Tag: autoimun

  • 5 Rekomendasi Jus Sehat untuk Penderita Autoimun

    5 Rekomendasi Jus Sehat untuk Penderita Autoimun

    jus wortel

    Autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri. Untuk membantu mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup, pola makan yang sehat sangat penting. Jus dari bahan alami dapat menjadi tambahan nutrisi yang mendukung kesehatan penderita autoimun. Berikut adalah lima rekomendasi jus sehat yang dapat membantu meredakan peradangan dan meningkatkan energi:

    1. Jus Kunyit dan Jahe

    Manfaat:
    Kunyit mengandung kurkumin, senyawa dengan sifat antiinflamasi yang kuat. Jahe juga membantu meredakan peradangan dan meningkatkan pencernaan.
    Cara Membuat:

    • 1 ruas kunyit segar
    • 1 ruas jahe
    • 1 buah lemon (peras)
    • 1 sdm madu (opsional)
    • Campur semua bahan dengan air hangat, lalu blender hingga halus.

    2. Jus Wortel dan Apel

    Manfaat:
    Wortel kaya akan beta-karoten, yang berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Apel menambahkan rasa manis alami dan mengandung antioksidan.
    Cara Membuat:

    • 2 buah wortel
    • 1 buah apel
    • 1/2 buah lemon (peras)
    • Air secukupnya
    • Blender semua bahan hingga halus.

    3. Jus Bayam dan Mentimun

    Manfaat:
    Bayam mengandung vitamin C dan zat besi yang baik untuk kekebalan tubuh, sementara mentimun membantu menjaga hidrasi tubuh.
    Cara Membuat:

    • 1 mangkuk kecil bayam segar
    • 1/2 buah mentimun
    • 1 buah apel hijau
    • Air kelapa secukupnya
    • Blender hingga halus.

    4. Jus Jeruk dan Stroberi

    Manfaat:
    Jeruk dan stroberi mengandung vitamin C tinggi yang membantu memperbaiki sel tubuh yang rusak akibat peradangan.
    Cara Membuat:

    • 2 buah jeruk manis (peras)
    • 1 mangkuk kecil stroberi segar
    • 1 sdm madu (opsional)
    • Blender stroberi dengan air jeruk hingga tercampur rata.

    5. Jus Bit dan Lemon

    Manfaat:
    Bit kaya akan zat besi dan antioksidan yang membantu detoksifikasi tubuh, sedangkan lemon membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
    Cara Membuat:

    • 1/2 buah bit ukuran sedang
    • 1/2 buah lemon (peras)
    • 1 buah apel merah
    • Air dingin secukupnya
    • Blender semua bahan hingga halus.

    Kesimpulan

    Mengonsumsi jus dari bahan-bahan alami dapat membantu penderita autoimun mengelola gejala dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Pastikan jus yang dibuat tidak mengandung gula tambahan, dan kombinasikan dengan pola makan sehat serta gaya hidup aktif. Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai pola makan baru.

  • Ini Dia Daftar Jenis Autoimun yang Banyak Menyerang Wanita

    Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh (sistem imun) menyerang sel-sel sehat dalam tubuh Anda sendiri. Penyakit ini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh Anda salah dalam menilai sel sehat yang ada dalam tubuh Anda, dan malah menganggapnya sebagai zat asing. Akibatnya, tubuh Anda mulai memproduksi antibodi yang akan menyerang dan merusak sel sehat dalam tubuh Anda tersebut. Sementara itu, penyebab pasti mengapa sistem imun Anda menyerang sel sehat dalam tubuh belum diketahui.

    Penyakit autoimun dapat memengaruhi hampir semua bagian tubuh, termasuk otak, saraf, otot, kulit, sendi, mata, jantung, paru-paru, ginjal, saluran pencernaan, kelenjar, dan pembuluh darah. Ada sebanyak 80 jenis penyakit autoimun.

    ITP merupakan salah satu penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita dan menyebabkan pecahnya jaringan pembuluh darah. Seringkali terlihat seperti gejala demam berdarah.

    Pada artikel kali ini akan membahas penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita. Yuk simak apa saja.

    1. Antibody Syndrome / Antiphospholipid (APS)

    Jenis penyakit autoimun ini bekerja dengan menyerang lapisan dalam pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya pembekuan darah pada saluran darah, baik saluran vena maupun arteri. Akibatnya kulit meruam, terutama di bagian tangan dan lutut.

    2. Autoimun Hepatitis

    Penyakit autoimun ini menyerang sel-sel hati dan sistem kekebalan tubuh yang bisa mengakibatkan hati mengeras dan gagal hati. Gejala yang muncul biasanya berupa : kelelahan, kulit dan mata menjadi kuning, nyeri di bagian sendi dan gatal-gatal.

    3. Celiac Dease

    Jenis penyakit autoimun ini menyebabkan penderitanya tidak mampu menerima gluten, zat yang terkandung dalam gandum.

