Tag: #flu

  • Sering Tertukar! Ini Perbedaan antara Flu dengan Pilek

    Pilek dan Influenza atau yang sering disebut flu sekilas terlihat hampir sama. Keduanya memang disebabkan oleh virus, akan tetapi penyakit ini tidaklah disebabkan oleh virus yang sama. Dimusim penghujan ini kedua penyakit tersebut akan sangat mudah untuk menyerang siapapun mulai dari anak-anak hingga dewasa. Virus penyebab pilek dan flu juga sangat mudah menular. Biasanya dalam satu keluarga akan terkena pilek dan flu secara bergantian, jika salah seorang dalam keluarga terkena flu atau pileknya tidak secara cepat disembuhkan. Sebelum menanganinya, sebaiknya anda ketahui dulu  perbedaan pilek dan flu agar lebih memahami cara menanganinya. Inilah perbedaannya :

    Pria sedang pilek

    Pilek

    Pilek adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus. Dari 100 jenis virus penyebab pilek yang berbeda, rhinovirus merupakan jenis virus yang paling mudah menularkan pilek sehingga menyebabkan bersin.

    Setiap orang bisa terkena pilek setiap saat, minimal dua sampai tiga kali dalam setahun. Namun, pilek paling sering terjadi pada musim dingin atau musim hujan. Hal ini disebabkan karena kebanyakan virus pilek mudah berkembang dalam suhu rendah (dingin) dan udara yang kering.

    Pilek ditularkan melalui tetesan atau butiran air dari batuk atau bersin yang dikeluarkan oleh penderita. Tetesan ini kemudian akan menempel di berbagai permukaan seperti meja, baju, gagang pintu, dan benda lainnya. Saat seseorang menyentuh permukaan tersebut dan kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata, maka virusnya akan berpindah masuk ke dalam tubuh.

    Penularan ini paling cepat terjadi dalam dua sampai empat hari pertama setelah Anda terkena virus pilek. Karena itulah, Anda dianjurkan untuk beristirahat di rumah agar tidak menularkannya pada orang lain.

    Flu

    Influenza atau flu dapat disebabkan oleh tiga jenis virus flu, yaitu influenza A, influenza B, adn inluenza C. Berbeda dengan pilek yang dapat terjadi sepanjang tahun, untuk kasus flu biasanya lebih musiman dan banyak disebabkan oleh influenza tipe A dan B.

    Cara penularan flu sama dengan pilek, yaitu dengan terhirupnya butiran air yang mengandung virus flu ke dalam tubuh. Berbeda dengan pilek biasa, flu dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius seperti pneumonia. Hal ini sangat rentan terjadi pada anak muda, orang tua, wanita hamil, dan orang dengan sistem imun yang lemah seperti asma, penyakit jantung, atau diabetes.

    Jika sudah mengetahui perbedaan keduanya. Ada baiknya kenali juga gejalanya. dibawah ini beberapa gejala pilek dan flu, diantaranya :

    Gejala Pilek Influenza (flu)
    Datangnya gejala Perlahan atau gradual Tiba-tiba atau mendadak
    Demam (badan panas) kadang-kadang, biasanya ringan Sangat umum, biasanya berupa demam tinggi
    Sakit kepala Jarang terjadi Biasa terjadi
    Sakit atau nyeri di beberapa/sekujur tubuh (otot dan persendian) Tidak sering terjadi, ringan Umum terjadi, parah
    Lemah, lesu Jarang Umum terjadi, bisa berlangsung selama 1-2 minggu
    Bersin-bersin Sangat umum terjadi Kadang-kadang
    Hidung tersumbat dan meler Sangat umum terjadi Kadang-kadang
    Tenggorokan perih/meradang Biasa terjadi Kadang-kadang
    Batuk Intensitasnya ringan-menengah, berdahak, setelah beberapa hari terserang pilek Umum terjadi, intensitasnya bisa parah, kering, sangat mengganggu

    Jadi itulah perbedaan pengertian dan gejala dari pilek dan flu. Semoga info ini menambah pengetahuan anda mengenai flu dan pilek.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

  • Penyebab dan Gejala Flu

    Flu adalah kondisi yang sangat umum dan bisa memengaruhi pasien dari segala usia. Influenza bisa dihindari dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan mendiskusikan dengan dokter Anda untuk info lebih lanjut. Orang dewasa biasanya terjangkit influenza 2-3 sekali per tahun sedangkan anak-anak bisa mencapai 6-7 kali per tahun.

    Banyak orang mengira flu sama dengan batuk pilek biasa (common cold). Walaupun gejalanya mirip, kedua kondisi ini disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Gejala flu lebih parah dan menyerang secara mendadak, sedangkan gejala batuk pilek biasa cenderung ringan dan muncul secara bertahap.

    Perbedaan flu dan pilek dari penyebabnya

    Flu dan pilek adalah penyakit yang berbeda, maka perbedaan paling utama keduanya dapat dilihat dari penyebabnya.

    Penyebab pilek

    Pilek adalah infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus. Dari 100 jenis virus penyebab pilek, rhinovirus yang paling mudah menularkan pilek dan menyebabkan bersin.

    Virus pilek dapat menyebar melalui tetesan atau butiran air dari batuk atau bersin yang dikeluarkan oleh penderita. Tetesan ini kemudian akan menempel di berbagai permukaan seperti meja, baju, gagang pintu, dan benda lainnya.

    Virus pilek juga dapat menular lewat sentuhan pada permukaan benda yang sudah terpapar virus dan setelahnya tangan langsung menyentuh hidung, mulut, atau mata. Penularan pilek lewat cara ini paling cepat terjadi dalam dua sampai empat hari pertama setelah Anda terkena virus.

    Penyebab flu

    Penyebab flu adalah tiga macam virus influenza, yaitu influenza A, influenza B, dan influenza C. Virus influenza tipe A dan B biasanya menyebabkan flu musiman, sementara tipe C biasanya terjadi sepanjang tahun.

    Cara penularan flu sama dengan pilek, yaitu dengan menghirup percikan air liur yang mengandung virus flu ke dalam tubu. Influenza juga dapat menular dengan menyentuh benda-benda yang sudah terpapar virus.

    Seseorang dapat menularkan penyakit ini ke orang lain sebelum mereka tahu bahwa dirinya sudah terpapar virus flu.

    Perbedaan flu dan pilek dari gejalanya

    Seperti yang sudah disinggung di atas, flu dan pilek sama-sama disebabkan oleh virus dan keduanya menyerang sistem pernapasan.

