Tag: anti kanker

  • 5 Manfaat Ketumbar untuk Kesehatan yang Belum Banyak Orang Ketahui

    Sebagai salah satu negara di Asia Tenggara, pemakaian rempah-rempah dalam masakan sudah bukan hal asing bagi masyarakat Indonesia. Namun belum semua orang tahu mengenai manfaat dari berbagai rempah-rempah yang setiap harinya dikonsumsi. Salah satunya adalah manfaat ketumbar untuk kesehatan.

    Apa itu ketumbar?

    Ketumbar merupakan tanaman herbal yang digunakan sebagai bumbu pada masakan internasional. Tanaman ini masih satu keluarga dengan peterseli, seledri dan wortel. Sehingga daun dari beberapa tanaman tersebut memiliki kemiripan.

    Di dunia kuliner, biji ketumbar dikenal dengan nama coriander seeds (biji ketumbar) sedangkan daunnya bernama cilantro (bahasa spanyol). Tanaman ketumbar juga umum dikenal dengan nama peterseli cina.

    Kebanyakan orang menggunakan ketumbar dalam hidangan seperti sup dan salsa, serta masakan dari India, Timur Tengah, dan Asia seperti kari dan masala. Daun ketumbar seringnya digunakan langsung tanpa diolah, sedangkan bijinya biasa di keringkan atau ditumbuk terlebih dahulu.

    Manfaat ketumbar untuk kesehatan

    Mengkonsumsi semua jenis makanan dengan kandungan nabati berhubungan dengan berkurangnya risiko kondisi kesehatan yang diakibatkan oleh gaya hidup.

    Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa meningkatkan konsumsi makanan nabati seperti ketumbar dapat menurunkan risiko penyakit seperti obesitas, memperpanjang umur, diabetes, jantung, sekaligus menjaga kesehatan kulit dan rambut, menambah energi dan menjaga berat badan secara keseluruhan.

    Selain itu, manfaat ketumbar lainnya juga adalah:

    1. Memiliki efek antikanker

    Sebuah penelitian yang dilaporkan di American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan, beberapa jenis rempah, termasuk ketumbar, dapat mencegah pembentukan senyawa amina heterosiklik (HCA) saat memasak daging.

    The National Cancer Institute menetapkan HCA sebagai senyawa yang terbentuk saat daging dimasak dalam temperatur tinggi. Mengkonsumsi makanan yang tinggi akan HCA berhubungan dengan meningkatnya risiko terkena kanker. Penelitian lain yang diterbitkan di Journal of Food Science memeriksa penggunaan lima rempah dari Asia, termasuk ketumbar dalam memasak daging. Pada daging yang dimasak dengan menggunakan rempah-rempah tadi, hasilnya adalah pembentukan HCA secara signifikan jadi lebih rendah.

    2. Memiliki efek antiinflamasi (mencegah peradangan)

    Manfaat ketumbar untuk kesehatan kedua yaitu karena terdapat kandungan antioksidan di dalamnya yang mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas. Antioksidan ini telah terbukti dapat melawan inflamasi atau peradangan pada tubuh. Penelitian menemukan antioksidan pada ekstrak biji ketumbar dapat menurunkan inflamasi dan memperlambat pertumbuhan sel kanker pada paru-paru, prostat, payudara dan usus besar.

    3. Bermanfaat bagi kesehatan jantung

    Beberapa penelitian yang menggunakan hewan dan tabung reaksi menemukan bahwa ketumbar dapat menurunkan faktor penyebab risiko penyakit jantung, seperti darah tinggi dan kolesterol. Manfaat ketumbar, dalam hal ini adalah ekstraknya, berperan sebagai diuretik yang membantu tubuh mengeluarkan air dan natrium berlebih. Dengan demikian, tekanan darah Anda dapat menurun. Terlebih lagi, banyak orang merasakan setelah mengkonsumsi bumbu dan rempah beraroma kencang seperti ketumbar membantu mereka menahan konsumsi natrium, yang tentu saja dapat meningkatkan kesehatan jantung.

    4. Dapat melindungi kesehatan otak

    Rata-rata penyakit pada otak, seperti Parkinson, Alzheimer, dan sklerosis ganda berhubungan dengan inflamasi. Manfaat ketumbar sebagai antiinflamasi dapat menjadi pelindung dari penyakit-penyakit tersebut. Beberapa penelitian menggunakan hewan menemukan ketumbar dapat menurunkan risiko penyakit pada otak namun perlu diingat penelitian pada manusia masih tetap dibutuhkan.

