Skip to main content
detak jantung

Saat membahas kesehatan jantung, perhatian sering tertuju pada tekanan darah. Padahal, ada indikator lain yang juga penting dan mudah dipantau, yaitu Detak Jantung Istirahat (Resting Heart Rate/RHR).

RHR adalah jumlah detak jantung per menit saat tubuh berada dalam kondisi istirahat, misalnya saat duduk santai atau berbaring. Nilai ini dapat menggambarkan seberapa efisien jantung bekerja dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Semakin efisien kerja jantung, semakin sedikit detakan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh saat istirahat. Sebaliknya, RHR yang cenderung tinggi secara konsisten dapat menjadi tanda bahwa jantung bekerja lebih berat dari seharusnya.

Makna Detak Jantung Istirahat

Dalam kondisi istirahat, jantung tetap harus mengedarkan darah ke seluruh organ. RHR mencerminkan seberapa besar usaha yang dibutuhkan jantung untuk melakukan tugas ini.

Jika jantung mampu memompa lebih banyak darah dalam satu kali kontraksi, maka jumlah detakan per menit bisa lebih rendah. Kondisi ini umumnya ditemukan pada individu dengan kebugaran kardiovaskular yang baik.

Sebaliknya, jika jantung memerlukan lebih banyak detakan untuk menghasilkan aliran darah yang cukup, RHR akan lebih tinggi. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kardiovaskular.

Rentang Nilai yang Dianggap Sehat

Secara umum, RHR normal pada orang dewasa berada pada kisaran 60–100 denyut per menit (bpm).

Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa nilai yang lebih rendah dalam batas wajar sering dikaitkan dengan kondisi jantung yang lebih baik. Banyak tenaga medis menyebut kisaran 50–70 bpm sebagai rentang yang lebih optimal bagi sebagian besar orang dewasa.

Pada atlet atau individu yang rutin berolahraga, RHR bisa berada di bawah 50 bpm tanpa menandakan masalah, selama tidak disertai keluhan seperti pusing atau lemas.

Sebaliknya, RHR yang berada di atas 80 bpm secara konsisten, meskipun masih termasuk normal secara medis, dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dalam jangka panjang.

Faktor yang Memengaruhi RHR

Nilai RHR dapat berubah dari hari ke hari tergantung kondisi tubuh. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan RHR antara lain:

  • stres atau kecemasan, yang memicu pelepasan hormon adrenalin,
  • kurang tidur, sehingga tubuh belum pulih sepenuhnya,
  • dehidrasi, yang membuat jantung bekerja lebih keras,
  • infeksi atau awal sakit, ketika sistem imun mulai aktif.

Karena itu, RHR dapat digunakan sebagai indikator sederhana untuk memantau kondisi tubuh secara umum.

Cara Menurunkan RHR secara Alami

Jika RHR cenderung tinggi, perubahan gaya hidup dapat membantu menurunkannya secara bertahap.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • olahraga aerobik secara rutin seperti jalan cepat, bersepeda, atau berenang, untuk meningkatkan kapasitas kerja jantung,
  • mengelola stres, misalnya dengan latihan pernapasan atau relaksasi,
  • menghindari rokok, karena nikotin dapat meningkatkan denyut jantung,
  • tidur cukup dan teratur, agar tubuh memiliki waktu pemulihan yang optimal.

Perubahan ini tidak memberi hasil instan, tetapi efektif jika dilakukan secara konsisten.

Kesimpulan

Detak jantung istirahat merupakan indikator sederhana yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi jantung dan kebugaran tubuh. Nilai yang terlalu tinggi secara terus-menerus dapat menjadi tanda bahwa jantung bekerja lebih keras dari yang seharusnya.

Memantau RHR secara rutin dan memperbaiki pola hidup dapat membantu menjaga fungsi jantung dalam jangka panjang.