Category: Info Kesehatan

  • Benarkah Produk Bebas Gluten Lebih Baik untuk Anak?

    Tidak ada yang menyangka bahwa beberapa produk makanan dan minuman bebas gluten yang diklaim aman dikonsumsi anak-anak malah mengandung kadar gula yang tinggi. Makanan dan minuman yang seharusnya sehat dikonsumsi ternyata tidak lebih sehat dari makanan dan minuman biasa yang dijajakan dalam kemasan di supermarket.

    Sebanyak empat dari lima kudapan anak setidaknya mengandung 10 persen kalori dari gula, gluten atau bebas gluten. Demikian ungkap sebuah studi di Amerika.

    Sebanyak 88 persen makanan bebas gluten lainnya memiliki kualitas nutrisi yang buruk. Karena mengandung terlalu banyak gula, garam, dan kandungan lemak. Sama seperti 97 persen produk-produk yang tidak bebas gluten.

    Menurut seorang peneliti dari University of Calgary, Charlene Elliott, problemnya bukan pada label bebas gluten. “Melainkan pada makanan olahan yang ditujukan untuk anak.”

    Faktanya, ketika peneliti membandingkan makanan bebas gluten dengan produk serupa yang mengandung gluten, ditemukan kandungan nutrisinya justru sangat buruk. Versi bebas gluten dari makaroni dan keju dalam kemasan, contohnya, memiliki kandungan gula yang sangat tinggi dan lemak yang tidak baik. Sama seperti produk dalam kemasan tanpa klaim bebas gluten.

    Menurut Charlene, para orang tua dengan anak yang harus diet bebas gluten percaya bahwa produk bebas gluten lebih sehat untuk anaknya. “Tapi ketika melihat profil nutrisinya di kemasan bebas gluten, ternyata bukan itu yang terjadi,” kata Elliott.

    Sekitar satu dari 100 anak dan dewasa menderita penyakit celiac. Konsumsi gluten biasanya memicu respons autoimun yang membahayakan usus kecil dan mengganggu penyerapa nutrisi. Menghindari makanan bergluten yang mengandung bijian seperti barley, malt, rye, dan gandum atau turunannya bisa mengurangi gejala dan meminimalisir risiko komplikasi seperti malnutrisi dan pengeroposan tulang.

    Semakin banyak keluarga yang memutuskan untuk menjauhi gluten, meski tanpa riwayat penyakit celiac atau intoleransi terhadap gluten. Mereka percaya makanan bebas gluten jauh lebih menyehatkan.

    Studi ini diambil dari penelusuran 66 kemasan produk makanan anak yang dilabel bebas gluten. Dan 308 makanan prosesan yang tidak bebas gluten. Peneliti mencoba membuat perbandingan secara apple to apple dengan produk yang sama.

    Penelitian tidak bertujuan untuk menyimpulkan apakah makanan bebas gluten lebih sehat dari makanan prosesan. Studi juga tidak melihat apa yang seharusnya menjadi makanan pokok dalam diet bebas gluten, seperti sayur, buah, protein dan makanan lain.

    “Ada banyak sekali makanan padat nutrisi, bebas gluten seperti quinoa, buckwheat, amaranth millet,” kata Marion Groetch, ahli nutrisi dan alergi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York. Kebanyakan makanan bebas gluten dibuat dari beras, jagung, atau tepung kentang yang memang tidak sekaya nutrisi makanan prosesan yang mengandung gandum. Mengakibatkan produk bebas gluten lebih rendah serat, rendah nutrisi mikro, dan secara umum lebih kaya kandungan gula dan lemak.

    Apapun jenis pola makan yang dianut keluarga, orang tua perlu mencoba menghindari makanan dalam kemasan sesering mungkin. Orang tua disarankan untuk fokus pada makanan buatan sendiri, bebas gluten atau mengandung gluten, dilansir dari Channel News Asia.

     

    Sumber : Republika.co.id
  • Makanan Terbaik Untuk Menjaga Kekebalan Tubuh

    Ketika sistem kekebalan tubuh bersentuhan dengan patogen, sistem kekebalan memicu respons kekebalan dengan cara melepaskan antibodi yang menempel pada antigen patogen, kemudian membunuhnya. Memasukkan makanan tertentu ke dalam menu diet dapat memperkuat respons kekebalan tubuh seseorang.

