Tag: diabetes

  • Ide Camilan Terbaik untuk Penderita Diabetes

    Ide Camilan Terbaik untuk Penderita Diabetes

    camilan untuk diabetes

    Penderita diabetes perlu berhati-hati dalam memilih makanan, termasuk camilan. Meskipun mengemil sering dianggap sebagai kebiasaan buruk, pilihan camilan yang tepat justru bisa membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Artikel ini akan membahas berbagai ide camilan sehat yang cocok untuk penderita diabetes.

    1. Pentingnya Memilih Camilan yang Tepat

    Camilan yang sehat dapat membantu:

    • Mencegah penurunan gula darah yang terlalu drastis
    • Menjaga energi di antara waktu makan
    • Mencegah makan berlebihan saat waktu makan utama
      Namun, camilan untuk penderita diabetes harus rendah gula sederhana dan kaya serat serta protein.

    2. Rekomendasi Camilan Sehat

    a) Buah Segar dengan Indeks Glikemik Rendah

    Beberapa buah aman dikonsumsi dalam jumlah moderat, seperti:

    • Apel
    • Pir
    • Stroberi
    • Blueberry
      Buah-buahan ini kaya serat dan antioksidan, serta tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang tajam.

    b) Kacang-Kacangan

    Kacang seperti almond, kenari, dan kacang tanah adalah sumber lemak sehat, protein, dan serat. Kacang juga membantu memperlambat penyerapan gula ke dalam darah.

    c) Greek Yogurt Tanpa Gula

    Greek yogurt mengandung protein tinggi dan probiotik yang baik untuk sistem pencernaan. Tambahkan potongan buah segar agar lebih nikmat dan tetap sehat.

    d) Telur Rebus

    Telur rebus merupakan camilan tinggi protein yang rendah karbohidrat, sangat cocok untuk membantu mengontrol kadar gula darah.

    e) Sayuran Segar dengan Hummus

    Wortel, mentimun, dan paprika cocok dipadukan dengan hummus sebagai camilan yang sehat dan mengenyangkan.

    f) Popcorn Tanpa Mentega

    Popcorn yang dibuat tanpa mentega dan sedikit garam bisa menjadi alternatif camilan tinggi serat dan rendah kalori. Hindari popcorn siap saji yang mengandung tambahan gula atau lemak.

    g) Edamame Rebus

    Edamame kaya akan protein dan serat, serta memiliki indeks glikemik rendah. Camilan ini juga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

    3. Tips Mengonsumsi Camilan untuk Penderita Diabetes

    • Pilih camilan dalam porsi kecil
    • Perhatikan kandungan gula tersembunyi dalam kemasan
    • Hindari camilan manis seperti kue, permen, dan minuman bersoda
    • Konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter untuk menentukan pilihan terbaik

    Kesimpulan

    Penderita diabetes tetap bisa menikmati camilan asalkan memilih jenis makanan yang tepat. Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan nutrisi, menghindari makanan tinggi gula, dan memperhatikan porsi. Dengan begitu, camilan tidak hanya memuaskan rasa lapar, tetapi juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil dan tubuh tetap sehat.

  • Bagaimana Diabetes dan Stres Saling Berkaitan?

    diabetes dan stress

    Diabetes dan stres memiliki hubungan yang erat dan saling memengaruhi. Ketika seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Bagi penderita diabetes, stres yang tidak terkendali dapat membuat pengelolaan gula darah menjadi lebih sulit. Sebaliknya, stres akibat tekanan dalam mengelola diabetes juga dapat memperburuk kondisi emosional dan fisik seseorang.

    1. Pengaruh Stres terhadap Gula Darah

    Saat tubuh mengalami stres, sistem saraf simpatik diaktifkan sebagai respons “melawan atau lari” (fight or flight). Dalam kondisi ini, hati melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah sebagai sumber energi tambahan. Bagi orang tanpa diabetes, tubuh bisa menyesuaikan diri dengan cepat. Namun, bagi penderita diabetes, mekanisme ini terganggu sehingga menyebabkan lonjakan gula darah.

    Selain itu, stres kronis juga bisa meningkatkan resistensi insulin, yang membuat sel-sel tubuh kesulitan dalam menyerap glukosa dari darah. Akibatnya, kadar gula darah tetap tinggi dan sulit dikendalikan.

    2. Stres Akibat Mengelola Diabetes

    Tidak hanya stres yang menyebabkan diabetes makin sulit dikendalikan, diabetes itu sendiri juga bisa menjadi sumber stres. Mulai dari rutinitas pengukuran gula darah, konsumsi obat-obatan, hingga kekhawatiran tentang komplikasi jangka panjang—semuanya bisa memicu tekanan mental yang signifikan.

    Orang yang merasa frustrasi, cemas, atau depresi akibat kondisi kronis ini cenderung kurang mematuhi pengobatan, makan secara emosional, atau tidak berolahraga—yang pada akhirnya memperburuk kondisi diabetes.

    3. Tanda-Tanda Stres yang Perlu Diwaspadai

    Beberapa tanda umum stres yang dapat memengaruhi penderita diabetes antara lain:

    • Mudah marah atau merasa gelisah
    • Kelelahan terus-menerus
    • Gangguan tidur
    • Sulit berkonsentrasi
    • Perubahan nafsu makan

    Jika tanda-tanda ini muncul secara konsisten, penting untuk segera mengambil langkah penanganan.

