Tag: darah

  • Cegah Penyakit Jantung Dengan Rutin Berenang

    Berenang merupakan latihan aerobik yang memperkuat jantung.

    Seiring dengan penurunan berat badan dan mengencangkan otot-otot, berenang juga dapat membantu meningkatkan otot yang paling penting dalam tubuh manusia yaitu jantung. Berenang adalah latihan aerobik yang memperkuat jantung dengan membantunya menjadi lebih besar dan meningkatkan efisiensinya untuk memompa darah.

    Tiga puluh menit berenang per hari, diyakini dapat mengurangi risiko penyakit jantung koroner pada wanita hingga 30-40 persen. Ini juga mengurangi tekanan darah, meningkatkan level HDL (kolesterol baik). Berenang juga dapat membuat lapisan sel-sel yang melapisi arteri Anda fleksibel dan dalam kondisi yang baik.

    Berikut adalah cara bagaimana berenang dapat meningkatkan kesehatan jantung, seperti dilansir Times of India, Kamis (29/8).

    Meningkatkan detak jantung

    Jantung adalah otot, dan sama seperti otot lainnya kamu dapat melatih dan menguatkannya. Jika otot jantung kuat maka ia akan memompa lebih banyak darah di setiap denyutnya, sehingga jantung akan menjadi lebih efisien dalam memasok darah ke tubuh.

    Berenang juga bermanfaat untuk mengurangi risiko terhadap penyakit jantung, sebab perenang memiliki detak jantung istirahat serendah 40 detak jantung per menit. Sementara rata-rata orang, detak jantung istirahatnya adalah 60-70 detak per menit.

    Menurunkan tekanan darah

    Karena berenang adalah latihan aerobik, kegiatan itu akan memperkuat jantung dan memungkinkan lebih banyak aliran darah. Anda bisa berenang selama 30 menit per hari untuk mendapatkan manfaat dari berenang termasuk menurunkan tekanan darah. Berolahraga selama 2,5 jam per pekan juga dinilai cukup untuk menjaga kesehatan jantung.

    Meningkatkan pernapasan

    Seorang perenang dapat bernapas lebih cepat dan lebih lama dalam satu tarikan napas daripada bukan perenang. Berenang juga bisa membantu kelompok otot besar dan meningkatkan detak jantung, serta membuat paru-paru bekerja lebih efisien. Semakin banyak berenang, semakin tinggi tekanan darah dan detak jantung juga meningkat.

    Meningkatkan sirkulasi darah

    Berenang meningkatkan denyut jantung seseorang dan juga bisa meningkatkan pasokan darah dalam tubuh. Sirkulasi yang meningkat ini membantu mengurangi rasa mati rasa dan kesemutan di area yang  mengalaminya karena sirkulasi darah yang buruk.

    Manfaat tambahan

    Berenang juga meningkatkan metabolisme. 30 menit berenang setiap hari setara dengan 45 menit latihan di darat.

     

    Sumber : Republika.co.id
  • Yuk Kenali Penyebab Darah Tinggi Mulai Sekarang!

    Tekanan darah tinggi adalah kondisi di mana tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah hipertensi. Jika tidak ditangani dengan tepat, hipertensi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, dan kebutaan.

    Tipe Tekanan Darah Tinggi

    Berdasarkan tipenya, penyakit darah tinggi bisa dibedakan menjadi dua yaitu:

    1. Tekanan darah tinggi primer

    Merupakan jenis tekanan darah tinggi yang paling banyak terjadi. Hampir 90% kasus penyakit darah tinggi pada orang dewasa termasuk dalam jenis ini.

    Hipertensi primer cenderung butuh waktu bertahun-tahun untuk terjadi. Meski demikian, penyebabnya belum bisa dipastikan. Namun, diduga berkaitan dengan faktor genetik (keturunan), gaya hidup, serta pola makan yang kurang sehat.

    1. Tekanan darah tinggi sekunder

    Merupakan jenis penyakit darah tinggi yang lebih jarang terjadi. Penyebab darah tinggi sekunder berkaitan dengan adanya penyakit lain, seperti:

    1. Penyakit ginjal
    2. Diabetes
    3. Kelainan hormon, seperti pada gangguan tiroid
    4. Sleep apnea (gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur)
    5. Penyakit jantung bawaan
    6. Obesitas
    7. Tumor otak
    8. Tumor kelenjar adrenal

    Mengonsumsi obat-obatan tertentu juga bisa menjadi penyebab darah tinggi sekunder. Obat-obatan yang dapat menyebabkan darah tinggi antara lain adalah:

    1. Pil KB.
    2. Obat flu dan batuk, seperti dekongestan.
    3. Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
    4. Obat herbal yang mengandung licorice atau akar manis.
    5. Obat-obatan terlarang, seperti kokain dan amfetamin.