    Perbedaan flu dan pilek yang paling jelas sebetulnya terletak pada gejala yang ditimbulkan.

    Gejala pilek

    Gejala pilek yang paling khas di antaranya:

    • Sakit tenggorokan, yang biasanya hilang dalam satu atau dua hari.
    • Hidung tersumbat atau hidung berair.
    • Batuk dengan dahak berwarna hijau atau kuning.
    • Sakit kepala (kadang-kadang).
    • Badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga.

    Lendir atau ingus yang keluar saat pilek biasanya berwarna bening selama beberapa hari pertama. Namun, ingus dapat makin mengental dan warnanya menjadi lebih gelap. Anda tak perlu khawatir karena perubahan ini merupakan reaksi alami tubuh yang menandakan bahwa tubuh sedang melawan virus pilek.

    Gejala pilek biasanya mulai muncul antara 1-3 hari setelah Anda terinfeksi virus pilek. Namun, gejala pilek umumnya cepat membaik dalam waktu 7-10 hari.

    Gejala flu

    Gejala influenza umumnya datang secara tiba-tiba. Tanda dan gejalanya biasanya mulai dari 24 sampai 48 jam setelah terpapar virus flu. Gejala dan demam terburuk biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 hari. Tanda dan gejalanya seperti :

    • Demam tinggi (di atas 38 derajat Celsius)
    • Panas dingin, nyeri otot
    • Merasa sangat lemah atau lelah
    • Sakit kepala
    • Mata terasa sakit
    • Batuk dan bersin
    • Sakit tenggorokan
    • Hidung meler
    • Sakit perut (terlebih pada anak-anak dibandingkan orang dewasa)
    • Batuk dan merasa sangat lemah dan lelah bisa bertahan hingga 6 minggu

    Komplikasi Flu

    Flu yang sembuh kemudian kambuh dan memburuk bisa menjadi tanda komplikasi serius, seperti paru-paru basah, gangguan jantung, meningitis, atau infeksi virus pada otak.

    Kapan saya harus ke dokter?

    Jika Anda menunjukkan gejala flu dan berisiko komplikasi, pergilah ke dokter segera. Mengonsumsi obat antivirus dalam 48 jam pertama setelah munculnya gejala utama dapat mengurangi lamanya Anda mengidap penyakit dan membantu mencegah masalah yang lebih serius.

    Faktor-faktor risiko

    Apa yang meningkatkan risiko saya untuk flu (influenza)?

    Ada beberapa faktor risiko untuk influenza, misalnya:

    • Usia
    • Kondisi tempat tinggal
    • Sistem kekebalan tubuh lemah
    • Penyakit kronis
    • Hamil
    • Kegemukan

    Obat flu tradisional

    Berikut ini sejumlah pilihan obat flu tradisional yang bisa Anda coba untuk meredakan gejala flu.

    1. Air putih hangat

    Air putih hangat dapat membantu mengencerkan lendir yang menyumbat saluran hidung, mencegah dehidrasi, serta meredakan peradangan di jaringan hidung dan tenggorokan.

    Jika tak suka dengan rasa air putih yang tawar, Anda bisa membuat secangkir teh hangat. Tambahkan satu sendok teh madu, perasan air lemon, jahe, atau daun mint untuk memperkaya citarasa sekaligus membantu melegakan pernapasan.

    1. Bawang putih

    Kandungan minyak allicin (senyawa yang memberikan harum khas bawang putih) juga dipercaya ampuh untuk melawan pilek dan flu. Makan bawang putih mentah-mentah adalah cara mengatasi flu yang paling baik. Namun jika risih atau tidak suka dengan baunya, Anda bisa mencampur rajangan bawang putih ke dalam berbagai masakan rumahan.

    Anda juga bisa menambahkan beberapa irisan bawang putih, atau tumbuh halus satu siung, ke dalam semangkuk air panas untuk menguapi wajah Anda selama 10 menit.

    1. Madu

    Sifat antimikroba alami dari madu dapat membantu tubuh melawan kuman penyakit, termasuk bakteri dan virus penyebab flu. Madu juga membantu meredakan gejala penyerta flu, seperti pilek dan batuk.

    Sebagai cara meredakan flu, Anda bisa melarutkan 2 sendok madu dalam segelas air hangat untuk diminum setiap pagi dan malam hari.

    Ada satu hal penting yang harus ketahui; madu tidak boleh diberikan pada anak kecil dan bayi yang usianya kurang dari 1 tahun. Memberikan madu pada bayi justru meningkatkan risiko mereka terkena infeksi botulisme.

    1. Teh hijau

    Salah satu penelitian tersebut dimuat dalam Journal of Synthetic Chemistry and Natural Product Chemistry. Peneliti menyimpulkan teh hijau mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi flu.

    Peminum teh hijau dilaporkan memiliki sistem imun yang lebih baik sehingga sel dalam tubuh mereka bekerja lebih efisien melawan bakteri dan virus penyebab penyakit.

    1. Jahe

    Anda bisa mengolah jahe menjadi beragam panganan. Akan tetapi, wedang jahe mungkin yang paling mudah dimudah. Anda cukup merebus jahe merah yang sudah digeprek ke dalam panci sampai mendidih. Setelah itu, saring air rebusan jahe untuk diminum. Tambahkan sedikit perasan lemon atau madu untuk memperkaya rasanya.

    1. Daging tanpa lemak

    Tidak hanya menyediakan zat besi yang mudah diserap oleh tubuh, daging tanpa lemak juga mengandung zinc, mineral lain yang baik untuk mencegah infeksi.

    Oleh karena itu, bila Anda mulai merasa sedikit mampat atau berair, makanlah sepotong daging merah tanpa lemak, ikan atau kerang dapat membantu Anda melawan kuman.

    1. Sup ayam

    Penelitian medis yang ada saat ini menyatakan sup ayam dapat meredakan peradangan yang menyebabkan gejala pilek dan flu. Sup bening juga dapat mencairkan lendir dalam hidung, tenggorokan, dan paru-paru sehingga Anda bisa bernapas lebih lega.

    Pilihan obat flu alami lainnya

    Selain menggunakan bahan alami dari dapur, ada juga sejumlah hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala flu.

    Berikut pilihan obat flu alami lainnya yang bisa Anda coba di rumah.

