Tag: anak bangsa

  • Ada Anak Bangsa di ‘Avengers: Endgame’. Siapakah Dia?

    Sejak dirilis Rabu, 24 April 2019, Avengers : Endgame menjadi film yang paling banyak dipesan di bioskop-bioskop di Indonesia. Film ini menjadi bagian terakhir dari Marvel Cinematic Universe. Film yang disutradarai oleh Russo Bersaudara ini membuat bioskop-bioskop di Indonesia harus rela buka lebih awal, yaitu pukul 05.00 pagi.

    Disamping cerita yang spektakuler, sajian visual juga sangat berkelas. Sosok Anak Bangsa pun ikut ambil bagian di film tersebut. Adalah Denny Ertanto, pria berusia 30 tahun kelahiran Jakarta yang ikut memberikan sentuhan efek pada salah satu adegan di film tersebut. Ia mengaku sangat bangga dapat menjadi bagian dalam film yang berdurasi hampir sama dengan film-film India kata banyak orang, 3 jam 2 menit.

    Sumber : Instagram

    Its done! We can be proud now. To be part of the Saga. Worked on Avengers Movie,” tulis Denny dalam akun Instagramnya.

    Sumber : Instagram

    Hal ini bukan menjadi kali pertama Denny ikut ambil bagian di film-film Hollywood. Sejak tahun 2011, ia telah membantu mengerjakan film-film besar seperti Maze Runner: The Death Core, War of the Planet of the Apes, Fantastic Beasts and Where to Find Them, dan lain sebagainya.

     

    Sumber : GNFI

  • Roket Karya Anak Bangsa ini Sukses Diuji Coba oleh LAPAN

    Beberapa waktu lalu, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sukses menguji-coba roket balistik produksi anak bangsa untuk terbang. Nama roket tersebut adalah Rhan-450.

    Dikutip dari akun Twitter resmi milik LAPAN, @LAPAN_RI, pada hari Selasa, 15 Januari 2019, roket dengan diameter 450 mm ini berhasil diuji dari stasiun peluncuran roket Balai Uji Teknologi dan Antariksa dan Atmosfer Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

    Roket hasil kerjasama Pusat Teknologi Roket LAPAN, Kementerian Pertahanan dan PT. Dahana ini tergabung dalam konsorsium Roket Nasional, yang salah satu programnya utama tahun 2018 lalu adalah pengujian lanjutan roket ground to ground dengan daya jangkau 100 km.

    Dibuka oleh Dr. Rika Andiarti, selaku Deputi Teknologi Penerbangan dan Antariksa LAPAN, Uji coba tersebut berlangsung pada hari Jumat, 28 Desember 2018, yang dilanjutkan oleh Kabalitbang Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan Dirtekbang PT. Dahana.

    Dikutip dari TimesIndonesia.co.id, Rhan-450 merupakan roket balistik yang memiliki konfigurasi panjang total 7,1 meter, diameter 0.45 meter, kecepatan max 4000 Km/jam, massa 1600 Kg, dengan muatan sensor dinamika terbang dan ballast. Untuk mengetahui gerakan dan posisi roket selama terbangRoket tersebut membawa 2 payload, yakni Payload GPS dan Payload Radar.

    Data sensor gerak roket seperti akselerometer, gyro dan GPS pada playload diharapkan dapat berfungsi dengan baik dan dapat ditransfer kembali ke ground station.

     

     

    Sumber : GNFI

  • Bocah 9 Tahun Asal Indonesia ini Juara Balap Gokart Internasional

    Ada kabar baik dari seri 6 kejuaraan Asia Max Challenge 2018 di sirkuit Elite Speedway Plus, pembalap gokart cilik Indonesia, Aditya Wibowo yang masih berumur 9 tahun ini raih gelar juara Asia. Pada ajang yang dihelat di Malaysia ini, Aditya harus mengejar ketertinggalan sebanyak 4 poin.

    sumber : beritasatu
    sumber : beritasatu

    Di babak kualifikasi, pembalap Gandasari Racing Team ini ada di posisi ketiga. Posisi tersebut di bawah Adam Mikail, pembalap asal Malaysia, dan Ranvir Singh dari India. Pada Prefinal, siswa kelas 5 SD Bakti Mulia, Pondok Indah, Jakarta Selatan itu harus puas finish ketiga.

