Tag: covid

  • Herbal Penunjang Daya Tahan Tubuh

    Sahabat, dengan situasi COVID-19 yang belum mereda hingga saat ini, ditambah adaptasi kebiasaan baru yang saat ini diterapkan membuat kita semua semakin berani beraktivitas diluar. Tidak ada salahnya, dengan syarat tentu tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 dan melakukan juga tindakan-tindakan pencegahannya. Salah satunya dengan menjaga daya tahan tubuh kita, ditambah mulainya kembali aktivitas tentu tubuh pun butuh penyesuaian.

     

    Mengutip dari laman CNN Indonesia, Ada beberapa rempah yang bisa Anda konsumsi untuk menambah daya tahan tubuh.

    1. Kunyit
    Kunyit merupakan salah satu rempah yang memiliki warna kuning yang khas. Rempah satu ini memiliki manfaat sebagai bumbu dapur, bahan pewarna kuning alami juga bahan ramuan jamu.

    Menurut Profesor Amir Soebandrio, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, kandungan kurkumin pada kunyit secara umum bisa meningkatkan kesehatan tubuh.

    “Karena ada beberapa kajian bahwa kurkumin punya efek misalnya menurunkan peradangan, ada yang menyebut efek antioksidan, itu semua pada intinya untuk meningkatkan kesehatan, daya tahan tubuh,” jelas Amir melalui sambungan telepon kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

    Anda bisa mengonsumsi kunyit dengan diparut dan diambil ekstraknya. Ada pula cara praktis dengan menyeduh kunyit bubuk atau tablet ekstrak kunyit yang tersedia di pasaran.

    2. Jahe
    Cuaca tak menentu kadang membuat tubuh mudah terserang penyakit. Jahe bisa Anda manfaatkan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

    “Senyawa gingerin pada jahe bisa untuk antiinflamasi atau radang flu, demikian juga beberapa antioksidan pada rempah untuk imunitas tubuh,” kata Profesor Dodik Briawan, ahli gizi masyarakat IPB lewat pesan singkat, Senin (2/3).

    Cukup rebus beberapa ruas jahe lalu minum air rebusannya. Selain memberikan efek hangat, jahe bisa meredakan batuk dan melegakan hidung tersumbat akibat pilek.

    3. Temulawak
    Seperti kunyit, temulawak juga mengandung kurkumin yang memberikan warna kuning pada rempah ini. Konsumsi temulawak pun diyakini bisa menyehatkan sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.

    Anda tentu masih ingat resep jamu ala Presiden Jokowi. Resepnya sederhana, cukup merebus temulawak, kunyit dan jahe. Selain menjaga daya tahan tubuh, temulawak juga mampu melindungi organ hati.

    4. Kayu manis
    Aroma khasnya membuat kayu manis banyak dimanfaatkan sebagai campuran masakan maupun kudapan. Kayu manis banyak mengandung kalsium, serat, vitamin B6, magnesium, zat besi, vitamin A, karbohidrat dan vitamin C.

    Kayu manis juga dikenal kaya akan antioksidan, antimikroba dan antiinflamasi sehingga rempah ini bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Jenis rempah ini biasa dikonsumsi dalam bentuk serbuk sebagai campuran minuman atau makanan. Kayu manis utuh pun bisa sebagai campuran pada rebusan jamu.

    5. Sereh
    Daun sereh berkaitan dengan kesehatan. Daun yang kerap dijadikan pelengkap bumbu masakan ini mengandung vitamin B, magnesium, kalium dan zat besi.

    Sereh bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan antioksidannya berperan melawan radikal bebas. Sereh memiliki beberapa jenis antioksidan seperti asam klorogenat, isoorientin, dan swertia japonin.

     

    Jadi Sahabat, tetap perhatikan apa yang kita konsumsi, kemana kita berkunjung, dengan siapa kita berinteraksi, selama masa adaptasi kebiasaan baru. Karena kita tidak pernah tahu ancaman ini tetap ada atau kapan ia berakhir, maka teruslah berikhtiar semoga Allah limpahkan kesehatan untuk kita semua.

     

    Referensi : CNN Indonesia

  • Sambut Ramadan di Tengah Pandemi COVID-19 dengan Tips Sehat dan Produktif Ini

    Ibadah puasa di tengah pandemi COVID-19 bisa jadi sebuah tantangan baru bagi yang menjalaninya. Kendati akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Ramadan tetap bisa kamu lalui dengan hikmat, kok, apalagi jika menerapkan tips-tips sehat dan produktif di bawah ini.