    1. Istirahat di rumah sampai pulih

    Istirahat di rumah merupakan salah satu obat flu alami terbaik. Pasalnya, flu adalah penyakit yang sangat menular. Virus penyebab flu bisa menyebar lewat udara ketika Anda berbicara, batuk, dan bersin.

    1. Kumur air garam

    Studi dari University of Michigan Medical Center, Amerika Serikat menemukan bahwa berkumur dengan air garam juga sekaligus membantu melegakan hidung yang tersumbat lendir serta tenggorokan yang sakit dan gatal karena terus-terusan batuk untuk membuang dahak.

    1. Sangga kepala pakai bantal tambahan

    Len Horovitz, seorang dokter spesialis paru-paru di Lenox Hill Hospital, New York mengatakan bahwa menyelipkan satu bantal tambahan di bawah kepala bisa membuat lendir mengalir turun dengan sendiirinya agar Anda bernapas lebih lega tidur lebih nyenyak.

    1. Berendam air hangat

    Selain untuk relaksasi, berendam air hangat ternyata juga bisa jadi obat flu alami. Saat Anda berendam air hangat, uap hangatnya dapat membantu mengencerkan lendir dan melemaskan saluran hidung yang bengkak.

    1. Rajin cuci tangan

    Obat flu alami lainnya yang tak penting adalah cuci tangan. Cuci tangan merupakan aktivitas sederhana yang dapat mencegah penyakit flu semakin parah sekaligus menghindari penularan ke orang lain.

    Nah, supaya tubuh Anda lekas sembuh dan terhindar dari infeksi virus lainnya, pastikan Anda rutin cuci tangan. Mengutip dalam laman CDC, cuci tangan harus dilakukan ketika:

    • Sebelum, selama, dan setelah menyiapkan makanan
    • Sebelum makan
    • Sebelum dan setelah menjenguk atau berinteraksi dengan orang yang sakit
    • Sebelum dan setelah mengobati luka terbuka
    • Setelah selesai menggunakan kamar mandi
    • Seletah mengganti popok bayi
    • Setelah bersin, batuk, atau mengeluarkan ingus
    • Setelah menyentuh hewan, makanan hewan, maupunn kotoran hewan
    • Setelah menyentuh tong sampah

    Gunakan sabun antiseptik dan air bersih ketika cuci tangan. Apabila tidak tersedia sabun dan air bersih, Anda bisa menggunakan pembersih tangan (hand sanitizer) yang mengandung alkohol.

    Segera berobat ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Meski bukan penyakit yang berbahaya, flu dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang lebih serius, seperti infeksi telinga, pneumonia, asma, diabetes, dan bahkan gagal jantung.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Alodokter.com

     

  • 10 Penyakit Musim Kemarau Yang Perlu Diwaspadai!

    Di musim kemarau, cuaca menjadi cenderung lebih kering sehingga debu dan polusi bisa semakin parah. Selain itu, suhu udara di siang hari yang sangat panas kemudian dikombinasikan dengan suhu udara di malam hari yang cenderung lebih dingin juga bisa menurunkan kondisi tubuh. Hal ini tentu akan membuat kita lebih rentan terkena penyakit.

    Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa muncul di musim kemarau yang sebaiknya diwaspadai.

    1. Keracunan makanan

    Salah satu masalah kesehatan yang paling sering muncul di musim kemarau atau musim panas adalah keracunan makanan. Di Indonesia, kelembaban udara cenderung semakin meningkat saat suhu udara sangat panas sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan bakteri atau jamur pada makanan. Jika kita mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi bakteri atau jamur tersebut, tentu akan lebih rentan terkena keracunan makanan.

    1. Heat stroke

    Heat stroke bisa membuat kita kehilangan kesadaran akibat suhu udara yang sangat tinggi. Masalahnya adalah, di musim kemarau, suhu di siang hari bisa meningkat dengan signifikan. Padahal, kebanyakan orang tetap harus mekakukan aktivitas di suhu yang sangat panas ini.

    1. Tifus

    Terkadang makanan yang kita konsumsi bisa saja sudah tertular oleh virus penyebab tifus yang bisa membuat kita mengalami gangguan kesehatan yang tidak bisa disepelekan.

    1. Penyakit kuning

    Jika kita membeli air minum sembarangan, khususnya yang ada di pinggir jalan atau yang menggunakan es batu yang tidak dimasak airnya terlebuh dahulu, maka risiko untuk terkena penyakit yang menyerang organ hati ini bisa meningkat!

    1. Gondok

    Penyakit gondok ternyata juga bisa menyerang kita di musim kemarau. Gejala dari penyakit ini adalah membengkaknya kelenjar ludah, nyeri pada otot, demam tinggi, dan sakit kepala. Penyakit ini juga bisa menular.

    Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mendapatkan vaksin MMR yang bisa mencegah datangnya penyakit gondok, campak, dan rubella.

    1. Campak Jerman (campak 3 hari)

    Dalam cuaca panas, daya tahan tubuh cenderung melemah sehingga rentan terhadap infeksi virus. Salah satu infeksi virus yang tengah mewabah adalah Campak Jerman atau biasa dikenal campak 3 hari, yang ditandai dengan ruam kemerahan di permukaan kulit.

    1. Flu Singapura

    Menurunnya daya tahan tubuh juga membuat Flu Singapura atau dalam ilmu kedokteran dikenal dengan Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) marak di masyarakat, khususnya pada anak-anak.

    Penyakit ini menyerupai flu yang disertai dengan terbentuknya lesi vesikular (bintil berisi cairan) di sekitar tangan, kaki, dan mulut. Gejala awal dari flu Singapura sama seperti flu pada umumnya seperti demam, sakit tenggorokan, pilek, sakit sepala, nyeri sendi, hilang nafsu makan, peradangan pada saluran nafas atas.

    1. Sakit mata

    Udara yang kering dan tidak sehat, debu dan asap yang beterbangan juga membuat orang lebih mudah mengalami sakit mata di musim kemarau. Menggunakan kacamata bisa menjadi salah satu cara pencegahan sakit mata.

    1. Infeksi Saluran Nafas Atas (ISPA)

    Udara yang panas akan membuat orang cenderung berkeringat. Selain itu, saat kemarau lingkungan cenderung tidak sehat, debu dan asap yang akan merangsang terjadinya iritasi saluran pernafasan atas dan berlanjut menjadi infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

    1. Diare

    Air bersih yang terbatas membuat lingkungan menjadi relatif lebih kotor dan masyarakat membatasi penggunaan air bersih. Kondisi lingkungan yang kotor ini akan membuat lalat menjadi lebih banyak, sehingga membuat makanan dan minuman menjadi mudah tercemar. Apabila kondisi ini terjadi maka angka kejadian diare akan meningkat.

