Bibir yang kering dan pecah-pecah bisa sangat mengganggu penampilan dan kenyamanan. Untuk menjaga bibir tetap lembap, halus, dan sehat, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan. Berikut adalah cara-cara yang efektif untuk melembapkan bibir secara alami dan aman.
1. Gunakan Lip Balm Secara Rutin
Lip balm adalah solusi paling praktis untuk melembapkan bibir. Pilih lip balm yang mengandung bahan alami seperti shea butter, minyak kelapa, atau vitamin E. Aplikasikan lip balm setiap kali bibir terasa kering, terutama sebelum tidur.
2. Hidrasi dengan Air Putih
Dehidrasi dapat menyebabkan bibir kering. Pastikan untuk minum cukup air setiap hari (minimal 8 gelas) untuk menjaga kelembapan tubuh, termasuk bibir.
3. Eksfoliasi Bibir Secara Lembut
Kulit mati pada bibir bisa membuatnya terlihat kusam dan kering. Anda bisa eksfoliasi bibir dengan scrub alami yang terbuat dari campuran gula dan madu. Gosokkan secara lembut menggunakan sikat gigi bekas atau jari Anda, lalu bilas dengan air hangat. Lakukan ini sekali atau dua kali seminggu.
4. Pakai Minyak Alami
Minyak alami seperti minyak kelapa, minyak almond, atau minyak zaitun dapat membantu melembapkan bibir secara alami. Oleskan minyak ini pada bibir setiap malam sebelum tidur untuk hasil terbaik.
5. Gunakan Masker Bibir
Anda juga bisa membuat masker bibir alami untuk memberikan kelembapan ekstra. Campurkan madu dan lidah buaya, aplikasikan pada bibir, diamkan selama 10-15 menit, kemudian bilas dengan air hangat. Masker ini membantu merawat bibir dan menjaga kelembapannya.
6. Hindari Menjilat Bibir
Meskipun menjilat bibir terasa menyegarkan, itu sebenarnya dapat membuat bibir semakin kering. Air liur cepat menguap dan meninggalkan bibir lebih kering daripada sebelumnya. Usahakan untuk tidak menjilat bibir Anda.
7. Gunakan Humidifier
Udara kering, terutama di musim dingin atau saat menggunakan AC, bisa membuat bibir kering. Gunakan humidifier di dalam ruangan untuk menjaga kelembapan udara dan mencegah bibir menjadi kering.
8. Pilih Lipstik yang Melembapkan
Jika Anda suka memakai lipstik, pilihlah lipstik yang mengandung bahan pelembap seperti shea butter, minyak argan, atau vitamin E. Hindari lipstik yang terlalu kering karena bisa membuat bibir semakin kering dan pecah-pecah.
9. Hindari Rokok dan Polusi
Merokok dapat membuat bibir menjadi kering dan pecah-pecah. Selain itu, polusi udara juga dapat menyebabkan iritasi pada bibir. Hindari paparan langsung terhadap polusi dan, jika perlu, gunakan pelindung bibir sebelum keluar rumah.
10. Jaga Kesehatan Tubuh
Bibir yang kering bisa menjadi indikasi dari masalah kesehatan seperti kekurangan vitamin B atau zat besi. Pastikan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral untuk mendukung kesehatan kulit, termasuk bibir.
Kesimpulan
Bibir yang lembap dan sehat membutuhkan perhatian ekstra, terutama di cuaca yang kering atau jika Anda sering terpapar sinar matahari. Dengan melakukan perawatan rutin menggunakan bahan alami dan menjaga hidrasi tubuh, bibir Anda akan tetap lembut dan terjaga kesehatannya.
Kulit pisang sering dianggap sebagai limbah yang tidak berguna. Namun, di balik itu, kulit pisang menyimpan banyak manfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral, kulit pisang bisa menjadi solusi alami yang murah dan mudah ditemukan.
Kandungan Nutrisi dalam Kulit Pisang
Kulit pisang mengandung:
Vitamin B6 dan B12
Magnesium dan Kalium
Serat
Antioksidan
Manfaat Kulit Pisang untuk Kesehatan
1. Mengurangi Peradangan dan Luka
Kulit pisang memiliki sifat antiinflamasi yang membantu meredakan iritasi dan mempercepat penyembuhan luka kecil. Cukup tempelkan bagian dalam kulit pisang pada area yang terluka selama beberapa menit.
