Tag: demam

  • Cara Cepat dan Efektif Mengatasi Demam pada Balita

    Anak-anak, terutama bayi dan balita, masih sangat rentan terkena penyakit dan kondisi kesehatan apa saja. Hal ini dikarenakan tubuh mereka belum dapat membentuk sistem kekebalan tubuh yang baik. Salah satu kondisi yang paling umum terjadi adalah demam pada balita, dan tentu hal ini sering kali membuat orang tua kebingungan.

    Lantas, bagaimana cara paling tepat dalam mengatasi demam pada balita? Artikel kali ini akan membahas tentang penyebab, gejala, serta bagaimana orang tua dapat menanggulangi kondisi ini.

    Penyebab demam pada balita

    Demam adalah peningkatan suhu tubuh yang umumnya bersifat sementara Demam pada balita umumnya merupakan tanda-tanda awal bahwa tubuh sedang melawan infeksi dari luar. Serangan tersebut biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

    Maka itu, biasanya demam adalah bagian atau gejala dari suatu penyakit. Semua penyakit, terutama pada balita, pasti diawali oleh adanya demam.

    Terlebih lagi jika penyakit tersebut adalah infeksi dari bakteri atau virus, baik yang bersifat ringan maupun berat. Tubuh balita akan bereaksi dengan terjadinya peningkatan suhu, sehingga balita akan mengalami demam.

    Hampir setiap bayi dan balita pasti akan mengalami demam, setidaknya satu kali semasa ia kecil.

    Tanda-tanda dan gejala demam pada balita yang harus diwaspadai

    Tanda-tanda yang tentunya perlu Anda perhatikan adalah suhu tubuh balita. Agar Anda dapat mengetahui suhu tubuh si kecil dengan akurat, pastikan Anda mengukurnya dengan termometer. Memperkirakan suhu tubuh dengan tangan saja tentu tidak cukup.

    Anda dapat membeli termometer yang dijual bebas di apotik. Balita dapat dikatakan sedang mengalami demam jika suhu tubuh yang ditunjukkan di termometer mencapai lebih dari 38 derajat Celsius.

    Jika suhu tubuh balita mencapai di atas 38 derajat Celsius, segera berikan balita air putih. Pastikan si kecil tetap terhidrasi dan mendapatkan asupan cairan yang cukup.

    Apabila demam pada balita tidak kunjung hilang, Anda dapat memberikan penanganan di rumah terlebih dahulu, mulai dari memberi obat tanpa resep dokter, serta mengompres kening balita.

    Kapan orang tua harus membawa balita ke dokter atau rumah sakit?

    Apabila panas tidak kunjung turun dan disertai dengan gejala-gejala berikut, Anda perlu waspada:

    • Suhu tubuh balita semakin tinggi
    • Balita tidak mau makan dan minum
    • Tubuh semakin lemas
    • Terdapat tanda-tanda sesak napas
    • Balita mengalami kejang, atau pernah memiliki riwayat kejang

    Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda dan gejala tersebut, Anda harus segera membawanya ke dokter, klinik, atau rumah sakit terdekat.

    Cara cepat mengatasi demam pada balita

    Jika suhu tubuh balita lebih tinggi dari biasanya, Anda tidak perlu panik. Sebelum membawa ke dokter atau rumah sakit, Anda dapat melakukan penanganan di rumah terlebih dahulu untuk mengatasi demam pada balita.

    1. Mengompres dengan air hangat
    Salah satu cara yang paling umum dilakukan untuk menurunkan suhu tubuh si kecil adalah kompres dengan air hangat. Dengan mengompres, suhu tubuh balita akan turun untuk sementara.

    2. Memberi minum yang banyak
    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, balita rentan mengalami dehidrasi ketika demam. Hal ini disebabkan karena peningkatan suhu tubuh menyebabkan keringat keluar lebih banyak. Maka itu, pemberian asupan cairan yang cukup sangatlah penting untuk mengatasi demam pada balita.

    3. Mengenakan pakaian yang tidak terlalu tebal
    Tidak hanya itu saja. Untuk mencegah balita berkeringat berlebihan, Anda dapat mengenakan si kecil pakaian berbahan tipis. Pastikan juga balita beristirahat dengan suhu ruangan yang nyaman, tidak terlalu dingin atau pun terlalu panas.

    Memakaikan baju yang terlalu tebal justru berisiko pada kondisi balita. Karena tubuh mereka belum dapat mengatur suhu tubuh dengan baik, pakaian yang terlalu tebal akan mengakibatkan panas sulit turun.

    4. Memberi obat penurun panas
    Anda juga dapat memberikan anak obat penurun panas yang dijual secara bebas di apotik, alias tanpa resep dokter. Pilih obat yang mengandung paracetamol atau ibuprofen untuk membantu menurunkan demam pada balita

    Selain mengendalikan suhu tubuh yang panas, obat juga dapat meringankan serta meredakan gejala-gejala yang balita alami, seperti pusing, badan terasa tidak nyaman, dan sakit kepala. Dengan demikian, balita akan merasa lebih nyaman serta kembali memiliki nafsu makan dan minum.

