Tag: aktivitas

  • Agar Lutut Tetap Sehat Lalukan Cara Ini

    Lutut selalu jadi bagian rawan untuk semua orang melakukan aktivitas sehari-hari.

    Lutut selalu jadi bagian rawan untuk semua orang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Sendi yang satu ini punya pekerjaan yang berat saat berdiri, berjalan, dan berlari. Menjaga kesehatan lutut jadi pekerjaan wajib yang harus kamu lakukan sejak dini.

    Berikut 4 cara untuk menjaga lutut tetap sehat.

    Jaga Berat Badan

    Semakin besar tubuh, semakin berat juga beban yang harus diangkat oleh lutut. Menjaga berat badan tetap ideal sebenarnya bukan cuma untuk jantung, tapi juga untuk menjaga sendi lutut tetap sehat. Setidaknya tetap menjaga asupan makanan agar berat badan tetap ideal. Tidak perlu diet layaknya atlet profesional. Cukup makan yang cukup dan teratur saja sudah bisa menjaga berat badan tetap di angka normal.

    Olahraga Teratur

    Menjaga pola makan akan terasa kurang tanpa olahraga teratur. Artinya, makanan masuk ke dalam tubuh tidak akan terpakai semuanya karena aktivitas fisik yang dilakukan pun sedikit. Olahraga juga bisa menjaga kelenturan semua otot dan sendi, termasuk yang ada di daerah lutut dan sekitarnya. Olahraga yang disarankan yaitu, squatslungesstep-up box, swimming, jogging.

    Ubah Rutinitas

    Kalau Anda sering berolahraga, ada baiknya variasikan latihan dan bentuk olahraga. Saat sudah terbiasa dengan lari atau jogging, coba sekali-sekali berenang untuk supaya tidak melulu berpusat pada kaki. Sebaiknya juga latihan beban atau otot lain, seperti push up  atau plank untuk mengencangkan otot-otot tubuh bagian atas dan buat tubuh jadi lebih ringan.

    Pilih Makanan Terbaik

    Salah satu makanan diet terbaik adalah kacang-kacangan dan buah berry. Jenis makanan tersebut memiliki protein tinggi yang bisa membantu memproduksi pelumas di dalam sendi dan membuatnya tetap lentur. Selain itu, berbagai jenis kacang juga bisa membantu mempercepat proses penyembuhan sel-sel yang rusak setelah beraktivitas.

    Sumber : republika.co.id
  • Kerja Duduk Berjam-jam? Waspada Ini Bahayanya.

    Banyak kegiatan atau pekerjaan yang menjadi rutinitas mengharuskan untuk selalu duduk, dan bahkan juga waktu duduk bisa mencapai seharian penuh. Jika Anda memiliki pekerjaan yang mengharuskan untuk duduk di kursi selama lebih enam jam per harinya, maka Anda perlu berhati-hati dengan masalah dengan bokong Anda.

    Beberapa hal berikut ini adalah dampak apabila seharian duduk :

    1. Bokong Tidak Berfungsi (Tidak Bekerja)

    Ketika aktifitas menuntut untuk duduk sepanjang hari yang terjadi adalah gluteus (satu dari tiga otot besar bokong) tidak berfungsi,” ujar salah satu pendiri dari Bespoke Treatments Physical Therapy, Dan Giordano, D.P.T., C.S.C.S.
    Gluteus sendiri merupakan salah satu dari tiga otot besar bokong yang juga berpengaruh pada gerakan pinggul, rotasi punggung dan juga stabilitas punggung. Jadi kesimpulannya, jika bokong Anda bermasalah, maka kemungkinan besar bagian tubuh lain juga akan ikut bermasalah.

    2. Sakit Punggung

    Dampak yang sering dirasakan saat terlalu banyak duduk yaitu sakit punggung. Fleksor pinggul dapat menyempit akibat tidak aktifnya gluteus yang terjadi selama duduk seharian. Akibatnya, punggung akan merasa sakit dan itu terjadi karena membeloknya tulang belakang. Ketika hal ini terjadi, panggul tidak dapat memutar ke depan, sehingga menyebabkan tekanan pada punggung bagian bawah yang dapat menyebabkan sakit punggung.