    Berikut adalah makanan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dilansir dari Medical News Today, Kamis (11/7).

    Blueberry

    Blueberry mengandung flavonoid, disebut anthocyanin yang bersifat antioksidan. Kandungannya membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang. Studi 2016 menunjukkan orang yang makan makanan kaya flavpnoid cenderung tidak mendapatkan infeksi saluran pernapasan atas atau flu biasa.

    Cokelat hitam

    Cokelat hitam mengandung antioksidan disebut theobromine yang melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul yang diproduksi tubuh saat memecah makanan atau bersentuhan dengan polutan. Radikal  bebas dapat merusak sel-sel tubuh dan menimbulkan penyakit.

    Kunyit

    Kunyit adalah bumbu yang umum digunakan saat memasak. Ini juga dijadikan herbal dan obat alternatif. Senyawa dalam kunyit, disebut kurkumin memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi.

    Minyak ikan

    Salmon, tuna pilchard, dan minyak ikan adalah sumber asam lemak omega-3. Asupannya dalam jangka panjang dapat mengurangi risiko rheumatoid arthritis, atau kondisi autoimun kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang bagian tubuh yang sehat.

    Brokoli

    Brokoli sumber vitamin C yang mengandung antioksidan kuat, seperti sulforaphane. Sayuran ini mendukung kesehatan dan sistem kekebalan tubuh.

    Ubi jalar

    Ubi jalar kaya betakaroten, sejenis antioksidan yang memberi warna kuning pada ubi. Beta karoten adalah sumber vitamin A yang membantu membuat kulit sehat dan memberi perlindungan kulit dari kerusakan akibat sinar ultraviolet.

    Bayam

    Bayam dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, karena mengandung banyak nutrisi dan antioksidan penting, seperti flavonoid, karotenoid, vitamin C dan E. Dua vitamin rerakhir mendukung sistem kekebalan tubuh, khususnya mencegah flu pada orang sehat.

    Jahe

    Orang-orang menggunakan jahe di berbagai hidangan dan makanan penutupan, serta teh. Menurut sebuah ulasan, jahe bersifat antiinflamasi dan antioksidan dan menawarkan manfaat kesehatan.

    Bawang putih

    Bawang putih adalah obat rumahan untuk mencegah pilek dan penyakit lainnya. Bawang putih mengandung allicin yang mengurangi risiko terkena flu.

    Teh hijau

    Teh hijau hanya mengandung sedikit kafein, sehingga bisa menjadi alternatif pengganti kopi. Meminumnya juga dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Seperti blueberry, teh hijau mengandung flovanoid yang mengurangi risiko pilek.

    Kefir

    Kefir adalah minuman fermentasi yang mengandung kultur bakteri hidup yang bermanfaat kesehatan. Penelitian menunjukkan minum kefir dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dengan cara melawan bakteri, mengurangi peradangan, dan meningkatkan aktivitas antioksidan.

    Biji bunga matahari

    Biji bunga matahari bisa menjadi tambahan lezat pada salad dan mangkuk sarapan. Makanan ini kaya vitamin E dan antioksidan yang melawan radikal bebas.

    Almond

    Almond merupakan sumber vitamin E terbaik. Mereka juga mengandung mangan, magnesium, dan serat. Segenggam kecil, atau seperempat cangkir almond bisa menjadi camilan sehat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

    Jeruk dan kiwi

    Jeruk dan kiwi adalah sumber vitamin C terbaik, dan ini merupakan vitamin yang menyehatkan tubuh ketika pilek. Vitamin C bisa mempersingkat durasi gejala flu dan meningkatkan kekebalan tubuh.

    Paprika merah

    Paprika merah adalah sumber alternatif terbaik dari vitamin C. Kandungan nutrisi paprika lebih baik jika diolah dengan cara digoreng atau dipanggang, ketimbang dikukus atau direbus.

    Sumber : Republika.com
  • Alasan Generasi Milenial Cenderung Mudah Alami Obesitas

    Generasi milenial dinilai cenderung mudah mengalami obesitas. Apalagi saat ini telah beredar berbagai macam makanan dan minuman kekinian cepat saji.

