
Coba hentikan aktivitas Anda sejenak dan perhatikan tubuh Anda. Apakah pundak Anda sedang dalam posisi rileks ke bawah, atau justru sedang terangkat dan tegang menahan leher?
Bagi banyak orang, leher dan pundak adalah area pertama yang bereaksi saat emosi sedang tidak stabil. Saat kita merasa stres, cemas, atau kelelahan, otot di area ini akan langsung menegang dan terasa pegal. Sering kali, kita baru menyadarinya di sore atau malam hari ketika kepala mulai pusing dan leher sulit menoleh.
Mengapa stres pikiran bisa berubah menjadi rasa sakit fisik di pundak? Jawabannya ada pada respons alami tubuh dan sebuah otot besar bernama Trapezius.
Fungsi Asli Otot Trapezius di Tubuh Kita
Trapezius adalah otot besar di punggung atas. Posisinya membentang dari pangkal tengkorak, turun ke leher, menyebar ke kedua pundak, hingga ke punggung bagian tengah.
Secara fisik, otot ini bertugas menopang kepala, menggerakkan bahu, dan menstabilkan postur tubuh bagian atas. Namun, selain untuk bergerak, otot ini juga punya fungsi perlindungan alami.
Ribuan tahun lalu, saat manusia berhadapan dengan bahaya fisik, refleks pertama tubuh adalah melindungi area leher yang rawan. Secara insting, kita akan mengangkat pundak dan menundukkan kepala untuk melindungi diri.
Bagaimana Stres Mental Membuat Otot Pundak Kaku
Di zaman sekarang, ancaman sehari-hari kita bukan lagi serangan fisik, melainkan tumpukan pekerjaan, tenggat waktu, atau masalah keuangan.
Masalahnya, sistem saraf kita merespons stres modern ini dengan cara yang persis sama. Setiap kali Anda merasa panik atau tertekan karena pekerjaan, otak mengaktifkan mode siaga. Otak kemudian mengirim sinyal ke otot Trapezius, memaksanya menegang untuk melindungi leher Anda.
Karena Anda merasa stres berjam-jam saat bekerja, otot ini terus-menerus berkontraksi. Inilah alasan mengapa pundak Anda menjadi sangat kaku, nyeri, dan terasa keras saat dipijat.
Dampak Otot Tegang pada Sakit Kepala (Tension Headache)
Otot Trapezius yang tegang ternyata tidak hanya menyebabkan pegal di pundak. Karena ujung atas otot ini menempel tepat di pangkal tengkorak, ketegangan yang terjadi terus-menerus akan ikut menarik otot dan saraf di area kepala.
Kondisi ini adalah penyebab utama munculnya Tension Headache (sakit kepala tipe tegang). Gejala yang paling sering dirasakan adalah nyeri atau tekanan di dahi, serta rasa sakit yang menjalar dari leher belakang hingga ke pelipis mata.
Cara Sederhana Mengatasi Pundak yang Kaku
Anda mungkin tidak bisa sepenuhnya menghindari stres pekerjaan, tetapi Anda bisa membantu otot pundak untuk kembali rileks dengan cara berikut:
- Perbaiki Postur Secara Sadar: Pasang alarm di ponsel setiap 2 jam. Saat alarm berbunyi, ambil napas dalam-dalam, lalu turunkan kedua pundak Anda secara sadar agar menjauh dari telinga.
- Gunakan Kompres Hangat: Otot yang tegang sangat butuh suhu hangat agar aliran darahnya lancar. Mandi air hangat atau menempelkan bantalan pemanas di pundak selama 15 menit akan sangat membantu melemaskan otot.
- Peregangan Leher Rutin: Duduk tegak, letakkan tangan kanan di atas kepala sebelah kiri, lalu tarik perlahan kepala Anda ke arah bahu kanan sampai terasa regangan di leher sisi kiri. Tahan 20 detik, lalu ganti sisi.
- Latih Pernapasan Perut: Saat stres, kita cenderung bernapas pendek menggunakan dada, yang membuat pundak ikut naik-turun dan semakin lelah. Berlatihlah mengambil napas dalam menggunakan perut agar area dada dan pundak bisa beristirahat.
Kesimpulan
Rasa pegal di pundak dan leher sering kali merupakan tanda fisik bahwa tingkat stres Anda sedang tinggi. Daripada hanya mengandalkan obat pereda nyeri, luangkan waktu sejenak untuk mengatur napas, memperbaiki posisi duduk, dan memberikan waktu bagi tubuh Anda untuk beristirahat.







