Tag: Depresi

  • Tips Mengendalikan Stres

    Stres adalah hal normal yang pernah dialami oleh setiap orang. Stres yang normal bisa memberikan dampak positif, misalnya membantu Anda bekerja lebih cepat ketika sedang mengejar masa tenggat waktu. Namun hati-hati, kondisi stres bisa berdampak negatif jika sering terjadi dan berkepanjangan.

    Dampak Stres Terhadap Kesehatan

    Kondisi stres akan memicu beberapa reaksi, seperti tekanan darah meningkat, pembuluh darah menyempit, dan Anda pun akan bernapas lebih cepat. Hal ini disebabkan tubuh melepas hormon kortisol dan adrenalin yang membuat kerja jantung menjadi lebih cepat. Hormon tersebut juga mampu meluapkan energi secara percuma sehingga Anda merasa mudah lelah.

    Sistem kekebalan seseorang yang sedang stres juga akan menurun, sehingga menjadikan tubuh sulit melawan penyakit. Hasilnya, Anda akan lebih mudah terkena penyakit. Saat Anda sedang menderita penyakit, stres mungkin bisa memperparah kondisi Anda. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menyerang Anda jika mengalami stres berkepanjangan:

    1.       Sakit kepala.

    2.       Diabetes.

    3.       Tekanan darah tinggi.

    4.       Gangguan tidur.

    5.       Stroke.

    6.       Obesitas.

    7.       Asma.

    8.       Depresi.

    9.       Penuaan dini.

    10.   Mudah terinfeksi.

    11.   Disfungsi seksual.

    12.   Penyakit jantung.

    13.   Asam lambung.

    14.   Penyakit Alzheimer.

    Oleh karena itu, tidak ada lagi alasan untuk menimbun stres.

    Lakukan Cara-cara ini untuk Mengendalikan Stres 

    Langkah pertama mengatasi stres adalah dengan mengetahui apa yang menyebabkan stres, dalam hal ini Anda sendiri yang mengetahuinya. Setelah itu, tuliskan apa saja pemicu stres tersebut sehingga Anda dapat mengantisipasi langkah apa saja yang perlu Anda lakukan untuk mencegah atau melawan stres.

    Langkah selanjutnya adalah melakukan hal-hal yang dapat memberikan relaksasi untuk tubuh dan pikiran Anda, seperti:

    1.       Mengeluarkan semua unek-unek
    Memendam perasaan, terutama perasaan yang mengganggu Anda, bisa membuat Anda stres. Lebih baik utarakan semuanya agar Anda bisa melepas beban Anda.

    2.       Olahraga
    Selain membuat tubuh sehat, olahraga
    juga bisa meredakan stres. Satu cara yang sederhana dapat berupa berjalan kaki atau bersepeda mengitari komplek rumah.

    3.       Meditasi
    Meditasi bisa membantu Anda menenangkan pikiran. Anda bisa mencoba olahraga seperti yoga yang juga mengajarkan cara bermeditasi.

    4.       Jalani hobi Anda
    Coba pikirkan apa saja kegiatan yang disukai? Apakah belanja, jalan-jalan di mal, karaoke, nonton film, berkebun, memasak, atau pergi ke taman bermain? Anda bisa melakukan apa saja yang bisa membuat tubuh dan pikiran menjadi rileks, namun kegiatan itu harus positif agar tidak menimbulkan masalah baru.

    5.       Jalani hidup pada masa sekarang
    Anda tidak perlu berkutat pada kehidupan masa lalu, terutama jika hal itu membuat Anda sedih. Hiduplah di masa sekarang. Lupakan pula ekspektasi negatif mengenai kehidupan di masa depan. Biarlah hidup mengalir apa adanya. Percayalah, jika Anda menjalani masa sekarang dengan bahagia dan positif, maka itu akan berdampak pula kepada kehidupan masa depan Anda.

    6.       Jaga diri Anda
    Tidur yang cukup dan senantiasa mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Hindari merokok, mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

    Setiap orang memiliki cara melawan stres yang unik dan berbeda-beda. Cobalah atasi stres dengan cara-cara di atas. Jika Anda kesulitan mencoba semuanya secara sekaligus, pilih satu atau dua cara yang menurut Anda paling nyaman dilakukan. Lakukan hal tersebut hingga menjadi kebiasaan. Jika tingkat stres berada di luar kemampuan Anda untuk mengendalikannya, temui dokter atau lakukan konseling.