    3. Sakit Pada Anggota Tubuh Lain

    Saat pinggul tidak bekerja sebagai mana mestinya, dampak lain yang di rasakan selain ke punggung adalah ke bagian-bagian tubuh lainnya. Karena kurangnya pergerakan pada pinggul ternyata sangat berdampak juga pada anggota tubuh lain seperti lutut sampai pergelangan kaki.

    4. Bokong Lemah Dapat Mengganggu Latihan Rutin

    Gluteus yang jarang digunakan saat sibuk bekerja dengan duduk akan mulai melemah. Hal tersebut dinamakan atrofi otot yang membuat gerakan olahraga menjadi tidak gesit lagi.

    Tenang saja, Ini dia solusinya!

    Bagaimana caranya agar tubuh Anda dapat fit meskipun bekerja duduk di dalam kantor seharian dapat dilakukan dengan berbagai cara berikut ini:

    1. Bergerak satu jam sekali

    Duduk selama 40 jam seminggu sama sekali tidak sehat. Terkadang duduk dalam jangka waktu lama tidak bisa dihindari, jadi pastikan Anda bangun setidaknya satu jam sekali untuk membuat darah Anda mengalir dengan lancar.

    2. Bersihkan ruang kerja

    Ketika kita sedang duduk di depan komputer, banyak kuman yang saat itu ada di mouse dan keyboard Anda. Pastikan untuk membersihkannnya setiap hari untuk mendisinfeksi ruang kerja Anda dan mengurangi risiko terkena penyakit. Juga, pastikan untuk memiliki meja yang terorganisir, jika memiliki dokumen yang tersebar di mana-mana akan membuat pikiran seseorang menjadi tak karuan.

    3. Minum banyak air

    Pastikan untuk minum banyak air putih di tempat kerja untuk membantu Anda dalam memberi energi pada otot Anda. Dehidrasi (dimana kondisi tubuh kekurangan cairan) dapat disebabkan karena kurang minum air putih dan mengakibatkan sakit kepala sehingga membuat Anda tidak fokus dalam bekerja. Minumlah minimal 8-10 gelas sehari agar tubuh tetap sehat.

    4. Aktif bergerak di luar kerjaan

    Pikirkan semua aktivitas fisik yang Anda lewatkan saat Anda duduk di meja seharian. Dengan berolahraga di gym saat Anda selesai bekerja atau memulai untuk bekerja. Anda tidak hanya akan bugar dan sehat, tapi mood Anda juga akan meningkat dengan baik.

    5. Tingkatkan sistem kekebalan tubuh Anda

    Kuman ada di mana-mana termasuk di kantor ketika menyerang sistem kekebalan tubuh bisa membuat Anda terkena penyakit seperti flu. Jadi jaga agar sistem kekebalan tubuh Anda tetap berjalan dengan baik dengan banyak minum vitamin C, serta banyak makan buah dan sayuran yang kaya antioksidan.

    Nah itulah dampaknya beserta cara mengatasinya. Anda hanya perlu bergerak atau jalan sebentar tiap waktu untuk mencegah dampak nya tersebut. mudah kan?

     

     

    Sumber :

    • detik
    • klinikita
  • Suka Sarapan Pakai Nasi? Coba Simak Dulu Ini !

    Indonesia terkenal dengan statement, “Belum makan kalau belum nasi”, tidak peduli momennya pagi, siang, atau sore makan nasi adalah hal yang menjadi kewajiban bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Lalu, bagaimana dengan sarapan nasi? Sebagian orang yang sarapan dengan nasi tentu menginkan perutnya kenyang dan bertahan hingga siang hari.

    Namun, bagi sebagian orang lainnya, sarapan di pagi mungkin bukanlah sebuah hal yang krusial. Padahal, sarapan sebelum melakukan berbagai macam aktivitas sangatlah penting. Selain akan membuat tubuh sehat, sarapan juga dapat membuat tubuh tidak lesu di siang hari.

