Skip to main content
kurang minum air

Pernahkah Anda duduk berjam-jam menyelesaikan tugas atau pekerjaan di depan layar, lalu tiba-tiba merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan sedikit pusing? Anda mungkin mengira Anda butuh istirahat atau secangkir kopi. Padahal, sering kali tubuh Anda hanya sedang kekurangan air putih.

Banyak orang yang terlalu fokus menatap layar hingga lupa minum berjam-jam. Kondisi ini menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi ringan.

Dehidrasi ringan sering kali tidak disadari, tetapi memiliki dampak langsung terhadap seberapa baik otak Anda bekerja dan seberapa banyak energi yang Anda miliki sepanjang hari.

Bagaimana Otak Merespons Kekurangan Cairan

Otak manusia terdiri dari sekitar 75 persen air. Karena komposisi cairan yang sangat tinggi ini, sel-sel otak sangat sensitif terhadap perubahan jumlah cairan di dalam tubuh.

Dehidrasi ringan terjadi ketika Anda kehilangan sekitar 1 hingga 2 persen cairan tubuh. Saat kondisi ini terjadi, sel-sel otak tidak dapat berfungsi secara optimal. Penurunan jumlah cairan ini langsung memengaruhi kemampuan otak dalam memproses informasi.

Akibatnya, Anda akan merasa lebih sulit untuk mempertahankan fokus pada satu pekerjaan, daya ingat jangka pendek Anda menurun, dan Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas yang biasanya mudah.

Hubungan Kurang Minum dengan Sakit Kepala

Selain penurunan konsentrasi, kekurangan cairan adalah salah satu penyebab paling umum dari sakit kepala saat Anda sedang bekerja.

Saat tubuh kekurangan air, volume cairan di dalam darah Anda akan sedikit menurun. Penurunan volume ini menyebabkan aliran darah dan jumlah oksigen yang dikirim ke otak ikut berkurang.

Sebagai respons terhadap kurangnya oksigen, pembuluh darah di dalam kepala akan melebar secara otomatis untuk menarik lebih banyak darah. Proses pelebaran pembuluh darah inilah yang memicu munculnya rasa sakit kepala berdenyut, yang sering membuat Anda tidak nyaman saat menatap terang layar komputer.

Tanda Fisik Tubuh Sedang Membutuhkan Air

Banyak orang menunggu sampai tenggorokan terasa haus untuk mulai minum. Padahal, rasa haus secara medis adalah tanda yang terlambat. Saat Anda merasa haus, tubuh sebenarnya sudah berada dalam kondisi dehidrasi.

Ada tanda-tanda fisik awal yang bisa Anda perhatikan sebelum rasa haus muncul. Tanda paling jelas adalah warna urine. Jika urine Anda berwarna kuning pekat atau gelap, itu adalah tanda pasti bahwa Anda kurang minum. Tanda lainnya meliputi mulut dan bibir yang terasa kering, serta rasa lelah atau lemas yang muncul secara tiba-tiba di siang hari meski Anda sudah tidur cukup pada malam harinya.

Cara Mudah Membangun Kebiasaan Minum Air

Anda bisa mencegah efek buruk dehidrasi dengan mempermudah akses air minum di sekitar Anda saat sedang bekerja. Berikut adalah beberapa cara praktis yang bisa Anda terapkan:

  • Letakkan Botol di Atas Meja: Selalu sediakan botol air minum berukuran besar di atas meja kerja, tepat di sebelah laptop atau monitor Anda. Melihat botol tersebut secara langsung akan mengingatkan Anda untuk minum secara teratur tanpa harus beranjak dari kursi.
  • Minum Segelas Air Saat Bangun Tidur: Biasakan meminum satu gelas air putih penuh segera setelah Anda bangun tidur pada pagi hari. Langkah ini penting untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama Anda tidur semalaman.
  • Kurangi Minuman Manis: Batasi konsumsi minuman ringan atau teh manis kemasan saat sedang bekerja. Minuman dengan kadar gula tinggi dapat membuat Anda lebih sering buang air kecil, yang justru mempercepat hilangnya cairan dari dalam tubuh.

Kesimpulan

Air putih adalah komponen paling dasar yang dibutuhkan oleh tubuh dan otak manusia agar dapat beraktivitas dengan baik. Mengabaikan asupan air minum saat sedang sibuk bekerja di depan layar justru akan menurunkan fokus dan produktivitas Anda. Menyediakan air minum di dekat meja kerja adalah langkah paling mudah untuk menjaga kesehatan dan tingkat energi Anda sepanjang hari.