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Mencari Bantuan Medis

    Stres akan selalu ada karena merupakan bagian dari hidup. Menghindari stres bisa dilakukan dengan cara mengelola stres dengan baik atau setidaknya jangan biarkan stres berlebihan. Kenali gejala stres dan pahami berbagai konsekuensi stres jangka panjang bagi kesehatan tubuh dan jiwa Anda.

    Stres berlebihan atau stres jangka panjang umumnya ditandai dengan berkembangnya berbagai gangguan kesehatan yang cukup serius, seperti depresi, gangguan makan, obesitas, disfungsi seksual, rambut rontok, dan gangguan kepribadian.

    Jika Anda atau kerabat mengalami stres jangka panjang, segera temui dokter untuk berkonsultasi mengenai apa yang dirasakan dan dialami. Karena stres berat dan berkepanjangan akan merusak kesehatan secara umum. Jika diperlukan, dokter akan merujuk Anda pada seorang psikolog atau psikiater yang akan membantu Anda menangani stres

    Nah, itulah beberapa tips mengendalikan stres.

    Semoga Bermanfaat.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

  • Begadang Bisa Pengaruhi Jerawat di Wajah, Apa Benar?

    Begadang tidak hanya dapat membuat Anda jadi kurang tidur dan menurunkan stamina, tetapi juga dapat memicu munculnya jerawat, bahkan memperburuk jerawat yang sudah ada.

    Ketika sering tidur larut malam, itu berarti Anda telah mengurangi waktu tidur yang dibutuhkan untuk meremajakan tubuh. Menurut Livestrong dan Buzzle, kurang tidur dapat menyebabkan stres, peningkatan peradangan, kantung mata, peningkatan resistensi insulin dan depresi.

    Hasil gambar untuk jerawat laki laki

    Bukan cuma memunculkan kantung mata, banyak orang yang menduga bahwa kebiasaan sering begadang juga bisa menjadi salah satu penyebab jerawat di wajah. Apa benar begitu?

    Menurut National Sleep Foundation, kurang tidur akibat sering begadang memang dapat memicu timbulnya jerawat di wajah. Hal ini pun turut disetujui oleh Jessica Krant, MD, MPH, seorang asisten dosen klinis dermatologi dari SUNY Downstate Medical Center di New York.

    Dilansir dari WebMD, tingkat stres dapat meningkat hingga 14 persen setiap kali Anda kurang tidur selama 1 jam. Semakin lama Anda begadang, maka tingkat stres dalam tubuh akan semakin bertambah.

    Ketika stres, tubuh akan membuat lebih banyak hormon kortisol alias hormon stres. Nah, banyaknya hormon kortisol inilah yang akan memicu peradangan pada tubuh, termasuk juga merusak struktur dan fungsi kulit.

    Menurut Jessica Krant, kebiasaan tidur larut malam dapat memperparah munculnya jerawat di wajah. Bahkan, hal ini juga dapat memicu masalah kulit lainnya seperti eksim, dermatitis kontak, hingga psoriasis.

    Namun, bagaimana kalau Anda terpaksa harus begadang untuk hal-hal tertentu, entah karena deadline laporan atau mempersiapkan presentasi besok? Begini cara amannya supaya jerawat tidak mudah muncul.

    • Minum banyak air putih. Hal ini dapat membantu membuang racun dalam tubuh sekaligus melembapkan kulit.
    • Hindari makanan manis. Bukan cuma meningkatkan risiko obesitas, makanan manis juga dapat merangsang produksi minyak di wajah dan memicu jerawat.
    • Cuci muka sebelum tidur. Selarut apa pun Anda tidur, pastikan untuk selalu mencuci muka dulu sebelum menyentuh kasur. Ini bertujuan untuk membilas bakteri atau minyak di wajah yang bisa memicu jerawat.
    • Segera tidur.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :

    • hellosehat
    • beritasatu
  • Jangan Biarkan Depresi Berlarut! Atasi dengan Cara Ini

    Ketika seseorang merasa suasana hatinya kacau, merasa sedih berlebihan hingga putus asa, maka ini adalah tanda-tanda munculnya depresi. Kondisi ini bukan hal yang sepele dan sangat berbahaya jika tak segera mendapat penanganan lebih lanjut.

    Depresi yang berlarut-larut bisa berbahaya. Karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan, menurunnya produktivitas kerja, hingga mengakibatkan seseorang bertindak di luar nalar dan akal sehat yang dapat membahayakan dirinya maupun orang lain.