    Nah, itulah 10 penyakit di musim kemarau yang perlu Anda waspadai.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Doktersehat.com

    Health.detik.com

  • 6 Penyakit Musim Hujan Yang Sering Dialami

    Musim hujan bisa dibilang sebagai musim rawan penyakit karena berbagai jenis mikroba serta virus lebih mudah berkembang biak di musim ini. Apalagi jika daya tahan tubuh Anda sedang menurun. Hal tersebut akan semakin membuat Anda rentan diserang penyakit.

    Adapun penyakit musim hujan yang paling sering dialami orang Indonesia

    1. Influenza atau flu

    Penyakit musim hujan yang paling sering terjadi adalah flu. Penyakit ini disebabkan virus influenza tipe A, B, atau C. Virus influenza bisa menyebar melalui batuk, bersin, atau dari menyentuh benda yang sudah terkontaminasi. Meski flu bersifat umum dan bisa sembuh dengan sendirinya, Anda harus tetap mewaspadai penyakit ini. Pasalnya, beberapa orang dapat menderita komplikasi dari penyakit influenza seperti pneumonia.

    1. Diare

    Diare adalah penyakit yang ditandai dengan encernya feses yang dikeluarkan dan frekuensi buang air besar yang lebih sering dari biasanya. Bakteri penyebab diare yang paling umum contohnya rotavirus, shigella, E. coli, cryptosporidium, dan lain sebagainya. Penyakit ini dapat berkisar dari kondisi yang ringan dan sementara, hingga membahayakan nyawa.

    1. Demam tifoid (tipes)

    Demam tifoid, atau lebih dikenal dengan penyakit tipes adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi. Bakteri tersebut menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.

    1. Demam berdarah dengue

    DBD atau demam berdarah dengue adalah salah satu jenis penyakit menular musim hujan yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Demam berdarah disebut sebagai penyakit “break-bone” karena terkadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang serasa retak.

    Demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba (shock), bahkan kematian.

    1. Malaria

    Malaria adalah penyakit berbahaya akibat infeksi parasit plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk anopheles. Penularan penyakit ini biasanya meningkat pada saat musim hujan dan berlanjut setelahnya.

    1. Leptospirosis

    Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut Leptospira interrogans. Penyakit musim hujan ini “cukup populer” terjadi di Indonesia, biasanya dikenal sebagai penyakit kencing tikus. Anda bisa terkena penyakit penyakit ini karena menyentuh tanah atau air, tanah basah, atau tanaman yang terkontaminasi oleh urine binatang yang terinfeksi. Selain tikus, hewan yang paling sering menularkan leptospirosis adalah sapi, babi, anjing, reptil dan hewan amfibi, serta hewan pengerat lainnya.

    Tips mengatasi penyakit musim hujan

    Saat Anda mengalami beberapa penyakit musim hujan, biasanya kebutuhan cairan Anda akan meningkat. Terutama jika Anda merasakan demam, mengalami diare, dan muntah-muntah.

    Apa yang harus dilakukan agar Anda tidak kekurangan cairan? Pada orang dewasa normal, kebutuhan cairan tubuh yang disarankan berkisar 2-2,5 liter perhari. Jika dibagi berdasarkan jenis kelamin, maka wanita dewasa disarankan untuk minum sekitar 1,6 liter. Sedangkan, pria disarankan untuk minum 2 liter tiap hari.

    Cairan tubuh kita tidak hanya mengandung air, tetapi juga ion. Menjaga keseimbangan ion tubuh juga penting agar metabolisme tubuh tetap optimal.

    Selain itu, untuk menghindari penyakit akibat kontaminasi makanan, biasakan pula cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

  • 8 Tips Meredakan Hidung Tersumbat

    Banyak orang yang mengira bahwa hidung tersumbat adalah akibat dari penggumpalan lendir di saluran hidung. Tapi, hidung tersumbat sebenarnya disebabkan oleh pembuluh darah sinus yang meradang.

    “Hidung memiliki jaringan pembuluh darah berkatup yang luas dan bisa membuka-tutup,” ujar Scott P. Stringer, MD, profesor THT di University of Mississippi Medical Center dan kepala direksi Rhinology and Paranasal Sinus Committee of the American Academy of Otolaryngology–Head and Neck Surgery. Saat hidung mengalami iritasi, sistem sarafnya juga terstimulasi, menyebabkan katup pembuluh darah terbuka. Hasilnya, semakin banyak darah yang mengalir ke dalam hidung. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan di saluran hidung dan membuat Anda sulit untuk bernapas.

    Selain obat-obatan, seperti dekongestan, ada beberapa cara lain untuk meringankan hidung tersumbat.

    1. Matikan AC dan kipas angin

    Udara hangat dan lembap adalah cara tercepat untuk mengatasi pilek dan hidung tersumbat.

    Bernapas di udara yang lembap bisa meredakan radang dan meredakan pembengkakan pembuluh darah dalam hidung, juga mengencerkan lendir dalam sinus.

    1. Minum banyak air

    Air hangat bisa membantu mengencerkan lendir di saluran hidung dan meredakan nyeri akibat hidung tersumbat. Untuk variasi, Anda bisa minum teh jahe, mint, atau teh lemon dan madu hangat yang mengandung agen antiseptik dan dekongestan alami untuk memudahkan pernapasan.

    1. Minyak kayu putih

    Minyak kayu putih, juga ditemukan dalam banyak salep dan balsem, dapat membantu mengencerkan lendir akibat hidung tersumbat. Caranya condongkan wajah Anda hingga berada di atas mangkuk berisi air panas yang sudah ditambahkan dengan beberapa tetes minyak kayu putih. Gantungkan handuk di atas kepala Anda sampai menutupi mangkuk, hirup uap selama kurang lebih 10 menit.

    1. Semprotan saline atau dekongestan topikal (oxymetazoline)

    Semprotan saline menyediakan kelembapan ekstra yang dibutuhkan oleh hidung tersumbat. Larutan saline akan mengencerkan lendir dan mengurangi hidung tersumbat. Untuk lebih cepat memberikan efek lega pada hidung tersumbat, kurang dari 10 menit, gunakan dekongestan topikal/ oxymetazoline.