    5. Menjaga kesehatan kulit

    Manfaat ketumbar juga berdampak pada kulit Anda, diantara seperti ruam ringan dan dermatitis. Penelitian yang diterbitkan di Journal of Medicine Food pada 2005 silam meguji kemampuan ekstrak dari daun ketumbar atau cilantro untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radiasi ultra violet (UV) B. Hasilnya adalah mendukung potensi dari tanaman ketumbar dalam mencegah kerusakan kulit seperti penuaan.

     

     

    Sumber: hellosehat.com

  • Ada 100 Jenis Kanker dan 10 Jenis yang Sering Ditemukan Di Indonesia

    Coba sebutkan nama-nama kanker yang pernah didengar? Beberapa jenis kanker misalnya, kanker payudara, kanker serviks, kanker hati, dan kanker prostat. Tahukah Anda ternyata ada 100 jenis kanker yang bisa tumbuh di tubuh manusia?

    “Di tubuh manusia banyak sekali kemungkinan terjadi kanker, ada 100 jenis di tubuh manusia itu,” ujar Sonar Soni Panigoro dalam dalam peringatan Hari Kanker Sedunia, Sabtu (23/2).

    Spesialis Bedah Onkologi RS Medistra ini menjelaskan, kanker bisa muncul di mana saja pada tubuh manusia. Dari ujung rambut hingga ujung kaki, dari bagian terluar yaitu kulit, hingga bagian dalam tubuh, yaitu organ bisa terkena kanker. Hanya saja, dari banyaknya jenis kanker itu, terdapat beberapa yang lebih dikenal oleh banyak orang.

    macam-macam-kanker-doktersehat

    Berikut adalah macam macam penyakit kanker yang sering terjadi di Indonesia, di antaranya:

    1. Kanker paru-paru

    Penyebab utama kanker paru-paru adalah merokok. Kanker jenis ini paling banyak menyerang orang berusia 55-65 tahun. Ada dua jenis utama kanker ini, kanker sel paru besar yang paling banyak ditemui, dan kanker sel paru kecil yang menyebar lebih cepat.

    Selain perokok aktif yang berisiko mengalami kanker paru-paru, perokok pasif pun bisa mengalaminya. Meskipun dampak yang ditimbulkan tidak langsung, Anda disarankan berhenti merokok dan menjauhi asap rokok.

    2. Kanker usus

    Kanker usus besar tumbuh di jaringan usus besar, sedangkan kanker rektum tumbuh di beberapa sentimeter di usus besar dekat anus. Kebanyakan kasus diawali dengan gumpalan kecil sel jinak atau polip dan dari waktu ke waktu tumbuh menjadi kanker. Pemeriksaan sangat dianjurkan untuk menemukan polip sebelum berubah menjadi kanker.

    Seiring bertambah usia, risiko kanker usus justru semakin besar. Kanker ganas ini akan akan lebih berisiko apabila Anda memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol, obesitas atau memiliki riwayat dengan jenis kanker ini. Tes screening lebih awal diperlukan agar kemungkinan bertahan hidup lebih baik.

    3. Kanker payudara

    Sel kanker biasanya terbentuk di dalam saluran yang mengalirkan susu ke puting susu atau kelenjar yang memproduksi susu. Meski lebih sering dialami oleh wanita, tak menutup kemungkinan kanker payudara juga bisa terjadi pada pria.

    Gejala utama dari kanker payudara adalah munculnya benjolan yang terasa berbeda dari jaringan sekitar payudara, disertai keluarnya cairan abnormal hingga disertai dengan nyeri. Perlu diketahui, Anda juga lebih mungkin mendapatkan jenis kanker ini jika memiliki perubahan gen tertentu, rutin konsumsi alkohol, terlambat menopause, menstruasi sebelum usia 11 tahun, belum pernah hamil atau hamil di atas usia 35 tahun, hingga terpapar radiasi.

    4. Kanker hati

    Kanker hati lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki penyakit hati kronis seperti sirosis. Jenis kanker ini biasanya disebabkan akibat infeksi kronis dengan penyakit seperti hepatitis B dan C, hemochromatosis, cacat lahir, atau konsumsi alkohol berlebihan. Selain itu, kanker hati juga dapat dikaitkan dengan penyakit liver obesitas dan berlemak.

    Perlu diketahui, risiko mengidap kanker hati primer dua kali lipat lebih besar pada pria dan wanita dengan usia rata-rata 60 tahun. Pada umumnya, lebih dari setengah pengidap kanker hati primer memiliki sirosis.