     

    Sumber: hellosehat.com

  • Penyebab dan Gejala Flu

    Flu adalah kondisi yang sangat umum dan bisa memengaruhi pasien dari segala usia. Influenza bisa dihindari dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan mendiskusikan dengan dokter Anda untuk info lebih lanjut. Orang dewasa biasanya terjangkit influenza 2-3 sekali per tahun sedangkan anak-anak bisa mencapai 6-7 kali per tahun.

    Banyak orang mengira flu sama dengan batuk pilek biasa (common cold). Walaupun gejalanya mirip, kedua kondisi ini disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Gejala flu lebih parah dan menyerang secara mendadak, sedangkan gejala batuk pilek biasa cenderung ringan dan muncul secara bertahap.

    Perbedaan flu dan pilek dari penyebabnya

    Flu dan pilek adalah penyakit yang berbeda, maka perbedaan paling utama keduanya dapat dilihat dari penyebabnya.

    Penyebab pilek

    Pilek adalah infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus. Dari 100 jenis virus penyebab pilek, rhinovirus yang paling mudah menularkan pilek dan menyebabkan bersin.

    Virus pilek dapat menyebar melalui tetesan atau butiran air dari batuk atau bersin yang dikeluarkan oleh penderita. Tetesan ini kemudian akan menempel di berbagai permukaan seperti meja, baju, gagang pintu, dan benda lainnya.

    Virus pilek juga dapat menular lewat sentuhan pada permukaan benda yang sudah terpapar virus dan setelahnya tangan langsung menyentuh hidung, mulut, atau mata. Penularan pilek lewat cara ini paling cepat terjadi dalam dua sampai empat hari pertama setelah Anda terkena virus.

    Penyebab flu

    Penyebab flu adalah tiga macam virus influenza, yaitu influenza A, influenza B, dan influenza C. Virus influenza tipe A dan B biasanya menyebabkan flu musiman, sementara tipe C biasanya terjadi sepanjang tahun.

    Cara penularan flu sama dengan pilek, yaitu dengan menghirup percikan air liur yang mengandung virus flu ke dalam tubu. Influenza juga dapat menular dengan menyentuh benda-benda yang sudah terpapar virus.

    Seseorang dapat menularkan penyakit ini ke orang lain sebelum mereka tahu bahwa dirinya sudah terpapar virus flu.

    Perbedaan flu dan pilek dari gejalanya

    Seperti yang sudah disinggung di atas, flu dan pilek sama-sama disebabkan oleh virus dan keduanya menyerang sistem pernapasan.

    Perbedaan flu dan pilek yang paling jelas sebetulnya terletak pada gejala yang ditimbulkan.

    Gejala pilek

    Gejala pilek yang paling khas di antaranya:

    • Sakit tenggorokan, yang biasanya hilang dalam satu atau dua hari.
    • Hidung tersumbat atau hidung berair.
    • Batuk dengan dahak berwarna hijau atau kuning.
    • Sakit kepala (kadang-kadang).
    • Badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga.

    Lendir atau ingus yang keluar saat pilek biasanya berwarna bening selama beberapa hari pertama. Namun, ingus dapat makin mengental dan warnanya menjadi lebih gelap. Anda tak perlu khawatir karena perubahan ini merupakan reaksi alami tubuh yang menandakan bahwa tubuh sedang melawan virus pilek.

    Gejala pilek biasanya mulai muncul antara 1-3 hari setelah Anda terinfeksi virus pilek. Namun, gejala pilek umumnya cepat membaik dalam waktu 7-10 hari.

    Gejala flu

    Gejala influenza umumnya datang secara tiba-tiba. Tanda dan gejalanya biasanya mulai dari 24 sampai 48 jam setelah terpapar virus flu. Gejala dan demam terburuk biasanya berlangsung selama 3 sampai 5 hari. Tanda dan gejalanya seperti :

    • Demam tinggi (di atas 38 derajat Celsius)
    • Panas dingin, nyeri otot
    • Merasa sangat lemah atau lelah
    • Sakit kepala
    • Mata terasa sakit
    • Batuk dan bersin
    • Sakit tenggorokan
    • Hidung meler
    • Sakit perut (terlebih pada anak-anak dibandingkan orang dewasa)
    • Batuk dan merasa sangat lemah dan lelah bisa bertahan hingga 6 minggu

    Komplikasi Flu

    Flu yang sembuh kemudian kambuh dan memburuk bisa menjadi tanda komplikasi serius, seperti paru-paru basah, gangguan jantung, meningitis, atau infeksi virus pada otak.

    Kapan saya harus ke dokter?

    Jika Anda menunjukkan gejala flu dan berisiko komplikasi, pergilah ke dokter segera. Mengonsumsi obat antivirus dalam 48 jam pertama setelah munculnya gejala utama dapat mengurangi lamanya Anda mengidap penyakit dan membantu mencegah masalah yang lebih serius.

