Category: Info Kesehatan

  • Jaga Makanan, Usus Sehat, Kanker Lewat.

    Usus sehat menandakan pikiran dan tubuh juga bugar. Namun, kebiasaan makan menjadi salah satu faktor dalam menjaga kesehatan usus. Dilansir melalui Indian Express, menjaga kesehatan usus bisa mencegah obesitas, kanker, dan gangguan pencernaan.

    Pertanyaan muncul terkait menjaga kesehatan usus dengan baik dan benar. Menurut Kepala Ahli Gizi Klinis Rumah Sakit Hiranandani Vashi Swati Bhushan, ada jutaan bakteri yang disebut mikroflora di dalam usus. Bakteri ini mempunyai banyak manfaat untuk sistem pencernaan dan kekebalan tubuh. Jika sistem kekebalan tubuh sehat, maka bisa dipastikan usus juga sehat.

    Sekitar 70 hingga 80 persen bakteri untuk sistem kekebalan tubuh terdapat di usus. “Mereka ramah terhadap tubuh, tetapi akan menurun bila mengonsumsi makanan tinggi racun,” ujar Swati. Makanan yang tergolong ‘tinggi racun’ tersebut, yakni karbohidrat yang berasal dari makanan olahan, seperti tepung jagung, maida, gula, garam, serta makanan olahan dan lemak trans.

    Seseorang bisa melakukan diet cerdas khusus untuk menjaha kesehatan usus. Misalnya, dengan menggunakan produk fermentasi yang baik. Makanan yang difermentasi, seperti gandum, selai, kacang-kacangan, buah, dan sayuran bisa merangsang produksi bakteri ini. Dengan demikian tubuh bisa terjaga dari obesitas, kanker, serta gangguan pencernaan.

    Kemudian, seseorang juga bisa mengonsumsi probiotik yang umumnya terdapat pada yoghurt. Selain itu, probiotik juga bisa mengurangi gejala, seperti kembung, kram, dan diare. Jangan lupa untuk menghindari gula dan pemanis. Gula, maltosa, dan fruktosa umum ditemukan pada makanan. Namun kandungan zat di dalamnya berbahaya bagi usus dan bisa menyebabkan kerentanan penyakit metabolik.

    Apabila ingin mengonsumsi daging, pilihlah yang tanpa lemak. Protein sangat baik untuk diet sehat. Namun daging berlemak bisa menyebabkan pencernaan tidak nyaman. Saat ingin makan daging sebaiknya pilih potongan tanpa lemak. Bahkan jauh lebih baik apabila menghindari daging merah.

    Usahakan bisa mengonsumsi serat tidak larut dan larut. Kedua jenis serat ini penting dalam membantu sistem pencernaan. Serat tidak larut disebut pula serat kasar yang tidak dapat dicerna namun menambah bobot pada kotoran. Biasanya umum ditemukan pada gandum, sayuran, dan gandum utuh. Sementara itu serat larut memmbantu meringankan pencernaan yang bisa didapat pada oat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong.

     

    Sumber : Republika

  • Lemak Jenuh Bikin Panjang Umur. Kata Siapa?

    Lemak jenuh selama ini memiliki reputasi yang cukup buruk untuk kesehatan. Namun, baru-baru ini Prospective Urban Rural Epidemiology (PURE) menemukan adanya keterkaitan antara mengonsumsi lemak jenuh dengan hidup yang lebih lama.

    PURE melakukan sebuah penelitian dengan melibatkan 135 ribu orang dari 21 negara berbeda. Para relawan diminta untuk menjawab lembar pertanyaan seputar pola makan yang mereka jalani selama kurang lebih tujuh hari ke belakang.

    Para peneliti menangkap berapa banyak yang meninggal karena penyakit jantung, strok, atau penyebab lainnya. Mereka mengamati berapa total lemak yang dikonsumsi termasuk ketiga jenis lemak (jenuh, tidak jenuh dan trans) dan kaitannya terhadap tingkat kematian.

    Para peneliti menemukan bahwa dalam setiap kasus termasuk mengonsumsi lemak jenuh dikaitkan dengan tingkat kematian yang rendah. Selain itu, semakin tinggi tingkat konsumsi lemak jenuh, semakin rendah keterkaitannya dengan risiko strok.

