Tag: bandung

  • Jalan Dayeuhkolot-Banjaran Masih Belum Bisa Dilintasi

    Banjir yang merendam pemukiman di tiga kecamatan yaitu Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Kabupaten Bandung masih terjadi. Akses jalan Dayeuhkolot-Banjaran yang masih terendam banjir, meski ketinggian banjir relatif menurun.

    Berdasarkan pantauan, akses jalan di Dayeuhkolot tepatnya di depan pabrik Metro masih terendam banjir dengan ketinggian paha orang dewasa. Kendaraan roda dua dan empat pun masih belum bisa melintas. Namun, sebagian banjir di wilayah tersebut sudah ada yang surut.

    Sementara akses jalan di Dayeuhkolot, tepatnya di depan Masjid Ashopia masih terendam banjir dengan ketinggian paha orang dewasa. Dibandingkan kemarin, ketinggian banjir relatif menurun. Meski begitu kendaraan belum ada yang bisa melintas.

    Beberapa pengendara motor memaksakan melewati jalur tersebut dengan cara didorong. Sebagian yang berhasil melintas bisa menyalakan motor. Namun sebagiannya lagi ada yang mogok karena terendam.

    Salah seorang warga Kampung Ciputat, RT 04 RW 06, Kelurahan Baleendah, Ipan (28) mengaku rumahnya terendam banjir dengan ketinggian mencapai leher orang dewasa satu pekan lalu. Namun kondisinya saat ini ia mengaku belum tahu karena belum mengecek kembali.

    “Terima saja (banjir) jadi biasa,” ujarnya saat ditemui di Dayeuhkolot, Rabu (10/4). Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi bagi sebagian orang menjadi ladang rezeki. Namun bagi sebagiannya lagi menjadi bencana.

    “Saya mah biasa saja, soalnya mau melampiaskan mau ke mana,” ungkapnya. Ia mengaku sedih dengan kondisi saat ini yang masih banjir namun tidak bisa berbuat apa-apa.

    Salah seorang pengendara motor, Tria mengaku nekad menerobos banjir seban harus mengejar waktu ke tempat kerja di Palasari, Dayeuhkolot. Ia sendiri mengaku berangkat dari Banjaran. “Banjir masih sepaha, nekad saja terobos soalnya mau kerja,” katanya.

     

    Sumber : republika

  • Empat Polisi Ditusuk Terduga Teroris di Bandung

    Mabes Polri membenarkan kabar empat anggotanya mengalami luka tusuk. Mereka terluka saat hendak melakukan penangkapan terduga teroris di Bandung pada Kamis (4/4).

    “Empat anggota Polri terluka saat melakukan upaya penangkapan terduga pelaku teroris di Jawa Barat,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi Republika, Jumat (5/4)

    Menurutnya penusukan tersebut terjadi saat polisi menggerebek terduga pelaku berinisial SHS di kampung Cibungur, Desa Batu Jajar Timur, Batu Jajar, Bandung Barat, Kamis 4 April 2019 pagi. Dalam penggerebekan tersebut terangnya, polisi mengedepankan pendekatan persuasif dan pelaku pun menyerahkan diri. Namun ternyata SHS hanya berpura-pura menyerahkan diri untuk bisa melukai anggota polisi tersebut.

    Mereka yang mengalami luka tusuk di antaranya, Bripka Pepen Hanafiah, Bripda Ahmad Krisna, Bharatu Danang. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit di Bandung untuk mendapatkan pertolongan medis.

    “Saat ini masih dirawat di rumah sakit dan kondisinya sudah membaik,” kata Dedi

    Setelah melakukan penggerebekan terdakwa SHS, polisi kembali melakukan penangkapan terhadap istri SHS yang juga duga terpapar paham radikal. Dari upaya penangkapan tersebut polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Namun Dedi belum bisa menyebutkan apa saja barang bukti yang disita oleh Densus 88.