    Faktor-faktor risiko

    Apa yang meningkatkan risiko saya untuk flu (influenza)?

    Ada beberapa faktor risiko untuk influenza, misalnya:

    • Usia
    • Kondisi tempat tinggal
    • Sistem kekebalan tubuh lemah
    • Penyakit kronis
    • Hamil
    • Kegemukan

    Obat flu tradisional

    Berikut ini sejumlah pilihan obat flu tradisional yang bisa Anda coba untuk meredakan gejala flu.

    1. Air putih hangat

    Air putih hangat dapat membantu mengencerkan lendir yang menyumbat saluran hidung, mencegah dehidrasi, serta meredakan peradangan di jaringan hidung dan tenggorokan.

    Jika tak suka dengan rasa air putih yang tawar, Anda bisa membuat secangkir teh hangat. Tambahkan satu sendok teh madu, perasan air lemon, jahe, atau daun mint untuk memperkaya citarasa sekaligus membantu melegakan pernapasan.

    1. Bawang putih

    Kandungan minyak allicin (senyawa yang memberikan harum khas bawang putih) juga dipercaya ampuh untuk melawan pilek dan flu. Makan bawang putih mentah-mentah adalah cara mengatasi flu yang paling baik. Namun jika risih atau tidak suka dengan baunya, Anda bisa mencampur rajangan bawang putih ke dalam berbagai masakan rumahan.

    Anda juga bisa menambahkan beberapa irisan bawang putih, atau tumbuh halus satu siung, ke dalam semangkuk air panas untuk menguapi wajah Anda selama 10 menit.

    1. Madu

    Sifat antimikroba alami dari madu dapat membantu tubuh melawan kuman penyakit, termasuk bakteri dan virus penyebab flu. Madu juga membantu meredakan gejala penyerta flu, seperti pilek dan batuk.

    Sebagai cara meredakan flu, Anda bisa melarutkan 2 sendok madu dalam segelas air hangat untuk diminum setiap pagi dan malam hari.

    Ada satu hal penting yang harus ketahui; madu tidak boleh diberikan pada anak kecil dan bayi yang usianya kurang dari 1 tahun. Memberikan madu pada bayi justru meningkatkan risiko mereka terkena infeksi botulisme.

    1. Teh hijau

    Salah satu penelitian tersebut dimuat dalam Journal of Synthetic Chemistry and Natural Product Chemistry. Peneliti menyimpulkan teh hijau mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi flu.

    Peminum teh hijau dilaporkan memiliki sistem imun yang lebih baik sehingga sel dalam tubuh mereka bekerja lebih efisien melawan bakteri dan virus penyebab penyakit.

    1. Jahe

    Anda bisa mengolah jahe menjadi beragam panganan. Akan tetapi, wedang jahe mungkin yang paling mudah dimudah. Anda cukup merebus jahe merah yang sudah digeprek ke dalam panci sampai mendidih. Setelah itu, saring air rebusan jahe untuk diminum. Tambahkan sedikit perasan lemon atau madu untuk memperkaya rasanya.

    1. Daging tanpa lemak

    Tidak hanya menyediakan zat besi yang mudah diserap oleh tubuh, daging tanpa lemak juga mengandung zinc, mineral lain yang baik untuk mencegah infeksi.

    Oleh karena itu, bila Anda mulai merasa sedikit mampat atau berair, makanlah sepotong daging merah tanpa lemak, ikan atau kerang dapat membantu Anda melawan kuman.

    1. Sup ayam

    Penelitian medis yang ada saat ini menyatakan sup ayam dapat meredakan peradangan yang menyebabkan gejala pilek dan flu. Sup bening juga dapat mencairkan lendir dalam hidung, tenggorokan, dan paru-paru sehingga Anda bisa bernapas lebih lega.

    Pilihan obat flu alami lainnya

    Selain menggunakan bahan alami dari dapur, ada juga sejumlah hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk meringankan gejala flu.

    Berikut pilihan obat flu alami lainnya yang bisa Anda coba di rumah.

    1. Istirahat di rumah sampai pulih

    Istirahat di rumah merupakan salah satu obat flu alami terbaik. Pasalnya, flu adalah penyakit yang sangat menular. Virus penyebab flu bisa menyebar lewat udara ketika Anda berbicara, batuk, dan bersin.

    1. Kumur air garam

    Studi dari University of Michigan Medical Center, Amerika Serikat menemukan bahwa berkumur dengan air garam juga sekaligus membantu melegakan hidung yang tersumbat lendir serta tenggorokan yang sakit dan gatal karena terus-terusan batuk untuk membuang dahak.

    1. Sangga kepala pakai bantal tambahan

    Len Horovitz, seorang dokter spesialis paru-paru di Lenox Hill Hospital, New York mengatakan bahwa menyelipkan satu bantal tambahan di bawah kepala bisa membuat lendir mengalir turun dengan sendiirinya agar Anda bernapas lebih lega tidur lebih nyenyak.