    1. Kunyah bawang putih

    Bawang putih mengandung agen antibakterial dan antijamur yang berguna sebagai penyembuh berbagai masalah kesehatan, termasuk hidung tersumbat akibat demam dan flu.

    1. Sering buang ingus

    Sangat penting untuk melakukan hal ini secara teratur jika hidung Anda tersumbat, namun lakukan secara tepat. Mengeluarkan ingus dengan tekanan yang terlalu keras bisa membawa kuman kembali ke telinga Anda. Cara terbaik membuang ingus adalah menutup aliran udara dengan jari di satu lubang hidung ketika Anda membuang ingus dengan lubang satunya.

    1. Cuci hidung dengan air garam.

    Selain bisa melegakan hidung tersumbat, metode ini juga bisa menghilangkan virus dan bakteri yang berada di dalam hidung. Anda bisa membuat larutan air garam di rumah. Bahan-bahannya adalah tiga sendok teh garam dan satu sendok teh baking soda. Aduk rata kedua bahan ini, lalu simpan di wadah yang kedap udara. Untuk membuat larutannya, ambil satu sendok teh campuran tersebut, lalu masukkan ke 230 ml air hangat. Isi larutan ini ke dalam syringe atau neti pot. Kemudian, bersandarlah ke wastafel sambil memiringkan kepala. Tuangkan larutan ini ke salah satu lubang hidung. Biarkan hingga larutan itu mengalir keluar dari lubang hidung lainnya. Selama proses ini, Anda bisa bernapas menggunakan mulut.

    1. Tidur dengan bantal ekstra.

    Cara ini mungkin bisa membantu menjadikan tidur Anda lebih nyenyak. Tidur dengan dua bantal di bawah kepala bisa membantu meringankan hidung tersumbat.

    Nah, itulah beberapa tips meredekan hidung tersumbat.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Alodokter.com

  • Ternyata Inilah Cara Menghalau Bersin yang Benar

    Bersin merupakan salah satu mekanisme alami tubuh. Hanya saja, ketika itu terjadi ada banyak hal yang disebarkannya dan kita terbiasa menutup langsung dengan tangan untuk menghalangi.

    Selama bertahun-tahun, organisasi kesehatan masyarakat telah memberitahu untuk menggunakan lengan dan siku saat tidak ada alat bantu untuk menutupi bersin. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran ke udara bebas.

    Tapi, seberapa banyak dari kita yang membersihkan bagian yang digunakan untuk menutup bersin? Nyatanya, kebiasaan melakukan pembersihan lengan atau siku setelah bersin sangat jarang dilakukan, padahal itu digunakan untuk menghalau banyak kuman dan bakteri.

    Hasil gambar untuk cara menghalau bersin yang benar

    Tetesan-tetesan infeksi di udara yang kita keluarkan ke tangan dapat dengan mudah ditransmisikan ke orang lain secara langsung atau melalui permukaan tanpa sadar. Ukuran siku atau lengan baju yang lebih besar setidaknya harus memberi kesempatan lebih kecil bagi kuman terbang ke udara.

    Ada banyak bidang penelitian yang mencari cara terbaik menjauhkan kuman flu dan pilek dari orang lain (istilah umum dikenal sebagai etiket batuk). Sebenarnya ada sedikit penelitian yang mengejutkan membandingkan berbagai metode untuk menutupi batuk dan bersin.

    Studi pada 2013 dari para peneliti di University of Alberta di Kanada mencoba melakukan kajian tentang cara menutup saat bersin. Mereka merekrut sekelompok kecil orang sehat untuk batuk dalam kondisi yang berbeda.

    Para peserta mengenakan masker wajah, batuk ke lengan, batuk ke tangan, atau batuk ke tisu. Ketika sukarelawan batuk, para peneliti kemudian menggunakan laser untuk mengukur tingkat tetesan udara yang keluar dari mulut mereka.

    Tim sampai pada kesimpulan setiap metode, termasuk lengan dan masker wajah, masih meninggalkan banyak partikel aerosol kecil yang mampu menginfeksi seseorang melalui udara. Para peneliti juga mengkritik dukungan para dokter dan organisasi kesehatan masyarakat yang menutupi lengan sebagai langkah yang berguna untuk pencegahan flu.

    “Masyarakat telah mengadopsi manuver ini tanpa meminta atau menuntut bukti ilmiah,” ujar penelitian tersebut, dikutip dari Gizmodo, Senin (11/2).

    Insinyur dan salah satu penulis penelitian tersebut Jonathan Chiang menyatakan, hasil studi yang dilakukan tidak membuktikan setiap orang harus berhenti menutupi batuk atau bersin dengan tangan mereka. Sebab, menutup batuk atau bersin dengan sesuatu yang sangat padat memang bisa menahan penyebaran, namun, itu artinya orang tersebut tidak bisa bernafas.

    “Jadi mungkin batuk ke lengan Anda sedekat mungkin dengan penghalang yang solid,” ujar Chiang.

    Chiang menjelaskan, batuk ke lengan setidaknya akan membuat ukuran partikel lebih besar, karena mereka harus melalui penghalang dan terakumulasi menjadi partikel yang lebih besar. Artinya, itu akan membuat lebih sulit bagi partikel untuk melakukan perjalanan di udara dan sulit untuk orang lain menghirup partikel tersebut.

    Tetapi meskipun bersin atau batuk ke lengan bukan strategi yang sempurna, itu masih bisa ditahan ketimbang tersebar ke benda lain. Partikel-partikel itu bisa menempel pada  ponsel cerdas atau keyboard komputer. Virus flu dapat bertahan selama berjam-jam di permukaan lingkungan.

    “Cuci tanganmu, atau dalam hal ini, cuci tanganmu setelah batuk. Itu akan bermanfaat bagi semua orang di sekitar Anda. Hal lain yang dicoba dipelajari oleh penelitian kami adalah jangan memiliki rasa aman yang salah,” kata Chiang.

     

     

    Sumber : republika

  • Kenapa Setiap Flu dan Pilek Selalu Di Sertai Batuk ?

    Batuk adalah refleks tubuh untuk membersihkan saluran udara dari berbagai zat yang asing seperti mikroorganisme, lendir, iritan (faktor penyebab iritasi), dan juga makanan atau minuman yang masuk ke saluran napas. Nah, batuk sering kali muncul sendirian atau menyertai gejala lain seperti flu dan juga pilek.