    Dilansir dari Shape, lemak jenuh pada dasarnya berasal dari makanan berbahan dasar hewani. Biasanya, hal pertama yang paling dikeluhkan dari lemak jenuh adalah peningkatan level kolesterol jahat atau LDL.

    Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya berlaku di semua jenis minyak. Sebut saja minyak kelapa yang memiliki kandungan lemak jenuh sangat tinggi tetapi juga mengandung rantai trigliserida medium yang membantu tubuh mempercepat pembakaran untuk menghasilkan energi.

    Bahkan, sebuah penelitian juga menyebut bahwa mengonsumsi lemak jenuh yang berasal dari produk susu bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler. Namun, lemak jenuh yang berasal dari hewani seperti daging akan meningkatksn risiko penyakit kardiovaskuler.

    Profesor dari Universitas George Mason, Taylor Wallace, mengungkap beberapa alasan mengapa lemak jenuh bisa memperpanjang usia. Menurut Wallace, ada banyak manfaat bisa didapatkan dari mengonsumsi daging dan susu yang di dalamnya juga terkandung lemak jenuh.

    “Susu mengandung kalsium, vitamin D, magnesium dan protein. Sedangkan daging merah kaya akan protein, mineral dan berbagai vitamin,” kata Wallace.

    Namun, menambahkan lemak jenuh bisa memberikan hasil yang berbeda di area yang berbeda. Jika sumber makanan lemak jenuh seperti susu dan daging diberikan ke daerah dengan populasi orang kelaparan, maka hal tersebut dapat menurunkan risiko kematian. “Namun hasil yang positif itu tidak akan bisa ditemukan pada populasi orang yang sudah ternutrisi,” jelas Wallace.

    Meski demikian, permasalahan lemak jenuh ini masih menimbulkan pro dan kontra diantara para peneliti. Para peneliti menyarankan agar masyarakat tetap mematuhi panduan nutrisi yang sudah ditetapkan oleh setiap negara.

     

    Sumber :

    Republika.com

  • Berpikir Positif Untuk Hidup Mulia

    Sahabat, berpikiran positif merupakan sebuah kewajiban bukanlah sebuah pilihan. Mengapa? Karena dampak tidak melakukannya cukup besar sehingga dapat merugikan kehidupan dan keseharian kita. Rasanya, statement tersebut tidak perlu dicantumkan contoh pembuktiannya bukan?

    Berpikir positif dapat menjadi sebuah teknik pengelolaan stress. Tidaklah melulu seseorang dengan beban kerja dan tanggungjawab yang cukup mengharuskan dirinya melarikan rasa stressnya dengan melakukan suatu hal. Namun ternyata, cukup berpikir positif pun dapat menolong meredakan stress tersebut.

    Maka, dibalik semua realita yang sedang kita hadapi, permasalahan yang datang bertubi-tubi, serta kondisi ekonomi dan rumah tangga yang cukup membebani, bagaimana cara yang paling tepat agar kita dapat berpikir positif?

    Seorang bisnisman yang sedang banyak pikiran

    Pertama, Kenali Dirimu Sendiri

    Seringkali pikiran negatif telah tertanam dalam diri manusia, begitu dalam sampai terkadang kita tidak sadar sedang melakukannya. Anda dapat mulai menghentikan hal ini dengan cara mengenali sentimen negatif dan menggantinya dengan yang positif. Coba kenali lebih dalam diri Anda, pahami apa yang Anda inginkan, apa yang Anda mampu lakukan, dan apa yang Anda butuhkan sebenarnya. Lihatlah suatu hal dalam skala yang lebih besar. Sejatinya, tidak melulu hal yang terjadi untuk kita, dibebankan pada kita, merupakan hal yang buruk untuk kita. Setiap kejadian pasti memiliki makna dan manfaat meski kadar rasa sakit tidak selalu lebih sedikit daripada rasa bahagia.

    Orang yang memiliki pikiran positif akan selalu berusaha menjadi dirinya sendiri. Dia tidak ingin menjadi seperti orang lain. Hal itu dikarenakan dengan manfaat berpikiran positif, akan selalu bersyukur dengan apa yang ada di dalam dirinya dan menjadikan kelebihannya sebagai kekuatan. Tidak ada rasa ingin meniru kekuatan orang lain dan menjadi seperti orang lain. Sudah seberapa Kenal Anda dengan diri Sendiri?