    1. Berendam air hangat

    Selain untuk relaksasi, berendam air hangat ternyata juga bisa jadi obat flu alami. Saat Anda berendam air hangat, uap hangatnya dapat membantu mengencerkan lendir dan melemaskan saluran hidung yang bengkak.

    1. Rajin cuci tangan

    Obat flu alami lainnya yang tak penting adalah cuci tangan. Cuci tangan merupakan aktivitas sederhana yang dapat mencegah penyakit flu semakin parah sekaligus menghindari penularan ke orang lain.

    Nah, supaya tubuh Anda lekas sembuh dan terhindar dari infeksi virus lainnya, pastikan Anda rutin cuci tangan. Mengutip dalam laman CDC, cuci tangan harus dilakukan ketika:

    • Sebelum, selama, dan setelah menyiapkan makanan
    • Sebelum makan
    • Sebelum dan setelah menjenguk atau berinteraksi dengan orang yang sakit
    • Sebelum dan setelah mengobati luka terbuka
    • Setelah selesai menggunakan kamar mandi
    • Seletah mengganti popok bayi
    • Setelah bersin, batuk, atau mengeluarkan ingus
    • Setelah menyentuh hewan, makanan hewan, maupunn kotoran hewan
    • Setelah menyentuh tong sampah

    Gunakan sabun antiseptik dan air bersih ketika cuci tangan. Apabila tidak tersedia sabun dan air bersih, Anda bisa menggunakan pembersih tangan (hand sanitizer) yang mengandung alkohol.

    Segera berobat ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Meski bukan penyakit yang berbahaya, flu dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang lebih serius, seperti infeksi telinga, pneumonia, asma, diabetes, dan bahkan gagal jantung.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Alodokter.com

     

  • Penyebab Amandel dan Cara Menanganinya

    Amandel atau tonsil merupakan dua kelenjar kecil yang ada di tenggorokan. Organ ini berfungsi untuk mencegah infeksi, khususnya pada anak-anak. Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh semakin kuat sehingga fungsi amandel mulai tergantikan. Ketika fungsinya tergantikan, amandel secara perlahan akan menyusut.

    Penyebab dan Gejala Radang Amandel

    Radang amandel atau tonsilitis dapat disebabkan oleh beberap penyebab. Penyebab radang amandel yang paling sering adalah infeksi virus. Selain infeksi virus radang amandel dapat disebabkan oleh infeksi bakteri.

    Radang amandel ditandai dengan membengkaknya amandel dan muncul rasa sakit di tenggorokan. Selain itu, radang amandel juga dapat menimbulkan gejala lain, seperti:

    1. Suara serak
    2. Demam
    3. Bau mulut
    4. Batuk
    5. Sakit kepala

    Pengobatan Radang Amandel

    Penanganan radang amandel dapat dilakukan dengan operasi, pemberian obat, atau cukup dengan perawatan rumah. Dokter akan menentukan metode penanganan yang sesuai dengan hasil pemeriksaan kondisi pasien.

    Apabila radang amandel tidak mendapatkan penanganan yang tepat, hal itu berpotensi menimbulkan komplikasi. Komplikasi radang amandel meliputi:

    1. Kesulitan bernapas atau menelan
    2. Apnea tidur
    3. Muncul nanah di amandel
    4. Penyebaran infeksi ke organ lain

    Sebelum menggunakan bahan-bahan tertentu untuk mengobati peradangan pada amandel, Anda dapat mencoba beberapa langkah untuk meredakan radang dan nyeri pada tenggorokan, seperti:

    1. menjaga kecukupan asupan cairan
    2. beristirahat dengan cukup
    3. mengonsumsi makanan bertekstur lembut yang mudah dikunyah dan ditelan
    4. menghindari kebiasaan merokok, paparan asap rokok, atau zat lain yang dapat mengiritasi saluran pernapasan, serta
    5. menghindari konsumsi makanan dan minuman asam.

    Adapun beberapa obat alami yang dapat Anda gunakan untuk meredakan peradangan akibat amandel yang membengkak.

    1. Air garam

    Cara alami yang paling sederhana untuk mengatasi peradangan amandel adalah dengan cara berkumur menggunakan air garam hangat. Air hangat memiliki efek menenangkan amandel, sedangkan garam bertindak sebagai antiseptik alami yang membantu mengurangi peradangan dengan membunuh virus dan bakteri.

    1. Teh hangat dan madu

    Madu memiliki senyawa antibakteri kuat yang bermanfaat untuk melawan infeksi pada radang amandel. Sementara minuman hangat seperti teh bisa mengurangi rasa nyeri akibat amandel yang membengkak. Teh jahe dan teh adas adalah dua contoh teh dengan kandungan senyawa antiradang tertinggi yang dapat memberikan manfaat ini. Kombinasi teh hangat dan madu dapat menjadi obat alami yang membuat kerongkongan Anda terasa lebih nyaman sekaligus menghalau infeksi.

