
Saat Anda duduk berjam-jam di depan meja kerja atau menatap layar komputer, Anda mungkin pernah merasakan kaki menjadi pegal, terasa berat, atau sedikit kesemutan. Banyak orang mengabaikan hal ini dan menganggapnya sebagai rasa lelah biasa.
Gejala fisik tersebut sebenarnya adalah tanda bahwa cairan darah di tungkai kaki Anda tidak mengalir dengan lancar.
Posisi duduk yang statis dalam waktu lama secara langsung menghentikan mekanisme alami tubuh dalam mengembalikan darah dari kaki menuju ke jantung.
Proses Darah Mengalir Kembali ke Jantung
Jantung bertugas memompa darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke ujung jari kaki. Setelah oksigen diserap oleh jaringan tubuh, darah tersebut harus kembali lagi ke jantung melalui pembuluh darah balik yang disebut vena.
Berbeda dengan darah yang turun ke kaki, darah yang kembali ke jantung harus bergerak ke atas dan melawan gaya tarik bumi (gravitasi).
Untuk mencegah darah jatuh kembali ke bawah, pembuluh vena di kaki memiliki katup-katup kecil satu arah. Namun, katup ini tidak bisa mendorong darah ke atas dengan sendirinya. Pembuluh vena membutuhkan bantuan tekanan fisik dari luar untuk bisa menggerakkan darah tersebut naik ke jantung.
Efek Otot Betis yang Tidak Bergerak
Tekanan fisik yang mendorong darah naik ke jantung berasal dari kontraksi otot betis Anda. Secara anatomis, otot betis berfungsi menekan pembuluh vena setiap kali Anda melangkah atau berjalan kaki. Tekanan otot inilah yang mendorong darah naik melewati katup satu arah menuju jantung.
Saat Anda duduk di kursi dan kaki Anda diam menyentuh lantai, otot betis berada dalam kondisi rileks sepenuhnya. Otot ini berhenti melakukan kontraksi.
Akibatnya, darah kehilangan dorongan utamanya. Darah akan mengalir sangat lambat dan mulai menumpuk di pembuluh vena bagian bawah, terutama di sekitar pergelangan kaki dan betis, karena terus-menerus ditarik oleh gravitasi.
Risiko Pembengkakan dan Penggumpalan Darah
Penumpukan darah di pembuluh vena kaki memiliki beberapa efek samping langsung. Pertama, tekanan di dalam pembuluh darah vena akan meningkat tajam. Peningkatan tekanan ini memaksa sebagian cairan darah merembes keluar menembus dinding pembuluh darah dan masuk ke jaringan otot di sekitarnya. Hal inilah yang menyebabkan telapak kaki atau pergelangan kaki Anda membesar atau bengkak setelah duduk seharian.
Kedua, darah yang berhenti mengalir dan diam terlalu lama memiliki risiko medis untuk mengeras atau menggumpal. Jika gumpalan darah ini terbentuk di pembuluh vena dalam, kondisi ini menyebabkan rasa nyeri yang tajam dan menghalangi sirkulasi darah normal di area kaki.
Cara Melancarkan Aliran Darah Saat Bekerja
Anda bisa mencegah penumpukan darah di kaki dengan melakukan gerakan fisik ringan tanpa harus meninggalkan meja kerja Anda. Berikut langkah yang bisa dilakukan:
- Gerakkan Pergelangan Kaki: Saat Anda sedang mengetik atau membaca layar, angkat tumit Anda tinggi-tinggi dengan ujung jari kaki tetap menempel di lantai, lalu turunkan kembali. Lakukan gerakan ini berulang kali untuk memaksa otot betis Anda berkontraksi secara sadar.
- Jangan Menyilangkan Kaki: Posisi duduk dengan kaki menyilang menekan pembuluh darah besar di area lutut dan paha. Tekanan ini mempersempit jalur darah dan membuat darah semakin sulit kembali ke atas. Biasakan duduk dengan kedua telapak kaki rata di lantai.
- Berdiri Secara Berkala: Setiap satu jam sekali, berdirilah dari kursi dan berjalanlah setidaknya selama dua hingga tiga menit. Gerakan berjalan adalah cara paling efektif untuk mengaktifkan kembali otot betis dan mendorong darah yang menumpuk kembali ke jantung.
Kesimpulan
Duduk dalam posisi diam selama berjam-jam menghentikan fungsi otot betis dalam membantu mendorong darah kembali ke jantung. Kondisi ini secara fisik menyebabkan darah menumpuk di tungkai bawah, meningkatkan tekanan pembuluh vena, dan memicu pembengkakan jaringan di sekitar pergelangan kaki. Melakukan gerakan pada tumit dan berdiri secara rutin adalah langkah penting untuk menjaga kelancaran sirkulasi darah saat Anda harus bekerja duduk seharian.