    Makanan dan minuman ini jika dikonsumsi berlebihan dipastikan tidak baik untuk kesehatan. Apalagi, menurut Nutrisionist dari Nutrifood, Moch Aldis R, SKM, CNWC, di antara tren makanan tersebut, kondisi lingkungan juga mempengaruhi.

    Saat ini sudah mulai ada obesogenic environment yaitu lingkungan yang mengarah pada obesitas. Dimana masyarakat kurang melakukan aktivitas dan mengonsumsi makan tinggi kalori, gula, garam dan lemak.

    “Ada istilah obesogenic environment, di mana tanpa kita melakukan apapun, lingkungan kita sudah bisa membuat kita tidak sehat atau menumpuk lemak lebih banyak,” jelas pria yang menjabat sebagai Head of Health Committe Nutrifood belum lama ini di Bogor, Jawa Barat.

    Obesogenic environment sudah berpengaruh besar pada generasi millenial. Bahkan penelitian di Manila menunjukkan bahwa generasi milenial sudah terpapar risiko obesitas sejak kecil.

    Sementara data menunjukkan bahwa 26,6 persen masyarakat Indonesia mengalami obesitas central, dan data tertinggi ada di DKI Jakarta yaitu 39,7 persen. Menurut data Riskesdas tahun 2013, 40,7 persen atau hampir setengah orang Indonesia konsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol lebih dari satu kali sajian.

    Faktanya, 44 persen orang Indonesia makan di luar satu sampai tiga kali seminggu. Dari mulai sekedar ngopi sampai dinner keluarga atau kantor. Belum lagi bila ada promo.

    Bukan hanya itu, teknologi juga secara tidak langsung berperan. Seperti halnya layanan pesan makanan melalui fasilitas daring. Memang membantu tapi juga bisa membuat kita semakin mudah mengakses makanan tidak sehat.

    Meski tidak keluar rumah, lebih mudah dan praktis untuk menumpuk kalori. Apalagi banyak pilihan makanan zaman now yang bisa dipilih.

    “Penelitian di Indonesia, kebiasaan makan di luar, makanan esktra dan free upsize ini bisa menambah hampir 43 persen kalori harian,” jelasnya.

     

    Sumber : Republika.co.id

  • Hindari penyakit menular, jemaah haji perlu terapkan hidup sehat

    Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai jamaah haji Indonesia adalah Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus atau MERS-CoV, di samping penyakit menular lainnya.

    Agar terhindar dari penyakit menular di Arab Saudi, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Eka Jusuf Singka mengimbau jamaah haji untuk selalu mengkonsumsi makanan bergizi dan banyak makan buah serta sayur.

    Selain itu, jamaah haji juga harus memiliki waktu istirahat yang cukup, memperbanyak minum, serta yang tak kalah penting adalah menggunakan alat pelindung diri seperti payung, masker, dan sandal.

    ”Jadi jemaah haji bisa menggunakan masker, kemudian cuci tangan dengan sabun. Jadi itu pola-pola pencegahannya. Selama itu dilaksanakan insya Allah tidak tertular,” kata Eka.

    MERS-CoV tak bisa dianggap remeh bagi jamaah haji. Pasalnya, virus ini berdampak hingga kematian. MERS-CoV merupakan salah satu jenis baru dari kelompok Corona Virus atau Novel Corona Virus. MERS-CoV pertama kali dilaporkan pada September 2012 di Arab Saudi.

    Menurut Eka, segala penyakit yang menular seperti MERS-CoV masih menjadi ancaman dalam penyelenggaraan ibadah haji 2018.  ”Semua penyakit yang bersifat menular itu tetap menjadi ancaman. Bukan hanya jamah haji saja tapi semua manusia yang ada di Timur Tengah,” tandasnya.

     

    Sumber : sindonews.com

  • Waspadai Bahaya Makanan Zaman ‘Now’

    Di era yang semakin maju, banyak terjadi inovasi dalam industri makanan. Inovasi tentunya merupakan kabar baik. Tapi apakah semua makanan dan minuman tersebut benar-benar sehat?