    Sedangkan pilek adalah kondisi ketika hidung mengeluarkan ingus atau lendir, baik sesekali maupun terus-menerus. Lendir yang keluar dapat terlihat bening, hijau, atau kekuningan. Teksturnya bisa encer atau kental, tergantung kepada penyebab yang mendasarinya. Lendir diproduksi oleh saluran udara di dalam hidung yang disebut sinus. Fungsi lendir adalah menjaga kelembapan saluran napas, serta mencegah kotoran dan kuman masuk ke paru-paru.

    Kenapa kita bisa batuk saat flu dan pilek

    Flu dan pilek merupakan dua penyakit berbeda sehingga penyebabnya pun tak sama. Namun, keduanya memiliki satu gejala yang sama, yaitu batuk. Sebagian besar orang yang mengalami flu dan pilek juga mengalami batuk. Biasanya flu identik dengan batuk kering dan pilek identik dengan batuk berdahak.

    Prof. Alyn Morice, seorang pakar pernapasan di Centre for Cardiovascular and Metabolic Research, Hull York Medical School, Inggris menyatakan manusia secara alami terinfeksi rhinovirus yang merupakan penyebab pilek paling umum dan virus influenza saat terserang flu.

    Virus pilek dan flu menyerang tubuh melalui lapisan hidung. Sebagai responnya, sistem kekebalan tubuh mencoba melawan kedua virus tersebut dengan melepaskan mediator peradangan yaitu bradikinin. Meningkatnya bradikinin dalam tubuh mengakibatkan beberapa gejala seperti sakit tenggorokan. Selain bradikinin, mediator lain yang dilepaskan untuk melawan virus tersebut adalah tachykinin, peptida, dan leukotrien. Mediator-mediator tersebut menjadi salah satu penyebab yang membuat Anda batuk.

    Nah, biasanya saat flu Anda mengalami batuk yang lebih berat dibandingkan dengan saat pilek. Hal ini diakibatkan adanya kerusakan pada lapisan sel di saluran napas yang biasanya terjadi saat Anda terserang flu akibat batuk kering. Sedangkan saat Anda pilek, produksi lendir yang berlebih juga dapat merangsang reseptor saraf yang akhirnya membuat Anda batuk. Hal ini terjadi sebagai akibat dari rangsangan lendir ke ujung saraf di saluran napas.

    Umumnya, batuk saat flu dan pilek akan hilang dalam tiga minggu, meskipun beberapa orang bisa mengalaminya hingga minggu ke-8. Untuk itu, jangan khawatir saat Anda mengalami batuk di saat flu dan pilek karena hal ini terbilang wajar sebagai reaksi tubuh terhadap kedua virus penyebab penyakit tersebut.

    Mengobati batuk saat flu dan pilek

    Batuk yang terjadi saat flu dan pilek tak jarang dibarengi dengan sakit tenggorokan. Untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan saat flu dan pilek, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

    1. Mengonsumsi satu sendok teh maduuntuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
    2. Minum cukup air agar untuk melembapkan tenggorokan.
    3. Minum teh atau minuman hangat lainnya untuk membantu memecah lendir dan melembapkan tenggorokan.
    4. Menghirup uap panas untuk melembapkan dan menghilangkan gatal tenggorokan.
    5. Istirahat yang cukup agar tubuh bisa maksimal melawan virus.
    6. Menghindari udara kotor seperti asap kendaraan dan asap rokok karena dapat mengiritasi batuk.
    7. Minum obat batuk untuk membantu mengeluarkan lendir jika berdahak dan menekan rangsangan batuk di tenggorokan jika batuk kering.
    8. Minum obat dekongestan untuk meredakan hidung tersumbat dan meredakan batuk.
    9. Mengonsumsi vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

     

    Sumber :
    hellosehat.com
    alodokter.com
  • Hujan-hujanan Bisa Membuat Sakit, Ini Penjelasannya.

    Saat kita kecil, orang tua kita tentu sering sekali melarang kita untuk hujan-hujanan karena bisa membuat tubuh kita terkena pilek dan demam. Padahal, anak kecil tentu sangat berharap bisa bermain di bawah hujan yang deras karena akan sangat menyenangkan dan mengasyikkan. Apakah benar hujan-hujanan bisa memberikan dampak kesehatan yang buruk bagi tubuh?

    Hujan-hujanan ternyata memang bisa menyebabkan penyakit. Pakar kesehatan berkata bahwa hujan-hujanan bisa membuat tubuh terserang flu, pusing, dan badan meriang yang disertai demam tinggi. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

    Hasil gambar untuk apa benar hujan hujanan bisa sakit

    Berada dalam satu ruangan dengan orang yang terinfeksi virus

    Biasanya virus flu cenderung berkembang biak lebih aktif saat cuaca dingin atau hujan di dalam ruangan yang dipenuhi banyak orang. Pasalnya, pada masa tersebut orang cenderung saling berdekatan dalam jarak dekat satu sama lain sehingga virus dapat menular dengan cepat. Ketika ada satu atau beberapa teman Anda yang sedang terkena flu kemudian bersin dan Anda tanpa disadari menghirup udara yang sudah terkontaminasi oleh orang yang sedang mengalami flu kemungkinan besar Anda akan ikut terinfeksi.

    Suhu tubuh rendah

    Ketika Anda kehujanan, pada saat itu temperatur suhu Anda menurun. Apalagi jika pakaian yang Anda kenakan basah terkena air hujan, hal ini memungkinkan Anda terkena hipotermia karena kondisi badan kehilangan terlalu banyak suhu panas. Hipotermia memberikan tekanan pada tubuh termasuk sistem imun yang menyebabkan peluang Anda terinfeksi virus lebih besar. Tak jarang hujan dapat memperburuk sistem kekebalan tubuh Anda, tetapi dalam hal ini bukan penyebab langsung Anda sakit.

    Pernah mendengar mitos gerimis bisa menyebabkan rasa sakit lebih cepat daripada hujan lebat? Hal ini ternyata benar adanya secara medis. Gerimis ternyata membawa sifat asam yang lebih tinggi karena diturunkan setetes demi setetes gerimis. Berbeda dengan hujan deras, asam justru menjadi lebih tersebar karena diturunkan layaknya siraman air, bukannya tetes demi tetes yang memiliki konsentrasi asam tinggi. Hindari hujan-hujanan saat gerimis tiba dan jika sudah terlanjur, ada baiknya anda langsung basahi kepala dengan air hangat agar tubuh anda tidak mudah terkena penyakit.

