Tag: bmkg

  • Gempa M 5,2 Terjadi di Laut Malaka NTT

    Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 terjadi di Pulau Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa berpusat di dalam laut dengan kedalaman 52 km.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat akun Twitter resminya, @infoBMKG, menyebut pusat gempa tersebut berada di 19 km barat daya Malaka.

    “Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG, Minggu (7/4/2019)

     

    Gempa ini berada di titik koordinat 9,68 Lintang Selatan (LS) dan 124,82 Bujur Timur (BT). Gempa terjadi pukul 9.18 WIB.

    Belum ada informasi perihal dampak gempa terhadap masyarakat.

     

    Sumber : news.detik.com

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Angin dan Petir di Jakarta, Bogor serta Depok

     Cuaca cerah berawan diprakirakan menyelimuti sebagaian besar wilayah Ibu Kota pagi ini, Minggu (31/5/2019).

    Sementara, siang harinya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebagian titik di Jakarta berpotensi diguyur hujan, angin kencang serta diwarnai petir.

    “Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Jaksel dan Jaktim pada siang, sore dan dini hari,” ungkap BMKG.

    Tidak hanya di Jakarta, potensi cuaca tak bersahabat juga diprediksi menyelimuti wilayah Bekasi, Bogor dan Depok.  Hujan ringan yang turun juga bakal diwarnai petir serta angin kencang.

    Namun, pagi ini, cuaca di ketiga kota cenderung cerah berawan, tapi tidak untuk kawasan Tangerang. BMKG mengungkap cuaca mendung akan menaungi wilayah Tangerang.

    Berikut perkiraan cuaca Jabodetabek selengkapnya yang dikutip dari laman resmi BMKG, Minggu (31/3/2019):

     Kota  Pagi  Siang  Malam
     Jakarta Barat  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
     Jakarta Pusat  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
     Jakarta Selatan  Berawan  Hujan Sedang  Hujan Ringan
     Jakarta Timur  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Berawan
     Jakarta Utara  Cerah Berawan  Berawan  Berawan
     Kepulauan Seribu  Cerah Berawan  Cerah  Hujan Ringan
     Bekasi  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
     Depok  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
     Bogor  Cerah Berawan  Hujan Ringan  Hujan Ringan
    Tangerang Berawan Berawan Hujan Ringan

     

    Sumber : Liputan6

  • BMKG Prediksi Kemarau Dimulai April

    Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Indra Gustari memprediksi sebagian daerah di Indonesia bakal mulai masuk periode musim kemarau pada April 2019. BMKG mengimbau daerah tersebut mempersiapkan diri menghadapi kemarau.

    “Kami sudah menyatakan bahwa potensi musim kemarau tahun 2019 ini akan dimulai di bulan April. Walau pun sebagian wilayah yang lain akan mulai pada bulan Mei,” kata Indra saat konferensi pers di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (29/3).

    Ia mengingatkan musim kemarau lebih awal patut dipersiapkan oleh wilayah yang mengalaminya. Di antara wilayah tersebut yaitu Sumatera bagian utara dan tengah, Riau Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur. Pasalnya kehadiran kemarau di wilayah itu terjadi lebih dulu ketimbang daerah lain yang baru mengalami kemarau pada Mei 2019.

    “Di wilayah itulah potensi kebakaran hutan dan lahannya lebih besar karena sifatnya sangat kering. Puncak musim kemaraunya antara Agustus atau September dari perkiraan kami,” paparnya.

    Selain itu, ia memperkirakan el nino berpeluang muncul pada tahun ini. Indikatornya, kata dia terdeteksi dari sejumlah wilayah yang sudah lama tidak turun hujan.

    “Beberapa tempat yang sudah lama tidak mendapatkan hujan memicu titik api di lahan gambut atau hutan. Riau memang tipe iklimnya berbeda, puncak hujan hanya terjadi dua kali, awal April dan November,” ujarnya.

     

     

    Sumber : republika

  • 22 Orang Luka Akibat Gempa Solok

    Posko Kesehatan Sungai Kunyit, Kabupaten Solok Selatan, Sumbar mencatat sebanyak 22 orang mengalami luka ringan seperti luka robek di kepala akibat gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,8 skala richter (SR). Gempa yang terjadi Kamis (28/2) masih diikuti  gempa susulan bermagnitudo 5,3 SR.

    “Semua korban luka sudah ditangani oleh petugas di lapangan baik yang di Puskesmas maupun di posko kesehatan,” kata Kepala Puskesmas Mercu Doni Hendra, di Padang Aro.

    Dia mengatakan korban luka paling banyak berada di Sungai Kunyit. Sedang di sana hanya ada satu unit Puskesmas Pembantu dengan satu petugas.

    Sekarang ini Puskesmas Pembantu Sungai Kunyit juga rusak akibat gempa sehingga tidak digunakan. Posko kesehatan terpaksa dibuat di halaman. “Karena petugas pustu cuma satu orang kami mengirimkan empat petugas tambahan dari Puskesmas untuk melayani warga yang terdampak,” ujarnya.

    Selain itu di Puskesmas Mercu tetap ada petugas yang melayani sehingga semua korban gempa di wilayah Puskesmas Mercu dapat terlayani dengan baik. Dia menambahkan, sampai saat ini semua korban masih bisa ditangani oleh posko kesehatan maupun Puskesmas Mercu.

