang mengkonsumsi 200 mg vitamin C setiap hari dapat mengurangi flu yang sedang dideritanya  Meskipun efek yang akan diberikan kecil, tidak ada salahnya mencoba untuk mengkonsumsi vitamin C di kala flu. Namun jika anda memiliki penyakit yang tidak boleh mengkonsumsi suplemen vitamin C sebaiknya hal ini tidak dianjurkan

    Suplemen Zat Besi

    Dari sebuah tinjauan penelitian yang melihat apakah ada perubahan pada orang dewasa yang telah mengkonsumsi 75 mg suplemen zat besi dalam waktu 24 jam, menunjukkan bahwa flu bisa berkurang setengahnya. Cukup manjur namun efek samping yang ditimbulkan seperti rasa mual membuatmu merasa tidak enak.

    Selain itu jangan terlalu banyak mengkonsumsi suplemen zat besi dan jika flu sudah hilang disarankan untuk tidak melanjutkan mengkonsumsi suplemen zat besi karena dapat menyebabkan anemia, mengurangnya jumlah sel darah putih dan masalah ingatan.

    Bawang Putih

    Hanya satu penelitian telah menguji dampak bawang putih pada flu biasa. Peneliti meminta 146 orang untuk mengambil suplemen bawang putih atau plasebo setiap hari selama 12 pekan. Hasilnya orang yang mengkonsumsi bawang putih menunjukkan pengurangan flunya daripada orang yang mengambil pengobatan placebo.

    Probiotik

    Dalam tinjauan dari 13 uji coba suplemen probiotik yang mencakup lebih dari 3.700 anak-anak, orang dewasa dan lansia, mereka yang mengonsumsi probiotik cenderung dapat mengurangi flunya. Probiotik ini bisa dalam bentuk produk yang berbasis susu seperti yoghurt atau kapsul.

    Sup ayam

    Sup ayam terbukti untuk meredakan flu. Dalam percobaan baru pada 15 orang dewasa yang sehat, para peneliti mengukur kecepatan aliran lendir hidung para peserta – kemampuan kita untuk memecah dan mengeluarkan lendir untuk bernafas lebih jelas. Para peneliti menghubungkan ini dengan sup ayam merangsang bau atau reseptor rasa, yang kemudian meningkatkan aliran pernafasan hidung. Studi lain mengenai sup ayam ditemukan dapat membantu melawan infeksi dan pemulihan dari infeksi saluran pernafasan.

     Sumber : Republika.co.id