    5. Kanker prostat

    Kanker prostat adalah jenis kanker yang menjadi momok bagi kaum pria, karena penyakit ini menganggu fungsi organ reproduksi pria. Meski begitu, hingga kini penyebab kanker prostat belum diketahui. Pada tingkat dasar, kanker prostat disebabkan oleh perubahan pada DNA sel prostat normal. Hal lain penyebab jenis kanker ini adalah terkait dengan usia lanjut, obesitas, hingga seringnya mengonsumsinya susu tinggi lemak dan daging merah.

    6. Kanker darah (leukemia)

    Pada dasarnya, terdapat banyak jenis kanker darah dan semuanya menyerang jaringan tubuh yang membentuk darah seperti sumsum tulang dan sistem limfatik. Kanker darah mengakibatkan kelebihan produksi sel darah putih yang abnormal.

    Saat kondisi normal, sel darah putih akan berkembang di tubuh secara teratur untuk mengatasi infeksi. Namun bagi penderita jenis kanker ini, sumsung tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal.

    Dengan jumlah sel darah putih yang berlebihan, hal itu akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang. Selain menumpuk, sel abnormal tersebut juga dapat menyebar ke organ lain seperti limfa, hati, ginjal, paru-paru, otak dan tulang belakang.

    Selain jumlah sel darah putih, penyebab kanker darah juga bisa terjadi para mereka yang pernah menjalani pengobatan kanker. Radioterapi atau kemoterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.

    7. Kanker serviks

    Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh di sel-sel di leher rahim. Umumnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Meski belum diketahui penyebabnya dengan pasti, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan penyakit ini adalah HPV (human papilloma virus).

    Faktor lain yang dapat memicu kanker serviks adalah kebiasaan merokok. Wanita yang merokok dua kali lebih berisiko mengalami kanker serviks dibanding wanita yang tidak merokok.

    Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker serviks antara lain: konsumsi pil KB selama 5 tahun atau lebih, konsumsi obat pencegah keguguran, melahirkan di bawah usia 17 tahun, dan riwayat kanker serviks di keluarga.

    8. Kanker lidah

    Secara anatomi, lidah manusia terdiri dari dua bagian: bagian depan yang terletak dalam mulut dan bagian pangkal yang terletak di dekat tenggorokan. Kanker lidah dapat berkembang di kedua bagian tersebut.

    Sementara itu, jenis kanker yang tumbuh pada lidah bagian depan termasuk di dalam kategori kanker mulut. Sementara kanker yang tumbuh pada bagian pangkal lidah termasuk di dalam kanker orofaring.

    Tembakau dan alkohol diduga menjadi penyebab utama kanker lidah karena keduanya  memiliki sifat karsinogenik. Zat-zat yang bersifat karsinogenik umumnya mengandung unsur kimia yang dapat merusak DNA di dalam sel dan memicu kemunculan kanker.

    9. Kanker lambung

    Jenis kanker ini dapat diidap oleh orang-orang dengan segala usia, meski begitu sebagian besar penderitanya berusia 55 tahun ke atas. Secara umum, kanker lambung terjadi ketika sel-sel di lambung berkembang tidak terkendali.

    Akibat pertumbuhan berlebihan tersebut, sel-sel yang tadinya memiliki sifat normal untuk membantu tubuh berfungsi dengan baik, justru menjadi terakumulasi menjadi tumor. Jika tidak mendapatkan penanganan, tumor bisa menjalar ke bagian tubuh melalui sistem limfatik.

    10. Kanker pankreas

    Tumbuhnya tumor di dalam pankreas dapat menyebabkan kanker pankreas. Pada umumnya, kanker pankreas terjadi pada mereka yang berusia lanjut. Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker pankreas seperti diabetes, hepatitis kronis dan pernah menderita peradangan pada pankreas (pankreatitis).

    Nah, itulah macam macam kanker yang sering ditemukan di Indonesia. Oleh karena itu, waspada terhadap gejala kanker dapat membantu dokter dalam mendeteksi dini kanker. Semakin cepat dideteksi, semakin tinggi kemungkinannya untuk bisa mengobati kanker.

     

     

    Sumber :

    • republika
    • doktersehat
  • 8 Manfaat Pare Mulai Dari Diabetes Sampai Jerawat

    Sayur dengan nama latin Momordica charantia terkenal dengan rasa yang sangat pahit. Pare memang terkenal terasa pahit sehingga kurang disukai oleh beberapa orang terutama oleh kalangan anak muda. Meskipun begitu, bukan berarti sama sekali tidak ada yang menyukai sayur yang satu ini. Beberapa orang justru menyukai sayur ini karena khasiatnya.