    Penyebab Darah Tinggi secara Umum

    Dalam banyak kasus, penyebab darah tinggi belum diketahui secara pasti. Namun menurut para ahli, kombinasi beberapa faktor berikut ini dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita darah tinggi:

    1. Keturunan

    Seseorang menjadi lebih rentan terkena darah tinggi jika ia memiliki orang tua atau sanak keluarga yang menderita darah tinggi. Hal ini diduga berkaitan dengan faktor genetik.

    1. Usia

    Seiring bertambahnya usia, organ dan pembuluh darah di dalam tubuh akan mengalami perubahan, termasuk ginjal dan pembuluh darah. Perubahan pada ginjal akan menurunkan fungsinya, sehingga mengganggu keseimbangan garam dan cairan dalam tubuh. Sedangkan perubahan pada pembuluh darah akibat penuaan menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku.

    1. Pola makan yang tidak sehat

    Penyebab darah tinggi juga terkait dengan faktor makanan yang tidak sehat. Terlalu sering mengonsumsi makanan yang asin dan berlemak (tinggi kolesterol) atau kekurangan kaliumdapat meningkatkan risiko seseorang terkena darah tinggi.

    1. Obesitas

    Berat badan berlebih atau obesitas dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Semakin gemuk tubuh seseorang, semakin banyak darah yang diperlukan untuk memasok oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

    1. Jarang berolahraga

    Orang yang jarang berolahraga cenderung akan memiliki detak jantung yang lebih tinggi dan rentan terkena obesitas. Hal ini dapat membuat jantung harus bekerja lebih keras, sehingga meningkatkan risiko hipertensi.

    1. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol

    Ini berlaku bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Perlu diketahui, zat kimia pada tembakau dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah, sehingga meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah dan jantung.

    Begitu juga dengan konsumsi minuman beralkohol terlalu sering. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang terlalu sering mengonsumsi alkohol dalam jumlah lebih (lebih dari 7 kali per minggu) cenderung mengalami hipertensi.

    1. Stres

    Stres, sering cemas, dan kurang tidur merupakan beberapa faktor risiko yang cukup sering berkontribusi pada munculnya darah tinggi. Hal ini diduga berkaitan dengan peningkatan hormon stres, seperti kortisol dan adrenalin, saat seseorang mengalami stres berkepanjangan.

    Itulah beberapa penyebab darah tinggi yang harus Anda waspadai mulai sekarang.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

  • Keluar Darah Dari Hidung Tanpa Sebab? Berhati-hatilah!

    Mimisan merupakan istilah orang awam ketika terjadi pendarahan melalui lubang hidung. Mimisan juga punya nama medis yaitu epistaksis. Biasanya, kondisi ini umum terjadi, dan bukan merupakan sesuatu hal yang berbahaya. Namun, ketika seseorang mengalami kondisi ini secara tiba-tiba tanpa sebab apapun, bisa jadi ini pertanda kalau kamu tengah mengidap kondisi medis yang berbahaya.

    Mimisan biasanya terjadi jika lubang hidung dalam kondisi kering dan kebiasaan mengorek hidung. Kedua hal tersebut dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah halus dalam hidung. Namun, jika mimisan terjadi secara tiba-tiba, hal ini yang wajib kamu waspadai, ya!

    Berikut ciri-ciri mimisan yang termasuk dalam kategori berbahaya:

    1.      Volume darah banyak keluar melalui lubang hidung.

    2.      Mimisan disertai dengan detak jantung yang tidak beraturan.

    3.      Terjadi pada anak-anak berusia dibawah 2 tahun.

    4.      Sering terjadi dalam waktu singkat.

    5.      Berlangsung lebih dari 30 menit.

    6.      Terjadi pasca melakukan operasi sinus atau operasi lain di daerah hidung.

    7.      Mimisan diikuti dengan pendarahan pada daerah lain, seperti pendarahan pada urine.

    8.      Mengalami demam dan ruam pada saat mimisan.

    Mimisan Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini

    Jika sudah mengetahui fakta mengerikan tentang mimisan, sebaiknya jangan pernah menyepelekan hal yang satu ini. Apalagi jika mimisan datang tiba-tiba, bukan terjadi karena hidung terbentur atau mengorek hidung. Mimisan yang datang secara tiba-tiba, bisa jadi pertanda beberapa penyakit ini:

    1.      Sinusitis Akut

    Sinusitis merupakan pembengkakan pada jaringan yang melapisi sinus. Sedangkan sinusitis akut merupakan kondisi hidung tersumbat secara mendadak yang disertai dengan nyeri wajah yang dapat berlangsung selama hampir empat minggu. Pembengkakan pada jaringan yang melapisi sinus akan membuat pembuluh darah kecil dalam hidung pecah dan menyebabkan mimisan.