    Kedua, Ubah Cara Berpikir

    Cobalah melihat suatu keadaan dengan cara yang berlawanan, seperti melihat gelas yang setengah terisi, bukan setengah kosong. Kedepankan hal yang baik untuk dilihat terlebih dahulu dan dipikirkan di awal dibandingkan memikirkan hal buruk diawal.

    Optimis akan membuat seseorang menjadi pribadi yang tidak akan mudah menyerah. Jika dia terjatuh dia akan bangkit kembali sampai dia berhasil mencapai apa yang di cita-citakannya. Kegagalan dianggapnya sebagai ujian yang bisa membuatnya lebih semangat dan tegar. Orang pesimis jika gagal akan berhenti mencoba karena kecemasan dan kekhawatiran timbul dari pikirannya sendiri. Optimis hanya dapat diraih apabila mampu memandang sesuatu dengan prinsip Peluang dan Solusi bukan sekedar Masalah dan Kekacauan. Lakukan !

    Ketiga, Berbagi Kebahagiaan

    Setiap Kebaikan yang ditularkan tidaklah menimbulkan kerugian bagi yang menularkan. Berbagi hal-hal positif dengan orang lain akan membuat Anda berlatih membentuk pikiran positif. Biasakan mensyukuri 5 hal sederhana yang terjadi dalam hidup Anda setiap hari, dimulai dari hal kecil yang Anda miliki. Tentukan tujuan yang ingin dicapai setiap hari, dan berikan pujian terhadap orang-orang di sekitar Anda. Pada akhirnya semua kebaikan akan kembali pada Anda.

    Percaya akan pikiran baik menghasilkan sesuatu yang baik, begitupun pikiran yang buruk akan menghasilkan sesuatu yang buruk. Setiap tenaga yang kita kerahkan, akan sesuai dengan apa yang otak kita perintahkan, karenanya seperti dalam ajaran agama islam :

    Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman,

    أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى

    Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku(Muttafaqun ‘alaih). Hadits ini mengajarkan bagaimana seorang muslim harus huznuzhon pada Allah dan memiliki sikap roja‘ (harap) pada-Nya.

    Sahabat, siapkah kita untuk memulai berpikir positif setiap hari? Bersyukur dan menebar manfaat tanpa henti? Senyum tanpa kenal balas? Berbagi tanpa mengharap kembali? Apabila siap, maka kita telah siap menjadi pribadi yang mulia. Insya Allah

    Wallahu’alam Bish Shawab…

     

    Rujukan dan Referensi

    • https://rumaysho.com/2298-sesuai-persangkaan-hamba-pada-allah.html
    • https://manfaat.co.id/16-manfaat-berpikir-positif-bagi-fisik-dan-mental
    • https://www.liputan6.com/lifestyle/read/2605497/5-langkah-sederhana-selalu-berpikir-positif-untuk-hidup-bahagia
  • Suka Sarapan Pakai Nasi? Coba Simak Dulu Ini !

    Indonesia terkenal dengan statement, “Belum makan kalau belum nasi”, tidak peduli momennya pagi, siang, atau sore makan nasi adalah hal yang menjadi kewajiban bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Lalu, bagaimana dengan sarapan nasi? Sebagian orang yang sarapan dengan nasi tentu menginkan perutnya kenyang dan bertahan hingga siang hari.

    Namun, bagi sebagian orang lainnya, sarapan di pagi mungkin bukanlah sebuah hal yang krusial. Padahal, sarapan sebelum melakukan berbagai macam aktivitas sangatlah penting. Selain akan membuat tubuh sehat, sarapan juga dapat membuat tubuh tidak lesu di siang hari.

    Masih banyak yang menganggap bahwa sarapan adalah kegiatan memakan makanan apa saja agar perut tetap kenyang. Padahal, sarapan yang benar adalah ketika seseorang memakan makanan bergizi lengkap, bahkan tidak perlu sampai perut terasa kenyang.

    Selain itu, banyak juga yang berpikir bahwa ketika sarapan, kita harus memakan makanan padat. “Sering kali masyarakat salah mempersepsikan sarapan. Sarapan dianggap makanan padat, padahal bisa lembut dan cair. Makanan dan minuman. Sarapan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian,” kata seorang ahli gizi, Hardinsyah, dalam acara konferensi pers peluncuran Nestlé NESTUM di Hotel Grand Hyatt Hotel, Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Meski kebutuhan gizi harus dipenuhi, tetapi menurut Hardinsyah, terlalu banyak juga sebaiknya dihindari. Karena dapat menyebabkan rasa kantuk yang akan menghambat aktivitas sehari-hari.