2. Menurunkan Kolesterol
Kulit pisang mengandung serat yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh. Anda bisa merebus kulit pisang dan meminum airnya secara rutin.
3. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan
Serat dalam kulit pisang membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Kulit pisang juga mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.
4. Menjaga Kesehatan Mata
Kulit pisang mengandung lutein, antioksidan yang membantu menjaga kesehatan mata dan melindungi dari degenerasi makula.
Manfaat Kulit Pisang untuk Kecantikan
1. Memutihkan Gigi
Gosokkan bagian dalam kulit pisang pada gigi selama 2-3 menit setiap hari. Kandungan mineralnya membantu mengurangi plak dan membuat gigi terlihat lebih putih.
2. Mengatasi Jerawat
Kulit pisang memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu mengurangi jerawat dan meredakan peradangan kulit. Gosokkan kulit pisang pada wajah secara lembut, diamkan 10-15 menit, lalu bilas.
3. Menghilangkan Kantung Mata
Tempelkan kulit pisang di bawah mata untuk mengurangi kantung mata dan lingkaran hitam. Kandungan antioksidan membantu mengurangi pembengkakan.
4. Melembapkan Kulit
Kulit pisang dapat digunakan sebagai pelembap alami. Gosokkan pada kulit kering, biarkan beberapa menit, lalu bilas. Ini membantu menjaga kelembapan dan mengurangi kulit kering.
Cara Menggunakan Kulit Pisang
Masker Wajah: Haluskan kulit pisang, tambahkan madu, dan aplikasikan sebagai masker wajah.
Teh Kulit Pisang: Rebus kulit pisang, tambahkan sedikit kayu manis, dan nikmati sebagai teh yang kaya antioksidan.
Scrub Tubuh: Campurkan kulit pisang dengan gula untuk membuat scrub alami yang mengangkat sel kulit mati.
Kesimpulan
Kulit pisang bukan hanya limbah, tetapi sumber nutrisi dan manfaat kesehatan yang luar biasa. Dengan memanfaatkan kulit pisang, Anda tidak hanya menjaga kesehatan tubuh dan kulit, tetapi juga ikut mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Jangan ragu untuk mencoba berbagai cara kreatif memanfaatkan kulit pisang dalam rutinitas harian Anda!
Detoksifikasi tubuh telah menjadi topik populer dalam dunia kesehatan. Proses ini bertujuan untuk membantu tubuh membuang racun yang berasal dari makanan, polusi, atau kebiasaan hidup tidak sehat. Meski tubuh kita sudah memiliki mekanisme detoksifikasi alami, seperti melalui hati dan ginjal, gaya hidup sehat dapat membantu mendukung proses ini.
Mengapa Detoksifikasi Tubuh Diperlukan?
Racun dalam tubuh dapat menumpuk dari pola makan yang buruk, paparan bahan kimia, atau kurangnya aktivitas fisik. Jika dibiarkan, ini dapat menyebabkan kelelahan, gangguan pencernaan, hingga masalah kulit. Dengan melakukan detoksifikasi, tubuh Anda dapat bekerja lebih efisien, meningkatkan energi, dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.
Cara Detoksifikasi Tubuh Secara Alami
1. Minum Air yang Cukup
Air adalah komponen utama dalam proses detoksifikasi. Dengan minum air yang cukup, tubuh dapat dengan mudah membuang limbah dan racun melalui urin dan keringat.
2. Konsumsi Makanan Kaya Serat
Serat membantu membersihkan saluran pencernaan dari zat-zat yang tidak diperlukan tubuh. Buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian adalah sumber serat terbaik untuk mendukung detoksifikasi.
3. Tingkatkan Asupan Antioksidan
Antioksidan membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Makanan seperti blueberry, brokoli, dan teh hijau kaya akan antioksidan alami.
4. Hindari Makanan Olahan
Makanan olahan sering mengandung bahan kimia tambahan yang sulit diproses tubuh. Dengan mengurangi konsumsi makanan ini, Anda membantu meringankan beban organ detoksifikasi, seperti hati.
5. Olahraga Secara Teratur
Berkeringat saat berolahraga adalah salah satu cara tubuh mengeluarkan racun. Aktivitas fisik juga membantu meningkatkan sirkulasi darah, yang mendukung distribusi nutrisi dan proses pembuangan limbah.