    2.      Tumor Hidung

    Sering mengalami mimisan yang disertai dengan lendir yang bercampur dengan darah menjadi salah satu tanda tumor hidung. Selain lendir yang bercampur darah, gejala akan diikuti dengan hidung tersumbat, mati rasa pada gigi, nyeri di dekat mata, dan campuran nanah yang keluar dari hidung.

    3.      Polip Hidung

    Polip hidung merupakan pertumbuhan jaringan lunak pada hidung, tidak terasa sakit, dan tidak menyebabkan kanker. Tumbuhnya polip dapat terjadi karena peradangan kronis akibat asma, infeksi, alergi, atau gangguan pada sistem imunitas. Nah, saat pertumbuhan polip semakin besar, maka mimisan akan sering terjadi.

    4.      Hemofilia

    Hemofilia merupakan suatu  penyakit yang menyebabkan gangguan perdarahan. Hemofilia terjadi karena kekurangan faktor pembekuan darah. Seorang pengidap hemofilia akan mengalami pendarahan yang berlangsung lebih lama saat tubuh mengalami luka.

    5.      Leukemia

    Mimisan merupakan tanda awal leukemia. Jadi jika tidak ada luka yang dirasakan, tetapi hidung mimisan dengan hebat, sebaiknya kamu lebih waspada. Hal ini bisa jadi pertanda kalau jumlah sel darah putih dalam tubuh lebih banyak dari sel darah merah.

    Untuk itu, selalu berhati-hati saat mengorek hidung, dan jangan lupa untuk jaga kelembapan lubang hidung kamu, ya! Jika kamu mengalami gejala-gejala mimisan yang berbahaya, sebaiknya segera diskusikan dengan dokter guna mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih parah.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Halodoc.com

     

  • Penyebab dan Bahaya Hipertensi

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi saat tekanan darah berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih. Kondisi ini dapat menjadi berbahaya, karena jantung dipaksa memompa darah lebih keras ke seluruh tubuh, hingga bisa mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit, seperti gagal ginjal, stroke, dan gagal jantung.

    Cara Mengukur Tekanan Darah

    Tekanan darah dibagi 2 menjadi tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. Tekanan darah sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh. Sedangkan tekanan darah diastolik adalah tekanan saat otot jantung relaksasi, sebelum kembali memompa darah.

    Dalam pencatatannya, tekanan darah sistolik ditulis lebih dahulu dari tekanan darah diastolik, dan memiliki angka yang lebih tinggi. Menurut perkumpulan dokter jantung di Amerika Serikat, AHA, pada tahun 2017, tekanan darah diklasifikasikan sebagai berikut:

    1. Normal: berada di bawah 120/80 mmHg.
    2. Meningkat: berkisar antara 120-129 untuk tekanan sistolik dan < 80 mmHg untuk tekanan diastolik.
    3. Hipertensi tingkat 1: 130/80 mmHg hingga 139/89 mmHg.
    4. Hipertensi tingkat 2: 140/90 atau lebih tinggi.

    Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi

    Tekanan darah tinggi seringkali tidak diketahui penyebabnya. Tetapi, ada beberapa kondisi yang dapat memicu tekanan darah tinggi, di antaranya:

    1. Kehamilan
    2. Kecanduan alkohol
    3. Penyalahgunaan NAPZA
    4. Gangguan ginjal
    5. Gangguan pernapasan saat tidur.

    Meskipun bisa terjadi pada semua orang, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami tekanan darah tinggi, seperti:

    1. Lanjut usia
    2. Memiliki keluarga yang menderita hipertensi
    3. Memiliki kebiasaan merokok
    4. Jarang berolahraga.