    Sarapan memang dapat dikatakan sebagai kegiatan makan dan minum, akan tetapi makanan dan minuman yang disantap harus yang berkualitas. “Memenuhi karbohidrat, ada proteinnya, ada mineral, dan ada serat,” kata Hardinsyah kepada Republika.

    Maka kami menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang lengkap dan berimbang zat gizinya. Bagaimana dengan Nasi Uduk yang terkenal sebagai salah satu menu sarapan favorit di Indonesia? Nasi uduk biasa disajikan dengan bihun goreng, sambal goreng kentang, ditambah dengan gorengan. Jika Anda perhatikan, nasi uduk sudah merupakan sumber karbohidrat, jika ditambah dengan bihun atau kentang maka asupan karbohidrat Anda bertambah berkali-kali lipat. Selain itu gorengan yang Anda konsumsi juga biasanya tinggi lemak karena mengandung banyak minyak.

    Jika Anda terbiasa mengonsumsi nasi uduk untuk sarapan, cobalah kombinasikan dengan lauk-pauk yang mengandung protein dan sayur buah, kurangi asupan karbohidrat sederhana yang terlalu banyak

    Konteksnya, sarapan menjadi sumber energi yang menyebabkan tubuh memiliki stamina lebih. Selain itu, sarapan juga dapat membantu seseorang lebih berkonsentrasi melakukan kegiatan dari pagi sampai siang hari. Ketika selesai beraktivitas, energi sudah pasti terasa berkurang. Maka dari itu selain sarapan, makan siang dan sore yang bergizi juga sangat disarankan.

    Sarapan tentunya seringkali ditujukan untuk Anak-Anak sebelum mereka sekolah. Dibandingkan orang dewasa yang tentu telah memiliki kuasa penuh atas dirinya sehingga cenderung dapat mengontrol pola makan dan sarapan. Namun pada anak-anak diperlukan kebijakan dan pengetahuan orangtua tentang gizi baik, makanan bergizi, dan apa yang dianjurkan serta dilarang untuk sarapan anaknya. Seringkali dikarenakan keharusan mengantisipasi macetnya perjalanan maka sarapan diabaikan kualitasnya.

    Berdasarkan data Survei Diet Total (SDT) Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) pada lebih dari 25 ribu anak usia 6 sampai 12 tahun di 34 provinsi di Indonesia, sekitar 47,7 persen anak belum memenuhi kebutuhan energi minimal saat sarapan. Kemudian, 66,8 persen anak masih sarapan dengan mutu gizi rendah vitamin dan mineral. Persentase anak yang kurang mendapat gizi bermutu dapat terbilang cukup tinggi.

    Jadi, tidaklah selalu salah apabila sarapan dengan nasi. Semua tergantung dengan porsi dan takaran gizi sarapan tersebut. Pada intinya sarapan bukanlah bicara jumlah atau kuantitas semata, namun kualitas dari sarapan tersebut.

    Sahabat, bagaimana menurut Anda sarapan Anda? Sudahkah memenuhi gizi yang baik? Atau…….

     

     

    Rujukan :

    Republika

    Hellosehat

  • Semakin Berumur Perempuan Diharuskan Berjalan Kaki. Mengapa?

    Sahabat, paradigma yang ada adalah kaum muda memiliki semangat dan tenaga yang lebih besar dari para orang tua sehingga mereka harus banyak bergerak dan berjalan kaki. Namun nyatanya, fakta menyebutkan bahwa kaum hawa berusia paruh baya hingga lansia dianjurkan untuk lebih sering berjalan kaki. Aktivitas fisik sederhana seiring dengan pertambahan umur itu dianggap penting untuk menurunkan risiko gagal jantung yang mengintai.

    tudi di AS membuktikan, berjalan kaki mampu mencegah gagal jantung pada perempuan paruh baya atau yang lebih tua. Temuan telah dipublikasikan dalam Journal of the American College of Cardiology: Heart Failure.

    Tim meneliti riwayat 137.303 perempuan AS yang berusia antara 50 sampai 79 tahun dalam studi Women’s Health Initiative (WHI). Studi jangka panjang itu telah menghasilkan temuan penting tentang kematian dan risiko penyakit pascamenopause.