    Bulan puasa merupakan momen untuk memperbanyak ibadah dan silaturahmi, mulai dari sebelum matahari terbit hingga terbenam, maupun setelahnya. Kesehatan tubuh selama berpuasa sebulan penuh harus lebih dijaga agar ibadah ini bisa lancar, apalagi di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang.

    Hingga kini, sudah tercatat lebih dari 2 juta orang yang terinfeksi virus Corona di seluruh dunia. Virus yang menyerang sistem pernapasan ini memang sangat cepat menyebar dan mudah menimbulkan infeksi, khususnya pada orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

    Oleh karena itu, meski sedang fokus beribadah, kamu tidak boleh mengabaikan tindakan pencegahan penularan virus Corona. Selain itu, jaga juga daya tahan tubuh dan kesehatanmu selama berpuasa.

    Nah, agar tetap sehat dan produktif selama menjalani ibadah puasa di tengah pandemi COVID-19, terapkanlah beberapa tips berikut ini:

    1. Penuhi kebutuhan nutrisi dan cairan

    Saat berpuasa, kamu dilarang makan dan minum mulai dari subuh hingga isya. Agar tidak kekurangan energi serta vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, kamu perlu mengonsumsi makanan bergizi saat sahur maupun berbuka.

    Lengkapilah menu sahur dan buka puasamu dengan makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks sebagai sumber energi, protein yang dapat menjaga daya tahan tubuh, dan serat untuk melancarkan pencernaan. Selain itu, tetap minum air putih yang cukup, mulai dari berbuka puasa hingga sebelum sahur, agar tubuhmu tidak kekurangan cairan (dehidrasi).

    Walaupun menggiurkan, kurangi konsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, seperti makanan cepat saji (fast food), gorengan, dan makanan yang banyak mengandung gula. Kurangi juga konsumsi minuman yang manis serta minuman berkafein, seperti teh dan kopi, karena dapat memicu dehidrasi.

    2. Tetap aktif dan rutin olahraga

    Wajar bila kamu merasa lebih lemas dan lesu ketika berpuasa. Namun, ini bukan berarti puasa bisa menjadi alasan bagimu untuk bermalas-malasan sepanjang hari, ya. Meski sedang berpuasa, kamu harus tetap aktif bergerak dan berolahraga secara rutin.

    Lakukanlah olahraga 3–5 kali seminggu dengan durasi 15–30 menit. Pilih olahraga yang ringan dan tidak mengeluarkan terlalu banyak keringat, misalnya sit-up, yoga dengan gerakan yang santai, atau angkat beban ringan di rumah.

    Kalau kamu mau, berjalan santai di sekitar perumahan juga boleh, kok. Tapi kamu harus ingat, tetap terapkan physical distancing alias menjaga jarak dengan orang lain paling tidak 1–2 meter.

    Kalau daerah di sekitar rumahmu ramai, sebaiknya jangan dulu keluar rumah. Kamu bisa berjalan kaki di dalam rumahmu, mulai dari halaman depan rumah, teras, ruang tamu, lalu ke dapur. Bila rumahmu memiliki dua lantai, kamu juga bisa naik turun tangga. Jangan dianggap remeh, ini juga termasuk olahraga, lho.

    3. Jalani ibadah di rumah

    Ramadan memang erat dengan ibadah bersama di masjid. Namun, demi memutus rantai penularan COVID-19, di bulan Ramadan kali ini kamu dianjurkan untuk tetap menerapkan physical distancing. Jadi, sebaiknya kamu beribadah di rumah saja.

    Walaupun di rumah, kamu tetap bisa melakukan ibadah salat tarawih berjamaah dengan keluargamu, kok. Kamu juga bisa mengaji dan mendengarkan ceramah dari TV atau radio bersama-sama. Dengan begitu, kamu bisa makin dekat dengan keluarga, kan?

    4. Silaturahmi dengan cara lain

    Bulan puasa juga merupakan momen yang tak lepas dari kegiatan silaturahmi. Namun, di tengah merebaknya virus Corona seperti sekarang, lebih baik kamu menunda dulu berkumpul dengan sanak saudara atau kerabat secara langsung untuk mengurangi risiko penyebaran virus ini.

    Tapi, jangan sedih dulu. Dengan memanfaatkan telepon, gadget, dan koneksi internet, kamu tetap bisa bersilaturahmi dengan keluarga tanpa membuat mereka maupun dirimu sendiri berisiko terpapar virus Corona.