    Head of Health Committe Nutrifood, Moch Aldis R, SKM, CNWC, mengatakan saat ini yang sedang tren adalah minuman dan makanan yang terbuat dari kunyit, matcha, dan charcoal. “Kunyit menjadi superfood baru. Di Starcbucks ada golden latte. Orang-orang tidak akan menyangka dari kunyit dan charcoal jadi tren. Tak heran makanan makin banyak makin bervariasi,” tambahnya. Golden latte atau minuman dari kunyit dan susu sayangnya ditambahkan gula ketika akan dikonsumsi. Karena kalau tidak rasanya akan getir.

    Adapula minuman lain seperti cheese tea atau teh dengan keju. Minuman ini disebutnya tidak sehat karena kaya gula dan lemak. Sama juga dengan Thai tea yang sedang populer.

    Satu botol minuman teh susu khas Thailand mengandung 30 gram gula. Sedangkan batas konsumsi gula sehari 50 gram atau empat sendok makan. “Mengonsumsi minuman tersebut tidak dilarang, namun sebaiknya dibatasi. Jangan sampai manfaat kesehatan dari minuman tersebut menjadi kurang,” ujarnya.

    Tren makanan lainnya adalah rice bowl, makanan ini juga tidak selalu sehat dan bernutrisi. Karena bila mengaca pada penodaan gizi seimbang, makanan rice bowl gizinya kurang. Sebab harus ada makanan pokok, sayuran, lauk pauk dan buah-buahan dengan membatasi gula, garam dan minyak. Ditambah dengan konsumsi air putih.

    Konsumsi gula, garam dan lemak sebaiknya tidak berlebih dan sesuai dengan batas yang ditetapkan. Gula batasannya empat sendok makan, garam satu sendok teh, dan lemak 5 sendok makan. Asupan gula, garam, dan lemak berlebih akan menyebabkan penyakit degeneratif, seperti obesitas, diabetes dan hipertensi.

    Selain itu, tren makanan saat ini ada pula organik dan vegetarian. Ia mengingatkan makanan yang berlabel organik belum tentu sehat. Karena beberapa produk masih melalui proses makanan dengan tinggi kalori, gula dan garam bahkan ditambahkan lemak. Begitu juga dengan makanan vegetarian. Hati-hati makanan vegetarian juga bisa mengandung gula garam dan lemak yang tinggi. Serta bisa mengalami defisiensi protein. Jadi pilihlah makanan sehat. Dan, kombinasikan makanan tersebut.

    Selain senang makan makanan tinggi gula, garam, lemak, generasi milennial juga ternyata gemar olahraga. Alhamdulillahnya, kebiasaan tersebut adalah kabar baik. Sebab kesadaran masyarakat akan kesehatan meningkat, terutama di daerah perkotaan. Tren olahraga semakin ngetren walaupun olahraga serius ada juga yang hanya untuk swafoto. Di sisi lain, mereka merasa olahraga untuk bisa menikmati makanan sebanyak-banyaknya. Kalau dibiarkan seperti ini bakal jadi kabar buruk lagi,

    Semoga Bermanfaat

     

    Sumber : republika.co.id

  • Makanan Pengganti Telur yang Tingi Kandungan Protein

    Telur merupakan salah satu sumber makanan yang mengandung protein baik untuk tubuh. Tapi sayangnya, sebagian besar orang memiliki alergi atau reaksi tubuh buruk terhadap telur. Lalu, adakah makanan pengganti telur yang sama bergizi dan bermanfaatnya bagi tubuh?

    5 Jenis makanan pengganti telur

    1. Daging hewan

    Daging sapi, ayam ataupun daging unggas lainnya merupakan salah satu makanan pengganti telur yang memiliki protein dalam jumlah banyak. Meskipun daging punya kandungan lemak jenuh yang tinggi, tapi kalau mengonsumsinya dalam takaran yang cukup tidak akan menyebabkan efek tertentu pada tubuh.

    Mengapa tidak boleh makan daging banyak-banyak? Pasalnya, lemak pada daging akan membuat penumpukan plak pada dinding ateri yang akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Walau begitu, semua jenis daging tidak hanya mengandung protein tinggi, tapi juga memiliki kandungan zat besi baik untuk melancarkan peredaran oksigen dalam tubuh.

