Tag: al noor

  • Masjid Christchurch akan Dibuka Kembali untuk Shalat Jumat

    Masjid Al Noor di Christchurch kini sedang diperbaiki, dicat, dan dibersihkan sebelum shalat Jumat akan dilaksanakan pada pekan ini. “Kami memberikan jaminan kepada orang-orang yang menghadiri shalat Jumat untuk beribadah,” kata polisi dalam sebuah pernyataan pada Kamis, (21/3).

    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan panggilan azan Jumat untuk beribadah bagi umat Islam akan disiarkan secara nasional. Selain itu, akan ada mengheningkan cipta dua menit.

    Polisi bersenjata telah menjaga masjid di sekitar Selandia Baru setelah 50 orang tewas Jumat lalu. Sebelumnya seorang teroris telah menyerang jemaah di dua masjid di Christchurch.

    “Polisi telah bekerja tanpa henti, melakukan segala daya kami untuk mengumpulkan semua bukti yang sesuai dari tempat kejadian kejahatan aktif, sehingga kami dapat memungkinkan orang untuk kembali ke masjid secepat mungkin,” ujar polisi.

    Kedua masjid yang diserang, Al Noor dan masjid Linwood di dekatnya, berencana dibuka kembali. Ribuan jamaah diperkirakan berada di masjid Al Noor, tempat mayoritas korban meninggal.

    photo

    Pemakaman korban teror penembakan masjid di Christchurch, Selandia Baru, Rabu (20/3).

    Sebagian besar korban merupakan migran atau pengungsi dari negara-negara seperti Pakistan, India, Malaysia, Indonesia, Turki, Somalia, Afghanistan, dan Bangladesh. Seorang supremasi kulit putih yang tinggal di Dunedin, di Pulau Selatan Selandia Baru, telah didakwa dengan pembunuhan setelah serangan itu.

    Dia dikembalikan tanpa permohonan, dan akan kembali ke pengadilan pada 5 April. Polisi menyatakan dia kemungkinan akan menghadapi lebih banyak dakwaan.

    Korban pertama dimakamkan pada Rabu dan penguburan berlanjut pada Kamis, dengan pemakaman seorang anak sekolah. Sebelumnya keluarga para korban merasa frustrasi setelah keterlambatan diserahkannya jenazah.

    Pemakaman massal diperkirakan akan diadakan pada Jumat. Pembersihan jenazah akan berlangsung siang dan malam agar jenazah siap untuk dimakamkan. Polisi telah mengidentifikasi 30 korban dan memberikannya kepada keluarga.

    Sebanyak 29 orang yang terluka dalam serangan itu tetap di rumah sakit, delapan masih dalam perawatan intensif. Banyak yang harus menjalani beberapa operasi karena luka tembak yang rumit. Pria bersenjata itu menggunakan senapan AR-15 semi-otomatis.

    photo

    Seorang siswa memegang lilin saat peringatan untuk mengenang korban penembakan di luar Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru, Senin (18/3/2019).

    Ardern bersumpah mengubah undang-undang senjata setelah serangan itu, dan mungkin melarang senjata semi-otomatis. Pengumuman akan dibuat sebelum rapat kabinet berikutnya pada Senin.

    Teroris itu menyiarkan serangannya langsung di Facebook dan dengan cepat didistribusikan ke platform lain. Hal ini mendorong Ardern untuk menegur perusahaan teknologi, dan menyerukan upaya yang lebih besar dalam menghentikan pandangan ekstremisme di media sosial.

     

     

    Sumber : republika

  • Sosok Ebba Akerlund, Gadis Kecil Dijadikan Dalih Teroris Selandia Baru

    Tidak ada justifikasi apapun untuk tindakan terorisme, apapun dalih yang diajukan para teroris, termasuk pelaku penembakan di masjid Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019.

    Aksi penembakan di dua masjid di Selandia Baru tersebut telah merenggut nyawa 49 orang dan 48 lainnya dirawat di sejumlah rumah sakit.

    Brenton Tarrant, salah seorang pelaku penembakan masjid di Kota Christchurch, Selandia Baru, mengungkapkan alasannya melakukan tindakan keji itu — dari supremasi kulit putih, anti-imigran, hingga balas dendam — dalam manifestonya.

    Ia menyebut banyak nama dalam pernyataan sikap itu. Salah satunya Ebba Akerlund. Tarrant berdalih penembakan sadisnya adalah ‘balas dendam’ atas kematiannya.

    Brenton Tarrant sudah adalah salah satu pelaku penembakan yang telah ditangkap oleh polisi. Ia diidentifikasi sebagai warga negara Selandia Baru kelahiran Australia, seorang ekstremis sayap kanan yang tidak termasuk dalam daftar teroris yang dimiliki oleh pemerintah.

    Sosok Ebba Akerlund, Gadis Kecil Dijadikan Dalih Teroris Selandia Baru

    Siapa Ebba Akerlund yang ia sebutkan dalam manifesto?

    Nama Ebba Akerlund merujuk pada gadis kecil berusia 11 tahun yang meninggal pada April 2017.

    Mengutip BBC News, Akerlund adalah korban termuda dalam serangan teror di Drottninggatan, Kota Stockholm, Swedia. Ia seharusnya merayakan ulang tahun beberapa hari setelah serangan yang menewaskannya terjadi.

    Saat kejadian, Akerlund tengah berjalan dari rumahnya ke sekolah, ketika sebuah truk menabraknya dengan tiba-tiba. Kendaraan itu dibajak oleh pelaku tindakan teror, Rakhmat Akilov, yang berlatar belakang imigran ilegal.

