Tag: asam

  • Benarkah Pengidap Asam Urat Pantang Makan Ayam?

    Pengidap darah tinggi dan kolesterol biasanya diikuti dengan asam urat. Gangguan kesehatan ini menyebabkan area persendian terasa kaku, bengkak, panas, dan tentu saja nyeri. Bagian tubuh yang terserang umumnya adalah ibu jari kaki. Kolesterol berperan besar dalam asam urat, karena tingginya asam urat bisa jadi disebabkan karena tingginya kolesterol dalam darah.

    Pada kondisi normal, asam urat larut di dalam darah dan menghilang bersama dengan aktivitas buang air kecil. Namun, terkadang tubuh memproduksi asam urat di dalam darah, bisa karena ginjal yang membuang asam urat bersama urine dalam jumlah kecil. Akibatnya, terjadi penumpukan asam urat dan membentuk kristal yang mengendap pada persendian, sehingga menimbulkan peradangan dan pembengkakan.

    Kamu harus tahu bahwa asam urat yang ada di tubuh merupakan hasil sampingan dari senyawa yang disebut purin. Pasalnya, senyawa tersebut bisa kamu temukan dengan mudah dalam produk makanan yang kamu konsumsi. Oleh karena itu, pengidap asam urat memiliki pantangan makanan untuk mengurangi dampak buruk gejalanya.

    Benarkah Pengidap Asam Urat Pantang Makan Ayam?

    Sebenarnya, daging ayam juga mengandung purin yang cukup tinggi. Pastinya, ini harus dihindari oleh pengidap asam urat, supaya gejalanya tidak semakin memburuk dan membuat asam urat kambuh. Namun, ternyata daging ayam dan jenis lainnya masih boleh dikonsumsi oleh pengidap asam urat, dengan batasan asupan setiap harinya maksimal adalah 50 gram saja.

    Jadi, pengidap asam urat tidak pantang makan ayam, hanya perlu membatasi asupannya setiap hari. Selain itu, makanan yang perlu dibatasi pula konsumsinya adalah jenis ikan seperti ikan tenggiri, tongkol, bawal, dan bandeng dengan batas maksimal 50 gram. Jenis kacang, seperti kacang tanah maupun kedelai maksimal 25 gram. Artinya, asupan tahu dan tempe yang boleh dikonsumsi sebesar 25 gram. Jamur dan beberapa sayuran hijau juga dibatasi konsumsinya.

    Tidak Pantang Ayam, Lalu Apa Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi?

    Jika kandungan purin dalam suatu produk atau bahan makanan berada pada kisaran lebih dari 100 miligram, ini harus dihindari oleh pengidap asam urat. Jika tidak pantang ayam, apa pantangan makanan untuk pengidap asam urat?

    Kaldu daging, jeroan, daging burung, daging bebek, minuman bersoda, alkohol, ragi, ikan makerel dan ikan sarden, makanan hasil laut, dan sosis atau produk hasil olahan daging. Inilah jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh pengidap asam urat karena kandungan purinnya yang sangat tinggi.

    Nah, itulah penjelasan mengenai benarkah pengidap asam urat pantang makan ayam.
    Semoga bermanfaat.

     

    Sumber:
    Halodoc.com

  • Inilah Alasan Tidak Boleh Makan Pedas Ketika Perut Kosong

    Kenapa makanan pedas maupun asam tak boleh dimakan saat perut kosong?

    Menurut National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, mengosumsi makanan pedas dan asam akan membuat gejala asam lambung Anda semakin parah. Beberapa penelitian bahkan menyebutkan bahwa makanan pedas terbukti dapat menyebabkan perut terasa panas dan sakit, meskipun tak dikonsumsi ketika perut kosong.

    Apa yang harus dilakukan ketika perut mulai sakit?

    Bila perut Anda terasa sakit, Anda juga dapat mengonsumsi beberapa obat, misalnya antasida, yang dapat membantu menormalkan kembali kadar asam lambung di dalam perut.

    Namun, apabila Anda juga merasakan gejala lain dan tak kunjung sembuh, maka sebaiknya periksakan diri ke dokter, agar Anda mengetahui kondisi kesehatan Anda secara pasti dan mendapatkan obat yang tepat.

    Apa yang harus dimakan ketika perut kosong?

    Selain harus menghindari makanan pedas dan asam, perut kosong Anda sebaiknya diisi dengan makanan-makanan yang mudah dicerna terlebih dahulu dengan porsi yang cukup kecil. Makanan yang mudah dicerna seperti:

    1. Buah-buahan, pisang adalah buah yang bisa diandalkan untuk hal ini.
    2. Minuman hangat
    3. Makanan yang mengandung lemak tinggi juga sebaiknya dihindari dikonsumsi saat perut kosong karena dapat mencetuskan gejala asam lambung seperti makanan pedas dan asam.

    Sementara itu, porsi juga perlu diperhatikan ketika mengisi perut kosong Anda. Porsi yang terlalu besar justru hanya akan membuat perut menjadi ‘kaget’ dan akhirnya menimbulkan beberapa gejala yaitu:

    1. Mual
    2. Muntah
    3. Perut kram
    4. Heartburn, sensasi panas pada ulu hati
    5. Perut terasa kembung

    Setelah merasa lebih baik, Anda sebaiknya mengonsumsi makanan besar untuk menggantikan tenaga yang telah hilang selama perut Anda kosong. Tentunya, untuk mencegah asam lambung kembali naik Anda harus mengonsumsi makanan tersebut dengan perlahan dan jangan langsung rebahan atau tidur setelah makan.

     

    Sumber :

    Hellosehat.com