
Bagi banyak orang, perut buncit sering dianggap hanya sebagai masalah penampilan. Tujuannya biasanya agar pakaian lebih pas atau tubuh terlihat lebih proporsional.
Namun, dari sudut pandang medis, perut yang membesar bisa menjadi tanda adanya penumpukan lemak di sekitar organ dalam. Lemak ini disebut lemak viseral.
Berbeda dengan lemak di bawah kulit (lemak subkutan) yang bisa dicubit, lemak viseral berada di dalam rongga perut dan mengelilingi organ seperti hati, pankreas, dan usus. Jenis lemak inilah yang lebih berisiko bagi kesehatan.
Lemak Viseral dan Risiko Penyakit
Lemak viseral tidak hanya berfungsi sebagai cadangan energi. Jaringan ini juga menghasilkan zat-zat yang memengaruhi kerja hormon dan peradangan dalam tubuh.
Jika jumlahnya berlebihan, lemak viseral dapat:
- Meningkatkan tekanan darah
- Mengganggu kerja insulin
- Meningkatkan risiko diabetes tipe 2
- Meningkatkan risiko penyakit jantung
Karena itu, penumpukan lemak di perut sering dikaitkan dengan gangguan metabolik.
Fenomena “Kurus Tapi Berlemak di Dalam”
Tidak semua orang dengan lemak viseral tinggi terlihat gemuk. Ada orang yang secara visual tampak kurus, tetapi memiliki perut yang sedikit menonjol.
Kondisi ini dikenal sebagai Thin Outside, Fat Inside (TOFI).
Meski berat badan normal, risiko gangguan metabolik tetap bisa tinggi karena lemak tersimpan di area organ dalam.
Peran Stres dalam Penumpukan Lemak Perut
Stres kronis berhubungan dengan peningkatan hormon kortisol.
Kortisol memengaruhi cara tubuh menyimpan lemak dan cenderung mendorong penumpukan lemak di area perut.
Secara biologis, ini merupakan mekanisme perlindungan tubuh. Namun, jika berlangsung lama, penumpukan ini justru berdampak negatif bagi kesehatan.
Lemak Viseral Relatif Responsif terhadap Perubahan Gaya Hidup
Kabar baiknya, lemak viseral termasuk jenis lemak yang cukup responsif terhadap perubahan pola hidup.
Beberapa langkah yang terbukti membantu menguranginya:
- Mengurangi konsumsi gula dan minuman manis
Fruktosa berlebih mudah diubah menjadi lemak di hati dan perut. - Tidur cukup
Tidur kurang dari 6 jam per malam dikaitkan dengan peningkatan lemak viseral. - Aktivitas fisik aerobik
Jalan cepat, bersepeda, berenang, atau lari membantu membakar lemak tubuh secara menyeluruh, termasuk lemak di perut.
Latihan otot perut seperti sit-up memang memperkuat otot, tetapi tidak secara langsung menghilangkan lemak di dalam perut.
Kesimpulan
Lingkar pinggang bukan hanya soal ukuran pakaian, tetapi juga mencerminkan kondisi organ dalam.
Jika perut mulai membesar, hal ini bisa menjadi tanda bahwa jumlah lemak viseral meningkat dan perlu dikendalikan melalui pola makan, tidur, dan aktivitas fisik yang lebih baik.