    4. Cara Mengelola Stres untuk Penderita Diabetes

    Mengelola stres sangat penting bagi siapa pun, tetapi khususnya bagi penderita diabetes. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

    • Olahraga rutin seperti jalan kaki, yoga, atau bersepeda
    • Latihan pernapasan dan meditasi untuk menenangkan pikiran
    • Tidur cukup dan berkualitas
    • Dukungan sosial dari keluarga, teman, atau komunitas penderita diabetes
    • Konsultasi dengan psikolog atau konselor jika diperlukan

    Kesimpulan

    Stres dan diabetes merupakan dua kondisi yang saling terkait dan bisa memperburuk satu sama lain jika tidak dikelola dengan baik. Dengan mengenali tanda-tanda stres dan menerapkan strategi penanganan yang tepat, penderita diabetes dapat menjaga stabilitas gula darah sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

  • Manfaat Pola Makan Nabati Sehat untuk Penderita Diabetes dan Obesitas

    Manfaat Pola Makan Nabati Sehat untuk Penderita Diabetes dan Obesitas

    pola makan nabati

    Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola makan nabati yang sehat dapat membantu penderita diabetes dan obesitas hidup lebih lama. Diet berbasis tumbuhan telah lama dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, namun baru-baru ini para peneliti menemukan hubungan yang lebih kuat antara konsumsi makanan nabati dan peningkatan angka harapan hidup, terutama pada individu dengan kondisi metabolik kronis seperti diabetes tipe 2 dan obesitas.

    1. Apa Itu Pola Makan Nabati Sehat?

    Pola makan nabati (plant-based diet) adalah pola makan yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari makanan yang berasal dari tumbuhan, seperti:

    • Sayur dan buah
    • Kacang-kacangan
    • Biji-bijian utuh
    • Legum (seperti lentil dan kacang polong)
    • Minyak nabati sehat, seperti minyak zaitun

    Namun, penting untuk membedakan antara pola makan nabati yang sehat dan yang tidak sehat. Diet nabati yang sehat menekankan makanan utuh dan alami, sementara versi yang tidak sehat bisa mengandung makanan olahan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh, meskipun berasal dari tumbuhan.

    2. Manfaat untuk Penderita Diabetes

    Pola makan nabati terbukti dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol kadar gula darah dengan lebih efektif. Makanan tinggi serat seperti sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian membantu memperlambat penyerapan glukosa ke dalam darah, sehingga mencegah lonjakan gula darah yang tiba-tiba.

    Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 2 yang menjalani diet nabati sehat mengalami penurunan kebutuhan akan obat-obatan dan bahkan mampu mengendalikan diabetes tanpa insulin.

    3. Manfaat untuk Penderita Obesitas

    Pola makan nabati biasanya rendah kalori dan tinggi serat, sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan dan meningkatkan rasa kenyang lebih lama. Hal ini penting untuk penderita obesitas yang ingin menurunkan berat badan secara berkelanjutan.

    Dengan mengurangi konsumsi daging merah, makanan tinggi lemak jenuh, dan makanan olahan, risiko komplikasi yang sering dialami penderita obesitas seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung juga dapat ditekan.

    4. Peningkatan Harapan Hidup

    Dalam studi terbaru, individu yang menerapkan pola makan nabati sehat memiliki risiko kematian dini yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan tinggi lemak hewani dan olahan. Efek perlindungan ini paling terasa pada mereka yang sudah memiliki penyakit metabolik.

    Para peneliti percaya bahwa kombinasi dari nutrisi nabati, seperti antioksidan, vitamin, dan fitonutrien, berperan penting dalam mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi jantung, dan menjaga berat badan ideal.

    5. Tips Memulai Pola Makan Nabati

    • Mulailah dengan mengganti satu kali makan sehari dengan menu nabati.
    • Perbanyak konsumsi buah segar dan sayuran warna-warni.
    • Pilih sumber protein nabati seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan.
    • Kurangi asupan makanan olahan, meskipun berbasis tumbuhan.
    • Minum cukup air dan hindari minuman bergula.

    Kesimpulan

    Pola makan nabati yang sehat menawarkan banyak manfaat bagi penderita diabetes dan obesitas, termasuk peningkatan kontrol gula darah, penurunan berat badan, dan bahkan harapan hidup yang lebih panjang. Dengan langkah yang tepat dan konsisten, pola makan ini dapat menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat jangka panjang. Selalu konsultasikan dengan tenaga medis atau ahli gizi sebelum melakukan perubahan besar dalam pola makan Anda.

  • Penderita Diabetes Tetap Boleh Makan Pilihan Seafood Ini

    Penderita Diabetes Tetap Boleh Makan Pilihan Seafood Ini

    Siapa bilang orang yang diabetes tidak boleh makan seafood? Faktanya, beberapa jenis seafood boleh bahkan bermanfaat untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Meski begitu, jenis dan porsinya memang tetap perlu diperhatikan.

    Seafood dikenal sebagai sumber protein, lemak baik, vitamin, dan mineral. Lemak baik yang terkandung dalam seafood, yaitu asam lemak omega-3, dinilai baik untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) yang sering kali menjadi masalah pada penderita diabetes.

    seafood untuk penderita diabetes

    Pilihan Seafood untuk Penderita Diabetes

    Sebagai sumber protein dan lemak baik, seafood sangat baik untuk dikonsumsi, termasuk oleh penderita diabetes.  Nah, berikut ini adalah beberapa pilihan ikan laut dan makanan laut lainnya yang bisa dimasukkan ke dalam daftar menu makan bagi penderita diabetes:

    1. Ikan salmon

    Konsumsi ikan salmon direkomendasikan untuk penderita diabetes karena mengandung banyak asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak, jantung, dan kulit.