    1. Air perasan lemon dan madu

    Khasiat lemon untuk kesehatan memang sudah tidak diragukan lagi. Lemon memiliki sifat anti-virus, anti-bakteri, dan anti-inflamasi sehingga ampuh melawan infeksi dan peradangan. Selain itu, kandungan vitamin C di dalamnya mampu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi.

    1. Tablet hisap untuk sakit tenggorokan

    Beberapa jenis tablet hisap memiliki kandungan khusus yang dapat melegakan nyeri pada tenggorokan akibat peradangan amandel. Ada pula jenis tablet hisap yang dibuat dari bahan-bahan mengandung senyawa antiradang, misalnya akar manis yang lebih dikenal dengan sebutan licorice.

    1. Bawang putih

    Sebagai salah satu obat alami yang sudah digunakan selama ribuan tahun, bawang putih dipercaya dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh karena kaya akan kandungan senyawa antioksidan, antibakteri dan antiviral sehingga efektif untuk melawan virus akibat pilek, flu, dan peradangan amandel.

    1. Kayu manis

    Tidak hanya bermanfaat sebagai bumbu masakan atau kue, kayu manis ternyata juga bisa membantu meredakan radang amandel. Hal ini disebabkan karena kayu manis kaya akan senyawa antimikroba sehingga mampu menghambat pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme lainnya yang melekat pada amandel. Karena fungsi inilah, kayu manis dikenal sebagai obat radang amandel alami yang mampu mengurangi pembengkakan, rasa sakit. dan peradangan.

    1. Kunyit

    Kunyit merupakan salah satu jenis rempah-rempah yang bermanfaat sebagai anti-inflamasi dan antiseptik alami yang cukup kuat. Jadi tidak heran jika kunyit mampu membantu melawan infeksi amandel dan bisa melegakan gejala amandel yang sangat mengganggu saat Anda menelan.

    1. Menggunakan alat pengatur kelembapan udara

    Udara yang kering dapat memperburuk kondisi amandel yang meradang, mengiritasi kerongkongan, dan menyebabkan bibir pecah-pecah. Anda dapat menyiasatinya dengan menggunakan alat pengatur kelembapan udara atau humidifier. Alat ini dapat menjaga udara tetap bersahabat dengan tenggorokan sehingga Anda kembali terasa nyaman.

    Nah, itulah penyebab amandal yang perlu Andai ketahui dan pengobatan yang dapat Anda lakukan di rumah.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

    Hellosehat.com

  • Bolehkah Makan Es Krim Saat Demam?

    Saat mengalami demam, badan jadi terasa gerah dan panas, sehingga kebanyakan orang cenderung ingin mengonsumsi sesuatu yang dingin-dingin, seperti es krim. Namun, dari dulu kita sudah sering mendengar nasihat dari orangtua yang mengatakan kalau sedang sakit, tidak boleh makan es krim.

    Hal ini karena es krim dituding dapat memperburuk kondisi demam. Tapi ternyata hal ini tidak benar, lho! Menurut medis, es krim justru baik untuk dikonsumsi saat demam. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di sini.

    Makan dan Minum Es Tidak Memperparah Demam

    Pertama-tama, perlu dipahami terlebih dahulu bahwa makan dan minum es tidak menyebabkan atau memperparah kondisi demam. Hal ini karena pada dasarnya demam disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, bukan dari makanan atau minuman yang dikonsumsi.

    James Stackelberg, MD, konsultan di divisi penyakit menular dan profesor kedokteran di Medical School Rochester, Minnesota, membantah mitos kandungan susu di dalam es krim bisa memperbanyak dahak. Ia berpendapat bahwa minum susu termasuk produk olahannya tidak akan menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak dahak saat sakit.

    Demam sendiri sebenarnya adalah pertanda bahwa sistem imun tubuh sedang memerangi peradangan atau infeksi yang sedang terjadi di dalam tubuh. Adapun penyebab demam yang paling umum adalah infeksi bakteri yang menyebabkan radang tenggorokan dan infeksi virus ringan, seperti flu atau pilek yang bisa membaik dalam beberapa hari.

    Jadi, bila kamu sedang demam, sebenarnya boleh saja mengonsumsi makanan atau minuman yang dingin karena tidak akan menyebabkan atau memperparah infeksi dalam tubuh.

    Manfaat Makan Es Krim Saat Demam

    Makan es krim secukupnya saat demam ternyata bermanfaat buat kondisi tubuh kamu, lho. Ini tiga manfaat es krim saat demam:

    1. Mencegah Dehidrasi

    Suhu tubuh yang meningkat saat demam membuat kamu berkeringat lebih banyak dan jadi lebih sering buang air kecil. Akibatnya, kamu berisiko mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan. Padahal, mulut kamu mungkin terasa tidak enak bila hanya minum banyak air putih saja.