    Hasilnya, selain menekan risiko gagal jantung secara umum sebesar 25 persen, peningkatan aktivitas fisik mencegah terjadinya dua subtipe penyakit jantung. Selama rata-rata 14 tahun masa tindak lanjut, ada 2.523 kasus gagal jantung yang didapati.

    Penulis utama studi, Profesor Madya Michael LaMonte, mengklaim studi tersebut sebagai riset pertama yang menemukan hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan risiko gagal jantung. Terutama, mencermati dampaknya bagi perempuan paruh baya.

    “Temuan ini sangat relevan dan penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Bergerak lebih banyak dan duduk lebih sedikit adalah saran yang bijaksana untuk kita semua,” ujar akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Profesi Kesehatan Universitas Buffalo itu.

    Secara umum, gagal jantung lebih mungkin terjadi pada pria maupun perempuan paruh baya atau lebih tua. Empat dari lima kasus gagal jantung dialami kelompok usia 65 tahun atau lebih, dilansir dari laman The London Economic.

    Untuk itu, berjalan kaki selain memang menyehatkan secara fisik, juga melibatkan faktor psikologis terutama ketika dilakukan disaat pagi hari atau sore hari dimana banyak didapatkan interaksi sosial dengan tetangga. Adanya interaksi tersebut tentu menjadikan kita kembali semangat dengan syarat diawali dengan pikiran yang positif.

    Jadi, kapan kira-kira Sahabat terakhir berjalan kaki? Mari ajak sekalian keluarga kita agar terjalin suasana hangat dan positif setiap harinya.

     

    Rujukan : Republika

  • Lambung Terkikis Akibat Merokok

    Merokok sudah menjadi ancaman hidup yang berasal dari banyak penyakit. Berbagai kandungannya pun bisa mengikis dinding lambung sehingga menyebabkan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

    “Merokok ini asapnya itu ngga langsung di keluarkan, tapi ditahan di mulut,” kata dr. Wisnu, Ahad (2/9).

    Menahan asap di mulut ini berarti membuka jalan untuk membuat asap tidak hanya ke paru-paru, namun, ke lambung pula. Bahan-bahan berbahaya yang dibawa seperti TAR ini yang akan membuat PH asam lambung berubah dan naik ke atas.

    Di samping itu, menurut pemantauan dr. Wisnu, perokok juga tidak terlalu suka makan. Mereka akan mengonsumsi prosi makanan lebih sedikit dari kebutuhan harian, karena merasa telah kenyang setelah merokok.

    Kondisi ini akan membuat GERD yang diderita perokok biasanya sudah dalam kondisi cukup parah. Salah satu cara untuk memperbaiki keadaan, tentu saja dengan mengentikan kebiasaan merokok terlebih dahulu, di samping mendapatkan pengobatan oleh tenaga medis yang profesional.

     

    Sumber : Republika.co.id

  • Mencuci Buah dan Sayuran Sebelum Dimakan. Perlu atau Dilarang?

    Sahabat, selama ini kita seringkali memanggap buah dan sayur yang langsung dipetik dari pohonya itu belum tentu kebersihannya, sehingga Anda mungkin sering disarankan mencuci buah dan sayuran sebelum dimakan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) merekomendasikan hal ini untuk menghindari penyakit yang ditularkan lewat makanan, seperti norovirus, yang merupakan penyebab utama wabah penyakit umum, seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare.

    Ahli kesehatan pun setuju bahwa mencuci buah dan sayuran efektif mencegah hal ini. Dengan demikian, Anda telah membersihkan kontaminan fisik, seperti kotoran, kerikil kecil, serangga, bahkan cacing yang sering ditemukan di sela daun-daun sayuran.

    Profesor Mikrobiologi di Arizona University, Charles Gerba mengatakan mencuci buah dan sayuran membantu menghilangkan mikroorganisme penyebab penyakit. Ia memisalkan ketika Anda menarik tanaman daun bawang dari dalam tanah, sangat mudah bagi kotoran terbawa dari sana. Itu hanya salah satu contoh bagaimana bakteri berbahaya dapat menyusup ke makanan.