6. Perbanyak Konsumsi Air Lemon
Air lemon membantu meningkatkan fungsi hati dan mempercepat proses detoksifikasi. Lemon juga kaya vitamin C, yang mendukung sistem imun.
7. Tidur yang Cukup
Tidur adalah waktu bagi tubuh untuk memperbaiki diri dan membuang racun yang terakumulasi selama aktivitas sehari-hari. Kurang tidur dapat menghambat proses detoksifikasi alami tubuh.
8. Kurangi Gula dan Alkohol
Gula dan alkohol dapat memperlambat proses metabolisme tubuh, sehingga racun lebih sulit dikeluarkan. Mengurangi konsumsi keduanya akan memberikan manfaat besar bagi detoksifikasi.
Tanda-Tanda Tubuh Membutuhkan Detoksifikasi
Kelelahan yang tidak wajar meskipun cukup istirahat.
Gangguan pencernaan, seperti sembelit atau kembung.
Kulit kusam atau munculnya jerawat.
Sering sakit kepala atau sulit berkonsentrasi.
Kesimpulan
Detoksifikasi tidak harus rumit atau mahal. Dengan mengadopsi pola hidup sehat, tubuh Anda akan mampu membuang racun secara alami dan bekerja lebih efisien. Ingat, detoksifikasi bukan solusi instan, tetapi merupakan proses berkelanjutan untuk mendukung kesehatan tubuh. Jadi, mulailah dengan langkah kecil untuk hidup lebih sehat hari ini!
Tak hanya baik untuk kesehatan tubuh, manfaat minyak kelapa untuk kulit dan kecantikan juga tidak perlu diragukan lagi. Minyak ini telah lama digunakan untuk melembapkan kulit dan mencegah berbagai masalah pada kulit.
Buah kelapa dapat diolah dan diproses menjadi berbagai macam bentuk dan salah satunya adalah minyak kelapa. Minyak kelapa tidak hanya sekadar dijadikan sebagai bahan untuk memasak, tetapi juga baik untuk kesehatan kulit.
Ragam Manfaat Minyak Kelapa untuk Kulit
Ada beragam manfaat minyak kelapa untuk kulit yang dapat Anda peroleh, antara lain:
1. Meredakan peradangan kulit
Beberapa penyakit kulit, seperti psoriasis, dermatitis kontak, dan eksim, diketahui dapat memicu munculnya peradangan pada kulit. Namun, Anda tidak perlu khawatir, sebab minyak kelapa bisa meredakannya.
Minyak kelapa diketahui memiliki sifat antiinflamasi, sehingga baik untuk mengatasi peradangan pada kulit. Selain itu, kandungan antioksidan di dalamnya juga baik untuk mengurangi radikal bebas dalam tubuh.
Meski demikian, penting untuk diingat bahwa sebagian besar penelitian tentang minyak kelapa hingga saat ini masih terbatas. Oleh karena itu, Anda perlu lebih hati-hati dalam menggunakannya, terutama jika ingin digunakan sebagai bahan pengobatan, baik dikonsumsi atau dioleskan ke area kulit yang meradang.
2. Mempercepat penyembuhan luka
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa diketahui dapat membantu proses penyembuhan luka ringan. Minyak kelapa juga diketahui dapat meningkatkan kadar antioksidan dan kadar kolagen pada kulit.
Penelitian lain juga menyebutkan bahwa minyak kelapa yang dikombinasikan dengan antibiotik efektif untuk menyembuhkan luka bakar. Selain mempercepat penyembuhan luka, sifat antimikroba pada minyak kelapa juga dapat mencegah infeksi.
3. Melembapkan kulit
Menjaga asupan cairan tubuh merupakan hal yang penting dilakukan agar kulit terhidrasi dengan baik. Untuk memaksimalkannya, Anda bisa mengoleskan minyak kelapa ke kulit, terutama bagi Anda yang memiliki tipe kulit kering.
Menjaga kulit tetap lembap dan terhidrasi dapat mempertahankan fungsi kulit sebagai penghalang masuknya bakteri, mempercepat penyembuhan bekas luka, dan menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
4. Mengobati jerawat
Ada anggapan bahwa minyak kelapa dapat menyumbat pori-pori kulit. Padahal, beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa justru dapat mencegah penyumbatan pori-pori, sehingga dapat mencegah dan mengatasi jerawat.