    Namun, mengingat harga salmon yang relatif mahal, penderita diabetes bisa kok memilih jenis ikan lainnya yang juga kaya akan asam lemak omega-3, seperti ikan tongkol atau ikan tuna.

    2. Ikan nila laut

    Ikan nila laut (nila salin) merupakan ikan rendah lemak yang dikenal sebagai sumber protein. Dibandingkan salmon, ikan nila laut memiliki harga yang lebih terjangkau dan lebih mudah didapatkan.

    Berkat perpaduan kandungan protein, asam lemak omega-3, dan omega-6, ikan nila laut memiliki manfaat bagi tubuh dalam merespons hormon insulin untuk menurunkan kadar gula darah.

    3. Udang

    Meski beberapa orang mengklaim bahwa udang tidak sehat karena kandungan kolesterolnya yang tinggi, sebuah penelitian menunjukkan bahwa udang justru mengandung banyak nutrisi, seperti yodium dan asam lemak omega-3.

    Selain itu, udang juga memiliki kalori yang rendah, sehingga cocok menjadi pilihan makanan bagi penderita diabetes. Soalnya, penderita diabetes perlu menghitung dan membatasi kalori yang dikonsumsi setiap harinya.

    4. Tiram

    Penderita diabetes diperbolehkan mengonsumsi tiram sebagai sumber protein. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi tiram diyakini dapat mengurangi risiko munculnya komplikasi berupa penyakit jantung pada penderita diabetes tipe 2.

    5. Kerang

    Berbagai jenis kerang, seperti kerang simping dan kerang bambujuga bisa dijadikan salah satu menu seafood untuk penderita diabetes. Kandungan magnesium yang tinggi di dalam kerang dapat mengelola kadar gula darah tetap normal pada penderita diabetes dengan cara membantu sel-sel tubuh menggunakan insulin secara lebih efektif.

    6. Rumput laut

    Rumput laut mengandung nutrisi dan senyawa yang bermanfaat untuk penderita diabetes, seperti serat serta senyawa fucoxantin dan alginat. Nutrisi dan senyawa tersebut bisa mengurangi resistensi insulin dan menstabilkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

    Nah, itulah beberapa jenis seafood yang baik untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes. Selain memperhatikan jenisnya, penderita diabetes juga perlu memerhatikan porsi dan teknik pengolahannya.

    Dalam seminggu, penderita diabetes disarankan untuk mengonsumsi seafood paling tidak 2 porsi. Saat mengolah seafood, usahakan untuk tidak terlalu banyak menggunakan minyak dan garam, ya.

  • Obat Diabetes Alami yang Bisa Turunkan Gula Darah

    Obat Diabetes Alami yang Bisa Turunkan Gula Darah

    Beberapa jenis rempah dan tumbuhan diketahui bisa menjadi obat diabetes alami untuk menurunkan kadar gula darah. Selain itu, bahan-bahan alami ini juga dipercaya lebih minim efek samping dan mudah ditemukan di mana saja, termasuk di dapur rumah Anda.

    Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula darah tetap stabil merupakan hal yang penting dilakukan. Ini karena kadar gula darah yang terlalu tinggi berisiko menyebabkan berbagai penyakit, seperti stroke, gagal ginjal, bahkan kematian.

    obat diabetes alami

    Selain mengonsumsi obat medis, penderita diabetes juga bisa menggunakan beberapa bahan alami yang diduga efektif untuk menjaga kestabilan kadar gula darah dalam tubuh.

    Berbagai Jenis Obat Diabetes Alami

    Selain mengonsumsi obat diabetes yang diberikan oleh dokter, ada beberapa jenis obat diabetes alami yang diduga dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita prediabetes maupun diabetes, yaitu:

    1. Kayu manis

    Salah satu obat diabetes alami yang dapat dengan mudah ditemukan adalah kayu manis. Obat alami ini diduga memiliki efek seperti insulin dalam tubuh yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah.

    Tidak hanya itu, kayu manis juga diduga dapat mengurangi risiko terjadinya komplikasi diabetes, termasuk penyakit jantung dan kerusakan saraf. Meski begitu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui efektivitas hingga efek samping kayu manis sebagai pengobatan diabetes.

    2. Ginseng

    Tanaman ginseng, khususnya ginseng Amerika (Panax quinquefolius), merupakan salah satu jenis ginseng yang diduga dapat menurunkan kadar gula darah dan menjaganya tetap stabil. Jenis ginseng ini juga dapat mencegah resistensi insulin pada orang yang sehat sehingga mencegah risiko terkena diabetes tipe 2.

    3. Lidah buaya

    Obat diabetes alami selanjutnya adalah lidah buaya. Meski umumnya lebih dikenal sebagai obat untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti luka bakar ringan, tetapi lidah buaya juga diketahui dapat mengontrol kadar gula darah.

    Khasiat lidah buaya tersebut berasal dari kandungan fitosterol yang diduga dapat mengurangi kadar gula dengan menurunkan penyerapan gula di saluran cerna setelah makan.

