Tag: ayam

  • Makan Daging Kambing Menyebabkan Hipertensi, Mitos/Fakta?

    Banyak yang menghindari makan daging kambing karena takut tensi darahnya naik. Padahal daging kambing tetap lebih baik daripada daging sapi dan daging ayam, sehingga bahkan dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh penderita darah tinggi sekalipun. Lalu, dari mana asalnya mitos makan daging kambing bikin tekanan darah naik? Berikut penjelasannya.

    Kolesterol daging kambing lebih rendah dibanding ayam dan sapi

    Mengonsumsi daging kambing tidaklah bermasalah, asalkan tidak secara berlebihan. Kadar kolesterol setiap daging berbeda-beda. Berikut adalah jumlah kolesterol pada setiap 100 gram jenis daging:

    • Daging kambing mengandung 75 mg kolesterol.
    • Daging domba mengandung 110 mg kolesterol.
    • Daging sapi (potongan sirloin) mengandung sekitar 90 miligram, sedangkan daging sapi tanpa lemakmengandung 65 miligram kolesterol.
    • Daging dada ayam tanpa kulit mengandung 85 mg kolesterol.
    • Paha ayam mengandung 135 mg kolesterol.

    Jika dibandingkan dengan daging domba, daging sapi berlemak, dan dada atau paha ayam, sebenarnya daging kambing justru mengandung lebih sedikit kolesterol.

    Tidak benar bahwa makan daging kambing menyebabkan hipertensi

    Daging merah sudah sepatutnya dihindari untuk dikonsumsi terlalu banyak, mengingat jumlah kandungan lemak jenuhnya yang cukup tinggi. Lemak jenuh telah lama dikenal dapat meningkatkan kolesterol dan memicu penyakit jantung. Oleh karena itu, asupan lemak jenuh dari makanan tidak boleh melebihi dari 20 gram setiap hari.

    Namun daging kambing sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya tetap tergolong lebih kecil daripada daging sapi atau ayam. Ini karena kandungan lemak jenuh daging kambing yang jauh lebih rendah dari keduanya.

    Lemak jenuh daging sapi pada umumnya berkisar sekitar 6 gram, dan ayam mengandung hampir 2,5 gram lemak jenuh per porsinya. Sementara itu, kadar lemak jenuh daging kambing hanya sekitar 0,71 gram per 100 gram berat daging.

    Daging kambing justru diperkaya oleh lemak tak jenuh, sekitar 1 gram per porsi, dibanding daging sapi atau ayam. Lemak tak jenuh adalah jenis lemak baik yang membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah, mengurangi peradangan dalam tubuh, dan menstabilkan detak jantung.

    Lalu, dari mana asalnya mitos makan daging kambing bisa bikin darah tinggi?

    Makan daging kambing tidak menyebabkan hipertensi. Namun demikian, ada beberapa faktor yang secara tidak langsung menyumbang kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya. Tekanan darah tinggi setelah makan daging kambing cenderung disebabkan oleh teknik memasak yang salah.

    Olahan daging kambing di Indonesia seringnya digoreng dulu sebelum diolah lebih lanjut, atau dipanggang dan dibakar untuk sate dan kambing guling. Memasak dengan cara digoreng, dibakar, atau dipanggang akan meningkatkan kalori makanan daripada versi mentahnya. Ditambah lagi, mengolah daging dengan cara-cara ini seringnya membutuhkan banyak minyak goreng, mentega, atau margarin yang akan berubah jadi lemak dan diserap cukup banyak oleh daging.

    Suhu panas ketika menggoreng atau memanggang membuat kandungan air di dalam makanan menguap hilang, dan digantikan posisinya dengan lemak yang berasal dari minyak. Lemak yang terserap ke dalam daging kemudian menyebabkan makanan yang tadinya rendah kalori menjadi berkalori tinggi. Bahkan, peningkatan kalori yang terjadi dari ketiga cara memasak ini bisa mencapai 64% dari kalori sebelumnya. Asupan tinggi kalori dalam tubuh akan diubah menjadi lemak, yang lama kelamaan bisa menumpuk di pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah.

    Di samping itu, penggunaan beragam bumbu penyedap selama memasak juga secara tidak langsung menjadi faktor pemicu tekanan darah tinggi setelah makan daging kambing. Terlebih jika dimasukkan berulang kali untuk menyesuaikan rasanya. Bumbu penyedap masakan seperti kecap, garam, hingga mecin mengandung sodium tinggi dan pengawet yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

    Daging kambing juga sering diolah menjadi makanan bersantan, entah itu digulai atau dijadikan kari. Meski santan secara alami tidak mengandung kolesterol, tetapi kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi.

     

    Sumber :
    hellosehat.com
    alodokter.com
  • Benarkah Pengidap Asam Urat Pantang Makan Ayam?

    Pengidap darah tinggi dan kolesterol biasanya diikuti dengan asam urat. Gangguan kesehatan ini menyebabkan area persendian terasa kaku, bengkak, panas, dan tentu saja nyeri. Bagian tubuh yang terserang umumnya adalah ibu jari kaki. Kolesterol berperan besar dalam asam urat, karena tingginya asam urat bisa jadi disebabkan karena tingginya kolesterol dalam darah.

    Pada kondisi normal, asam urat larut di dalam darah dan menghilang bersama dengan aktivitas buang air kecil. Namun, terkadang tubuh memproduksi asam urat di dalam darah, bisa karena ginjal yang membuang asam urat bersama urine dalam jumlah kecil. Akibatnya, terjadi penumpukan asam urat dan membentuk kristal yang mengendap pada persendian, sehingga menimbulkan peradangan dan pembengkakan.

    Kamu harus tahu bahwa asam urat yang ada di tubuh merupakan hasil sampingan dari senyawa yang disebut purin. Pasalnya, senyawa tersebut bisa kamu temukan dengan mudah dalam produk makanan yang kamu konsumsi. Oleh karena itu, pengidap asam urat memiliki pantangan makanan untuk mengurangi dampak buruk gejalanya.

    Benarkah Pengidap Asam Urat Pantang Makan Ayam?

    Sebenarnya, daging ayam juga mengandung purin yang cukup tinggi. Pastinya, ini harus dihindari oleh pengidap asam urat, supaya gejalanya tidak semakin memburuk dan membuat asam urat kambuh. Namun, ternyata daging ayam dan jenis lainnya masih boleh dikonsumsi oleh pengidap asam urat, dengan batasan asupan setiap harinya maksimal adalah 50 gram saja.

    Jadi, pengidap asam urat tidak pantang makan ayam, hanya perlu membatasi asupannya setiap hari. Selain itu, makanan yang perlu dibatasi pula konsumsinya adalah jenis ikan seperti ikan tenggiri, tongkol, bawal, dan bandeng dengan batas maksimal 50 gram. Jenis kacang, seperti kacang tanah maupun kedelai maksimal 25 gram. Artinya, asupan tahu dan tempe yang boleh dikonsumsi sebesar 25 gram. Jamur dan beberapa sayuran hijau juga dibatasi konsumsinya.

    Tidak Pantang Ayam, Lalu Apa Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi?

    Jika kandungan purin dalam suatu produk atau bahan makanan berada pada kisaran lebih dari 100 miligram, ini harus dihindari oleh pengidap asam urat. Jika tidak pantang ayam, apa pantangan makanan untuk pengidap asam urat?

    Kaldu daging, jeroan, daging burung, daging bebek, minuman bersoda, alkohol, ragi, ikan makerel dan ikan sarden, makanan hasil laut, dan sosis atau produk hasil olahan daging. Inilah jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh pengidap asam urat karena kandungan purinnya yang sangat tinggi.

    Nah, itulah penjelasan mengenai benarkah pengidap asam urat pantang makan ayam.
    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber:
    Halodoc.com

  • Manfaat Daging Angsa dan Telurnya. Lihat Disini!

    Ayam dan bebek adalah dua jenis hewan yang dagingnya paling sering diolah ke dalam berbagai masakan di Indonesia. Namun, apakah Anda sudah pernah mencoba makan daging angsa? Ya, hewan berbulu putih ini sekilas mirip seperti bebek, hanya saja bentuk tubuhnya lebih besar dan lehernya lebih panjang. Daging angsa ini ternyata juga bergizi dan punya banyak manfaat untuk tubuh.

    Kandungan gizi di dalam angsa diantaranya:

    • Kandungan energi 354 kilokalori
    • Protein 16,4 gram
    • Lemak 31 gran
    • Kalsium 15 miligram
    • fosfor 188 miligram
    • Zat Besi 2 miligram

    Selain beberapa kandungan gizi tersebut, angsa juga mengandung  vitamin seperti vitamin A, dan vitamin B. Berdasarkan kandungan yang ada dalam angsa, angsa memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan.

    Manfaat Angsa Untuk Kesehatan

    Unggas yang dapat memiliki berat hingga 26 kg ini memiliki kandungan dalam tubuhnya yang bermanfaat untuk kesehatan dan kehidupan manusia. Manfaat angsa dibedakan berdasarkan bagian tubuhnya, diantaranya:

    • Daging Angsa.

    Daging angsa sebenarnya masih menjadi sedikit perdebatan, karena sebagian orang berpendapat bahwa daging angsa tidak baik untuk kesehatan. Namun, menurut penelitian yang telah dilakukan, daging angsa memiliki kandungan protein dan juga memiliki struktur daging seperti minyak zaitun. Protein dalam daging angsa bisa dikatakan lebih banyak dibandingkan jenis unggas lainnya. Protein dalam angsa mencapai 16, 4 gram. Mengkonsumsi daging angsa, dapat memenuhi kebutuhan protein harian tubuh.

    Selain memiliki kandungan protein yang tinggi, manfaat daging angsa juga baik untuk menjaga kesehatan jantung. Daging angsa memiliki struktur daging yang hampir sama dengan minyak zaitun. Minyak zaitun sendiri memiliki manfaat yang baik untuk menjaga kesehatan jantung. Sama halnya dengan minyak zaitun, struktur daging angsa yang hampir sama dengan minyak zaitun memiliki manfaat yang baik pula untuk menjaga kesehatan jantung.

    • Telur Angsa.

    Tidak hanya dagingnya, telur angsa juga memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan. Dibandingkan daging angsa, kandungan protein dalam telur angsa lebih tinggi, yakni sekitar 20 gram. Telur angsa juga memiliki kandungan zat besi dan vitamin A, yang baik untuk menjaga kesehatan mata.

    Telur angsa juga memiliki kandungan kolesterol yang dapat memenuhi kebutuhan kolesterol harian dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, telur angsa juga mengandung folat yang baik untuk menjaga kesehatan kandungan bagi ibu hamil.  Mengkonsumsi telur angsa yang direbus juga dapat mempercepat proses pembuahan yang sedang berlangsung. Kandungan dalam telur angsa dapat membantu stimulasi dalam proses pembuahan janin. Ketika janin sudah tertanam, telur angsa dapat menjaga asupan gizi janin terutama untuk membantu perkembangan otak janin. Telur angsa dapat membantu otak janin agar tidak mendapat gangguan semasa kehamilan sang janin dan dapat menghindari cacat lahir.

    Putih telur angsa dapat menjaga kelembapan kulit secara alami. Menggunakan putih telur angsa sebagai masker dapat membantu menghindarkan wajah dari timbulnya jerawat. Sedangkan cangkang telur angsa juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat kerajinan.

     

     

     

    Sumber :

    • manfaat.co.id
    • hellosehat.com

     

  • Hati-Hati Jika Makan Ayam Goreng Setiap Hari Risiko Kematian Dini

    Banyak orang tentu sepakat bahwa ayam goreng memiliki rasa yang lezat. Tak heran jika makanan ini banyak digemari. Namun, dampak buruk dari mengonsumsi makanan goreng dalam jumlah yang berlebihan telah lama didokumentasikan, dengan efek negatif termasuk peningkatan risiko diabetes, penyakit jantung, dan obesitas.

    Meski beberapa orang mungkin berpikir bahwa mengonsumsinya sedikit setiap hari tidak akan membahayakan, para peneliti telah menemukan bahwa hal itu dapat menyebabkan kematian dini yang disebabkan oleh masalah kardiovaskular.

