Tag: bahaya tidur terlalu lama

  • Inilah 7 Alasan Agar Anda Tetap Bangun Pagi

    Ada pepatah yang mengatakan bahwa jangan bangun kesiangan agar rezeki tidak dipatok ayam. Bangun pagi disarankan karena dianggap dapat mempengaruhi kelancaran rezeki.

    Pepatah tersebut ada benarnya. Bangun pagi merupakan salah satu tanda bahwa Anda orang yang rajin.

    Seorang pria telah bangun pagi

    Meski begitu bangun pagi juga memiliki manfaat untuk tubuh kita. Diantara  manfaat tersebut adalah :

    1.Menghirup udara segar :

    Kalian pasti sadar betapa pentingnya udara yang kita hirup setiap harinya, bukan? Bangun pagi memberi kesempatan tubuh untuk menghirup udara segar dengan tingkat polusi rendah. Udara yang kita hirup saat pagi hari memberikan manfaat yang lebih baik dibanding udara yang kita hirup saat siang hari. Pada saat siang hari, udara yang kita hirup sudah tercampur denga asap kendaraan bermotor, asap pabrik, dan debu yang terbawa oleh angin. Selain itu, pada saat pagi hari tumbuhan di sekitar kita masih menghasilkan oksigen yang belum terkontaminasi oleh apapun, dan hal ini sangat bermanfaat bagi kesehatan paru-paru kita. Itulah pentingnya menghirup udara di pagi hari.

    2. Memaksimalkan fungsi otak : 

    Bangun pagi akan memaksimalkan fungsi otak karena oksigen yang kita hirup masih terbilang segar, kualitas oksigen yang baik ini akan memaksimalkan fungsi kerja otak. Kebiasaan bangun di pagi hari dapat memaksimalkan fungsi otak karena aliran oksigen ke otak menjadi lancar, sehingga kamu akan terhidar dari berbagai masalah yang berkaitan dengan otak seperti mudah lupa, dan daya ingat yang rendah. Gak mau kan kalau kita yang masih muda ini jadi mudah lupa karena jarang bangun pagi?

    3.Mencegah kerusakan paru – paru : 

    Oksigen di pagi hari juga berguna untuk mencegah kerusakan paru-paru dan berbagai macam penyakit lainnya. Pada pagi hari, menjelang fajar menyingsing, udara masih mengandung gas ozon yang baik untuk mencegah kerusakan paru-paru.

    4.Paparan sinar matahari menyehatkan :

    Cahaya matahari pagi yang hangat sangat penting untuk tubuh. Sinar mentari pagi kaya vitamin D yang baik untuk pertumbuhan dan kekuatan tulang. Dengan memperoleh matahari pagi, kamu bisa mencegah terjadinya osteoporosis atau pengeroposan tulang. Selain itu, matahari pagi juga baik untuk kesehatan kulit karena tidak mengandung sinar ultraviolet yang bisa memicu kanker kulit.

    5.Mengusir stres :

    Kesegaran udara pagi, hangatnya matahari dan suasana yang masih cukup tenang membuat mood lebih baik. Dengan menikmati suasana pagi yang segar, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang membuat suasana hati lebih baik. Sehingga kamu bebas stres dan lebih semangat menghadapi tantangan hari itu. Peneliti dari Roehampton University di Inggris juga menyimpulkan kalau bangun pagi membuat tubuh lebih sehat, mood yang baik, dan membuat orang memiliki indeks massa tubuh ideal. “Mereka yang bangun pagi cenderung lebih sehat dan lebih bahagia,” ungkap peneliti Dr Joerg Huber, yang dikutip melalui Medicmagic.

    6.Dapat menyempatkan diri untuk sarapan :

    Banyak orang melewatkan sarapan dengan alasan tak ada waktu. Padahal sarapan sangat penting untuk menyuplai energi tubuh dan fungsi kerja otak. Tanpa sarapan, tubuh akan lemas dan kurang energy. Otak pun tak dapat bekerja dengan optimal. Jika kamu bangun pagi, tentu tak perlu melewatkan sarapan. Kamu akan punya lebih banyak waktu untuk menyiapkan sarapan dan bekal ke kantor.

    7.Lebih Produktif :

    Bangun pagi membuat seseorang lebih produktif. hal ini karena orang yang bangun lebih pagi memiliki waktu untuk menyiapkan pekerjaan, sementara orang lain masih tertidur. Mereka memiliki waktu yang hening dan baik digunakan untuk berkonsentrasi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh profesor biologi di University of Education di heidelberg menemukan bahwa orang yang bangun lebih pagi memiliki energi yang lebih banyak.

    Tips Mudah Bangun Pagi

    Sayangnya tidak semua orang bisa bangun pagi dengan mudah. Kalau Anda salah satunya, tips berikut ini mungkin bisa membantu Anda bangun pagi.

    • Matikan lampu dan benda elektronik

    Cahaya yang terang dari lampu sebelum tidur dapat mengurangi dan memperlambat produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu kita merasa mengantuk. Demikian juga cahaya dari ponsel, komputer, laptop, dan TV. Disarankan untuk mematikan sumber cahaya paling tidak satu jam sebelum tidur.

    • Ketahui jam tidur yang dibutuhkan

    Orang dewasa rata-rata membutuhkan tidur selama 7-9 jam sehari, tapi ada juga yang bisa segar bugar walau tidur hanya 6 jam. Sebaiknya cari tahu berapa banyak jam tidur yang diperlukan bagi tubuh Anda. Setelah itu tetapkan jam berapa Anda harus bangun. Misalnya jika Anda butuh 8 jam tidur dan harus bangun pukul 05.00, disarankan sudah tidur pukul 21.00.

    • Taruh alarm di tempat yang tidak mudah dijangkau tangan

    Ketika mendengar alarm berbunyi, hal yang pertama yang sering dilakukan yaitu mematikannya. Apalagi jika alarm ditaruh di bawah bantal atau di meja samping tempat tidur. Untuk menyiasati hal tersebut, tempatkan alarm agak jauh, sehingga mengharuskan Anda bangun untuk mematikan alarm.

    • Langsung bangun

    Setelah alarm dimatikan, segera duduk di tempat tidur dan gerak-gerakkan kaki Anda. Kemudian ambil napas dalam-dalam sebanyak 3-4 kali agar Anda lebih siap bangun dari tempat tidur dan melakukan aktivitas.

    • Minum kafein

    Kopi, teh hitam, teh hijau memiliki manfaat kafein yang mampu meningkatkan hormon serotonin dan dopamin, menaikkan mood dan energi, serta membantu lebih fokus.

    Biasakan sarapan, melakukan meditasi, dan rutin berolahaga juga dapat membantu membuat bangun pagi menjadi hal yang lebih menyenangkan. Bagi sebagian orang, bangun pagi memang tidak mudah. Namun mengingat banyaknya manfaat yang bisa diambil, Anda bisa bangun pagi mulai dari sekarang agar tubuh menjadi lebih sehat dan semangat menjalani aktivitas sehari-hari.

    Semoga bermanfaat!

     

    Sumber :

    http://blog.benscrub.com/fakta-manfaat-kesehatan-bangun-pagi/

    https://www.alodokter.com/manfaat-bangun-pagi-dan-cara-mudah-melakukannya

  • Bahaya Tidur Terlalu Lama

    Secara umum, tidur adalah cara terbaik untuk memulihkan kondisi tubuh agar jadi bugar lagi. Khususnya ketika tidur di malam hari, untuk bisa beraktivitas esok harinya. Kurang tidur bisa membuat kita sulit berkonsentrasi, menurunkan daya analisis, menghambat kreativitas, sampai memicu timbulnya penyakit-penyakit tertentu.

    Setiap orang memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda, tergantung pada usia, aktivitas sehari-hari, gaya hidup, serta kondisi kesehatan. Waktu tidur ideal untuk orang dewasa antara 7 sampai 9 jam, sedangkan lanjut usia (lansia) membutuhkan waktu tidur ideal sekitar 7 hingga 8 jam. Meski demikian, kebutuhan tidur bisa berubah, tergantung seberapa baik kualitas tidur Anda.

    Kenapa kita bisa tidur terlalu lama?

    Para peneliti menjelaskan ada dua faktor yang bikin kita bisa tidur terlalu lama (terlalu lama di sini adalah lebih dari 9 jam), yaitu depresi dan status sosioekonomi rendah. Keduanya memberikan efek pada kondisi kesehatan kita secara langsung maupun tidak langsung.

    Orang yang memiliki status sosioekonomi rendah atau orang kurang mampu biasanya menghindari pergi ke rumah sakit atau ke dokter karena biaya yang mahal. Akibatnya, mereka cenderung mengabaikan gejala-gejala tubuh yang menandakan penyakit serius lain, yang salah satunya mungkin menyebabkan mereka tidur terlalu lama.