    4. Jahe

    Jahe merupakan jenis rempah yang cukup sering dijadikan sebagai pengobatan alami, termasuk obat diabetes. Berdasarkan beberapa penelitian, jahe diduga dapat menurunkan kadar gula darah yang tinggi dan menjaganya tetap stabil.

    Meski begitu, studi terkait jahe sebagai obat herbal untuk diabetes masih sangat terbatas sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui khasiat dan keamanannya.

    5. Cengkeh

    Penelitian menunjukan bahwa cengkeh bisa menjadi salah satu pilihan obat diabetes alami. Ini berkat kandungan senyawa pada cengkeh yang diduga dapat meningkatkan produksi insulin dan menurunkan kadar gula darah.

    6. Gymnema

    Gymnema merupakan salah satu obat alami yang memiliki efek antidiabetes dan dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes, khususnya diabetes tipe 2. Obat diabetes alami ini disebut dapat meningkatkan produksi hormon insulin dan efektivitasnya dalam mengontrol kadar gula darah.

    Perlu diingat bahwa beberapa bahan alami di atas biasanya hanya digunakan sebagai pendukung obat diabetes, bukan pengganti obat diabetes yang diberikan oleh dokter.

    Selain itu, penderita diabetes juga perlu berhati-hati ketika mengonsumsi obat herbal. Pasalnya, menggabungkan obat alami dengan obat medis diabetes dapat meningkatkan risiko terjadinya hipoglikemia atau kadar gula darah di bawah normal.

    Selain mengonsumsi obat alami maupun medis, Anda juga perlu menjalani pola hidup sehat agar kadar gula darah tetap terjaga, misalnya dengan olahraga secara rutin, hindari asupan tinggi gula dan lemak, serta kelola stres.

  • 8 Pilihan Menu Makanan Sehari-hari untuk Penderita Diabetes

    8 Pilihan Menu Makanan Sehari-hari untuk Penderita Diabetes

    Menu makanan sehari-hari untuk penderita diabetes idealnya terdiri dari makanan tinggi serat, karbohidrat kompleks, dan protein, sekaligus rendah lemak dan gula. Memilih makanan yang bergizi dan tepat sangat penting bagi penderita diabetes agar kadar gula darah tetap stabil sehingga komplikasi tidak terjadi.

    Siapa bilang penderita diabetes tidak bisa makan enak? Nyatanya, ada banyak menu makanan sehari-hari yang tak hanya lezat, tetapi juga sehat untuk penderita diabetes, lho. Kunci diet sehat untuk penderita diabetes adalah dengan memperhatikan kandungan kalori di dalam makanan tersebut.

    Pada dasarnya, penderita diabetes dilarang untuk mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat karena jumlah kalori dan gulanya cenderung tinggi. Alasannya adalah karena di dalam tubuh, karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa.

    Apabila makanan tinggi karbohidrat yang dikonsumsi terlalu banyak, glukosa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh akan menumpuk. Hal inilah yang akan menyebabkan kadar gula darah melonjak sehingga tidak baik untuk penderita diabetes.

    Daftar Menu Makanan Sehari-hari untuk Penderita Diabetes

    Sebagai penderita diabetes, kamu tidak boleh asal dalam memilih makanan. Segala asupan yang dikonsumsi perlu diperhatikan dengan baik. Tidak hanya bergizi, makanan untuk penderita diabetes juga harus rendah lemak, rendah kalori, juga rendah gula. 

    Berikut adalah beragam pilihan makanan sehari-hari untuk penderita diabetes:

    1. Roti tawar gandum isi

    Roti tawar gandum bisa menjadi pilihan menu makanan sehari-hari untuk penderita diabetes, khususnya untuk sarapan. Roti ini mengandung gandum utuh yang tidak akan membuat gula darah cepat meningkat dibandingkan dengan roti tawar putih. 

    Kamu bisa menambahkan isian roti tawar gandum dengan telur rebus atau dada ayam tumis. Selanjutnya, tambahkan irisan tomat dan mentimun juga, ya. 

    Selain sumber serat, mentimun diketahui rendah karbohidrat, sedangkan tomat adalah buah yang tinggi antioksidan. Perpaduan keduanya sangat baik untuk mengurangi kadar gula darah penderita diabetes. 

    Jika ingin menu makanan yang manis, kamu bisa memadukan roti gandum dengan selai kacang.

    2. Sop ayam tanpa lemak

    Selain nikmat diolah menjadi roti isi, daging ayam tanpa lemak, khususnya bagian dada, juga enak diolah menjadi sop, lho. Dada ayam tanpa kulit juga termasuk salah satu sumber protein yang baik untuk penderita diabetes.

    Agar lebih sehat, menu makanan ini bisa dikreasikan dengan sayuran, seperti jagung, wortel, kembang kol, atau brokoli. Aneka sayuran ini bisa menjadi sumber vitamin, mineral, serat dan antioksidan, sehingga baik dikonsumsi oleh penderita diabetes.

    3. Oatmeal buah

    Kalau kamu ingin menu sarapan yang lebih ringan, kamu bisa nih membuat oatmeal buah. Oatmeal terbuat dari gandum utuh yang kaya serat dan mineral. Bagi penderita diabetes, oatmeal bermanfaat untuk mengurangi kadar gula darah dan kolesterol, serta membantu mengendalikan berat badan tetap normal.