    Hujan yang baru pertama kali datang setelah musim kemarau panjang ternyata juga tidak baik bagi tubuh. Banyak zat berbahaya pada atmosfer yang pada akhirnya ikut terbawa dengan air hujan pertama dan jika kita hujan-hujanan, bisa jadi banyak partikel layaknya logam dan berbagai polutan justru mengenai tubuh dan menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun drastis dan menyebabkan berbagai macam penyakit.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    • hellosehat
    • doktersehat
  • Inilah Makanan dan Minuman yang Dapat Mencegah Flu

    Ini Dia 10 Jenis Makanan Terbaik sebagai Pencegah Flu!

    Belakangan ini cuaca berganti tanpa bisa diprediksi. Di pagi hari panas terik, mendadak siang atau sore harinya malah hujan deras. Kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini membuat kebanyakan orang rentan jatuh sakit, termasuk terserang flu yang memang penyakit segala umat.

    Cara terbaik dalam melakukan pencegahan flu dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan cukup istirahat, cukup olahraga, dan makan makanan pencegah flu. Makanan pencegah flu ini tidak hanya membantu menstimulasi daya tahan tubuh, tetapi juga membantu mengatasi beberapa gejala awal serangan flu.

    Makanan dan minuman pencegah flu

    • Teh jahe

    Untuk mengobati flu biasa, jahe merupakan salah satu makanan terbaik untuk melegakan tenggorokan. Dalam sebuah ulasan yang dipublikasikan di International Journal of Preventative Medicine, para peneliti merangkum bahwa sifat anti-inflamasi jahe yang kuat merupakan kunci untuk melawan flu. Karena peradangan dapat mempengaruhi respons kekebalan tubuh Anda, anti-inflamasi pada jahe dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

    • Jeruk (orange)
    Makanan dan minuman pencegah flu
    Makanan dan minuman pencegah flu

    Jeruk kaya akan vitamin C, nutrisi penting saat menghadapi perubahan cuaca atau cuaca ekstrim. Menurut sebuah tinjauan yang dilakukan oleh Pusat Nasional untuk Epidemiologi dan Kesehatan Penduduk, di Universitas Nasional Australia, vitamin C sangat membantu dalam mencegah flu biasa bagi orang-orang yang terpapar penyakit yang menyebabkan mereka sakit, seperti cuaca dingin, dan dapat membantu menurunkan lama dan beratnya pilek.

    • Air

    Bila Anda merasa sakit, H2O bisa menjadi salah satu minuman yang paling enak. Tetap terhidrasi bisa membantu melonggarkan tenggorokan. Cobalah minum setidaknya delapan gelas air per hari untuk menjaga agar tetap terhidrasi sepenuhnya karena kita cenderung kehilangan lebih banyak cairan saat kita sakit.

    • Greek Yogurt / Yogurt Yunani

    Yoghurt Yunani mengandung probiotik untuk melawan penyakit dan mengandung protein lebih banyak daripada yogurt biasa. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Korean Journal of Family Medicine menemukan bahwa probiotik dapat membantu mencegah dan mengobati flu biasa. Para peneliti menemukan bahwa orang yang mengonsumsi probiotik setiap hari memiliki risiko lebih rendah terkena pilek dibandingkan mereka yang tidak makan makanan kaya akan probiotik.

    • Bluberi

    Blueberry mengandung antioksidan yang bisa membantu mengobati dan mencegah batuk dan pilek. Menurut penelitian yang dilakukan oleh University of Auckland, 33 persen orang dewasa yang mengkonsumsi flavonoid – sejenis antioksidan yang ditemukan pada blueberry lebih kecil kemungkinannya untuk terkena flu daripada mereka yang tidak mengonsumsi makanan atau suplemen yang kaya flavonoid setiap hari.

    • Teh ginseng

    Teh ginseng sangat populer karena rasanya yang lezat. Teh telah digunakan sebagai pengobatan untuk infeksi saluran pernafasan bagian atas (common cold). Sebuah tinjauan yang dipublikasikan di Canadian Medical Association Journal mencatat bahwa ginseng telah terbukti mengurangi gejala flu dan influenza secara signifikan. Namun, para peneliti mencatat bahwa masih perlu lebih banyak penelitian untuk sepenuhnya mendukung klaim kekebalan imunitas dari ginseng.

    • Tomat

    Tomat juga merupakan makanan enak untuk dimakan saat Anda sakit karena konsentrasi vitamin C-nya yang tinggi. Hanya satu tomat sedang mengandung sekitar 16 miligram vitamin C, yang sangat baik bagi sistem kekebalan tubuh.

    • Salmon liar

    Salmon liar mengandung seng, nutrisi yang telah terbukti membantu mengurangi gejala flu biasa. Jika Anda menginginkan keluarga, terutama anak-anak Anda, terutama untuk menghindari penyakit di musim penghujan, maka Anda harus memberi mereka makanan yang kaya seng.

    Journal of Family Practice menerbitkan sebuah penelitian yang meneliti efek seng pada flu biasa pada anak-anak usia 1 sampai 10 tahun. Peneliti menemukan bahwa seng, jika dibandingkan dengan plasebo, secara signifikan mengurangi keparahan dan lamanya gejala saat dikonsumsi dalam 24 jam setelah gejala flu menyerang.

    • Coklat hitam

    Percaya atau tidak, coklat hitam bisa sangat membantu dalam melawan flu. Coklat hitam mengandung banyak theobromine, sebuah antioksidan yang telah terbukti dapat mengurangi batuk. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Frontiers in Pharmacology menemukan bahwa theobromine sangat membantu dalam menekan gejala batuk pada orang dengan bronkitis, namun masih perlu dilakukan banyak penelitian untuk mendukung penemuan ini.

    • Brokoli

    Peneliti dari University of California di Los Angeles melaporkan bahwa brokoli bisa menjadi tambahan yang bagus untuk diet jika Anda ingin mencegah flu. Brokoli membantu meningkatkan kekebalan tubuh. Peneliti mengklaim bahwa sulforaphane, zat kimia yang ada dalam sayuran, membantu memerangi radikal bebas dan mencegah Anda dari sakit.

    • Minyak zaitun extra virgin

    Minyak ini telah terbukti membantu membangun kembali dan meningkatkan kekebalan tubuh. Sebuah studi yang diterbitkan dalam British Journal of Nutrition menemukan kandungan asam lemak tak jenuh ganda dari minyak zaitun bertindak sebagai agen anti-inflamasi pada tubuh, yang juga membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjaga tubuh dari infeksi.