    Fakta tersebut diungkapkan oleh penelitian yang diterbitkan oleh BMJ terhadap wanita pascamenopause di Amerika Serikat. Penelitian ini menjelaskan bahwa wanita yang memiliki kebiasaan makan ayam goreng sekali atau lebih per hari memiliki risiko kematian 13% lebih tinggi dari sebab apa pun dibandingkan dengan wanita yang tidak mengkonsumsi makanan goreng.

    Begitu juga dengan wanita yang makan ikan goreng atau kerang setiap hari akan memiliki risiko kematian 7% lebih besar.

    Oleh karena itu para peneliti mengimbau untuk membatasi konsumsi makanan yang digoreng, khususnya ayam goreng dan ikan, hal itu bisa baik untuk kesehatan masyarakat.

    “Kami tahu konsumsi makanan gorengan adalah sesuatu yang sangat umum di Amerika Serikat dan juga di seluruh dunia. Sayangnya, kami hanya tahu sedikit tentang efek kesehatan jangka panjang dari konsumsi makanan gorengan,” jelas Wei Bao, penulis penelitian.

    Studi: Makan Ayam Goreng Tiap Hari Tingkatkan Risiko Kematian

    Penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara konsumsi makanan gorengan yang lebih tinggi dan peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Penelitian pada tahun 2017 menemukan bahwa orang yang makan kentang goreng dua kali atau lebih dalam seminggu menggandakan risiko kematian dini dibandingkan dengan mereka yang menghindarinya.

    Bao dan rekan-rekannya mengamati kebiasaan makan pada hampir 107.000 wanita berusia antara 50 dan 79 dari 40 klinik di seluruh Amerika Serikat dalam periode 1993-1998. Para peneliti menindaklanjuti penelitian selama rata-rata 18 tahun.

    Ketika mereka mendaftar dalam penelitian ini, para wanita mengisi kuesioner tentang frekuensi makanan yang dikonsumsi, termasuk ayam goreng dan ikan, serta kentang goreng, tortilla, dan taco.

    Peneliti juga memperhitungkan, faktor-faktor lain terkait dengan kematian, seperti tingkat pendidikan, pendapatan, konsumsi energi total dan kualitas makanan secara keseluruhan.

    Peneliti berkesimpulan, wanita yang makan satu atau lebih porsi makanan goreng sehari memiliki risiko kematian 8% lebih tinggi dari semua penyebab serta kematian terkait jantung, dibandingkan dengan mereka yang tidak makan makanan goreng.

    Lebih khusus lagi, makan ayam goreng memiliki risiko kematian 13% lebih besar dan peningkatan risiko kematian terkait jantung 12%. Untuk ikan goreng, peningkatan risiko kematian terkait jantung masing-masing adalah 7% dan 13%.

    Hubungan makanan gorengan dengan hasil kesehatan adalah efek gabungan dari makanan itu sendiri dan proses penggorengannya.

    “Jika Anda menggoreng ikan, itu bisa mengubah hal yang baik menjadi berbahaya. Meskipun ada peningkatan risiko kematian dengan makan gorengan,” tambah Bao.

    Beberapa ilmuwan sebelumnya telah memperingatkan tentang bahaya makan makanan goreng. Kerap makan makanan yang digoreng, terutama saat makan di luar, berarti orang mengkonsumsi lebih banyak kalori, lemak dan garam, dan makanan ini sering disajikan dalam ukuran porsi yang lebih besar.

    “Tetapi kabar baiknya adalah menggunakan metode memasak yang lebih sehat di rumah seperti memanggang, memanggang atau memanggang dan memilih pilihan yang lebih sehat sambil makan adalah perubahan sederhana yang dapat membuat perbedaan besar bagi kesehatan jantung Anda,” kata Tracy Parker, ahli diet senior di British Heart Foundation seperti dilansir CNN.

     

    Sumber :

    • viva.co.id
    • health.detik.com
  • Apa Itu Ayam Probiotik? Benarkah Lebih Sehat?