    Tapi pada dasarnya, waktu tidur kita juga tergantung pada usia dan tingkat aktivitas kita, juga dengan kondisi tubuh dan kebiasaan gaya hidup. Bagi orang yang menderita hypersomnia, tidur terlalu lama bukan diakibatkan kemalasan, namun memang merupakan gangguan medis.

    Hypersomnia membuat orang perlu tidur sangat lama, yang tidak bisa digantikan dengan tidur siang. Maka dari itu, ketika tidur malam, orang yang menderita hipersomnia butuh waktu yang lebih lama dibandingkan orang normal. Akibatnya, mereka bisa mengalami gejala kecemasan, loyo, dan masalah ingatan karena waktu tidur yang sangat lama.

    Sleep apnea obstruktif, gangguan yang menyebabkan seseorang untuk berhenti bernafas sejenak saat tidur, juga bisa membuat meningkatnya kebutuhan untuk tidur. Ini karena sleep apnea mengganggu siklus tidur normal.

    Bagaimana dengan terlalu banyak tidur?

    Mungkin di antara Anda ada yang berpikir “mana mungkin?” karena merasa selalu kurang tidur. Coba Anda ingat-ingat, padatnya jadwal seringkali membuat Anda harus tidur larut malam dan bangun pagi. Karenanya, akhir pekan merupakan waktu dimana Anda ‘balas dendam’ dengan tidur seharian. Hati-hati, karena inilah efek dari waktu tidur yang terlalu lama. Seperti dilansir dari HuffingtonPost.com, Senin (16/2/2015).

    1. Tidur terlalu banyak bisa meningkatkan resiko depresi

      studi pada tahun 2014 membuktikan, seseorang yang tidur terlalu lama mengalami peningkatan gejala depresi. Partisipan studi yang tidur selama tujuh sampai sembilan jam semalam terbukti mengalami 27 persen gejala depresi, sedangkan mereka yang tidur lebih dari sembilan jam mengalami 49 persen.

    2. Bisa melemahkan fungsi otak

      Studi pada tahun 2012 menemukan bahwa diantara wanita usia lanjut, tidur terlalu lama memperburuk fungsi otak pada jangka waktu 6 tahun.

    3. Akan susah hamil

      Tahun 2013 lalu, sebuah tim riset asal Korea menganalisis kebiasaan tidur pada 650 wanita yang mengikuti perawatan kesuburan. Hasilnya, jumlah kehamilan tertinggi ditemukan pada kelompok wanita yang tidur selama tujuh sampai delapan jam per malam, dan terendah pada kelompok wanita yang tidur lebih dari sembilan jam. Waktu tidur memang mempunyai pengaruh pada perubahan hormon dan siklus menstruasi.

    4. Meningkatkan resiko diabetes

      Dalam sebuah penelitian dari Quebec, tim riset menemukan bahwa orang-orang yang tidur lebih dari delapan jam per malam memiliki resiko terkena diabetes tipe dua dibanding mereka yang lebih singkat waktu tidurnya.

    5. Bisa mengakibatkan naiknya berat badan

      Tim riset yang sama juga memantau berat badan para orang dewasa Quebec selama enam tahun tersebut. Hasilnya, mereka yang tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak rata-rata mengalami kenaikan berat badan sebanyak 5 kilogram, walaupun aktifitas fisik dan asupan makanannya sama.

    6. Bisa berakibat pada jantung

      Menurut riset yang dilakukan oleh American College of Cardiology tahun 2012 lali, tidur lebih dari delapan jam per malam mempunyai kaitan dengan meningkatnya resiko masalah jantung. Riset itu mengumpulkan lebih dari 3000 orang dan menemukan bahwa mereka yang tidur lama memiliki resiko terkena angina dua kali lebih banyak.

    7. Tidur terlalu banyak bisa mengakibatkan kematian lebih awal

      Dirangkum dari 16 studi berbeda pada tahun 2010, riset menunjukkan ada peningkatan resiko kematian lebih awal, dari keseluruhan kasus, pada mereka yang tidur terlalu sedikit atau terlalu banyal. Tidur lebih dari 8 jam per malam diasosiasikan dengan 1,3 kalo resiko kematian lebih banyak diantara 1.382.999 partisipan.

    Terlalu banyak tidur juga menimbulkan efek yang kurang lebih sama dengan kurang tidur. Ditambah lagi, kurang tidur juga meningkatkan risiko berbagai penyakit, bahkan kematian.