    Di akhir race, putra sulung pasangan pengusaha Andy Wibowo dan Nadia Fransisca itu finish pertama. Hal ini tak lepas dari dukungan moril keluarganya yang selalu mendampingi di sisi sirkuit. Selain itu,  pegokart senior Senna SN juga ikut menyemangati Aditya saat race.

    “Di final, Adit mencoba mengatur ritme dengan berupaya meninggalkan lawan-lawannya terutama pembalap tuan rumah setelah start. Namun, rekan tim Ranvir, yakni Adam Mikail (Malaysia) terus berusaha mengganggu Adit,” ujar Andy Wibowo kepada pers di Jakarta. yang dikutip dari Beritasatu.com

    Andy juga mengungkapkan, kerasnya persaingan sangat jelas terjadi. Namun dari kejadian pada seri 5 lalu, di mana Aditya sudah memimpin di depan kemudian dikeluarkan oleh pembalap tuan rumah, sehingga akhirnya hanya finish ketiga.

    Aditya mengumpulkan nilai tertinggi sehingga berhak menyandang gelar sebagai juara AMC 2018 untuk kelas Micro Max. Karena masih berumur 9 tahun, Aditya menjadi juara termuda di kelasnya.

     

     

    Sumber : GNFI

  • Karena Prestasinya, Anak SD Ini Memiliki Sebutan ‘Jago Robot’

    Anak bangsa kembali berprestasi di kancah internasional. Hernawan Santosa,siswa kelas VI SD Al Falah Surabaya, berhasil membawa nama harum sekolahnya pada kompetisi robot tingkat dunia.

    Dilansir dari surya.co.id, bocah yang akrab disapa Osa ini berhasil menjuarai RoboFest 2018 di Okayama University, Jepang. Dia menyingkirkan puluhan peserta dari belasan negara di dunia.

    Sumber : surya.co.id

    Atas prestasinya, “Jago Robot” itu diganjar medali emas. Walaupun seorang diri, Osa mampu memborong dua nomor sekaligus. Dua nomor tersebut biasanya dibawakan satu tim. Yaitu nomor Primary Gathering dan Primary Transporter.

    “Jadi tim hanya beranggotakan Osa seorang diri. Dia mampu memaksimalkan waktu karena sudah terbiasa dengan otak-atik robot,” ucap Nani, Ibunda Osa dilansir, dikutip dari Surya.co.id

    Setelah berhasil di RoboFest 2018, Osa kembali menorehkan prestasi sebagai jago robot. Hal itu dibuktikan sebulan kemudian. Dilansir tribunnews.com, bulan September 2018 lalu dia berhasil memborong tiga medali emas di tiga kategori kompetisi.

    Dari kemampuannya yang dapat memprogram robot sendiri, Osa mampu menjadi yang terbaik dalam ajang International Islamic School Robot Olympiad (IISRO) yang digelar 7-9 September 2018, di Kuala Lumpur, Malaysia.

    Dalam kompetisi ini, Osa berhasil tampil sebagai Juara 1 Sumo Junior, yakni lomba robot dalam adu kekuatan robot. Di nomor Drone Racing Junior atau adu cepat robot karya setiap siswa, Osa juga juara pertama. Kemudian di nomor Gathering Junior yang mengangkat beban sesuai misinya, Osa  menjadi yang terbaik.

    Osa melawan puluhan peserta dari seluruh siswa sekolah Islam dari Asia Tenggara. Awalnya ia mengalahkan tuan rumah Malaysia, lalu Singapura, Thailand, Vietnam, Myanmar, Brunei Darussalam, dan peserta dari negara Asia Tenggara lainnya.

     

     

    Sumber : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/10/18/karena-prestasinya-anak-sd-ini-memiliki-sebutan-jago-robot