    Pernah dengar nama atau melihat ayam probiotik yang dijual di pasar swalayan? Selain ayam organik, ternyata ayam probiotik juga bisa dikonsumsi dan nyatanya telah dijual di pasaran. Apa itu ayam probiotik? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Apa itu ayam probiotik?

    Ayam probiotik adalah ayam yang diternak secara alami, dan selama masa peternakannya, ayam tersebut tidak terpapar bahan kimia apapun. Nah, ayam ini, sejak menetas dari dalam telur, diternak dan dibersarkan juga perawatannya dengan bahan-bahan organik. Mulai dari pakan hingga dedak yang diberikannya pun menggunakan beras organik.

    Selain itu, ayam hasil dari ternak organik ini bebas dari pestisida dalam kandungan daging maupun pada bulu dari ayam probiotik. Pada ayam jenis probiotik ini, kandungan bakteri E.coli nya sedikit dan tidak mengandung salmonella thyposa, yaitu bakteri yang terdapat pada pencernaan ayam. Ayam probiotik juga tidak tercemar logam, yang mana berbahaya jika diolah dan terserap pada tubuh manusia.

    Lebih sehat mana ayam probiotik dengan ayam biasa?

    Selain bebas dari paparan pestisida dan bahaya kimiawin lainnya, ayam probiotiknya nyatanya memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dibanding ayam biasa. Kandungan lemak ayam jenis probiotik ini sebesar 9,15%, lebih rendah dari kandungan lemak ayam biasa, di mana ayam biasa  mengandung lemak antara 21%-25% lebih banyak. Bila lemak pada ayam sedikit, otomatis takaran kolesterol juga lebih rendah.

    Kalau ayam yang biasa mengandung kolesterol sekitar 100- 120 miligram per 100 gram,  kandungan kolesterol ayam probiotik hanya setengahnya, yaitu sekitar 59,7 miligram per 100 gram. Mengenai rasa dan ukuran ayam, jangan khawatir. Menurut beberapa survei yang dilakukan oleh Perdue Farms, salah satu peternakan besar di Amerika Serikat, rasa ayam probiotik lebih enak dari ayam biasa, meskipun harganya sedikit lebih mahal.

    Manfaat makan makanan probiotik

    Tubuh akan menerima dampak buruk tertentu jika tidak menerima asupan probiotik di dalamnya. Efek samping yang bisa timbul antara lain, gangguan pencernaan, masalah kulit, penyakit candida, dan bahkan mudah terserang flu dan pilek.

    Berbanding terbalik dengan bahaya minimnya asupan probiotik dalam tubuh, berikut ini merupakan manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan jika makan makanan probiotik:

    • Sistem kekebalan tubuh lebih kuat
    • Meningkatkan fungsi pencernaan
    • Meningkatkan energi dari produksi vitamin B12
    • Napas jadi lebih baik karena probiotik mencegah candida
    • Kulit yang lebih sehat, karena probiotik mencegah eksim dan psoriasis
    • Mengurangi timbulnya gejala flu dan pilek
    • Mencegah radang usus
    • Membantu mencegah berat badan, dengan lemak dari makanan probiotik yang rendah
  • Apakah Makan Ayam Setiap Hari Itu Sehat?

    Ayam adalah jenis lauk yang paling banyak dikonsumsi. Dalam setiap acara, ayam selalu masuk dalam menu katering yang disediakan. Selain harganya yang lebih murah dibandingkan dengan jenis daging lainnya, ayam juga berukuran cukup besar untuk dihabiskan dalam sekali makan. Karena itu banyak orang memilih daging ayam sebagai menu harian, meskipun cara mengolahnya berbeda-beda setiap hari. Namun, sebetulnya sehatkah makan ayam setiap hari?

    Manfaat makan ayam

    Ayam termasuk salah satu sumber lemak yang baik untuk tubuh. Meskipun mengandung lemak jenuh, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan daging merah seperti daging sapi atau kambing. Dengan makan ayam sebagai pengganti daging lainnya, maka Anda menurunkan risiko tubuh terkena penyakit jantung dengan mengurangi tingkat kolesterol jahat.