    “Anda memetik sayuran dari dalam tanah. Pikirkan saja berapa banyak tangan dan proses dilewati. Petani memasukkannya ke dalam truk, karyawan toko kelontong menyimpannya di rak, pembeli di pasar memilih-milih daun bawang yang hendak dibeli. Bukan tidak mungkin satu dari mereka tidak mencuci tangan dengan beanr setelah buang air besar. Anda bisa muntah dan diare,” kata Gerba, dilansir dari Men’s Health, Selasa (28/8).

    Brendan Niemira dari Departemen Pertanian AS mengatakan membilas buah dan sayuran dengan air tidak bisa menghilangkan semua kuman dan penyakit. Namun, itu sangat efektif menghilangkan bakteri di permukaan buah dan sayuran.

    Sahabat, tentu kesehatan kita terkadang dipengaruhi oleh hal yang tidak pernah kita bayangkan sekalipun. Maka, sebarkan kebaikan ini, lakukan, meski terlihat sederhana namun kita tidak pernah tahu, hal kecil mana yang menjatuhkan tubuh kita, seperti kita tidak tahu kebaikan mana yang menyelamatkan hidup kita kelak. Stay Healthy dan Stay Positif !

     

    Sumber : Republika

  • Makan Murah Lebih Sehat?

    Makan sehat tidak harus menghabiskan banyak uang. Lewat situs NHS Choices, para pakar dari Layanan Kesehatan Inggris (NHS) membagikan sejumlah tips sederhana agar setiap orang bisa makan sehat sekaligus berhemat.

    Menurut situs tersebut, kecenderungan memilih makanan tidak sehat bisa disebabkan kesibukan. Seseorang tidak memiliki cukup waktu untuk memikirkan apa yang harus mereka makan sehingga memilih apa yang tersaji dengan cepat.

    Situs tersebut menyarankan untuk menyusun rencana makan mingguan menggunakan bahan-bahan yang sudah dimiliki. Jika rencana sudah dibuat, patuhi daftar tersebut agar tidak ada bahan makanan yang terbuang percuma.

    “Cobalah untuk tidak berbelanja ketika lapar. Orang yang berbelanja saat lapar cenderung menghabiskan lebih banyak uang, terutama untuk membeli makanan kurang sehat, termasuk yang berlemak dan bergula,” demikian anjuran NHS.

    Tips sederhana lain adalah dengan memasak porsi lebih saat makan malam sehingga sebagian bisa dihangatkan kembali keesokan harinya. Tidak ada salahnya juga menyediakan stok makanan beku di kulkas yang mudah diolah tetapi tetap sehat.

    Menurut NHS Choices, berbelanja daging dan ikan dalam jumlah berlebihan sampai terbuang percuma kerap menjadi sumber keborosan. Sebagai alternatif, kacang-kacangan seperti lentil dan kacang polong bisa dijadikan pilihan.

    Selain murah, kacang-kacangan baik untuk tubuh karena mengandung serat, vitamin, dan mineral, sekaligus rendah lemak dan kalori. Untuk variasi pengolahan, ada banyak situs dan aplikasi yang membagikan berbagai resep lezat, dikutip dari laman Liverpool Echo.

    Sumber : Republika

  • Malas Minum Air? Ini Tipsnya !

    Sahabat, seringkali penyakit itu datang karena tubuh kekurangan cairan. Pun begitupula penyakit dapat pergi karena tercukupinya jumlah cairan. Minum air memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Air dapat mengurangi rasa lapar, menjaga berat badan, membuat kulit dan rambut tampak lebih baik, detoksfikasi alami, bahkan berpikir lebih tajam.

    Meski begitu, banyak orang belum bisa memenuhi kebutuhan airnya. Terkadang seseorang sering tidak ingat untuk minum atau terlalu banyak menenggak kopi serta teh.

    Dilansir dari Life Hack, Selasa (28/8), ada beberapa metode yang sudah terbukti bisa meningkatkan konsumsi air sehingga manfaatnya bisa terserap dengan baik untuk tubuh. Mau dicoba?

    Tentukan sasaran

    Mungkin ini terdengar berlebihan dan mungkin anda sudah mencoba saran ini. Kunci menetapkan sasaran untuk diri sendiri adalah menjaga air tetap terlihat.

    Mulailah dengan mengisi air di botol besar dan membawanya ke kantor atau menaruhnya di meja dapur. Bahkan, bawalah botol berisi saat bepergian.

    Setelah itu, hitung berapa kali Anda meminum air. Ini akan memberikan Anda tolak ukur untuk melihat seberapa banyak air yang diminum.