Minyak kelapa memiliki senyawa antiinflamasi, sehingga dapat meredakan berbagai jenis peradangan pada kulit, termasuk jerawat. Selain itu, sifat antibakteri dari jenis asam lemak yang terkandung dalam minyak kelapa juga dapat mengurangi timbulnya jerawat.
Beberapa penelitian pun menunjukkan bahwa kandungan asam laurat dan asam kaprat dalam minyak kelapa telah terbukti mampu membunuh bakteri penyebab jerawat. Dengan begitu, minyak kelapa dapat dimanfaatkan untuk perawatan kulit dan kecantikan
5. Menjaga kesehatan rambut
Rambut yang sehat adalah rambut yang memiliki kadar protein yang baik di setiap helainya. Namun, penggunaan produk perawatan atau pewarnaan rambut yang mengandung bahan kimia diketahui dapat merusak protein tersebut, sehingga rambut pun bisa rusak.
Namun, dengan penggunaan minyak kelapa pada rambut diketahui dapat bermanfaat untuk melindungi rambut dari kehilangan proteinnya, sehingga rambut tetap sehat dan kuat.
Tips Memilih Minyak Kelapa untuk Kulit dan Kecantikan
Untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda disarankan untuk memilih produk minyak kelapa murni atau disebut juga virgin coconut oil (VCO). Nah, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat membeli produk minyak kelapa murni, yaitu:
Perhatikan label kemasan dan pastikan terdapat tulisan virgin/murni, organik, non-hidrogenasi, dan non-GMO atau tanpa modifikasi secara genetik.
Pilih minyak kelapa yang berwarna putih kekuningan dan bersih.
Pastikan produk minyak kelapa tersebut tidak disertai dengan bahan kimia tambahan.
Minyak kelapa murni memiliki aroma kelapa khas yang tidak menyengat. Oleh karena itu, pilih produk minyak kelapa yang tidak berbau menyengat.
Mengingat manfaatnya yang beragam untuk kecantikan dan kesehatan kulit, sepertinya tidak ada salahnya mencoba minyak kelapa murni sebagai alternatif untuk berbagai masalah kesehatan kulit Anda.
Namun, perlu diingat bahwa di balik beberapa manfaat tersebut, terdapat efek samping yang juga bisa saja terjadi pada saat pemakaian. Misalnya, penyumbatan pori-pori pada pemilik kulit berminyak, iritasi pada pemilik kulit sensitif, gatal, bengkak, dan kemerahan.
Madu tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi ada banyak juga manfaat madu untuk kecantikan. Cairan yang dihasilkan oleh lebah ini telah lama dikenal baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit wajah. Hal ini adalah berkat kandungan mineral dan antoksidan di dalamnya.
Selain diolah atau dicampur ke dalam makanan atau minuman, madu juga digunakan sebagai bahan untuk produk perawatan kulit, seperti losion, pelembap bibir, hingga masker wajah.
Hal ini karena madu mengandung beragam nutrisi yang baik untuk kesehatan dan kecantikan, seperti asam amino, vitamin B, kalsium, dan zat besi. Madu juga kaya akan antioksidan, seperti asam fenolik dan flavonoid.
Beragam Manfaat Madu untuk Kecantikan
Ada beragam manfaat madu untuk wajah yang dapat diperoleh, antara lain:
1. Memudarkan bekas jerawat
Madu dipercaya dapat digunakan untuk memudarkan bekas jerawat. Untuk mendapatkan manfaat madu ini, Anda bisa membuat masker wajah dari madu dan mengoleskannya di area wajah yang terdapat bekas luka jerawat.
Namun, studi lebih lanjut masih diperlukan terkait manfaat madu untuk memudarkan bekas jerawat.
2. Mencerahkan kulit
Madu juga dapat digunakan untuk menghilangkan sel kulit mati penyebab kulit kusam. Dengan demikian, kulit wajah pun bisa tampak lebih cerah.
Guna mendapatkan manfaat madu tersebut, Anda dapat membasuh wajah dengan sabun cuci muka dan air terlebih dahulu. Selanjutnya, oleskan madu ke wajah dan diamkan selama beberapa menit sebelum dibilas.
3. Mencegah peradangan pada kulit wajah
Sifat antibakteri dan antiradang di dalam madu dipercaya dapat mencegah dan mengatasi peradangan pada kulit wajah, baik yang disebabkan oleh jerawat maupun masalah kulit lain, seperti dermatitis.