    Selain itu, ayam termasuk sumber makanan yang kaya akan asam amino. Asam amino atau protein adalah sumber pembangun tubuh untuk membentuk otot. Protein di dalam ayam juga berfungsi untuk berbagai proses kimiawi lainnya seperti memecah racun.

    Makan ayam juga dapat mengurangi risiko Anda terkena kanker. Pasalnya, ayam menjadi salah satu sumber selenium yang baik. Selenium adalah antioksidan yang juga berpengaruh pada kinerja vitamin C dan E dalam melawan radikal bebas yang menjadi salah satu penyebab kanker.

    Tak hanya itu, ayam juga mengandung B6 yang membantu proses metabolisme protein dan karbohidrat. Tanpa vitamin B6, sistem kekebalan tubuh, metabolisme, dan sistem saraf pusat tidak akan berfungsi dengan baik. Bahkan, makan ayam juga membantu menjaga kesehatan sel-sel tubuh dan menurunkan kolesterol. Hal ini dikarenakan ayam mengandung vitamin B3 atau niacin yang cukup tinggi.

    Apakah sehat makan ayam setiap hari?

    Mengingat makan ayam sendiri menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan, apakah sehat makan ayam setiap hari? Jawabannya tergantung. Tergantung dari jenis ayam, cara memasak, dan bagian mana saja yang Anda makan.

    Ayam akan menjadi sumber nutrisi yang baik asalkan Anda memperhatikan ketiga faktor tersebut. Pertama yang perlu Anda perhatikan yaitu jenis ayam. Ayam negeri cenderung mengalami proses penyuntikan hormon dan antibiotik untuk membuatnya tetap sehat dan tumbuh besar secara buatan. Sayangnya, jika Anda terlalu banyak mengonsumsi ayam yang disuntikkan hormon hal ini dapat menganggu kesehatan sistem reproduksi. Pasalnya, hormon yang disuntikkan berupa steroid, estrogen, progesteron, dan testosteron sering kali tidak sesuai aturan. Mengonsumsinya terlalu banyak bisa mengacaukan kerja hormon alami tubuh dan meningkatkan berbagai risiko penyakit.

    Sedangkan, ayam kampung cenderung dilepas bebas tanpa disuntik. Namun, tidak seperti ayam negeri yang diberi makan secara jelas, ayam kampung bisa memakan apapun yang ia temukan di jalanan. Sehingga hal ini pun bisa menjadi ancaman untuk kesehatan Anda. Paling baik ialah mengonsumsi ayam organik dan ayam probiotik karena jenis makanan dan tempat tinggalnya dijaga dengan baik sehingga menjadikan kedua ayam ini lebih sehat.

    Selain jenis ayam, hal lain yang perlu diperhatikan yaitu cara memasaknya. Ayam yang dimasak dengan cara digoreng dan dikonsumsi setiap hari tentu tidak baik untuk tubuh. Hal ini meningkatkan kadar lemak dan kolesterol buruk di dalam tubuh yang menaikkan risiko penyakit jantung. Akan lebih aman jika Anda mengonsumsinya dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang.

    Terakhir, bagian ayam yang dikonsumsi juga menentukan sehat atau tidaknya makan ayam setiap hari. Dada ayam merupakan bagian yang menyehatkan asalkan Anda tidak mengonsumsi kulit dan bagian yang berlemak. Sisihkan kulitnya jika ayam menjadi menu wajib harian Anda karena bagian ini mengandung lemak yang sangat tinggi.

    Namun, paling baiknya yaitu variasikan lauk dengan jenis makanan lain. Jangan makan yang itu-itu saja setiap hari. Pasalnya, dengan mengonsumsi makanan yang sama setiap hari tubuh akan mendapatkan zat gizi yang juga itu-itu saja. Sedangkan tubuh membutuhkan zat gizi lainnya di luar yang terkandung di dalam ayam untuk dapat melaksanakan fungsi tubuh dengan baik, misalnya dari ikan yang tinggi omega-3 dan vitamin B12.

    Ingatlah bahwa segala sesuatu yang berlebihan, meskipun sehat, tentu tidak baik. Jadi makan ayam secukupnya saja, tidak perlu setiap hari.

     

     

    Sumber: hellosehat.com