    Untuk memberikan rasa manis dan segar, kamu bisa menambahkan buah untuk penderita diabetes, seperti pisang, stroberi, kiwi, atau buah naga. Semua buah ini mengandung indeks glikemik rendah yang tidak akan meningkatkan kadar gula darah, kok.

    4. Pepes tahu

    Menu makanan sehari-hari untuk penderita diabetes selanjutnya adalah pepes tahu. Tahu terbuat dari kacang kedelai yang mengandung isoflavon. Kandungan ini baik untuk penderita diabetes. Selain itu, tahu juga merupakan sumber protein nabati yang rendah lemak, sehingga lebih cocok dikonsumsi oleh pasien diabetes.

    5. Nasi goreng

    Menu makanan sehari-hari untuk penderita diabetes selanjutnya adalah nasi goreng, nih. Agar menu ini lebih menyehatkan, gunakanlah nasi yang sudah didinginkan di dalam kulkas, bukan yang baru matang, ya. Ini karena indeks glikemik nasi dingin lebih rendah daripada nasi putih baru matang sehingga bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah penderita diabetes.

    Saat menggoreng, gunakan beberapa tetes minyak zaitun karena lebih aman untuk penderita diabetes. Selain itu, tambahkan pula potongan daging ayam tanpa lemak, telur, serta sayuran yang kamu sukai, seperti sawi, wortel, atau tauge. Selain enak, menu ini juga menyehatkan karena mengandung protein dan serat.

    6. Ikan kukus

    Kalau kamu pecinta ikan, coba deh menu ikan kukus. Kamu bisa membuat menu ini dengan ikan kerapu, ikan patin, atau ikan tuna. 

    Ikan merupakan salah satu sumber protein yang baik untuk penderita diabetes karena mengandung asam lemak omega-3. Nutrisi ini bisa mencegah peradangan sehingga dapat menurunkan komplikasi akibat penyakit diabetes. 

    7. Tumis ikan teri daun singkong

    Menu makanan sehari-hari untuk penderita diabetes selanjutnya adalah tumis ikan teri daun singkong. Daun singkong diketahui merupakan sayur yang baik untuk diabetes karena mengandung serat dan protein, tetapi rendah kalori dan gula. Mengonsumsi daun ini bermanfaat untuk mengontrol lonjakan gula darah. 

    Sementara itu, ikan teri tinggi kalsium, asam lemak omega-3, dan vitamin. Mengonsumsi ikan ini juga baik untuk kamu yang punya diabetes, ya. Namun, pastikan ikan teri yang kamu konsumsi adalah ikan teri segar, bukan yang sudah diasinkan.

    8. Ubi kukus

    Ubi kukus atau rebus merupakan salah satu pilihan makanan yang sehat bagi penderita diabetes. Ini karena ubi kaya akan vitamin, mineral, serat, dan karbohidrat kompleks, tetapi indeks glikemiknya rendah. Oleh karena itu, ubi kukus cocok dijadikan alternatif pengganti nasi putih bagi pasien diabetes.

    Itulah beragam pilihan menu makanan sehari-hari untuk penderita diabetes yang bisa kamu konsumsi selang-seling. Selain makanan di atas, kamu juga bisa nih memasukkan biji-bijian dan kacang-kacangan sebagai camilan sehat.

  • Mengkonsumsi Telur Setiap Hari Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes?

    Mengkonsumsi Telur Setiap Hari Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes?

    Telur merupakan salah satu bahan makanan yang populer karena sangat mudah diolah menjadi beragam masakan. Akan tetapi, konsumsi telur setiap hari dalam jangka panjang dinilai berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes mellitus tipe 2.

    Hal ini diungkapkan melalui sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti gabungan dari China Medical University dan Qatar University. Studi yang berlangsung selama 1991-2009 ini merupakan studi pertama yang menilai konsumsi telur pada sampel yang besar populasi orang dewasa China.

    Studi ini dilakukan karena peningkatan kasus diabetes di China tampak mengkhawatirkan. Di saat yang bersamaan, terdapat peningkatan konsumsi telur yang signifikan di China. Pada periode 1991-2009, jumlah orang yang mengonsumsi telur di China meningkat hampir dua kali lipat.

    Ahli epidemiologi Dr Ming Li mengatakan, hubungan antara konsumsi telur dan diabetes kerap diperdebatkan. Oleh karena itu, studi ini dilakukan untuk mengetahui dampak jangka panjang dari konsumsi telur setiap hari terhadap risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2.

    “Sudi ini bertujuan untuk menilai konsumsi telur jangka panjang dan risiko terjadinya diabetes, yang ditentukan dengan kadar gula darah puasa,” jelas Dr Li.

    Berdasarkan studi ini, konsumsi telur lebih dari 38 gram setiap hari dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes mellitus tipe 2 pada orang dewasa. Sedangkan konsumsi telur lebih dari 50 gram setiap hari dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes mellitus tipe 2 hingga 60 persen. Efek ini terlihat lebih jelas pada perempuan dibandingkan laki-laki.

    Tim peneliti menekankan bahwa studi ini belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat di antara konsumsi telur dan peningkatan risiko penyakit yang juga disebut kencing manis tersebut. Dibutuhkan studi lebih lanjut untuk memahami hubungan sebab-akibat tersebut.

    Terlepas dari itu, Dr Li mengingatkan bahwa pola makan yang tak seimbang merupakan faktor risiko dari diabetes mellitus tipe 2. Akan tetapi, pola makan merupakan faktor risiko yang bisa dimodifikasi.