    • Teh hijau

    Teh hijau bukan hanya salah satu dari 5 teh terbaik yang direkomendasikan untuk menurunkan berat badan, tapi juga salah satu sumber terbaik untuk melawan flu. Teh hijau mengandung flavonoid, antioksidan yang meningkatkan kekebalan tubuh, dan memiliki sifat anti-inflamasi, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Indian Society of Periodontology. Studi tersebut menyatakan bahwa katekin antioksidan, yang sangat umum digunakan pada teh hijau, dikenal sebagai antibakteri dan antivirus yang hebat dan dapat membasmi bakteri penyebab pilek dan virus influenza.

    • Bayam

    Bayam merupakan makanan super yang sangat bagus untuk kesehatan secara keseluruhan. Tidak hanya mengandung serat pengatur pencernaan, tapi juga mengandung vitamin C. Vitamin C merupakan nutrisi kuat yang bisa membantu mencegah flu biasa dan membantu mengurangi gejala penyakit.

    • Roti gandum utuh

    Biji-bijian utuh mengandung sifat anti-inflamasi, yang memungkinkan peningkatan produksi bakteri sehat, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The American Journal of Clinical Nutrition. Tujuh puluh persen sistem kekebalan tubuh tinggal di usus Anda, menurut Tyeese L. Gaines, DO. Jadi, penting untuk menjaga kesehatan Anda jika ingin menghadapi kuman penyebab pilek.

    • Telur

    Telur, terutama kuning telur, mengandung nutrisi penguat kekebalan tubuh. Telur mengandung vitamin D dalam jumlah tinggi, vitamin yang sangat penting dalam mengatur dan memperkuat kekebalan tubuh. Menurut sebuah studi yang diterbitkan di jurnal JAMA, responden yang meminum vitamin D setiap hari di musim dingin cenderung tidak terkena flu atau infeksi saluran pernapasan bagian atas lainnya dibandingkan dengan mereka yang tidak.

    • Bawang putih

    Bawang putih telah dikenal sebagai salah satu makanan untuk mengobati pilek terbaik. Tinjauan terhadap makanan yang dipublikasikan di Cochrane Database of Systematic Reviews menunjukkan bahwa sekelompok responden dalam sebuah penelitian yang memakan bawang putih selama periode tiga bulan hanya memiliki 24 kasus pada flu biasa, penurunan yang signifikan dibandingkan dengan 65 kasus yang dilaporkan oleh kelompok kontrol. Namun, masih perlu lebih banyak penelitian untuk memvalidasi dampak sebenarnya bawang putih terhadap flu biasa.

    • Apel

    Satu buah apel sehari dapat menjauhkan Anda dari dokter. Apel sebenarnya dapat membantu mencegah penyakit seperti flu biasa. Buah ini mengandung antioksidan fitokimia, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Nutrition Journal. Antioksidan ini membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi risiko penyakit kronis.

    Demikianlah artikel mengenai Makanan dan minuman pencegah flu, semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    • deherba.com
    • infosehatkeluarga.com
  • Perbedaan Virus dan Bakteri? Wajib Tahu

    Kedua mikroorganisme ini bisa menyebabkan ragam penyakit mulai dari akut, kronis hingga dorman sementara yang bisa kambuh di kemudian hari. Meski virus dan bakteri sama sama mikroorganisme yang dapat menimbulkan penyakit, namun virus dan bakteri sebenarnya berbeda. Inilah perbedaannya.

    Apa itu Virus?

    apa itu virus?

    Salah satu perbedaan virus dan bakteri adalah virus tidak dapat hidup dalam sel makhluk hidup lain, contohnya nyamuk – OkayDoc

    Virus adalah bentuk kehidupan renik dengan ukuran 10 hingga 100 kali lebih kecil dari bakteri. Virus terdiri dari inti berupa materi genetik (RNA atau DNA) yang dikelilingi lapisan pelindung dari protein.

    Virus hanya dapat hidup dengan inang makhluk hidup lain, seperti manusia, hewan ataupun tumbuhan. Bila tidak berada dalam tubuh makhluk hidup, virus hampir bisa disebut benda mati. Tidak ada proses biologis apapun yang dapat terjadi padanya.

    “Virus hanya bisa hidup di dalam tubuh makhluk yang hidup”

    Virus berkembang biak dengan menempel dan masuk ke dalam sel makhluk hidup kemudian membajak sel tersebut, membuatnya membantu virus menggandakan diri. Umumnya, sel yang telah dikuasai akan pecah dan mati ataupun berubah menjadi sel ganas atau kanker.

    Hampir semua virus menyebabkan penyakit. Sel pada membran mukosa, seperti di saluran pernapasan, rentan terkena serangan virus karena tidak tertutup kulit pelindung. Salah satu contoh umum kondisi ini adalah pilek, cacar air, AIDS, polio dan lain-lain.

    Apa Itu Bakteri?

    apa itu bakteri

    Meski banyak bakteri yang bermanfaat untuk tubuh tetapi tetap ada beberapa yang menyebabkan penyakit – OkayDoc

    Bakteri adalah mikroorganisme uniseluler dengan membran tipis dan elastis yang cukup kompleks. Organisme yang tercatat ada sejak 3,5 milyar tahun yang lalu ini mampu hidup dalam beragam lingkungan, mulai dari suhu panas dan dingin ekstrim, limbah radioaktif, hingga tubuh manusia.

    Berbeda dengan virus, bakteri dapat menggandakan dirinya sendiri secara aseksual dan sebagian besar jenis organisme ini tidak berbahaya.

    Beberapa jenis bakteri bahkan memiliki peran penting untuk manusia seperti membantu mencerna makanan, menghancurkan mikroba penyebab penyakit, menyeimbangkan pH, menyediakan nutrisi penting, hingga melawan kanker.

    “Peran bakteri terhadap kehidupan manusia sangatlah penting, salah satunya membantu manusia untuk mencerna makanan”

    Meski begitu, tetap ada bakteri yang bisa menyebabkan penyakit pada manusia. Hal ini bisa disebabkan karena organisme ini berada di tempat yang salah atau memang karena jenisnya.

    Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri seperti sakit tenggorokan, tuberkulosis, infeksi saluran kencing, difteri dan lain-lain.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :