Skip to main content
peradangan kronis

Peradangan (inflamasi) sering dianggap sebagai sesuatu yang selalu buruk. Padahal, peradangan adalah bagian penting dari sistem pertahanan tubuh.

Saat kulit terluka, misalnya karena teriris, area tersebut menjadi merah, bengkak, dan terasa hangat. Ini disebut inflamasi akut. Reaksi ini menunjukkan bahwa sistem imun sedang bekerja untuk melawan kuman dan memperbaiki jaringan yang rusak. Dalam kondisi ini, peradangan bersifat bermanfaat.

Masalah muncul ketika proses peradangan tidak berhenti setelah ancaman teratasi. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini disebut peradangan kronis. Pada keadaan ini, sistem imun tetap aktif meskipun tidak ada infeksi atau luka yang jelas.

Apa yang Terjadi pada Peradangan Kronis?

Pada peradangan kronis, sistem imun terus menghasilkan zat kimia peradangan seperti sitokin. Zat-zat ini dapat merusak jaringan sehat jika dilepaskan dalam waktu lama.

Peradangan jenis ini biasanya terjadi di dalam tubuh, misalnya pada pembuluh darah, jaringan lemak, usus, atau sendi, sehingga tidak mudah terlihat dari luar.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa peradangan kronis berperan dalam perkembangan beberapa penyakit, antara lain:

  • penyakit jantung,
  • diabetes tipe 2,
  • radang sendi,
  • penyakit Alzheimer,
  • serta penuaan dini pada kulit.

Gejala yang Dapat Mengarah ke Peradangan Kronis

Karena tidak selalu menimbulkan tanda yang jelas, peradangan kronis sering tidak disadari. Namun, beberapa keluhan dapat menjadi petunjuk, seperti:

  • mudah lelah meskipun sudah cukup tidur,
  • nyeri otot atau sendi yang muncul berulang,
  • gangguan pencernaan seperti kembung atau sembelit,
  • masalah kulit seperti kemerahan atau jerawat,
  • kesulitan berkonsentrasi.

Gejala-gejala ini tidak spesifik, tetapi jika muncul terus-menerus, bisa berkaitan dengan proses peradangan dalam tubuh.

Faktor Gaya Hidup yang Memicu Peradangan

Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat meningkatkan risiko peradangan kronis, di antaranya:

  • konsumsi gula dan karbohidrat olahan berlebihan, yang dapat menyebabkan lonjakan gula darah,
  • makanan yang digoreng berulang kali, karena mengandung senyawa hasil oksidasi,
  • stres yang berlangsung lama, yang memengaruhi keseimbangan hormon,
  • kurang tidur, sehingga proses pemulihan tubuh tidak optimal.

Faktor-faktor ini dapat saling memperkuat dampaknya jika terjadi bersamaan.

Upaya Menurunkan Peradangan

Peradangan kronis dapat dikurangi dengan perubahan pola hidup yang konsisten.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • menambahkan bahan alami seperti kunyit dan jahe dalam menu harian karena memiliki sifat antiinflamasi,
  • mengatur waktu makan, misalnya dengan jeda makan tertentu agar tubuh memiliki waktu untuk proses perbaikan sel,
  • meningkatkan asupan asam lemak omega-3 dari ikan atau biji-bijian,
  • memperbaiki kualitas tidur dan mengelola stres.

Pendekatan ini bekerja secara bertahap dan lebih efektif jika dilakukan dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Peradangan adalah mekanisme pertahanan tubuh yang penting. Namun, jika berlangsung terlalu lama, peradangan justru dapat berkontribusi pada berbagai penyakit kronis.

Mengurangi faktor pemicu seperti pola makan tidak seimbang, stres berkepanjangan, dan kurang tidur dapat membantu menurunkan tingkat peradangan dalam tubuh. Dengan demikian, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk mempertahankan fungsi normalnya.