    1. Menambah Asupan Kalori

    Saat sedang sakit atau demam, kamu memerlukan asupan kalori yang cukup agar bisa melawan penyakit yang menjadi penyebab demam. Nah, es krim merupakan salah satu sumber kalori yang disukai semua orang, apalagi anak-anak. Karena itu, makan es krim bisa menjadi solusi bagi anak-anak atau orang dewasa yang tidak memiliki nafsu makan saat sakit.

    1. Membantu Mengurangi Nyeri di Tenggorokan

    Demam seringkali hadir disertai dengan radang tenggorokan. Di saat seperti ini, makanan dan minuman dingin seperti es krim bisa membantu meredakan rasa nyeri saat menelan.

    Meski bermanfaat, ada hal-hal yang perlu kamu perhatikan bila ingin makan es krim saat demam:

    1. Pilihlah es krim yang tidak mengandung gula tinggi.
    2. Pilih es krim yang rendah lemak.
    3. Meski bermanfaat, es krim bukanlah obat.
    4. Jangan makan es krim terlalu banyak.
    5. Makan es krim juga harus diiring dengan pola makan sehat dan bergizi seimbang.

    Meskipun makan es krim  saat demam bisa membantu Anda agar lebih nyaman, bukan berarti Anda bisa bergantung pada es krim saja untuk mengobati penyakit. Anda tidak disarankan untuk  makan es kerim terlalu banyak saat sakit. Ini karena tubuh Anda juga membutuhkan nutrisi lainnya seperti protein, vitamin, dan mineral untuk melawan infeksi.

    Perlu dipahami bahwa makan es krim tidak bisa mengobati penyakit. Cara yang efektif untuk mengobati penyakit adalah menyerang virus atau bakteri penyebab infeksi. Hal ini bisa dilakukan dengan cara minum obat yang diresepkan dokter, cukup beristirahat, serta mengonsumsi makanan yang bernutrisi lengkap.

     

     

    Sumber :

    Halodoc.com

    Hellosehat.com

  • Benarkah Demam Perlu Kita Waspadai?

    Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas angka 38 derajat celsius. Demam merupakan bagian dari proses kekebalan tubuh yang sedang melawan infeksi akibat virus, bakteri, atau parasit. Selain itu, demam juga bisa terjadi pada kondisi hipertiroidisme, artritis, atau karena penggunaan beberapa jenis obat-obatan, termasuk antibiotik.

    Meskipun terkadang mengkhawatirkan, demam yang tinggi tidak selalu menandakan bahwa Anda menderita suatu penyakit yang serius. Demam yang seringkali dijumpai pada kasus infeksi anak-anak seringkali tidak berbahaya. Malahan, demam merupakan pertanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang berusaha untuk melawan infeksi tersebut.

    Demam bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala yang seringkali menyertai penyakit yang dapat sembuh sendiri tanpa memerlukan pengobatan, seperti misalnya flu atau pilek. Tapi untuk mengobati demam yang lebih parah, beberapa obat-obatan penurun panas bisa dibeli secara bebas di apotek dengan syarat baca aturan pakai dan ikuti dosis yang dianjurkan.

    Gejala yang menyertai demam tergantung kepada penyebab demam itu sendiri  Berikut adalah gejala yang menyertai demam :

    • Sakit kepala
    • Berkeringat dingin
    • Menggigil
    • Dehidrasi
    • Batuk-batuk
    • Sakit tenggorokan
    • Sakit pada telinga
    • Diare dan muntah-muntah
    • Sakit otot
    • Kehilangan selera makan
    • Merasa kelelahan

    Pemeriksaan suhu tubuh yang paling tepat adalah menggunakan termometer. Jangan mengandalkan rabaan tangan untuk memastikan demam atau tidak. Namun, tidak semua gejala demam disebabkan penyakit ringan, seperti flu. Adapun gejala demam yang perlu Anda wasapadai, seperti:

    1. Demam tinggi mendadak

    Berbeda dengan biasa, demam tinggi mendadak terjadi disebabkan oleh penyakit demam berdarah (DBD).

    Hal yang membedakan demam DBD dengan dengan demam biasa adalah demam ini dapat mencapai 40 derajat celcius. Gejala demam ini sangat tinggi dibanding demam biasa. Penyakit demam berdarah terjadi akibat adanya gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus. Demam DBD bisa terjadi selama dua atau tujuh hari dengan diikuti gejala lain, seperti:

    • Sakit kepala parah diikuti sakit pada bagian belakang mata
    • Nyeri otot dan sendi yang parah dan kelelahan
    • Mual dan muntah
    • Muncul ruam kulit, yang muncul dua hingga lima hari setelah timbulnya demam
    • Perdarahan ringan (seperti hidung berdarah, gusi berdarah, atau mudah memar)

    Kondisi ini harus mendapatkan penanganan segera. Sebab, akan terjadi komplikasi pada getah bening dan pembuluh darah, perdarahan dari hidung dan gusi, pembesaran hati, kegagalan sistem peredaran darah atau bahkan kematian.