    2. Ikan

    Selain telur dan daging, ikan juga punya sumber nutrisi serupa yang sama dibanding dengan keduanya. Tidak hanya ikan, sumber protein lain juga bisa didapat dari makanan laut lainnya seperti kerang dan tiram. Disarankan untuk mengonsumsi ikan salmon karena kandungan rendah lemaknya. Pada kandungan ikan salmon, ikan nila dan ikan tuna terdapat 21 gram protein per porsinya, yang jumlahnya sudah mencukupi kebutuhan protein tubuh sehari-hari.

    3. Produk makanan dan minuman berbahan susu

    Susu dan bahan makanan lain yang juga terbuat dari susu, bisa menjadi salah satu makanan pengganti telur yang aman dan baik untuk tubuh. Ada keju, yoghurt, keju cottage dan masih banyak lainnya. Masing-masing makanan berbahan susu tersebut, memiliki protein dalam jumlah yang cukup serta dapat menjadi sumber kalsium baik bagi tubuh. Contohnya dalam satu cangkir keju cottage mengandung 24 gram protein, sedangkan yoghurt memiliki protein sebanyak 20 gram per porsinya.

    4. Biji gandum

    Olahan biji gandum utuh seperti tepung gandum, roti gandum dan pasta gadum mengandung sejumlah protein dan berbagai nutrisi lainnya. Pada 100 gram olahan biji gandum mengandung sekitar 12,5 gram protein. Tapi sayang, tidak sama halnya dengan telur, biji gandum memang mengandung protein, tapi tidak semua kandungan protein ada di dalamnya. Salah satu contoh protein yang kurang adalah kandungan asam amino esensial, namun olahan bii gandum masih sehat dan bergizi untuk dijadikan makanan pengganti telur.

    5. Tofu

    Tofu adalah olahan dari kedelai yang digadang bagus untuk menurunkan kadar kolesterol dari dalam tubuh. Karena kandungan dari kedelai yang telah dimodifikasi menjadi bahan makanan lain, secara genetik dapat mengubah kadar kolesterol jahat menjadi kolesterol baik.

     

    Sumber : hellosehat.com

  • Ini Bahaya Telepon Genggam untuk Daya Ingat

    Seringnya penggunaan telepon genggam dapat mengakibatkan turunnya kinerja ingatan di bagian tertentu otak. Menurut beberapa peneliti, penurunan daya ingat ini akibat ladang elektromagnetik frekuensi radio (RF-EMF) selama penggunaan telepon genggam.

    Di dalam satu studi baru yang dilakukan oleh ilmuwan di Swiss Tropical and Public Health Institute (Swiss TPH), para peneliti mendapati bahwa apa yang disebut penampilan ingatan figural, atau kemampuan untuk mengingat bentuk-bentuk abstrak, dapat memburuk jika otak sering terpapar RF-EMF.

    Para peneliti memiliki data dari lebih 700 remaja dari Switzerland, yang berbahasa Jerman selama 12 bulan. Studi itu mengikuti perkembangan temuan dari studi 2015, dengan dua kali ukuran sampel dan keterangan lebih akhir mengenai penyerapan RF-EMF pada otak remaja selama jenis penggunaan piranti komunika nir-kabel yang berbeda.

    Itu adalah studi epidemiologi pertama di dunia yang memperkirakan dosis gabungan RF-EMF pada remaja. “Buktinya jelas bahwa radiasi memiliki dampak penting pada separuh otak kanan, tempat ingatan figural berada, di kalangan remaja yang memegang telepon genggam di telinga kanan ketika melakukan percakapan. Pengiriman pesan teks atau berselancar di Internet tak memiliki dampak mencolok,” kata hasil studi tersebut.

    Hasil studi itu juga menambahkan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan pentingnya penelitian dan untuk mengeluarkan faktor lain. Penyelidikan tersebut direncanakan disiarkan pada 23 Juli di jurnal kajian Environmental Health Perspectives.

    Meskipun Swiss telah mengubah alokasi frekuensi pada 2017 untuk membersihkan jalan buat 5G, atau generasi kelima telepon genggam nir-kabel, pengeritik telah memperingatkan bahwa itu bisa buruk buat kesehatan manusia, sebab frekuensi 5G dirancang bahkan menggunakan frekuensi radio yang lebih tinggi daripada 4G.

