Skip to main content
screen apnea

Coba perhatikan ritme pernapasan Anda saat ini. Saat Anda membaca pesan panjang, mengetik dokumen, atau fokus melihat layar komputer, banyak orang secara otomatis akan menghentikan tarikan napasnya selama beberapa detik, atau bernapas menjadi sangat pelan dan dangkal.

Kondisi medis ringan ini dikenal dengan istilah Screen Apnea (Henti Napas Saat Menatap Layar).

Ini adalah refleks fisik yang terjadi tanpa disadari. Meskipun tampaknya sepele, perubahan pola napas yang terjadi berjam-jam setiap hari memiliki dampak langsung pada kadar oksigen di dalam darah dan tingkat detak jantung Anda.

Perubahan Pola Napas Saat Otak Berfokus Tinggi

Saat Anda sedang berkonsentrasi tinggi untuk memproses informasi visual dari layar, otak membutuhkan tingkat fokus yang maksimal.

Sebagai respons terhadap kebutuhan fokus ini, sistem saraf pusat akan mengurangi aktivitas fisik pada organ tubuh lain agar energi terpusat pada mata dan otak. Salah satu otot yang aktivitasnya langsung menurun adalah otot diafragma, yaitu otot utama di bawah paru-paru yang bertugas memompa udara.

Karena pergerakan otot diafragma melambat, paru-paru tidak mengembang secara penuh. Anda akhirnya hanya menarik udara menggunakan dada bagian atas dalam volume yang sangat kecil. Bahkan dalam beberapa kasus, Anda menahan napas sepenuhnya selama 5 hingga 10 detik saat sedang mengetik atau membaca informasi yang penting.

Dampak Penurunan Volume Oksigen ke Otak

Napas yang dangkal dan tertahan secara otomatis mengurangi volume udara segar yang masuk ke paru-paru. Hal ini menyebabkan jumlah oksigen yang ditransfer dari paru-paru ke dalam aliran darah ikut menurun.

Di saat yang bersamaan, kadar karbon dioksida sisa pernapasan akan menumpuk di dalam darah karena tidak segera dikeluarkan melalui hembusan napas.

Otak manusia adalah organ yang paling sensitif terhadap perubahan kadar oksigen. Ketika suplai oksigen menurun sedikit saja, sel-sel otak akan merespons dengan memicu rasa kantuk yang tiba-tiba, membuat Anda sering menguap, dan menurunkan kemampuan Anda untuk mengingat informasi jangka pendek.

Respons Detak Jantung dan Hormon Stres

Penumpukan karbon dioksida di dalam darah akibat menahan napas tidak hanya membuat Anda mengantuk. Ada sensor khusus di dalam pembuluh darah leher yang akan mendeteksi peningkatan karbon dioksida ini.

Sensor tersebut mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh sedang kekurangan udara. Otak merespons sinyal ini sebagai sebuah ancaman fisik. Sebagai tindakan perbaikan, otak memerintahkan kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon kortisol dan adrenalin ke dalam darah.

Pelepasan hormon ini secara fisik akan meningkatkan detak jantung Anda dan membuat otot-otot tubuh menegang. Inilah alasan mengapa Anda sering merasa gelisah, cemas, atau lelah secara mental setelah bekerja di depan komputer, meskipun pekerjaan tersebut sebenarnya tidak terlalu sulit.

Cara Mengembalikan Pola Pernapasan Normal

Kondisi Screen Apnea adalah sebuah kebiasaan otot yang bisa diperbaiki dengan kesadaran penuh. Anda bisa mengembalikan suplai oksigen ke tingkat normal dengan langkah-langkah berikut:

  • Posisikan Layar Lebih Jauh: Jarak pandang yang terlalu dekat dengan layar akan meningkatkan ketegangan otot mata dan memicu refleks menahan napas. Atur jarak monitor atau layar laptop Anda sejauh panjang lengan Anda.
  • Gunakan Pengingat Visual: Tulis kata “Napas” di atas selembar kertas kecil dan tempelkan di sudut layar komputer Anda. Pengingat visual ini akan memicu otak Anda untuk secara sadar mengecek pergerakan dada dan perut Anda saat bekerja.
  • Terapkan Hembusan Napas Panjang: Saat Anda menyadari bahwa Anda sedang menahan napas, jangan langsung menarik napas dalam-dalam. Buang napas (ekskalasi) Anda secara perlahan hingga paru-paru kosong terlebih dahulu, baru kemudian tarik napas panjang melalui hidung. Ini membantu mengeluarkan sisa karbon dioksida yang menumpuk.

Kesimpulan

Menahan napas atau bernapas dangkal saat menatap layar adalah respons otomatis tubuh ketika sedang berkonsentrasi tinggi. Penurunan volume oksigen dan peningkatan karbon dioksida akibat kebiasaan ini secara langsung memicu peningkatan detak jantung dan hormon stres. Dengan secara sadar mengatur jarak layar dan mengingatkan diri sendiri untuk membuang napas, Anda dapat menjaga kadar oksigen tetap stabil dan mencegah kelelahan mental saat bekerja.