    Penyakit ini bekerja dengan cara merusak lapisan usus dan bisa mengakibatkan penderitanya mengalami kelelahan yang amat sangat, kelumpuhan di beberapa bagian tubuh, nyeri di bagian perut dan kembung, diare dan sembelit, serta gatal pada kulit.

     

    4. Guillain-Barre Syndrome (GBS)

    Penyakit autoimun ini menyerang saraf yang menghubungkan otak dan tulang belakang dengan seluruh. Akibatnya otak mengalami kesulitan untuk memberikan perintah pada saraf otot, hingga menimbulkan kelumpuhan.

    Gejala awalnya biasanya muncul dalam bentuk rasa lelah, kesemutan yang berawal dari kaki lalu menyebar ke seluruh tubuh, serta kelumpuhan.

    5. Hemolytic Anemia

    Penyakit autoimun ini bekerja dengan menghancurkan sel darah merah yang terdapat dalam tubuh, sementara itu tubuh yang tidak mampu memproduksi sel darah merah secepat kerusakan yang terjadi pada darah merah tersebut. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan oksigen yang amat dibutuhkan oleh tubuh.

    Akibatnya penderita akan mengalami kelelahan, pucat, mata dan kulit menguning, pusing, sesak napas dan mengalami gagal jantung.

    6. Ideophathic Thrombosythopenic Purpura (ITP)

    ITP merupakan salah satu penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita dan menyebabkan pecahnya jaringan pembuluh darah. Seringkali terlihat seperti gejala demam berdarah.

    Sistem kekebalan tubuh  ini menyerang trombosit yang berguna untuk pembekuan darah, hal ini bisa menyebabkan pecahnya jaringan darah dalam tubuh dan bisa menyebabkan kematian akibat pendarahan, termasuk pendarahan otak.

    Gejala yang muncul secara fisik hampir sama dengan penyakit demam berdarah, hanya saja penderita tidak mengalami rasa mual dan sakit di daerah ulu hati.

    Pada permukaan kulit akan terlihat bercak-bercak yang semakin lama semakin luas dan berwarna gelap. Selain itu akan mengalami pendarahan gusi, mulut dan hidung serta luka yang terus mengeluarkan darah.

    Dengan istirahat total untuk menghindari benturan yang bisa menimbulkan pecahnya pembuluh darah, dan mengkonsumsi suplemen untuk meningkatkan jumlah trombosit dalam darah, penyakit ini bisa dikendalikan, dan jarang sekali terjadi pengulangan.

    7. Lupus Eritematosus Sistemik

    Penderita yang mengalami serangan penyakit autoimun ini ditandai dengan tanda merah di bagian wajah seperti sepasang sayap kupu-kupu. Karena gejala yang bervariasi dengan menyerang jantung, ginjal, hati, kulit, sendi dan seluruh tubuh.

    Gejala yang timbul seperti kehilangan berat badan, nyeri dan bengkak di bagian sendi, dan ruam pada wajah. Penderita juga menjadi sensitif terhadap sinar matahari, mengalami sakit kepala dan perubahan perilaku.

    8. Multiple Sclerosis

    Penyakit autoimun ini menyerang lapisan pelindung di sekitar syaraf, hingga menyebabkan terganggunya kerja otak dan syaraf tulang belakang. Biasanya penderita mengalami mati rasa dan kesemutan, kelumpuhan dan sulit melakukan keseimbangan tubuh serta sulit bicara.

    9. Psoriasis

    Penyakit autoimun ini ditandai dengan penumpukan sel kulit yang terjadi akibat sel- kulit yang tumbuh di dalam kulit tumbuh cepat dan segera naik ke permukaan hingga kulit menebal dan menumpuk di permukaaan kulit.

    Gejala yang terlihat dengan adanya bercak merah tebal dan bersisik yang tumbuh di bagian kepala, siku dan lutut disertai rasa gatal dan nyeri.

    10. Diabetes

    Jenis penyakit autoimun ini menyerang sel-sel insulin, sehingga tubuh tidak bisa memenuhi kebutuhannya akan insulin. Hal ini tentu saja menyebabkan terlalu banyak gula beredar dalam darah. Akibatnya, terjadi kerusakan pada mata, ginjal, saraf, gusi serta gigi. Dan bisa mengakibatkan serangan jantung

    Gejala yang dirasakan penderita seperti: sering merasa haus; sering buang air kecil; sering merasa lemas dan lapar; berat badan turun; luka susah sembuh; penglihatan menjadi buram; kaki sering mati rasa dan kesemutan.

    Contoh-contoh di atas hanya sebagian saja dari bermacam-macam penyakit autoimun yang banyak menyerang wanita di usia produktif.

    Namun, hidup dengan penyakit autoimun bukanlah akhir dunia. Karena sejatinya, hidup dan mati ditentukan oleh Sang Pencipta.

     

     

    Sumber :

    • hellosehat.com
    • id.theasianparent.com