    Para peneliti dari kelompok Doctors for Environmental Protection, yang berpusat di Basel, telah memperingatkan bahwa gelombang sangat pendek 5G akan diserap oleh kulit yang sudah terpajan dampak berbahaya radiasi ultra-violet, dan 5G dapat menimbulkan resiko tambahan kanker.

    Sumber : Republika.co.id
  • Apa Itu Ayam Probiotik? Benarkah Lebih Sehat?

    Pernah dengar nama atau melihat ayam probiotik yang dijual di pasar swalayan? Selain ayam organik, ternyata ayam probiotik juga bisa dikonsumsi dan nyatanya telah dijual di pasaran. Apa itu ayam probiotik? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Apa itu ayam probiotik?

    Ayam probiotik adalah ayam yang diternak secara alami, dan selama masa peternakannya, ayam tersebut tidak terpapar bahan kimia apapun. Nah, ayam ini, sejak menetas dari dalam telur, diternak dan dibersarkan juga perawatannya dengan bahan-bahan organik. Mulai dari pakan hingga dedak yang diberikannya pun menggunakan beras organik.

    Selain itu, ayam hasil dari ternak organik ini bebas dari pestisida dalam kandungan daging maupun pada bulu dari ayam probiotik. Pada ayam jenis probiotik ini, kandungan bakteri E.coli nya sedikit dan tidak mengandung salmonella thyposa, yaitu bakteri yang terdapat pada pencernaan ayam. Ayam probiotik juga tidak tercemar logam, yang mana berbahaya jika diolah dan terserap pada tubuh manusia.

    Lebih sehat mana ayam probiotik dengan ayam biasa?

    Selain bebas dari paparan pestisida dan bahaya kimiawin lainnya, ayam probiotiknya nyatanya memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dibanding ayam biasa. Kandungan lemak ayam jenis probiotik ini sebesar 9,15%, lebih rendah dari kandungan lemak ayam biasa, di mana ayam biasa  mengandung lemak antara 21%-25% lebih banyak. Bila lemak pada ayam sedikit, otomatis takaran kolesterol juga lebih rendah.

    Kalau ayam yang biasa mengandung kolesterol sekitar 100- 120 miligram per 100 gram,  kandungan kolesterol ayam probiotik hanya setengahnya, yaitu sekitar 59,7 miligram per 100 gram. Mengenai rasa dan ukuran ayam, jangan khawatir. Menurut beberapa survei yang dilakukan oleh Perdue Farms, salah satu peternakan besar di Amerika Serikat, rasa ayam probiotik lebih enak dari ayam biasa, meskipun harganya sedikit lebih mahal.

    Manfaat makan makanan probiotik

    Tubuh akan menerima dampak buruk tertentu jika tidak menerima asupan probiotik di dalamnya. Efek samping yang bisa timbul antara lain, gangguan pencernaan, masalah kulit, penyakit candida, dan bahkan mudah terserang flu dan pilek.

    Berbanding terbalik dengan bahaya minimnya asupan probiotik dalam tubuh, berikut ini merupakan manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan jika makan makanan probiotik:

    • Sistem kekebalan tubuh lebih kuat
    • Meningkatkan fungsi pencernaan
    • Meningkatkan energi dari produksi vitamin B12
    • Napas jadi lebih baik karena probiotik mencegah candida
    • Kulit yang lebih sehat, karena probiotik mencegah eksim dan psoriasis
    • Mengurangi timbulnya gejala flu dan pilek
    • Mencegah radang usus
    • Membantu mencegah berat badan, dengan lemak dari makanan probiotik yang rendah
  • Apakah Makan Ayam Setiap Hari Itu Sehat?

    Ayam adalah jenis lauk yang paling banyak dikonsumsi. Dalam setiap acara, ayam selalu masuk dalam menu katering yang disediakan. Selain harganya yang lebih murah dibandingkan dengan jenis daging lainnya, ayam juga berukuran cukup besar untuk dihabiskan dalam sekali makan. Karena itu banyak orang memilih daging ayam sebagai menu harian, meskipun cara mengolahnya berbeda-beda setiap hari. Namun, sebetulnya sehatkah makan ayam setiap hari?