    Lagi pula, esensi dari silaturahmi tidak akan berkurang walaupun hanya melalui telepon, kok. Jika memiliki smartphone, kamu bahkan tetap bisa bertatap muka melalui video call.

    5. Istirahat yang cukup

    Selama bulan Ramadan, tidak sedikit orang yang bangun dini hari untuk melakukan salat. Banyak juga ibu rumah tangga yang bangun sangat awal untuk menyiapkan sahur. Jika kamu juga melakukannya, tetap usahakan agar waktu tidurmu tidak berkurang, ya.

    Meski terdengar sepele, cukup atau tidaknya waktu tidur dan istirahat sangat berpengaruh pada imunitas tubuh, lho. Bila kurang tidur dan banyak begadang, kamu bisa lebih mudah terinfeksi kuman penyakit, termasuk virus Corona.

    Jadi, supaya tetap sehat selama berpuasa, usahakan untuk tidur dan beristirahat yang cukup, ya. Kamu bisa mengganti waktu tidur malam yang kurang dengan tidur siang atau tidur lebih awal di malam hari.

    6. Urungkan niat untuk mudik

    Pemerintah telah memberikan imbauan untuk tidak mudik tahun ini. Tujuannya adalah agar kamu dan keluargamu tidak tertular atau tanpa sadar menularkan virus Corona dan membuat penyebarannya semakin luas.

    Mengurungkan niat untuk tidak mudik di bulan Ramadan kali ini tidak akan mengurangi kesucian bulan penuh berkah ini, kok. Kamu justru melakukan perbuatan yang baik karena melindungi keluargamu dan orang lain dari risiko terinfeksi virus Corona.

    Selain mencegah wabah COVID-19 di Indonesia semakin meluas, kamu juga jadi bisa berhemat, lho. Uang yang kamu persiapkan untuk ongkos mudik bisa kamu gunakan untuk kebutuhan lain atau mungkin bersedekah kepada orang-orang yang terkena dampak dari wabah ini.

    Kamu juga bisa menyimpan dulu uang tersebut dan menggunakannya untuk pulang kampung di lain kesempatan, ketika pandemi COVID-19 ini telah berakhir.

    Menjalani bulan Ramadan saat pandemi COVID-19 memang akan sangat berbeda dengan bulan-bulan Ramadan biasanya, terutama yang melibatkan silaturahmi dan ibadah bersama.

    Namun, perlu diingat bahwa hal ini dilakukan demi kepentingan orang banyak. Melindungi sesama pun merupakan bagian dari ibadah, kan?

    Dengan menerapkan tips-tips di atas selama bulan Ramadan yang akan segera tiba, kamu bisa tetap beribadah dengan lancar, sekaligus menjaga kesehatan dan menekan penyebaran virus Corona.

    Selain itu, jangan lupa untuk selalu melakukan tindakan pencegahan, seperti rutin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, mengenakan masker ketika sakit atau saat berada di luar rumah, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

    Jika kamu atau anggota keluarga di rumah mengalami gejala infeksi virus Corona, segera lakukan isolasi mandiri dan hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext. 9 untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

    Bila masih memiliki pertanyaan terkait penyakit COVID-19, kamu bisa chat langsung dengan dokter melalui aplikasi ALODOKTER. Di aplikasi ini, kamu juga bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit.

     

    Sumber : alodokter.com

     

  • Menjaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Virus Corona

    Pandemi virus Corona tidak hanya mengancam kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental setiap individu. Tidak hanya rasa takut, efek psikologis yang ditimbulkan pun bisa berdampak serius. Apa saja gangguan kesehatan mental yang dapat muncul dan bagaimana cara mengatasinya?

    Wabah infeksi virus Corona atau COVID-19 semakin meluas dan telah menjangkit lebih dari 190 negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, jumlah pasien positif COVID-19 bertambah dengan cepat.

    Hal tersebut tentu dapat menimbulkan rasa takut dan panik. Apalagi anjuran untuk diam di rumah serta kebijakan social distancing, yang kini disebut physical distancing, sedikit banyak menimbulkan jarak secara emosional antara keluarga, sahabat, rekan kerja, teman, atau umat persekutuan di tempat ibadah yang dapat saling memberi dukungan.

    Bagi sebagian orang, hal ini bisa dirasakan sebagai suatu tekanan atau beban yang sangat besar. Bila tidak dikendalikan, tekanan tersebut akan berdampak negatif pada kesehatan mental.