    1. Cepat lupa

    Tidur baik untuk memperkuat kemampuan mengingat. Namun, kalau Anda tidur lebih dari 9 jam per hari, Anda justru akan merasakan dampak sebaliknya. Tidur berlebihan atau terlalu lama akan memperlambat fungsi sel otak, sehingga memperlihatkan tanda-tanda kepikunan.

    1. Depresi

    Banyak studi yang mempelajari masalah ini, bahkan para ahli menyebutkan 15% penderita depresi suka tidur terlalu lama. Beberapa di antaranya menyatakan penderita depresi cenderung tidur lebih lama daripada orang normal. Sayangnya, tidur terlalu lama juga memperburuk masalah depresi orang tersebut.

    1. Sakit punggung

    Orang yang tidur terlalu lama cenderung bisa lebih sering menderita sakit punggung, kecuali bila tidur di kasur khusus yang disesuaikan dengan kondisi tubuhnya. Namun, bila Anda merasa tidak nyaman dan takut keadaan semakin buruk, sebaiknya Anda segera periksakan diri Anda ke dokter.

    1. Gangguan mental

    Depresi dan gangguan tidur seperti insomnia memiliki hubungan yang erat. Namun, sebanyak 15% penderita depresi juga mengalami masalah tidur terlalu lama. Tidur terlalu lama lebih sering terjadi pada penderita depresi dari usia dewasa muda atau mereka yang memiliki gangguan bipolar. Selain itu, tidur terlalu lama juga dapat menyebabkan gangguan memori, kecemasan, dan mudah lelah.

    Bagaimana caranya agar tidak tidur terlalu lama?

    Para ahli merekomendasikan Anda untuk bisa mengatur jam tidur dan jam bangun Anda pada waktu yang sama setiap hari. Mereka juga merekomendasikan Anda untuk mengurangi konsumsi kafein dan alkohol menjelang waktu tidur.

    Berolahraga secara teratur dan membuat kamar tidur Anda nyaman, bisa membuat tidur Anda lebih enak dan berkualitas, serta membantu Anda tidur dengan waktu normal.

    Pentingnya Memperhatikan Kualitas Tidur

    Untuk mendapatkan manfaat tidur yang sesungguhnya, maka kualitas tidur Anda harus diperbaiki. Tidur yang berkualitas belum tentu lama. Sebaliknya, tidur yang terlalu lama belum tentu berkualitas.

    Di bawah ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas tidur Anda, sehingga Anda terhindar dari bahaya tidur terlalu lama.

    1. Membuat jadwal tidur

      Pastikan Anda tidur tepat waktu dan usahakan bangun sebelum matahari terbit. Patuhi jadwal itu, termasuk saat akhir pekan.

    2. Olahraga secara rutin

      Manfaat olahragadapat membantu Anda memperbaiki pola tidur sekaligus memperbaiki kualitas kesehatan Anda secara keseluruhan. Tetapi hindari olahraga sesaat sebelum tidur.

    3. Hindari kafein dan alkohol

      Sebaiknya enam jam sebelum tidur, tidak lagi mengonsumsi kafein. Selain kopi, kafein yang perlu dihindari juga termasuk teh, soda dan cokelat. Selain itu, hindari juga alkohol karena dapat menyebabkan Anda terbangun tengah malam atau mimpi buruk saat tidur.

    4. Buat suasana kamar tidur yang nyaman

      Kondisi kamar sangat berpengaruh terhadap kualitas tidur Anda. Cobalah mulai mengatur kamar, mulai dari mengatur suhu, suara, dan cahaya lampu tidur. Agar tidur terasa nyaman, pastikan kasur Anda juga nyaman. Alat elektronik, seperti telepon seluler (ponsel), sebaiknya dimatikan minimal 2 jam sebelum tidur. Alat-alat tersebut dapat mengganggu jam tidur Anda.

    5. Batasi jam tidur siang

      Kebiasaan tidur siangbisa memengaruhi tidur malam. Membatasi jam tidur siang bisa membantu Anda menjaga kualitas tidur Anda pada malam hari.

    6. Tenangkan pikiran

      Agar tidur Anda berkualitas, usahakan agar selalu menenangkan pikiran Anda. Hindari kebiasaan memikirkan hal-hal yang berat sebelum tidur.

    Jika Anda sering tidur terlalu lama dan mulai terasa terganggu dengan kebiasaan itu, lebih baik segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan jalan keluar untuk mengatasinya, agar Anda bisa terhindar dari berbagai bahaya tidur terlalu lama.

    Semoga bermanfaat.

     

     

    Sumber :

    Hellosehat.com

    Alodokter.com

    Liputan6.com