    1. Demam yang hilang timbul (paroksimal)

    Terkadang pasien merasa sehat kemudian akan demam lagi dalam rentan waktu yang cepat. Tergantung dengan jenis parasit yang menyerang, kambuhnya demam bisa terjadi sekitar 8 hingga 10 jam, 48 jam, atau 72 jam.

    Gejala malaria selain demam paroksimal adalah:

    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Tubuh menggigil dan kedinginan
    • Tubuh berkeringat
    • Mual dan muntah

    Bila tidak segera diobati, akan terjadi komplikasi seperti perubahan pada urin yang menjadi lebih gelap karena pecahnya sejumlah sel darah merah, gagal ginjal, anemia, dan edema paru.

    1. Demam dengan nyeri sendi parah

    Kondisi ini disebut dengan chikungunya dan disebabkan oleh gigitan nyamuk yang sama dengan demam berdarah. Bukan hanya demam biasa tapi juga disertai nyeri pada sendi yang parah.

    Nyeri yang terjadi pada sendi sangat melemahkan, biasanya akan berlangsung selama beberapa hari atau juga berminggu-minggu seiring berkembangnya virus di dalam tubuh. Selain itu, ada beberapa gejala lain yang menyertainya, seperti:

    • Sakit kepala
    • Mual dan muntah
    • Kelelahan
    • Ruam pada sendi yang terasa nyeri.

    Dikutip dari World Health Organization, sebagian besar pasien sembuh sepenuhnya, tetapi dalam beberapa kasus nyeri sendi dapat bertahan selama beberapa bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Walau jarang terjadi kasus komplikasi, penyakit ini bisa menyerang mata, saraf dan jantung, serta keluhan gangguan pencernaan.Komplikasi serius tidak umum, tetapi pada orang tua, penyakit dapat meningkatkan risiko kematian.

    Penting untuk memahami berbagai gejala demam yang terjadi. Sebab bila terjadi karena adanya penyakit yang sifatnya tertentu, mendapatkan penanganan dan perawatan dari dokter lebih cepat dapat meningkatkan kualitas hidup dan juga memudahkan pengobatan yang dilakukan.

    Jika muncul gejala-gejala yang disebutkan seperti di atas, segera lakukan pemeriksaan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

     

     

    Sumber :
    Alodokter.com
    Hellosehat.com
  • Hujan-hujanan Bisa Membuat Sakit, Ini Penjelasannya.

    Saat kita kecil, orang tua kita tentu sering sekali melarang kita untuk hujan-hujanan karena bisa membuat tubuh kita terkena pilek dan demam. Padahal, anak kecil tentu sangat berharap bisa bermain di bawah hujan yang deras karena akan sangat menyenangkan dan mengasyikkan. Apakah benar hujan-hujanan bisa memberikan dampak kesehatan yang buruk bagi tubuh?

    Hujan-hujanan ternyata memang bisa menyebabkan penyakit. Pakar kesehatan berkata bahwa hujan-hujanan bisa membuat tubuh terserang flu, pusing, dan badan meriang yang disertai demam tinggi. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

    Hasil gambar untuk apa benar hujan hujanan bisa sakit

    Berada dalam satu ruangan dengan orang yang terinfeksi virus

    Biasanya virus flu cenderung berkembang biak lebih aktif saat cuaca dingin atau hujan di dalam ruangan yang dipenuhi banyak orang. Pasalnya, pada masa tersebut orang cenderung saling berdekatan dalam jarak dekat satu sama lain sehingga virus dapat menular dengan cepat. Ketika ada satu atau beberapa teman Anda yang sedang terkena flu kemudian bersin dan Anda tanpa disadari menghirup udara yang sudah terkontaminasi oleh orang yang sedang mengalami flu kemungkinan besar Anda akan ikut terinfeksi.

    Suhu tubuh rendah

    Ketika Anda kehujanan, pada saat itu temperatur suhu Anda menurun. Apalagi jika pakaian yang Anda kenakan basah terkena air hujan, hal ini memungkinkan Anda terkena hipotermia karena kondisi badan kehilangan terlalu banyak suhu panas. Hipotermia memberikan tekanan pada tubuh termasuk sistem imun yang menyebabkan peluang Anda terinfeksi virus lebih besar. Tak jarang hujan dapat memperburuk sistem kekebalan tubuh Anda, tetapi dalam hal ini bukan penyebab langsung Anda sakit.

    Pernah mendengar mitos gerimis bisa menyebabkan rasa sakit lebih cepat daripada hujan lebat? Hal ini ternyata benar adanya secara medis. Gerimis ternyata membawa sifat asam yang lebih tinggi karena diturunkan setetes demi setetes gerimis. Berbeda dengan hujan deras, asam justru menjadi lebih tersebar karena diturunkan layaknya siraman air, bukannya tetes demi tetes yang memiliki konsentrasi asam tinggi. Hindari hujan-hujanan saat gerimis tiba dan jika sudah terlanjur, ada baiknya anda langsung basahi kepala dengan air hangat agar tubuh anda tidak mudah terkena penyakit.