    Gangguan Kesehatan Mental Saat Pandemi Virus Corona
    Gangguan kesehatan mental yang terjadi selama pandemi dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti ketakutan terhadap wabah, rasa terasing selama menjalani karantina, kesedihan dan kesepian karena jauh dari keluarga atau orang yang dikasihi, kecemasan akan kebutuhan hidup sehari-hari, ditambah lagi kebingungan akibat informasi yang simpang siur.

    Hal-hal tersebut tidak hanya berdampak pada orang yang telah memiliki masalah kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan umum, namun juga dapat memengaruhi orang yang sehat secara fisik dan mental.

    Beberapa kelompok yang rentan mengalami stres psikologis selama pandemi virus Corona adalah anak-anak, lansia, dan petugas medis. Tekanan yang berlangsung selama pandemi ini dapat menyebabkan gangguan berupa:

    Ketakutan dan kecemasan yang berlebihan akan keselamatan diri sendiri maupun orang-orang terdekat
    Perubahan pola tidur dan pola makan
    Bosan dan stres karena terus-menerus berada di rumah, terutama pada anak-anak
    Sulit berkonsentrasi
    Penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan
    Memburuknya kesehatan fisik, terutama pada penderita penyakit kronis, seperti diabetes dan hipertensi
    Munculnya gangguan psikosomatis

    Tips Menjaga Kesehatan Mental Selama Pandemi Virus Corona
    Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi virus Corona:

    1. Melakukan aktivitas fisik
    Berbagai olahraga ringan, seperti lari kecil atau lompat di tempat, dapat Anda lakukan selama menjalani karantina di rumah. Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh Anda akan memproduksi hormon endorfin yang dapat meredakan stres, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood Anda.

    Latihan peregangan dan pernapasan juga dapat membantu Anda untuk menenangkan diri. Jangan lupa untuk berjemur di bawah sinar matahari pagi untuk meningkatkan sistem imun.

    2. Mengonsumsi makanan bergizi
    Konsumsilah makanan yang mengandung protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Beragam nutrisi tersebut dapat Anda peroleh dari nasi dan cereal, buah-buahan, sayuran, makanan laut, daging, kacang-kacangan, serta susu.

    Bukan hanya untuk menjaga kesehatan tubuh Anda, asupan nutrisi yang cukup juga dapat menjaga kesehatan mental Anda, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    3. Menghentikan kebiasaan buruk
    Bila Anda seorang perokok, cobalah hentikan kebiasaan buruk tersebut mulai dari sekarang. Merokok akan meningkatkan risiko Anda terinfeksi kuman penyakit, termasuk virus Corona. Selain itu, batasi juga konsumsi minuman beralkohol.

    Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol dapat mengganggu kesehatan fisik maupun mental Anda.

    Kebiasaan buruk yang juga perlu dihentikan adalah kurang beristirahat atau sering begadang. Jika kurang istirahat, Anda akan lebih mudah mengalami kecemasan dan mood Anda pun akan lebih tidak stabil.

    4. Membuat rutinitas sendiri
    Selama menjalani karantina di rumah, Anda bisa melakukan hobi atau aktivitas yang Anda sukai, misalnya memasak, membaca buku, atau menonton film. Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan tersebut juga dapat menghilangkan rasa jenuh.

    5. Lebih bijak memilah informasi
    Batasi waktu Anda untuk menonton, membaca, atau mendengar berita mengenai pandemi, baik dari televisi, media cetak, maupun media sosial untuk mengurangi rasa cemas.

    Meski begitu, jangan menutup diri sepenuhnya dari informasi yang penting. Pilah informasi yang Anda terima secara kritis dan bijak. Dapatkan informasi mengenai pandemi virus Corona hanya dari sumber yang terpercaya.

    6. Menjaga komunikasi dengan keluarga dan sahabat
    Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, teman, dan rekan kerja Anda, baik melalui pesan singkat, telepon, atau video call. Anda bisa menceritakan kekhawatiran dan kecemasan yang Anda rasakan. Dengan cara ini, tekanan yang Anda rasakan dapat berkurang sehingga Anda bisa lebih tenang.

    Bila Anda memang memiliki gangguan mental, konsumsilah obat-obatan yang telah diresepkan dokter secara rutin. Bila perlu, periksakan diri Anda ke dokter secara berkala agar dokter dapat memantau perkembangan kondisi Anda.

    Rasa takut dan cemas memang normal dirasakan selama masa pandemi seperti ini. Namun, cobalah untuk selalu berpikir positif dan bersyukur. Jika stres dan ketakutan yang Anda alami terasa sangat berat, jangan ragu berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater melalui fitur chat dengan dokter di aplikasi Alodokter.

    Sumber: hellosehat.com