    Bahkan biaya pengobatan untuk depresi yang sudah parah relatif cukup besar. Maka, jangan pernah menyepelekan depresi yang mungkin sedang menghinggapi diri Anda.

    Berikut kumpulan cara alami terbaik untuk mengatasi depresi seperti dilansir Elite Daily dari Little Things.

    1. Meditasi

    Menurut Dr. Elizabeth Hoge, meditasi mindful dapat mengatasi kecemasan dan gangguan suasana hati lain secara efektif.

    “Mereka yang suasana hatinya sering buruk punya masalah dengan pemikiran-pemikiran mengganggu yang terlalu kuat di dalam otaknya,” jelasnya pada Harvard Health Blog.

    Untuk menghilangkan stres yang muncul sehari-hari, sisihkan 30 menit setiap hari dan cari tempat tenang. Matikan gawai dan pejamkan mata. Atur nafas, dan fokus.

    Jangan memikirkan apapun. Jika ada sesuatu yang mengganggu pikiran, segera usir dan kembali fokus. Anda juga bisa mencoba fokus pada satu kata, atau bayangkan diri sedang berada di suatu tempat damai.

    2. Tambah asupan vitamin B

    Vitamin B-12 dan vitamin B membantu produksi senyawa kimia dalam otak yang memengaruhi suasana hati serotonin, epinephrine, dan dopamin. Kurang asupan vitamin B kerap kali dihubungkan dengan depresi.

    Menurut riset Mayo Clinic, vegetarian, orang paruh baya, dan mereka yang memiliki masalah pencernaan cenderung sulit mencukupi kebutuhan vitamin B.

    Anda dapat minum suplemen, namun alternatif yang sehat adalah menambah makanan kaya vitamin B. Ikan salmon, keju Swiss, bayam, paprika, kerang, daging, telur dan susu rendah lemak.

    Sementara asupan vitamin B perlu ditingkatkan, kafein perlu dikurangi. Ini karena pada beberapa orang, kafein dapat memicu masalah tidur dan memengaruhi suasana hati. Seperti ditulis Mayo Clinic.

    3. Tetapkan tujuan

    Orang yang depresi dapat merasakan berbagai emosi dan sensasi. Namun yang paling sering mereka rasakan dan terus berkembang biasanya perasaan sedih, cemas, hampa, tak tertolong, tak berharga, dan rasa bersalah.

    Sering kali mereka merasa tak bisa berbuat apa-apa atas perasaan tersebut. Untuk mengusir rasa itu, Anda dapat mencoba menetapkan tujuan harian untuk diri sendiri.

    Seperti disarankan Ian Cook, direktur Depression Research and Clinic Program di UCLA. “Mulailah dengan langkah kecil. Buat tujuan itu sesuatu yang dapat Anda wujudkan, bukan hal mustahil,” kata Cook.

    Perlahan, Anda dapat merasa bahagia atas pencapaian yang Anda buat. Lama kelamaan, Anda siap menantang diri dengan tujuan yang lebih sulit.

    4. Jadwal tidur rutin

    Depresi dapat membuat Anda sulit tidur. Kalaupun tidur, kualitasnya mungkin tak sebaik mereka yang tak depresi.

    Padahal, jika kurang tidur gejala depresi dapat memburuk dan meguasai isi pikiran.

    Web MD menyarankan Anda mulai membuat perubahan gaya hidup. Tidur di waktu yang sama setiap malam, dan bangun di waktu yang sama.

    Coba juga untuk meluangkan waktu tidur siang. Matikan televisi, juga berbagai gawai sebelum tidur.

    5. Coba hal baru

    Banyak orang cenderung merasa kusut betul saat depresi. Ini terasa makin berat saat kita tak memiliki kemampuan konsentrasi atau membuat keputusan penting.

    Itu mengapa, penting bagi kita untuk mencoba hal baru dan berbeda. “Saat kita menantang diri untuk melakukan sesuatu yang baru, ada perubahan senyawa kimia di otak,” kata Cook.

    Mencoba hal baru mengubah kadar dopamin yang berhubungan dengan kenikmatan, dan pembelajaran.

    Pergi ke tempat baru, belajar bahasa baru, baca buku baru, dan hal lain yang sudah lama ingin Anda coba.

    6. Bicara pada orang yang Anda percaya

    Ini dapat menguntungkan Anda dalam banyak hal. Mengutarakan isi pikiran dan apa yang sedang terjadi dalam hidup dan mendapatkan respons dapat membantu Anda melihat banyak hal dari perspektif berbeda.