4. Menjaga kelembapan kulit
Selain itu, madu juga mampu menjaga kelembapan kulit, sehingga kulit tidak mudah kering dan terhindar dari berbagai masalah yang disebabkan kulit kering.
5. Menghilangkan bulu halus
Campuran madu dan perasan lemon kerap digunakan untuk metode waxing guna menghilangkan bulu halus di pori-pori wajah, terutama di sekitar mulut. Jika ingin melakukan waxing sediri di rumah, sebaiknya Anda mengerti dan memahami caranya agar tidak menimbulkan efek yang merugikan.
6. Menjaga kelembapan rambut
Madu kaya akan vitamin, asam amino, dan antioksidan yang baik untuk kesehatan rambut. Manfaat madu untuk kecantikan rambut ini dapat diperoleh dengan menggunakannya sebagai masker rambut maupun kondisioner setelah keramas.
Manfaat madu untuk kecantikan di atas dapat Anda peroleh secara maksimal jika disertai dengan mengonsumsi makanan bernutrisi, berolahraga secara rutin, mencukupi waktu istirahat, dan tidak merokok.
Madu umumnya aman untuk digunakan, tetapi sebagian orang bisa mengalami reaksi alergi, seperti ruam, gatal-gatal, sesak napas, hingga syok anafilaktik yang dapat berakibat fatal.
Minyak jarak merupakan minyak nabati yang sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Manfaat minyak jarak bisa dibilang cukup beragam, baik untuk kesehatan maupun kecantikan. Untuk mengetahui apa saja manfaat minyak jarak, simak artikel ini.
Minyak jarak adalah minyak yang diekstrasi dari biji tumbuhan jarak (Rinicus communis). Berkat manfaatnya yang berlimpah, hingga kini minyak jarak terus digunakan sebagai bahan campuran untuk makanan, obat-obatan herbal, dan produk perawatan kulit.
Beragam Manfaat Minyak Jarak
Manfaat minyak jarak umumnya didapatkan dari kandungan asam lemak risinoleatnya yang tinggi. Berikut adalah ragam manfaat minyak bagi kesehatan dan kecantikan:
1. Mengobati sembelit
Ini adalah salah satu manfaat minyak jarak yang paling terkenal. Minyak jarak dipercaya dapat digunakan sebagai obat alami untuk meredakan sembelit. Manfaat ini berasal dari kandungan asam risinoleat pada minyak jarak yang mampu meningkatkan pergerakan otot usus, sehingga buang air besar jadi lebih mudah.
2. Mempercepat penyembuhan kulit
Minyak jarak juga mampu mempercepat proses penyembuhan luka atau peradangan dan iritasi pada kulit, karena minyak ini memiliki sifat antiinflamasi dan melembapkan yang sangat baik.
Sifat antiinflamasi minyak jarak mampu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit pada luka atau peradangan. Bersamaan dengan itu, sifat melembapkan minyak ini mampu mencegah kekeringan dan penumpukan sel kulit mati luka yang dapat memperlambat proses penyembuhan.
Selain itu, minyak jarak juga dapat merangsang pertumbuhan jaringan baru lebih cepat, sehingga risiko infeksi juga akan menurun. Penelitian juga menyebutkan bahwa luka yang diobati dengan minyak jarak dapat sembuh dengan lebih baik.
3. Melembabkan kulit
Minyak jarak juga bisa Anda gunakan sebagai pelembab kulit alami. Kandungan asam risinoleat dalam minyak jarak bermanfaat untuk menghidrasi dan mempertahankan kadar air dalam kulit.
Minyak jarak aman digunakan pada seluruh kulit, termasuk kulit wajah. Namun, karena tekstur minyak jarak cukup kental, minyak ini mungkin akan terasa sedikit lengket di kulit.
Jika Anda kurang suka teksturnya yang lengket, Anda bisa mencampur minyak jarak dengan minyak lain yang juga bermanfaat untuk menghidrasi kulit, seperti minyak almond, minyak zaitun, atau minyak kelapa.
4. Mengobati jerawat
Berkat sifat antiinflamasinya, minyak jarak juga diduga bermanfaat untuk mengobati jerawat. Sifat antiinflamasi minyak jarak bisa meredakan peradangan pada kulit yang berjerawat dan menenangkan kulit yang iritasi.