    Pare yang terkenal pahit itu bermanfaat menurunkan kadar gula darah. Itulah sebabnya, sayur ini direkomendasikan untuk penderita diabetes melitus. Selain mengendalikan kadar gula darah, ada banyak manfaat kesehatan lain dari pare seperti membantu menghilangkan jerawat, menurunkan berat badan dan masih banyak lagi. Di bawah ini adalah manfaat lainnya dari pare, diantaranya :

    1. Terapi Diabetes Terbaik

    Anda yang memiliki penyakit atau riwayat diabetes, selain mengonsumsi obat-obatan atau obat herbal untuk diabetes, cobalah memilih pare sebagai menu selingan mulai sekarang. Kandungan Polipeptida-p yang terdapat pada biji dan daging buah pare ternyata memiliki efek hipoglikemik yang sangat bagus untuk menurunkan kadar gula dalam darah penyebab diabetes. Tak heran kalau sayuran ini banyak direkomendasikan oleh pakar kesehatan untuk dikonsumsi mereka yang bermasalah dengan gula darah.

    1. Memerangi Kolesterol Jahat

    Kolesterol jahat yang bersarang di banyak jaringan tubuh, terutama darah, merupakan satu dari sekian banyak penyebab timbulnya penyakit berbahaya dan mematikan seperti serangan jantung.

    Nah, kandungan zat tertentu dalam pare ternyata sangat ampuh dalam meningkatkan produksi apolipoprotein A-1 yang merupakan komponen utama kolesterol baik. Makin banyak kadar apolipoprotein A-1 dalam tubuh, artinya makin sedikit jumlah kolesterol jahat dalam darah. Jadi, jangan malas mengonsumsi pare, ya!

    1. Anti-Kanker

    Mencegah datangnya penyakit kanker ternyata semudah mengonsumsi sayur pare, lho. Tidak percaya? Selain mengandung zat antioksidan yang aktif menangkal radikal bebas, pare juga menyimpan zat lektin yang aktif menghambat sintesis protein dan DNA pada limfosit leukemia. Kandungan protein dalam buah berkulit gerigi ini pun dianggap ampuh mencegah pertumbuhan tumor prostat pada laki-laki dewasa.

    1. Mencegah Obesitas

    Anda yang sedang giat menerapkan program diet untuk menurunkan berat badan rasanya harus mulai rajin mengonsumsi pare. Sayuran ini terbukti mampu meningkatkan penggunaan glukosa dan membakar lemak untuk kemudian diubah menjadi energi.

    Manfaat pare yang sudah dimasak

    1. Meningkatkan Produksi ASI

    Bunda sedang menjalani fase menyusui? Cobalah secara rutin mengonsumi pare. Sayuran yang di beberapa daerah disebut paria ini ternyata mengandung zat likopen, fitokimia, serta vitamin K yang sangat bagus untuk merangsang produksi air susu ibu.

    Mengonsumsinya pun bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik dimasak dengan bumbu sesuai selera atau dibuat jus pare murni. Jika tidak kuat dengan rasa pahitnya, tambahkan saja gula atau madu secukupnya.

    1. Meningkatkan Kekebalan Tubuh

    Daging buah dan biji pare memiliki kandungan antivirus yang sangat baik untuk menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh. Anda yang ingin memiliki tubuh yang senantiasa bugar, tak ada salahnya rutin mengonsumsi pare mulai sekarang.

    manfaat pare untuk asma

    1. Meringankan Asma

    Asma merupakan penyakit yang disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah cuaca dingin yang ekstrem. Beruntung, peneliti dari University of Massachusetts menemukan kandungan zat anti-histamin, anti inflamasi, supresan, ekspektoran, dan antivirus dalam pare yang sangat bermanfaat dalam meredakan asma, demam, atau bahkan bronchitis.

    Lebih baik konsumsilah pare sesaat sebelum tidur agar waktu istirahat Anda tak terganggu karena sesak napas.

    1. Menghilangkan Jerawat

    Punya masalah dengan jerawat, tapi enggan memakai krim dokter karena takut ketergantungan? Tak usah khawatir, sebab pare bisa jadi solusinya. Kandungan beta-karoten dan antioksidan dalam sayur ini terbukti sangat ampuh mencegah bakteri penyebab jerawat.

    Buat saja masker dari pare. Caranya, pisahkan pare dari biji-bijinya, lalu blender sampai halus dengan menambahkan sedikit air. Jika sudah menjadi pasta, oleskan pada wajah yang sudah dibersihkan air hangat. Lakukan perawatan ini secara rutin sampai wajah benar-benar bebas jerawat.

    Nah, itulah delapan manfaat pare untuk kesehatan tubuh kita, semoga bermanfaat!

     

     

     

    Sumber : https://harvestsupplement.com/berbagai-manfaat-pare-bagi-kesehatan/