    Membicarakan apa yang Anda rasa juga dapat memberi solusi. Namun yang terpenting, Anda mendapat dukungan emosional dari orang lain.

    Bagi mereka yang introver, membuka diri bisa jadi canggung di awal. Namun jangan biarkan perasaan itu menguasai diri. Bukalah diri untuk mendapat masukan, saran, bahkan bantuan dari orang lain.

    7. Olahraga ringan

    Aerobik simpel, jalan pagi atau peregangan ringan dapat membantu mengatasi gejala depresi. Olahraga memicu produksi endorphin, juga memicu otak untuk berpikir lebih positif. Riset juga membuktikan, dengan berolahraga, Anda kembali memperoleh rasa percaya diri.

    Menurut George Krucik, MD, depresi cenderung membuat Anda merasa kehilangan terhadap hal-hal yang biasanya Anda suka. Karena itu, relaksasi jadi penting. Anda dapat mencoba gerak tubuh yang membikin rileks.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/7-cara-mengatasi-depresi

    https://www.liputan6.com/bisnis/read/3573735/wajib-tiru-7-cara-mudah-dan-murah-mengatasi-depresi

  • Stres dan Depresi Penyebab Uban Datang Lebih Cepat

    Seringkali pertumbuhan rambut uban dikaitkan dengan kondisi psikologi atau stres yang dialami seseorang. Hal tersebut terjadi terutama jika rambut uban muncul pada usia seseorang yang masih tergolong muda. Benarkah demikian?

    Seiring bertambahnya usia, melanin sebagai sel penghasil pigmen rambut, akan menghilang dengan sendirinya, dan inilah penyebab terjadinya perubahan warna pada rambut seseorang. Rambut uban mulai muncul seiring bertambahnya usia. Meski lazimnya rambut memutih pada usia diatas 30 tahun bagi pria, dan 35 tahun bagi wanita, rambut uban juga seringkali terjadi pada anak-anak berusia 13 tahun ke atas.

    Kepala manusia terdiri atas ribuan folikel (kantung jaringan) dan setiap folikel menghasilkan satu helai rambut. Rambut manusia terdiri atas dua jenis sel yakni Keratinosit dan Melanosit. Keratinosit berfungsi untuk membangun keratin guna menghasilkan rambut, sedangkan Melanosit bertanggungjawab untuk pembentukan warna pada rambut.

    Melanosit, atau pigmen rambut, terdiri atas Eumalinin dan Pheomelanin. Eumelanin memiliki warna cokelat atau hitam gelap dan Pheomelanin memiliki warna kuning atau merah. Kedua bentuk melanin bergabung dalam rasio yang berbeda dan memberi warna rambut yang berbeda seperti, hitam, coklat atau pirang. Ketika rambut kehilangan sebagian besar melanin maka rambut akan berubah menjadi abu-abu, sedangkan ketika rambut telah kehilangan semua melanin, maka rambut berubah menjadi putih.

     

    Pengaruh Stress dan Rambut Uban

    Ada banyak faktor yang menyebabkan melanin hilang dari rambut. Kerusakan radikal bebas kronis, ketidakseimbangan ginjal dan darah, dan bahkan stres dikatakan menjadi penyebab perubahan warna pada rambut. Pada kenyataannya hubungan antara stres dan perubahan warna rambut belumlah jelas.

    Sebuah penelitian oleh Tyler Cymet menyimpulkan bahwa mereka yang telah mengalami stres selama dua atau tiga tahun, mengalami perubahan warna rambut dengan cepat. Ketika seseorang berada di bawah stres, hormon stres dapat mengganggu aktivitas melanin dan semakin cepat mengembangkan perubahan warna abu-abu pada rambut.

    David Fisher, seorang profesor pediatri di Harvard Medical School mengatakan bahwa hal tersebut merupakan tahapan menipisnya sel-sel batang atau melanosit yang menyebabkan hilangnya pigmen. Meski demikian hal tersebut belum kuat dijadikan alasan untuk mengaitkan antara stres dan terjadinya rambut uban.

    David menambahkan tidak ada hal yang membuktikan proses tumbuhnya rambut uban sebagai persamaan multi variabel. Hormon stres memang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan atau aktifitas melanosit, namun belum ada kaitan yang jelas antara stres dan rambut uban.