     

    source : republika

  • Bahaya Tidur Ketika Masih Pagi

    Aktivitas yang sibuk membuat seseorang mengorbankan waktu tidur malamnya untuk bekerja. Akibatnya, akan ada rasa kantuk pada pagi atau siang hari, sehingga memilih tidur pada waktu tersebut. Tahukah Anda ternyata bahaya tidur pagi bisa memengaruhi kesehatan tubuh?

    Jika Anda mengalami gejala mengantuk yang ekstrim di pagi atau siang hari, ini adalah gejala hipersomnia. Hal ini bisa disebabkan oleh narkolepsi, gangguan sleep apnea, gangguan sering bergerak saat tidur, dan berbagai obat-obatan. Saat Anda merasa lelah di siang hari, mudah marah, dan sering tidur pada pagi atau siang hari, ini salah satu tanda Anda mengalami gangguan tidur.

    Tidur saat pagi atau siang hari seringkali membuat kita sulit mengatur waktu tidur sehingga berisiko membuat kita kekurangan atau kelebihan tidur. Baik kelebihan maupun kekurangan tidur dapat menyebabkan masalah kesehatan pada tubuh kita.

    Berikut ini bahaya tidur pagi yang terkait dengan gangguan medis tertentu, di antaranya adalah:

    1. Diabetes
    2. Obesitas
    3. Sakit Kepala
    4. Gangguan metabolism
    5. Depresi
    6. Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung

    Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal berjudul Nurses Health Study dilakukan dengan melibatkan 72 ribu wanita. Hasil dari penelitian ini adalah, jika wanita tidur terlalu lama atau terbiasa melakukannya hingga pagi hari, maka risiko untuk terkena penyakit jantung bisa meningkat hingga 38 persen lebih tinggi. Kekacauan metabolisme ditengarai ikut berpengaruh pada kesehatan jantung dan pembuluh darah dengan signifikan.

    1. Anemia

    Pakar kesehatan menyebut kebiasaan tidur di pagi hari bisa menyebabkan datangnya anemia. Hal ini tidak hanya menyebabkan tubuh menjadi lebih lesu, melainkan juga bisa mempengaruhi kondisi organ atau jaringan tubuh secara keseluruhan.

    Tidak hanya gangguan kesehatan tersebut, rasa kantuk yang berlebihan pada pagi dan siang hari bisa membahayakan keseharian Anda. Mulai dari mengemudi dalam keadaan mengantuk yang berbahaya, gangguan kemampuan mental dan emosi, serta mengganggu kinerja Anda.

    Tips mengatasi rasa kantuk yang ekstrim untuk menghindari bahaya tidur pagi antara lain dengan mempertahankan tidur yang teratur, hindari minuman beralkohol dan obat-obatan yang menyebabkan kantuk, dan cerita kepada teman, keluarga, dan rekan kerja agar tahu masalah yang Anda hadapi serta membantu mencari solusinya. Jika tidur berlebihan Anda disebabkan oleh obat tertentu dari dokter, jangan langsung menghentikan konsumsi obat, terkecuali atas perintah dokter Anda. Berolahraga teratur dan menciptakan suasana nyaman pada kamar tidur akan membantu mendapatkan waktu tidur yang dibutuhkan.

     

    Itulah penjelasan mengenai bahaya tidur di waktu pagi. Yakin masih mau tidur di waktu pagi?

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :
    
    Alodokter.com
    
    Doktersehat.com
  • Manfaat Menakjubkan dari Kayu Manis untuk Kesehatan Tubuh

    Kayu manis atau cinnamon merupakan rempah asli Indonesia yang sudah lama populer sebagai salah satu bahan penyedap masakan. Tidak hanya itu saja, karena aroma dan rasa manisnya yang semerbak, rempah ini seringkali digunakan sebagai pemanis minuman, menggantikan gula.

    Bahkan saat ini, muncul pula tren untuk memanfaatkan kayu manis sebagai pengharum kamar. Namun perlu Anda ketahui, selain manfaat yang disebutkan di atas, ternyata kayu manis juga menyimpan banyak khasiat untuk kesehatan.

    Melansir tulisan Sass di Health.com, Senin (2/1/2018) berikut manfaat kesehatan kayu manis untuk Anda:

    1. Meningkatkan kesehatan jantung

    Dalam sebuah studi baru dari Penn State, para peneliti menemukan bahwa diet yang kaya akan kayu manis membantu menangkis efek negatif dari makanan berlemak.

    Setelah makanan penuh lemak, kadar lemak di dalam darah yang dikenal sebagai trigleserida meningkat. Dan tingkat trigliserida yang terus meninggi secara kronis meningkatkan risiko penyakit jantung.

    Dalam sebuah studi kecil, perubahan akibat penambahan rempah sangatlah signifikan. Pada dua hari yang berbeda, para relawan diminta untuk menambahkan dua sendok makan rempah, termasuk kayu manis, ke dalam makanan berlemak. Makanan ini kemudian diuji dan dibandingkan dengan makanan yang sama namun tanpa rempah.

    Contoh darah yang diambil setelah makan menunjukkan, dengan penambahan kadar antioksidan di dalam darah sebanyak 13 persen, rempah-rempahan bisa mengurangi trigleserida sampai dengan 30 persen.