Minyak jarak juga memiliki sifat antimikroba sehingga mampu membantu melawan dan menghambat pertumbuhan bakteri berlebih yang dapat menyebabkan jerawat, seperti bakteri Staphylococcus aureus.
5. Menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala
Menggunakan minyak jarak sebagai masker rambut alami secara teratur bisa membantu menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala Anda. Sifat antiinflamasi minyak jarak mampu mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan ketombe.
Selain itu, minyak jarak juga mampu meningkatkan kelembapan kulit kepala dan kesehatan akar rambut. Dengan begitu, pertumbuhan rambut akan meningkat dan terlindung dari kerontokan. Bahkan, Anda bisa memakai minyak ini untuk menebalkan alis, bulu mata, serta rambut di kepala.
Hal yang Harus Diperhatikan Saat Menggunakan Minyak Jarak
Meski memiliki banyak manfaat, minyak jarak bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti diare, kram, mual, muntah, sakit perut, dan alergi. Untuk menghindari ini, minyak jarak harus digunakan dalam dosis yang tepat. Jadi, selalu ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan produknya.
Jika Anda ingin menggunakan minyak jarak pada kulit, cobalah untuk mengoleskannya sedikit demi sedikit terlebih dahulu, lalu lihat reaksinya. Jika timbul gejala alergi, seperti kemerahan atau gatal, segera hentikan pemakaiannya.
Selain itu, wanita hamil juga tidak disarankan untuk menggunakan minyak jarak, karena minyak ini dipercaya bisa memicu kontraksi atau persalinan.
Memiliki kulit wajah bersih dan sehat tentu menjadi dambaan setiap orang. Untuk mewujudkannya, Anda perlu mengetahui lebih dahulu jenis kulit wajah Anda, karena beda tipe kulit, beda pula cara perawatan dan produk perawatan kulit yang harus digunakan.
Setiap orang memiliki jenis kulit wajah yang berbeda dan bisa berubah seiring pertambahan usia. Selain itu, jenis kulit wajah juga dapat dipengaruhi oleh faktor lain, seperti faktor genetik, penyakit tertentu, dan faktor lingkungan, misalnya paparan sinar matahari, debu, dan polusi berkepanjangan.
Kebiasaan tertentu juga bisa berdampak pada berubahnya jenis kulit, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
5 Jenis Kulit Wajah yang Perlu Anda Ketahui
Struktur dan jenis kulit wajah yang dimiliki seseorang ditentukan oleh beberapa faktor, yakni:
Kandungan air pada kulit yang akan memengaruhi elastisitas kulit
Kandungan minyak yang memengaruhi kelembutan dan nutrisi kulit
Tingkat kepekaan kulit terhadap zat atau bahan tertentu
Berdasarkan ketiga faktor di atas, jenis kulit wajah dapat dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu:
1. Kulit wajah normal
Jenis kulit ini cenderung memiliki keseimbangan antara jumlah kandungan air dan minyak, sehingga tidak terlalu kering tapi juga tidak terlalu berminyak.
Jenis kulit wajah seperti ini biasanya jarang memiliki masalah kulit, tidak terlalu sensitif, terlihat bercahaya, dan pori-pori pun hampir tak terlihat. Jenis kulit normal juga lebih mudah dirawat.
2. Kulit wajah kering
Kulit wajah kering umumnya terjadi akibat rendahnya tingkat kelembapan pada lapisan kulit terluar. Hal ini mengakibatkan kulit kering mudah pecah-pecah dan mengalami keretakan pada permukaan kulit.
Pemilik kulit wajah kering biasanya memiliki pori-pori kulit yang hampir tak terlihat, permukaan luar kulit terlihat kasar dan kusam, serta kulit kurang elastis. Jenis kulit ini juga lebih mudah memerah, gatal, bersisik, dan meradang.
Kulit kering bisa disebabkan oleh faktor genetik, usia, perubahan hormon, cuaca dingin, paparan sinar matahari, mandi air panas terlalu lama, efek samping obat-obatan, atau bahan yang terkandung dalam produk sabun, kosmetik, dan pembersih.
3. Kulit wajah berminyak
Jenis kulit wajah berminyak cenderung licin dan mengkilap karena produksi minyak atau sebum yang berlebih. Sebum dihasilkan secara alami oleh kelenjar minyak atau kelenjar sebaceous di bawah permukaan kulit.