    Sangat sulit untuk memperjelas hubungan timbulnya rambut uban dengan stres. Stres sendiri memiliki banyak dampak bagi kesehatan seperti penyakit jantung, gangguan pencernaan, gangguan tidur, dan daya tahan tubuh yang lemah dan jerawat. Seluruh permasalahan tersebut dapat menyebabkan kerontokan rambut dan memicu rambut menjadi putih. Secara tidak langsung efek berantai terjadi dalam hal ini, stress dapat memicu rambut uban dan kerontokan rambut.

    Stres memang telah menjadi bagian dari kehidupan. Jauhkan diri Anda dari stres dengan melakukan pola hidup sehat. Tanyakan kepada dokter Anda obat terbaik untuk merawat rambut uban. Gunakan secara teratur dan cegah diri Anda dari rambut beruban.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber : https://meetdoctor.com/article/stres-penyebab-rambut-uban

  • Cara Depresi Pengaruhi Fisik Tubuh

    Efek depresi bisa melampaui emosi dan kesehatan mental seseorang. Depresi juga bisa memengaruhi kesehatan fisik.

    Depresi merupakan kondisi kesehatan mental nan kompleks yang menyebabkan seseorang bisa merasa sedih atau putus asa terus menerus. Gejalanya bisa bersifat sementara. Namun, jika berlangsung lebih dari dua pekan, itu bisa menjadi tanda gangguan serius.

    Gejala sama juga bisa menjadi tanda kondisi kesehatan mental lainnya, seperti bipolar atau gangguan stres pascatrauma (PTSD). Gejala depresi bisa beragam, menurut The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).

    Suasana hati tertekan hampir setiap hari, termasuk rasa sedih dan hampa jadi sebagian gejala. Kehilangan kesenangan dalam kegiatan yang sebelumnya bisa amat dinikmati. Kurang tidur atau terlalu banyak tidur setiap hari merupakan gejala lain. Masih ada penurunan atau kenaikan berat badan tak diinginkan akibat perubahan selera makan.

    Agitasi fisik atau merasa lamban. Kurang energi dan mudah lelah. Sering merasa bersalah dan tidak ada gunanya. Kesulitan berkonsentrasi dan susah membuat keputusan. Terakhir, pikiran intrusif dan sempat terpikir bunuh diri.

    Depresi faktanya juga memengaruhi fisik tubuh penderitanya, dilansir dari Medical News Today, Kamis (12/7).

    Berat badan turun

    Orang yang depresi mengalami perubahan nafsu makan, sehingga berat badannya berkurang. Pakar medis juga menghubungkan kenaikan berat badan berlebih dengan masalah kesehatan lain, termasuk diabetes dan penyakit jantung. Terlalu kurus juga membahayakan jantung, memengaruhi kesuburan, dan menyebabkan kelelahan.

    Sakit kronis

    Orang depresi dapat mengalami sakit atau nyeri yang tak dapat dijelaskan, termasuk nyeri sendi atau otot, nyeri payudara, dan sakit kepala. Gejala ini akan memburuk dan menjadi penyakit kronis.

    Penyakit jantung

    Depresi bisa mengurangi motivasi seseorang untuk bergaya hidup sehat. Risiko penyakit jantung meningkat ketika pola makannya buruk dan gaya hidupnya tidak aktif. Satu dari lima orang yang gagal jantung atau terkena penyakit arteri koroner mengalami depresi.

    Peradangan

    Penelitian menunjukkan stres dan depresi kronis terkait dengan peradangan dan dapat mengubah sistem kekebalan tubuh. Penelitian lain menunjukkan depresi bisa menyebabkan peradangan kronis. Orang depresi cenderung mengalami gangguan autoimun, seperti sindrom iritasi usus, diabetes tipe-2, dan arthritis.

    Kesehatan seksual

    Orang depresi lebih mungkin mengalami perubahan libido, kurang bergairan saat berhubungan, tidak mengalami orgasme, atau orgasme yang kurang menyenangkan.

    Sulit tidur

    Orang depresi biasanya insomnia. Kondisi ini membuat mereka merasa lelah, sehingga sulit mengatur kesehatan fisik dan mental. Dokter menghubungkan kurang tidur dengan sejumlah masalah esehatan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, masalah berat badan, dan kanker.

    Masalah gastrointestinal

    Orang dengan depresi mengalami masalah perut dan pencernaan, seperti diare, muntah, mual, dan konstipasi. Ini mungkin karena depresi mengubah respons otak terhadap stres dengan menekan aktivitas di hipotalamus, kelenjar pituitari, dan kelanjar adrenal.

     

    Sumber: republika.co.id