    Pengobatan dan Pencegahan Hipertensi

    Menjalani gaya hidup sehat dapat menurunkan sekaligus mencegah hipertensi. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

    1. Konsumsi makanan yang sehat.
    2. Menjaga berat badan ideal.
    3. Rutin berolahraga.
    4. Berhenti merokok.

    Komplikasi Hipertensi

    Tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah dan organ-organ lain di dalam tubuh. Jika dibiarkan hipertensi bisa menimbulkan penyakit-penyakit serius, seperti:

    1. Aterosklerosis
    2. Kehilangan penglihatan
    3. Terbentuk aneurisma
    4. Gagal ginjal
    5. Stroke
    6. Sakit kepala dan pusing
    7. Rasanya nyeri di dada
    8. Denyut nadi dan jantung tidak teratur
    9. Pembuluh darah arteri
    10. Serangan jantung

    Itulah penjelasan mengenai penyebab dan bahaya hipertensi bagi kesehatan Anda.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber :

    Alodokter.com

    Halosehat.com

  • Boleh Tidak, Sih, Orang yang Bertubuh Kurus Melakukan Donor Darah?

    Saat ini banyak orang yang mulai tergerak untuk donor darah rutin. Katanya, donor darah punya segudang manfaat bagi kesehatan, dari menurunkan risiko penyakit kronis hingga bantu mendapatkan berat badan ideal. Tertarik untuk donor darah? Eits, tunggu dulu. Apakah berat badan Anda saat ini sudah memenuhi syarat. Katanya, orang kurus tidak boleh donor darah, Benarkah?

    Boleh tidak orang dengan badan kurus ikut donor darah?

    Mungkin bagi Anda kurus itu relatif. Namun, jika dilihat dari indikator status gizi, seseorang dikatakan kurus jika indeks massa tubuhnya kurang dari 18,5. Anda bisa mengetahuinya dengan menggunakan  Kalkulator BMI ini atau pada link berikut 

    Namun memang, indikator tersebut akan melihat perbandingan antara tinggi dan berat badan Anda. Maka itu, sebenarnya syarat donor darah bukan kurus atau tidak, karena yang dilihat hanyalah berat badan dari calon pendonor.

    Melansir dari Palang Merah Indonesia (PMI), salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh pendonor darah yakni memiliki berat badan minimal 45 kilogram (kg). Artinya, Anda bisa bernapas lega bila berat badan berada di angka 45 kg. Sebaliknya, Anda tidak boleh donor darah jika hanya memiliki berat badan sebesar 44 kg atau kurang dari itu.

    Jadi, bisa dikatakan bahwa seseorang dengan tubuh kurus, tapi memiliki berat badan 45 kg atau di atas itu, maka diizinkan donor darah. Dengan catatan, kondisi tubuh Anda mendukung untuk mendonorkan darah.

    Selain berat badan lebih dari 45 kg, orang kurus donor darah juga harus memenuhi syarat-syarat berikut ini, antara lain:

    • Usia 17-60 tahun
    • Tekanan darah normal (sistolik 110/160 dan diastolik 70/100)
    • Kadar hemoglobin wanita minimal 12 g/dl, dan pria 12,5 g/dl
    • Suhu tubuh normal
    • Jarak donor minimal 3 bulan sejak melakukan donor darah sebelumnya, dan maksimal 5 kali dalam setahun

    dampak badan terlalu kurus

    Kurang dari 45 kg, kenapa tidak boleh donor darah?

    Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa angka 45 kg dipilih sebagai batas minimal berat badan pendonor. Begini, karena ditakutkan ada beberapa risiko yang mengintai kerja normal tubuh bila orang kurus donor darah. Seseorang dengan berat badan di bawah 45 kg, biasanya lebih gampang lelah dibandingkan orang dengan berat badan ideal.

    Ini karena asupan kalori yang masuk dari makanan harian kurang dapat mencukupi kebutuhan tubuh yang seharusnya. Atau mudahnya, energi yang terkuras setelah beraktivitas jauh lebih banyak ketimbang energi yang didapat dari makanan. Akibatnya, orang dengan tubuh ini jadi mudah lelah — termasuk usai menyumbangkan darah dalam jumlah banyak lewat donor darah.

    Selain itu, seseorang dengan berat badan tersebut berisiko mengalami anemia atau darah rendah yang biasanya ditandai dengan pusing dan kelelahan. Kondisi ini tentunya bisa semakin memburuk setelah melakukan donor darah.