    “Belum ada yang kami rujuk karena semua masih bisa ditangani,” ujarnya.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan, Sumatera Barat mengatakan hasil pendataan sementara ada 40 rumah di Kecamatan Sangir Balai Janggo rusak sedang hingga berat akibat dua gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah itu, Kamis.

    Menurut BMKG Padang Panjang pusat gempa bumi pertama bermagnitudo 4,8 berada di darat pada koordinat 1,59 Lintang Selatan dan 101.27 Bujur Timur, tepatnya 19 kilometer Barat Daya Kabupaten Solok Selatan, pada kedalaman 11 kilometer. Gempabumi yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan ini, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, merupakan jenis gempabumi tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang terjadi akibat aktivitas Zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone) tepatnya pada pertemuan segmen Suliti dan Siulak.

    Sementara sesuai laporan dari masyarakan goncangan tersebut dirasakan di Solok Selatan berkisar II Skala Intensitas Gempabumi BMKG (SIG-BMKG) atau antara II-III MMI.

    Sementara gempa susulan menurut BMKG memiliki kekuatan magnitudo 5,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,4 Lintang Selatan dan 101,53 Bujur Timur. Lokasi gempa tepatnya di darat pada jarak 36 kilometer arah timur laut Kota Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat pada kedalaman 10 kilometer.

    “Info data sementara gempa Solok Selatan mengakibatkan rumah rusak sedang 36 unit dan rusak berat empat unit,” kata Kalaksa BPBD setempat, Johny Hasan Basri. Untuk rumah warga yang banyak terdampak saat ini berada di Nagari Talunan Maju yaitu 30 unit rusak sedang dan Nagari Sungai Kunyit 10 unit dengan rusak sedang enam unit, dan rusak berat empat.

     

    Sumber : republika

  • Rabu Pagi, Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa 5,0 SR

    Gempa bumi tektonik 5,0 SR mengguncang Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Provinsi Maluku, pada Rabu (16/1) pagi pukul 08.40 WIT. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

    “Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6,93 LS – 128.97 BT dengan kedalaman 10 KM. Tepatnya di 109 KM  Barat Laut Tepa, 238 KM Timur Laut Kisar dan177 KM Timur Laut Tiakur, ibu kota kabupaten Maluku Barat Daya)MBD) serta 283 KM Barat Laut Saumlaki, ibu kota kabupaten MTB, ” kata Kepala BMKG Kelas I Ambon, Sunardi.

    Menurutnya, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami, dan sampai saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan. Hasil monitoring BMKG juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

    “Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” katanya.

    Data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Ambon sebanyak 1.587 kali gempa bumi mengguncang Provinsi Maluku sepanjang 2018. Sepanjang 2018 tercatat sebanyak 1.587 kali gempa bumi mengguncang provinsi Maluku, 61 kali diantaranya dirasakan tetapi tidak menimbukan kerusakan fasilitas lainnya. Gempa yang terjadi di wilayah Maluku disebabkan adanya aktifitas pelepasan energi di zona tumbukan lempeng serta di zona-zona patahan aktif yang ada di wilayah Maluku.

    Walaupun terjadi gempa bumi yang cukup banyak, tetapi gempa yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan dan berpotensi tsunami. Maluku merupakan wilayah yang rawan gempa dan tsunami, karena berada pada pertemuan tiga lempeng besar, yakni Pasifik, Indo Australia, dan Eurasia.

    Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia dan bertemu lempeng Pasifik. Pertemuan dua ini membuat terjadinya patahan yang tidak beraturan.

     

     

    Sumber : republika

  • Gempa Terasa di Kulonprogo Jumat Subuh

    Gempa bumi (ilustrasi)

    Gempa bumi (ilustrasi)

    Gempa tersebut memiliki magnitudo 5,1 skala richter.

    Gempa bumi dirasakan masyarakat Kabupaten Kulonprogo, DI Yogyakarta, Jumat (30/11) pagi. Getaran yang diakibatkan gempa bisa dirasakan sekitar pukul 03.42 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa tersebut memiliki magnitudo 5,1 skala richter.

    Gempa terjadi di kedalaman 18 kilometer. Titik gempa tepatnya berada di 8.84 lintang selatan dan 109.74 barat timur. Lokasi gempa berada di 122 kilometer sebelah barat daya Kabupaten Kulonprogo.

    BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami. Namun, gempa yang terjadi beberapa saat menjelang kumandang azan subuh sempat mengagetkan masyarakat. Utamanya, masyarakat yang hendak menuju masjid untuk melaksanakan ibadah shalat subuh.

    Salah satu warga Kecamatan Wates, Rossi, mengaku sempat merasakan gempa. “Pas mau berangkat (ke masjid) berasa getar, tapi sebentar sehabis itu sudah tidak lagi,” kata Rossi kepada Republika.co.id, Jumat (30/11) pagi.

    Meski begitu, jarak gempa memang cukup jauh dari pusat DIY. Karenanya, gempa hampir tidak dirasakan masyarakat yang berada di kabupaten/kota lain di DIY.

     

     

    Sumber : Republika