    Akilov mengendarai truk dengan serampangan, menabrak kerumunan dan masuk ke dalam tempat perbelanjaan bernama Ahlens. Selain Akerlund, empat orang lain juga tewas dalam serangan itu.

    Orangtua Akerlund sempat memasang iklan orang hilang di internet, namun kemudian polisi mengabarkan bahwa anaknya telah meninggal sebagai korban serangan terorisme.

    Sang ayah, Stefan, mengatakan kepada tabloid Expressen bahwa dirinya merasa hancur karena anaknya tidak sempat merayakan hari paling membahagiakan dalam hidupnya.

    Sejumlah warga Swedia memberikan dukungan terhadap keluarga Akerlund. Teman-teman sekelas mengadakan kegiatan doa bersama untuk mengenang gadis kecil itu.

    “Sepenuh hati kami mengucapkan terima kasih untuk kehangatan dan cinta yang kalian telah berikan kepada kami di masa sulit ini,” kata keluarga Akerlund.

    “Sekarang kami butuh kedamaian dan ketenangan untuk menghadapi kesedihan ini,” lanjut pernyataan itu.

    Negara kemudian dikabarkan memberikan santunan duka senilai 60.000 kronor (sekira Rp 92.000.000). Meskipun demikian, kepergian Akerlund tetap menjadi hal besar yang tidak mudah dilupakan oleh keluarga.

    Belakangan, makam Akerlund dikabarkan dirusak oleh sejumlah orang, lebih dari 30 kali.

     

     

    Reporter: Liputan6.com

  • Kronologi Penembakan di Masjid Al Noor New Zealand

    Masjid Al Noor di Christchurch New Zealand diserang orang tak dikenal. Setidaknya, 20 kali suara tembakan terdengar dari dalam masjid, Jumat (15/3).

    Dikutip dari Otago Daily Times melaporkan, setidaknya enam orang tewas dalam insiden ini. Polisi telah memberi peringatan kepada warga bahwa pelaku penembakan masih berkeliaran di sekitar Bonatic Gardens.

    Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan, situasi serius sedang terjadi di Christchurch dengan seorang penembak berkeliaran. Polisi menjamin mampu mengendalikan keadaan.

    Polisi meminta agar warga di Christchurch tetap berada di dalam ruangan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

    Seorang reporter Christchurch Star melihat sesosok mayat tergeletak dekat di Palazzo Lane di dekat masjid. Wajah dan tubuhnya sudah ditutup kain.

    https://www.youtube.com/watch?time_continue=28&v=C85rXkn08MU

    Saksi mata mengatakan, mereka melihat sekitar enam orang dibawa ke Rumah Sakit Christchurch. Dua di antaranya dengan luka serius. Salah satu dari mereka yang luka diyakini adalah seorang anak.

    Polisi mengatakan semua sekolah di Christchurch telah dikunci. Polisi mendesak siapapun di Christchurch menjauhi jalanan dan segera melaporkan perilaku mencurigakan kepada polisi.

    Seorang wanita mengatakan kepada Christchurch Star bahwa dia sampai berbaring di dalam mobilnya yang berada di dekat masjid ketika melihat empat hingga lima pria berlari ke arahnya. Namun dia tidak yakin apakah mereka pelaku penembakan.

    “Ketika suara semakin keras, aku melihat empat atau lima pria berlari. Aku meletakkan kursiku dan berbaring sehingga mereka tidak akan melihatku,” katanya.

    Mohan Ibrahim mengatakan, dirinya ikut melarikan diri dari serangan pria bersenjata itu. Dia adalah satu dari 200 orang di masjid Masjid Al Noor Christchurch.

    Sementara itu, Benjamin Jellie mengatakan, dia berlari ke luar ketika dia mendengar suara tembakan.

    “Saya melihat orang-orang melompati pagar belakang masjid ke Oakward Close. Saya mendengar setidaknya 20 (suara tembakan),” kata Jellie.

    “Saya mendengar sekitar delapan di awal dan kemudian berhenti selama sekitar 30 detik atau satu menit dan kemudian mulai lagi (tembakan). Saya mendengar sekitar delapan lagi dan kemudian ada satu menit lagi dan delapan lainnya,” kata Jellie.

    “Mereka yang melewati pagar, semua orang dewasa dan termasuk setidaknya tiga lelaki, berteriak dan menangis,” tambah dia.

    https://www.youtube.com/watch?v=EHTb9RZqwwo

    Di saat bersamaan Tim Kriket asal Bangladesh tengah berada di masjid untuk melaksanakan salat Jumat saat penembakan dimulai. Tim berada di Christchurch untuk menghadapi Selandia Baru dalam pertandingan Kriket ketiga yang dimulai besok.

    Seorang saksi mata yang berada di luar masjid mengatakan mendengar tembakan mulai pukul 1.40 siang waktu setempat. Dia melihat orang-orang berlarian di luar. Ayahnya berada di dalam masjid dan terluka dan saat ini berada di UGD. Dia tidak ingin diidentifikasi. Tetapi mereka adalah jemaah di masjid.

    Mario Villavarayen, pelatih tim kriket Bangladesh mengatakan, “Para pemain terguncang tapi baik-baik saja. Saya berbicara kepada salah satu dari mereka tak lama setelah (insiden). Mereka tidak melihat apapun selain mendengar suara tembakan,” jelas dia.

    Polisi mengatakan kepada media di tempat kejadian bahwa penembak masih buron. Media yang tengah meliput diperintahkan untuk pindah karena kondisi yang belum aman.

     

     

    Sumber: Merdeka.com