    Perhatikan hal ini setelah Anda donor darah

    Ketika proses donor darah telah selesai, hindari langsung melakukan kegiatan berat. Sebaiknya biarkan diri Anda beristirahat, setidaknya dengan duduk sebentar kurang lebih 15 menit sembari perbanyak minum cairan dan ganjal perut dengan makanan ringan.

    Di samping itu, lakukan beberapa hal antara lain:

    • Lepaskan plester penutup sekitar 4-5 jam setelah donor darah
    • Membatasi melakukan aktivitas fisik berat selama sekitar 5 jam ke depan, atau kegiatan apapun yang bisa membuat tubuh kelelahan
    • Jika merasa pusing, berbaring dan beristirahat lah sampai kondisi membaik
    • Jika Anda seorang perokok, hindari merokok dalam kurun waktu 3 jam usai donor darah

    Usahakan untuk makan makanan yang kaya akan berbagai vitamin dan mineral. Misalnya zat besi, asam folat, vitamin C, vitamin B, dan lainnya. Tujuannya agar sel-sel darah merah yang hilang setelah donor darah bisa segera tergantikan.

    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber : hellosehat.com

  • Ini Dia Penyebab Tekanan Darah Berubah – Ubah

    Gambar terkait

    Tekanan darah adalah ukuran yang dapat menentukan seberapa kuat jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh Anda. Tekanan darah adalah kondisi yang tidak berjalan secara pasti, karena akan berubah-ubah. Ini karena tekanan darah akan bervariasi setiap saat, tergantung pada aktivitas yang Anda lakukan. Olahraga, perubahan postur (dari duduk ke berdiri), dan bahkan berbicara sekalipun dapat menyebabkan tekanan pada darah Anda berubah.

    tekanan darah setiap orang akan selalu berubah-ubah. Polanya akan mulai tinggi pada pagi hingga siang hari kemudian mencapai puncaknya pada sore dan kemudian kembali turun pada malam hari.

    Pola perubahan tekanan pada darah ini sangat berkaitan dengan jam biologis tubuh alias ritme sirkadian. Jam biologis tubuh mengatur kerja setiap organ tubuh manusia berdasarkan jadwal tertentu dalam rentang waktu 24 jam atau satu hari.

    Hasil gambar untuk tekanan darah

    Jika perbedaan tekanan darah ini terjadi pada Anda, coba ingat kembali apakah Anda memiliki faktor-faktor risiko berikut.

    1. Merokok dan hobi ngopi.

    Kebiasaan merokok dan minum kopi bisa membuat risiko tekanan darah akan meningkat di pagi hari menjadi semakin besar.

    2. Obat-obatan.

    Beberapa obat-obatan yang Anda konsumsi juga dapat memengaruhi kenaikan tekanan darah yang kemudian menyebabkan perbedaan tekanan darah. Misalnya pada obat asma, obat kulit dan alergi, serta obat flu.

    3. Kerja larut malam.

    Bila Anda sering begadang atau bekerja pada shift malam, ini dapat berperan menyebabkan perbedaan tekanan darah sehingga pada pagi hari tekanan darah akan meningkat.

    4. Stres berlebihan.

    Kecemasan maupun stres yang berlebih, seiring berjalannya waktu dapat menurunkan kinerja sistem jantung dan pembuluh darah Anda sehingga kemudian menyebabkan masalah tekanan darah permanen.

    Bagaimana cara mengetahui tekanan darah rendah atau tidak?

    Untuk mengetahui apakah Anda memiliki tekanan darah rendah atau tidak, Anda perlu melakukan pengukuran tekanan darah. Ketika Anda melakukan pengukuran tekanan darah akan muncul dua angka.

    Angka yang pertama (angka yang muncul paling atas) menunjukkan tekanan sistolik, yaitu tekanan pada arteri ketika jantung berkontraksi (saat jantung memompa darah). Sedangkan angka yang kedua (angka yang muncul di bawah) menunjukkan tekanan diastolik, yaitu tekanan pada arteri pada saat jantung relaksasi (saat jantung terisi darah).

    Jika hasil tes tersebut  90/60 (90 mm Hg per 60 mm Hg), artinya Anda memiliki tekanan darah rendah. Ada berbagai macam hal yang menyebabkan tekanan darah rendah, seperti kehamilan, alergi, faktor psikologi, atau masalah pada jantung.

    Meskipun tidak semua tekanan darah rendah merupakan kondisi serius, Anda tetap tidak boleh meremehkannya. Dalam kasus yang fatal, tekanan darah rendah bisa saja menyebabkan kematian.

     

     

     

    Sumber : Hellosehat