    Manfaat makan ayam

    Ayam termasuk salah satu sumber lemak yang baik untuk tubuh. Meskipun mengandung lemak jenuh, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan daging merah seperti daging sapi atau kambing. Dengan makan ayam sebagai pengganti daging lainnya, maka Anda menurunkan risiko tubuh terkena penyakit jantung dengan mengurangi tingkat kolesterol jahat.

    Selain itu, ayam termasuk sumber makanan yang kaya akan asam amino. Asam amino atau protein adalah sumber pembangun tubuh untuk membentuk otot. Protein di dalam ayam juga berfungsi untuk berbagai proses kimiawi lainnya seperti memecah racun.

    Makan ayam juga dapat mengurangi risiko Anda terkena kanker. Pasalnya, ayam menjadi salah satu sumber selenium yang baik. Selenium adalah antioksidan yang juga berpengaruh pada kinerja vitamin C dan E dalam melawan radikal bebas yang menjadi salah satu penyebab kanker.

    Tak hanya itu, ayam juga mengandung B6 yang membantu proses metabolisme protein dan karbohidrat. Tanpa vitamin B6, sistem kekebalan tubuh, metabolisme, dan sistem saraf pusat tidak akan berfungsi dengan baik. Bahkan, makan ayam juga membantu menjaga kesehatan sel-sel tubuh dan menurunkan kolesterol. Hal ini dikarenakan ayam mengandung vitamin B3 atau niacin yang cukup tinggi.

    Apakah sehat makan ayam setiap hari?

    Mengingat makan ayam sendiri menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan, apakah sehat makan ayam setiap hari? Jawabannya tergantung. Tergantung dari jenis ayam, cara memasak, dan bagian mana saja yang Anda makan.

    Ayam akan menjadi sumber nutrisi yang baik asalkan Anda memperhatikan ketiga faktor tersebut. Pertama yang perlu Anda perhatikan yaitu jenis ayam. Ayam negeri cenderung mengalami proses penyuntikan hormon dan antibiotik untuk membuatnya tetap sehat dan tumbuh besar secara buatan. Sayangnya, jika Anda terlalu banyak mengonsumsi ayam yang disuntikkan hormon hal ini dapat menganggu kesehatan sistem reproduksi. Pasalnya, hormon yang disuntikkan berupa steroid, estrogen, progesteron, dan testosteron sering kali tidak sesuai aturan. Mengonsumsinya terlalu banyak bisa mengacaukan kerja hormon alami tubuh dan meningkatkan berbagai risiko penyakit.

    Sedangkan, ayam kampung cenderung dilepas bebas tanpa disuntik. Namun, tidak seperti ayam negeri yang diberi makan secara jelas, ayam kampung bisa memakan apapun yang ia temukan di jalanan. Sehingga hal ini pun bisa menjadi ancaman untuk kesehatan Anda. Paling baik ialah mengonsumsi ayam organik dan ayam probiotik karena jenis makanan dan tempat tinggalnya dijaga dengan baik sehingga menjadikan kedua ayam ini lebih sehat.

    Selain jenis ayam, hal lain yang perlu diperhatikan yaitu cara memasaknya. Ayam yang dimasak dengan cara digoreng dan dikonsumsi setiap hari tentu tidak baik untuk tubuh. Hal ini meningkatkan kadar lemak dan kolesterol buruk di dalam tubuh yang menaikkan risiko penyakit jantung. Akan lebih aman jika Anda mengonsumsinya dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang.

    Terakhir, bagian ayam yang dikonsumsi juga menentukan sehat atau tidaknya makan ayam setiap hari. Dada ayam merupakan bagian yang menyehatkan asalkan Anda tidak mengonsumsi kulit dan bagian yang berlemak. Sisihkan kulitnya jika ayam menjadi menu wajib harian Anda karena bagian ini mengandung lemak yang sangat tinggi.

    Namun, paling baiknya yaitu variasikan lauk dengan jenis makanan lain. Jangan makan yang itu-itu saja setiap hari. Pasalnya, dengan mengonsumsi makanan yang sama setiap hari tubuh akan mendapatkan zat gizi yang juga itu-itu saja. Sedangkan tubuh membutuhkan zat gizi lainnya di luar yang terkandung di dalam ayam untuk dapat melaksanakan fungsi tubuh dengan baik, misalnya dari ikan yang tinggi omega-3 dan vitamin B12.