    “Belum ada rilis dari Densus, masih dalam pemeriksaan,” kata Dedi

     

     

    Sumber : republika

  • Harga Gula Pasir di Pasar Tradisional di Kab Bandung Naik

    Harga gula pasir di pasar tradisional Soreang, Kabupaten Bandung mengalami kenaikan. Barkah (24), salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Soreang mengaku saat ini membeli gula pasir seberat 50 kg dengan harga Rp 510.000 dari pasar Induk. Padahal, biasanya, ia membeli bahan pokok tersebut sebesar Rp 485.000.

    “Saya jual ke konsumen sekarang Rp 12.500 hingga Rp 13.000 perkilogram. Biasanya Rp 11.000,” ujarnya saat ditemui di pasar tradisional Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (15/3).

    Menurutnya, penyebab kenaikan harga ditengarai karena jelang puasa Ramadhan. Tak hanya gula, beras dan telur pun mengalami kenaikan meski tidak signifikan.

    “Harga beras ada yang naik. Jenis beras Jember, dari Rp 10.500 perkilogram menjadi Rp 10.700 perkilogram,” katanya.

    Sementara Aldi (19), pedagang telur mengungkapkan harga telur satu pekan terakhir mengalami kenaikan dengan harga Rp 21.500 perkilogram.

    “Sekarang turun dan relatif normal. Tapi tiga minggu ke depan kata penyalur kemungkinan harga naik. Kemungkinan karena mau puasa,” katanya.

     

     

    Sumber : republika

  • Belasan Motor Warga Mogok Akibat Memaksa Terobos Banjir

    Belasan pengendara motor yang memaksakan melintasi jalur Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung tepatnya di depan pasar Dayeuhkolot yang terendam banjir mengalami mogok. Ketinggian banjir di jalur tersebut mencapai lutut orang dewasa. Meski banjir, kendaraan roda dua dan roda empat tetap memaksakan melintasi jalur tersebut.

    Berdasarkan pantauan, banjir di Cileuncang merendam Jalan Dayeuhkolot tepatnya di depan pabrik metro. Kemudian di depan Pasar Dayeuhkolot, banjir Cileuncang merendam jalan. Pengendara motor yang memaksakan melintas banyak yang mengalami mogok.

    Sementara itu di jalan Siliwangi, perbatasan Dayeuhkolot-Baleendah terendam banjir dan tidak bisa diakses kendaraan serta di jalan Andir-Katapang. Salah seorang pengendara motor asal Babakan Ciheulang, Ciparay, Iqbal mengaku terpaksa melintasi jalur yang terendam banjir. Sebab dia harus berangkat menuju ke tempat kerjanya di Jalan Mochamad Toha, Kota Bandung. Namun, akibat memaksakan, motor miliknya mengalami mogok.

    “Saya mau ke Moch Toha, kerja. Memaksakan saja lewati banjir tapi akhirnya mogok. Tiap banjir begini bikin sulit pengendara yang ingin melintas,” ujarnya saat ditemui di Jalan Dayeuhkolot, Rabu (6/3).

    Dia memilih jalur Dayeuhkolot karena lebih cepat meski jalannya terendam banjir. Sementara itu, jika melewati Bojongsoang macet dan akhirnya akan terlambat sampai ke tempat kerja. “Kalau ke Bojongsoang berangkat jam 7 nyampai jam 11 karena macet. Orang semua lewat sana,” katanya.

    Ia mengaku sering terganggu tiap berangkat melalui jalan Baleendah dan Dayeuhkolot yang terendam banjir. Iqbal berharap agar permasalahan banjir di Kabupaten Bandung bisa segera terselesaikan dan tertanggulangi.

    Salah seorang pengendara lainnya asal Rencong, Banjaran, Doni (28) mengaku terganggu tiap banjir merendam jalan di wilayah Baleendah dan Dayeuhkolot. Tiap banjir menutup akses jalan, ia mengaku harus mencari alternatif jalan agar bisa menuju Bandung atau ke rumahnya di Rencong. “Biasanya saya lewat Cibaduyut atau Bojongsoang,” katanya. Dia mengungkapkan, banjir merendam jalan terjadi sejak Selasa (5/3) malam.

     

     

    Sumber : republika