    Tambahkan rasa

    Menambahkan buah beri, mint, rosemary, atau basil, mentimun, jeruk, atau melon bisa menjadi cara yang bagus untuk memberi rasa pada air. Air yang sudah diinfus memiliki manfaat tambahan, seperti antioksidan, vitamin, serta mineral. Gizinya bergantung pada bahan infus dalam air.

    Anda dapat menggunakan botol minum khusus air infus atau membuatnya sendiri.  Teruslah bereksperimen untuk menemukan resep yang enak dan membuat minum air terasa lebih enak.

    Tetap Dingin

    Anda bisa memakai botol yang menjaga air tetap dingin. Anda juga dapat membuat buah-buahan atau daun herbal menjadi es batu. Ini adalah cara yang bagus untuk menambahkan sedikit rasa tanpa berlebihan ke air minum.

    Gunakan sedotan

    Anehnya, banyak orang yang lebih sukses meminum banyak air ketika menggunakan sedotan. Agar tetap sadar lingkungan, gunakanlah gelas dan sedotan yang bisa digunakan kembali. Jika khawatir minum dari sedotan dapat menyebabkan keriput, ketahuilah air menjaga kulit tetap lembab dan halus.

    Buat pengingat

    Setel pengingat di ponsel dengan waktu yang lebih spesifik. Misalnya minum air sebanyak delapan ons per jam. Pastikan memiliki air di sekitar Anda.

    Gunakan aplikasi

    Banyak perusahaan teknologi membuat aplikasi kreatif untuk melacak asupan air. Aplikasi membantu tetap terhidrasi dan membuat kegiatan minum air menjadi rutinitas.

     

    Sumber : Republika

  • Tidur Dengan Mulut Terbuka. Bahaya?

    Sahabat, saat seseorang terlalu Lelah maka seringkali tidur dalam kondisi yang tidak dipersiapkan atau kita kenal dengan istilah “Ketiduran”. Meskipun merupakan proses tidur yang dapat terbilang sangat nikmat, namun hendaknya kita pertimbangkan beberapa hal yang dapat terjadi ketika kita tidur tidak dalam persiapan terlebih dahulu. Salah satunya, tidur dengan kondisi mulut terbuka.

    Terkadang banyak orang tidak sadar tidur dengan mulut terbuka. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Oral Rehabilition, aliran udara melalui mulut akan menghilangkan saliva.

    Ketika mulut mengalami kekurangan saliva, maka aliran udara yang masuk ke mulut akan mengurangi saliva atau air liur. Ketika mulut kekurangan air liur akibat bernapas lewat mulut, maka yang terjadi adalah munculnya penumpukan plak di mulut. Penumpukan plak akan meningkat jumlah bakteri yang tidak diinginkan dalam mulut.

    Bakteri bisa menyebabkan, kerusakan gigi. Bahkan, yang terparah terjadi adalah copotnya gigi.

    Dilansir dari Times of India, Ahad (26/8), penurunan air liur juga dapat mengakibatkan beberapa hal tidak mengenakkan. Seperti napas seseorang menjadi bau.

    Baca juga: Haruskah ke Dokter Ketika Gigi Anak Goyang?

    Berkurangnya jumlah air liur menghasilkan penurunan kemampuan mulut untuk membersihkan diri, halitosis atau bau mulut bukan hanya menyebalkan  bagi orang yang mengalaminya. Tetapi juga bagi mereka di sekitarnya.

    Kedua, bernapas dengan mulut pada dasarnya berarti lebih sedikit oksigen ke paru-paru. Kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan sepanjang hari.

    Ketiga, bibir pecah-pecah. Berkurangnya air liur membuat cairan di mulut akan mengering dan menyebabkan mulut serta bibir kering, yang juga dapat menyebabkan gangguan kemampuan menelan.

    Keempat, satu hal yang harus diwaspadai ketika tidur dengan mulut terbuka dapat berpengaruh pada posisi gigi yang selanjutnya berdampak pada bibir dan lidah. Wajah menjadi lebih pendek, gigi yang terlalu rapat, dan lubang hidung membesar.

    Untuk mengatasinya coba perhatikan berat badan. Kegemukan mungkin menyebabkan obstruksi pada pernapasan regular. Bisa juga dengan berkonsultasi pada dokter untuk memeriksa penyebab utama dan solusinya.

     

    Sumber : Republika