    Ingatlah bahwa segala sesuatu yang berlebihan, meskipun sehat, tentu tidak baik. Jadi makan ayam secukupnya saja, tidak perlu setiap hari.

     

     

    Sumber: hellosehat.com

  • Cara Depresi Pengaruhi Fisik Tubuh

    Efek depresi bisa melampaui emosi dan kesehatan mental seseorang. Depresi juga bisa memengaruhi kesehatan fisik.

    Depresi merupakan kondisi kesehatan mental nan kompleks yang menyebabkan seseorang bisa merasa sedih atau putus asa terus menerus. Gejalanya bisa bersifat sementara. Namun, jika berlangsung lebih dari dua pekan, itu bisa menjadi tanda gangguan serius.

    Gejala sama juga bisa menjadi tanda kondisi kesehatan mental lainnya, seperti bipolar atau gangguan stres pascatrauma (PTSD). Gejala depresi bisa beragam, menurut The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).

    Suasana hati tertekan hampir setiap hari, termasuk rasa sedih dan hampa jadi sebagian gejala. Kehilangan kesenangan dalam kegiatan yang sebelumnya bisa amat dinikmati. Kurang tidur atau terlalu banyak tidur setiap hari merupakan gejala lain. Masih ada penurunan atau kenaikan berat badan tak diinginkan akibat perubahan selera makan.

    Agitasi fisik atau merasa lamban. Kurang energi dan mudah lelah. Sering merasa bersalah dan tidak ada gunanya. Kesulitan berkonsentrasi dan susah membuat keputusan. Terakhir, pikiran intrusif dan sempat terpikir bunuh diri.

    Depresi faktanya juga memengaruhi fisik tubuh penderitanya, dilansir dari Medical News Today, Kamis (12/7).

    Berat badan turun

    Orang yang depresi mengalami perubahan nafsu makan, sehingga berat badannya berkurang. Pakar medis juga menghubungkan kenaikan berat badan berlebih dengan masalah kesehatan lain, termasuk diabetes dan penyakit jantung. Terlalu kurus juga membahayakan jantung, memengaruhi kesuburan, dan menyebabkan kelelahan.

    Sakit kronis

    Orang depresi dapat mengalami sakit atau nyeri yang tak dapat dijelaskan, termasuk nyeri sendi atau otot, nyeri payudara, dan sakit kepala. Gejala ini akan memburuk dan menjadi penyakit kronis.

    Penyakit jantung

    Depresi bisa mengurangi motivasi seseorang untuk bergaya hidup sehat. Risiko penyakit jantung meningkat ketika pola makannya buruk dan gaya hidupnya tidak aktif. Satu dari lima orang yang gagal jantung atau terkena penyakit arteri koroner mengalami depresi.

    Peradangan

    Penelitian menunjukkan stres dan depresi kronis terkait dengan peradangan dan dapat mengubah sistem kekebalan tubuh. Penelitian lain menunjukkan depresi bisa menyebabkan peradangan kronis. Orang depresi cenderung mengalami gangguan autoimun, seperti sindrom iritasi usus, diabetes tipe-2, dan arthritis.

    Kesehatan seksual

    Orang depresi lebih mungkin mengalami perubahan libido, kurang bergairan saat berhubungan, tidak mengalami orgasme, atau orgasme yang kurang menyenangkan.

    Sulit tidur

    Orang depresi biasanya insomnia. Kondisi ini membuat mereka merasa lelah, sehingga sulit mengatur kesehatan fisik dan mental. Dokter menghubungkan kurang tidur dengan sejumlah masalah esehatan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, masalah berat badan, dan kanker.

    Masalah gastrointestinal

    Orang dengan depresi mengalami masalah perut dan pencernaan, seperti diare, muntah, mual, dan konstipasi. Ini mungkin karena depresi mengubah respons otak terhadap stres dengan menekan aktivitas di hipotalamus, kelenjar pituitari, dan kelanjar adrenal.

     

    Sumber: republika.co.id