    Masih banyak yang menganggap bahwa sarapan adalah kegiatan memakan makanan apa saja agar perut tetap kenyang. Padahal, sarapan yang benar adalah ketika seseorang memakan makanan bergizi lengkap, bahkan tidak perlu sampai perut terasa kenyang.

    Selain itu, banyak juga yang berpikir bahwa ketika sarapan, kita harus memakan makanan padat. “Sering kali masyarakat salah mempersepsikan sarapan. Sarapan dianggap makanan padat, padahal bisa lembut dan cair. Makanan dan minuman. Sarapan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian,” kata seorang ahli gizi, Hardinsyah, dalam acara konferensi pers peluncuran Nestlé NESTUM di Hotel Grand Hyatt Hotel, Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Meski kebutuhan gizi harus dipenuhi, tetapi menurut Hardinsyah, terlalu banyak juga sebaiknya dihindari. Karena dapat menyebabkan rasa kantuk yang akan menghambat aktivitas sehari-hari.

    Sarapan memang dapat dikatakan sebagai kegiatan makan dan minum, akan tetapi makanan dan minuman yang disantap harus yang berkualitas. “Memenuhi karbohidrat, ada proteinnya, ada mineral, dan ada serat,” kata Hardinsyah kepada Republika.

    Maka kami menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang lengkap dan berimbang zat gizinya. Bagaimana dengan Nasi Uduk yang terkenal sebagai salah satu menu sarapan favorit di Indonesia? Nasi uduk biasa disajikan dengan bihun goreng, sambal goreng kentang, ditambah dengan gorengan. Jika Anda perhatikan, nasi uduk sudah merupakan sumber karbohidrat, jika ditambah dengan bihun atau kentang maka asupan karbohidrat Anda bertambah berkali-kali lipat. Selain itu gorengan yang Anda konsumsi juga biasanya tinggi lemak karena mengandung banyak minyak.

    Jika Anda terbiasa mengonsumsi nasi uduk untuk sarapan, cobalah kombinasikan dengan lauk-pauk yang mengandung protein dan sayur buah, kurangi asupan karbohidrat sederhana yang terlalu banyak

    Konteksnya, sarapan menjadi sumber energi yang menyebabkan tubuh memiliki stamina lebih. Selain itu, sarapan juga dapat membantu seseorang lebih berkonsentrasi melakukan kegiatan dari pagi sampai siang hari. Ketika selesai beraktivitas, energi sudah pasti terasa berkurang. Maka dari itu selain sarapan, makan siang dan sore yang bergizi juga sangat disarankan.

    Sarapan tentunya seringkali ditujukan untuk Anak-Anak sebelum mereka sekolah. Dibandingkan orang dewasa yang tentu telah memiliki kuasa penuh atas dirinya sehingga cenderung dapat mengontrol pola makan dan sarapan. Namun pada anak-anak diperlukan kebijakan dan pengetahuan orangtua tentang gizi baik, makanan bergizi, dan apa yang dianjurkan serta dilarang untuk sarapan anaknya. Seringkali dikarenakan keharusan mengantisipasi macetnya perjalanan maka sarapan diabaikan kualitasnya.

    Berdasarkan data Survei Diet Total (SDT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) pada lebih dari 25 ribu anak usia 6 sampai 12 tahun di 34 provinsi di Indonesia, sekitar 47,7 persen anak belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan. Kemudian, 66,8 persen anak masih sarapan dengan mutu gizi rendah vitamin dan mineral. Persentase anak yang kurang mendapat gizi bermutu dapat terbilang cukup tinggi.

    Jadi, tidaklah selalu salah apabila sarapan dengan nasi. Semua tergantung dengan porsi dan takaran gizi sarapan tersebut. Pada intinya sarapan bukanlah bicara jumlah atau kuantitas semata, namun kualitas dari sarapan tersebut.

    Sahabat, bagaimana menurut Anda sarapan Anda? Sudahkah memenuhi gizi yang baik? Atau…….

     

     

    Rujukan :

    Republika

    Hellosehat