    Hujan yang baru pertama kali datang setelah musim kemarau panjang ternyata juga tidak baik bagi tubuh. Banyak zat berbahaya pada atmosfer yang pada akhirnya ikut terbawa dengan air hujan pertama dan jika kita hujan-hujanan, bisa jadi banyak partikel layaknya logam dan berbagai polutan justru mengenai tubuh dan menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun drastis dan menyebabkan berbagai macam penyakit.

    Semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber :

    • hellosehat
    • doktersehat
  • Sering Tertukar! Ini Perbedaan antara Flu dengan Pilek

    Pilek dan Influenza atau yang sering disebut flu sekilas terlihat hampir sama. Keduanya memang disebabkan oleh virus, akan tetapi penyakit ini tidaklah disebabkan oleh virus yang sama. Dimusim penghujan ini kedua penyakit tersebut akan sangat mudah untuk menyerang siapapun mulai dari anak-anak hingga dewasa. Virus penyebab pilek dan flu juga sangat mudah menular. Biasanya dalam satu keluarga akan terkena pilek dan flu secara bergantian, jika salah seorang dalam keluarga terkena flu atau pileknya tidak secara cepat disembuhkan. Sebelum menanganinya, sebaiknya anda ketahui dulu  perbedaan pilek dan flu agar lebih memahami cara menanganinya. Inilah perbedaannya :

    Pria sedang pilek

    Pilek

    Pilek adalah infeksi saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus. Dari 100 jenis virus penyebab pilek yang berbeda, rhinovirus merupakan jenis virus yang paling mudah menularkan pilek sehingga menyebabkan bersin.

    Setiap orang bisa terkena pilek setiap saat, minimal dua sampai tiga kali dalam setahun. Namun, pilek paling sering terjadi pada musim dingin atau musim hujan. Hal ini disebabkan karena kebanyakan virus pilek mudah berkembang dalam suhu rendah (dingin) dan udara yang kering.

    Pilek ditularkan melalui tetesan atau butiran air dari batuk atau bersin yang dikeluarkan oleh penderita. Tetesan ini kemudian akan menempel di berbagai permukaan seperti meja, baju, gagang pintu, dan benda lainnya. Saat seseorang menyentuh permukaan tersebut dan kemudian menyentuh hidung, mulut, atau mata, maka virusnya akan berpindah masuk ke dalam tubuh.

    Penularan ini paling cepat terjadi dalam dua sampai empat hari pertama setelah Anda terkena virus pilek. Karena itulah, Anda dianjurkan untuk beristirahat di rumah agar tidak menularkannya pada orang lain.

    Flu

    Influenza atau flu dapat disebabkan oleh tiga jenis virus flu, yaitu influenza A, influenza B, adn inluenza C. Berbeda dengan pilek yang dapat terjadi sepanjang tahun, untuk kasus flu biasanya lebih musiman dan banyak disebabkan oleh influenza tipe A dan B.

    Cara penularan flu sama dengan pilek, yaitu dengan terhirupnya butiran air yang mengandung virus flu ke dalam tubuh. Berbeda dengan pilek biasa, flu dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih serius seperti pneumonia. Hal ini sangat rentan terjadi pada anak muda, orang tua, wanita hamil, dan orang dengan sistem imun yang lemah seperti asma, penyakit jantung, atau diabetes.

    Jika sudah mengetahui perbedaan keduanya. Ada baiknya kenali juga gejalanya. dibawah ini beberapa gejala pilek dan flu, diantaranya :

    Gejala Pilek Influenza (flu)
    Datangnya gejala Perlahan atau gradual Tiba-tiba atau mendadak
    Demam (badan panas) kadang-kadang, biasanya ringan Sangat umum, biasanya berupa demam tinggi
    Sakit kepala Jarang terjadi Biasa terjadi
    Sakit atau nyeri di beberapa/sekujur tubuh (otot dan persendian) Tidak sering terjadi, ringan Umum terjadi, parah
    Lemah, lesu Jarang Umum terjadi, bisa berlangsung selama 1-2 minggu
    Bersin-bersin Sangat umum terjadi Kadang-kadang
    Hidung tersumbat dan meler Sangat umum terjadi Kadang-kadang
    Tenggorokan perih/meradang Biasa terjadi Kadang-kadang
    Batuk Intensitasnya ringan-menengah, berdahak, setelah beberapa hari terserang pilek Umum terjadi, intensitasnya bisa parah, kering, sangat mengganggu

    Jadi itulah perbedaan pengertian dan gejala dari pilek dan flu. Semoga info ini menambah pengetahuan anda mengenai flu dan pilek.

    Semoga bermanfaat!

     

     

    Sumber :