    2. Meregulasi gula darah

    Dalam suatu riset yang dipimpin oleh Departemen Pertanian AS, para peneliti menemukan ekstrak kayu manis yang kaya akan antioksidan bisa membantu menurunkan faktor risiko yang diasosiasikan dengan diabetes dan penyakit jantung.

    Dalam studi ini, 22 orang relawan obesitas dengan pradiabetes dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Satu grup diberi placebo, grup yang lain diberi satu dosis kayu manis dua kali sehari, bersamaan dengan diet rutin mereka.

    Gula darah setelah berpuasa dikumpulkan di awal penelitian dan setelah enam dan 12 minggu. Hasilnya menunjukkan, ekstrak kayu manis meningkatkan status antioksidan, dan membantu menurunkan kadar gula darah

    3. Melindungi dari diabetes

    Kayu manis telah terbukti bisa memperlambat pengosongan perut, yang hasilnya bisa memangkas peningkatan tajam pada gula darah setelah makan. Hal ini juga akan meningkatkan kesensitivitasan terhadap insulin.

    Suatu studi dari University of Georgia juga menemukan, kayu manis bisa mencegah kerusakan jaringan tisu dan inflamasi yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah.

    ketika kadar gula darah tinggi, gula menyatu dengan protein untuk membentuk senyawa yang bernama produk advanced glycation end (akhir glikasi lanjutan), atau AGE. AGE akan mengantifkan sistem imun, yang kemudian akan memicu inflamasi dan kerusakan jaringan tisu yang diasosiasikan dengan penuaan dan diabetes.

    Dalam studi ini, para peneliti menemukan hubungan langsung yang kuat antara kandungan antioksidan dalam rempah-rempah, termasuk kayu manis, dengan kemampuan mereka untuk mencegah terbentuknya AGE.

    Efek ini juga bisa nantinya menurunkan risiko kerusakan jantung, karena AGE berkontribusi dalam pengerasan arteri.

    4. Fungsi otak yang lebih baik

    Penelitian menunjukkan, hanya dengan mencium kayu manis sudah bisa meningkatkan proses kognitif. Namun, mengonsumsinya bisa meningkatkan fungsi otak secara signifikan.

    Para peneliti dari Wheeling Jesuit University meminta para relawan untuk menyelesaikan tugas berbasis komputer sambil mengunyah permen atau yang memiliki rasa kayu manis, peppermint,dan melati. Proses kognitif yang paling terdongkrak adalah pada mereka yang diberi permen kayu manis, yang mempercepat respons visual-motorik dan meningkatkan fokus.

    Rempah yang wangi ini bisa jadi juga memiliki kemampuan untuk memulihkan otak. Satu studi dari peneliti di Pelayanan Riset Pertanian menemukan, ekstrak kayu manis mencegah pembengkakan pada sel otak, yang biasa ditemukan setelah trauma kecelakaan otak atau stroke.

     

     

     

    Sumber :

    • portalmadura.com
    • liputan6.com
  • Langkah Mudah Mencegah Diabetes

    Diabetes atau Sering disebut kencing manis adalah penyakit penyebab utama dari kebutaan dan gagal ginjal pada orang dewasa. Sejumlah penelitian bahkan melaporkan orang yang punya diabetes beresiko tinggi terkena penyakit jantung dan berbagai penyakit kronis lainnya. Namun,penyakit ini sangat mudah untuk dihindari dengan strategi yang tepat.
    Mari ketahui berbagai cara mudah mencegah diabetes dalam ulasan dibawah ini.

    Cara mudah mencegah diabetes

    Penyakit diabetes, terutama diabetes tipe 2, sangat mudah untuk dicegah. Sekitar 9 dari 10 kasus penyakit diabetes dapat dihindari dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Perubahan gaya hidup tidak hanya efektif mencegah diabetes, tapi juga membuat Anda terhindar dari berbagai penyakit kronis di kemudian hari.

    Nah sebelum terlambat, sontek cara jitu mencegah diabetes yang bisa Anda terapkan mulai hari ini.

    1. Raih berat badan sehat

    Hasil gambar untuk berat badan sehat
    Hati-hati jika Anda termasuk orang yang punya berat badan berlebih atau malah obesitas. Mengutip WebMD, obesitas merupakan faktor risiko nomor satu untuk diabetes tipe 2. Ini artinya, orang dengan berat badan berlebih berpotensi lebih besar untuk terkena diabetes.

    Faktanya, obesitas mengganggu kerja metabolisme yang pada akhirnya membuat sel-sel dalam tubuh tidak dapat merespon insulin dengan baik. Ini mengakibatkan tubuh Anda jadi kurang atau tidak sama sekali sensitif terhadap insulin, sehingga terjadilah resistensi insulin. Resistensi insulin adalah penyebab utama dari diabetes tipe 2.

    Berusaha menurunkan berat badan merupakan cara terbaik untuk terhindar dari penyakit diabetes. Hasil uji klinis yang dilakukan oleh National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat pun menyarankan hal yang serupa.

    Dalam laporannya, NIH mengatakan dengan menurunkan berat badan, risiko Anda terkena penyakit diabetes tipe 2 berkurang hingga 58 persen.

    2. Makan makanan bergizi

    Gambar terkait
    Mengubah pola makan merupakan cara lain untuk mencegah diabetes. Jika selama ini Anda cenderung terbiasa makan makanan berlemak, bergula tinggi, dan serba prosesan (siap saji atau kalengan), tukar dengan yang lebih sehat. Pastikan piring makan Anda selalu berisi variasi karbohidrat, protein, serat, lemak baik, serta vitamin dan mineral.

    Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral, serta serat yang baik untuk tubuh. Kemudian, Anda bisa dapatkan protein dari telur, tahu, tempe, daging tanpa lemak, serta ikan.

    Nah untuk asupan karbohidrat, sebetulnya tidak melulu harus dari nasi putih. Sekali-kali cobalah karbohidrat lain yang lebih sehat tapi tetap mengenyangkan. Misalnya nasi merah, jagung, atau ubi jalar.

    Selain itu, Anda juga perlu perhatikan porsi gula, garam, dan minyak yang ditambahkan ke masakan. Kemenkes mewanti-wanti kita untuk mengonsumsi maksimal 4 sdm gula, 1 sdt garam, dan 5 sdm minyak dalam satu hari.

    Ingat, apa yang Anda makan memengaruhi cara tubuh Anda bekerja. Jadi, mulai hari ini pastikan Anda lwbih bijak memilah-milih apa yang Anda konsumsi untuk mencegah diabetes.

    3. Perhatikan posrsi makan

    Hasil gambar untuk porsi makan
    Selain memerhatikan jenis makanannya, penting juga untuk menakar porsi makan sehari-hari. Apalagi jika Anda terbiasa makan nasi putih.

    Jika Anda merasa sulit beralih dari nasi putih ke alternatif karbohidrat yang lain, cobalah mulai memangkas porsi nasi Anda sedikit demi sedikit. Misalnya dengan menggunakan piring yang lebih kecil. Makan dengan piring kecil membuat Anda secara tidak sadar jadi harus mengurangi porsi makan lebih sedikit dari biasanya.

    Idealnya, lebih baik makan sedikit-sedikit tapi sering ketimbang harus makan dalam jumlah banyak sekaligus. Selain menyebabkan perut begah, kebanyakan makanan juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan dan gula darah yang pada akhirnya memicu diabetes.

    Di samping itu, Anda tetap harus membiasakan makan 3-4 porsi sayur untuk satu kali makan dan 2-3 porsi buah dalam satu hari.

    4. Kurangi Gula

    Hasil gambar untuk makanan gula
    Makanan dan minuman manis memang menggoda. Namun, sudah sangat banyak penelitian medis yang membuktikan bahwa mengonsumsi gula dan karbohidrat olahan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes

    Gula itu sendiri sebenarnya tidak langsung menyebabkan diabetes. Akan tetapi, kebanyakan makan manis dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena gula membuat ketagihan. Itu kenapa Anda jadi tidak bisa berhenti makan ketika ngemil yang serba manis. Terlebih keinginan makan makanan manis biasanya timbul ketika Anda sedang stres.

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, berat badan berlebih dan obesitas merupakan faktor risiko utama penyebab diabetes. Oleh sebab itu, mengurangi atau bahkan menghindari makanan dan minuman manis adalah cara mencegah diabetes yang efektif.

    Mulailah pelan-pelan dengan melakukan aktivitas lain begitu Anda merasa ngidam makan manis untuk mengalihkan perhatian Anda. Misalnya dengan minum air putih.

    Bisa juga dengan menyimpan segala macam camilan bergula di tempat yang sulit diakses. Sebagai gantinya, letakkan buah-buahan segar di tempat yang mudah dijangkau, seperti di meja makan dan kulkas.

    5. Rutin olahraga

    Gambar terkait
    Aktivitas fisik, termasuk olahraga, yang dilakukan secara rutin dapat membantu mencegah diabetes. Di samping membantu membakar lemak, olahraga juga membantu membuat sel-sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin.

    Sebisa mungkin sempatkan waktu untuk berolahraga ringan minimal 30 menit sehari untuk usaha mencegah diabetes dan menurunkan gula darah. Bahkan, Anda tidak harus sampai memaksakan diri pergi ke gym untuk olahraga.

    Ada banyak jenis aktivitas fisik yang terbukti mengurangi resistensi insulin pada orang dewasa yang kelebihan berat badan dan yang dinyatakan pradiabetes. Mulai dari lari, berenang, bersepeda, basket, bulu tangkis, angkat beban, atau sekadar jalan santai. Kuncinya satu, buatlah tubuh Anda bergerak setiap hari.

    6. Minum banyak air putih

    Gambar terkait
    Sudah dijelaskan di atas bahwa minuman manis (termasuk soda, minuman energi, dan jus buah kemasan) dapat meningkatkan risiko Anda kena diabetes. Nah daripada minum yang manis-manis, baiknya perbanyak minum air putih saja.

    Para ahli percaya bahwa selain mencegah dehidrasi, air putih merupakan minuman terbaik untuk mencegah diabetes.

    Air putih tidak mengandung gula sehingga tidak akan menaikkan kadar gula darah Anda. Sebaliknya, minum air putih justru membuat sel-sel tubuh merespon insulin dengan baik. Air putih juga jadi cara ampuh bagi Anda agar tidak mengonsumsi minuman manis terlalu banyak.

    Nah, supaya Anda terbiasa mengonsumsi air putih, mulailah dengan membawa botol minum sendiri ke mana pun Anda pergi. Selain itu, sediakan juga air minum di meja kerja atau di kamar tidur Anda.

    Sumber : hellosehat.com