Meski sebum berfungsi untuk melindungi dan melembapkan kulit, namun kelebihan sebum akan menyebabkan kulit wajah menjadi berminyak, pori-pori tersumbat, dan membuat kulit rentan mengalami jerawat. Tingginya produksi sebum dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, perubahan hormon, atau stres.
Jenis kulit wajah berminyak cenderung memiliki pori-pori besar, terlihat berkilau namun kusam, dan biasanya disertai komedo, jerawat, serta noda hitam.
4. Kulit wajah sensitif
Jenis kulit sensitif umumnya sangat peka dan mudah sekali mengalami alergi atau iritasi dan ruam sebagai reaksi terhadap faktor tertentu, seperti lingkungan, makanan, atau penggunaan produk kosmetik.
Kulit wajah sensitif mudah terkelupas, gatal, kering, kemerahan, dan terasa perih (breakout) ketika terjadi kontak dengan berbagai hal yang dapat memicu munculnya gejala kulit sensitif.
5. Kulit wajah kombinasi
Jenis kulit wajah kombinasi adalah perpaduan antara kulit berminyak dan kulit kering. Seseorang dengan jenis kulit wajah ini memiliki kulit berminyak di zona T, yaitu area dagu, hidung, dan dahi, serta kulit kering di area pipi.
Jenis kulit wajah ini dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan peningkatan hormon selama masa pubertas.
Pentingnya Merawat Kulit Wajah Sesuai Jenisnya
Setiap tipe kulit wajah memiliki kebutuhan yang berbeda. Beberapa jenis kulit wajah bahkan membutuhkan perawatan dan perhatian lebih dibandingkan jenis kulit yang lain. Itu sebabnya produk perawatan kulit wajah dan kosmetik dibuat dengan formula yang berbeda sesuai dengan tipe kulit.
Penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai dengan jenis kulit wajah bisa menyebabkan timbulnya jerawat, jerawat semakin parah, kulit wajah menjadi sangat kering, dan munculnya berbagai masalah lain pada kulit wajah.
Berikut ini adalah cara merawat kulit wajah berdasarkan jenis kulitnya:
1. Perawatan kulit wajah normal
Perawatan jenis kulit wajah normal cenderung mudah. Anda cukup menggunakan perawatan kulit wajah biasa atau diformulasikan secara khusus untuk kulit normal.
Gunakan sabun pembersih wajah dengan bahan kimia lembut dan hindari menggosok wajah terlalu kasar. Anda bisa membilas wajah dengan air hangat, lalu keringkan dengan handuk berbahan lembut.
2. Perawatan kulit wajah kering
Untuk merawat jenis kulit wajah kering, gunakan pembersih wajah dengan bahan yang mampu melembapkan kulit wajah, seperti emolien, dan hindari produk yang mengandung alkohol atau pewangi.
Setelah wajah selesai dibersihkan, Anda bisa menggunakan pelembap agar kulit tidak mudah kering. Selain itu, hindari terlalu lama mandi dan mencuci muka dengan air hangat.
3. Perawatan kulit wajah berminyak
Ada beragam cara untuk merawat kulit wajah berminyak, salah satunya dengan mencuci muka secara rutin 2 kali sehari dengan sabun cuci muka yang mengandung gliserin.
Setelah selesai dibersihkan, Anda bisa menggunakan produk perawatan kulit lain, yaitu astringent atau toner yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, dan asam glikolat. Selain itu, pilihlah produk kosmetik dengan kandungan air dan berlabel noncomedogenic yang tidak menyebabkan penyumbatan pada pori-pori.
Anda juga bisa menggunakan kertas minyak dan masker wajah khusus kulit berminyak untuk menghilangkan minyak berlebih yang menempel di wajah. Ada beberapa bahan alami yang dapat digunakan sebagai masker wajah, antara lain madu, lidah buaya, tomat, dan minyak jojoba.
Selain beberapa cara di atas, pemilik jenis kulit wajah berminyak juga sebaiknya menghindari makanan yang tidak sehat, seperti gorengan, makanan cepat saji, dan makanan dengan kadar gula tinggi.
4. Perawatan kulit wajah sensitif
Perawatan kulit wajah sensitif bisa dilakukan dengan mengetahui pemicu yang menyebabkan reaksi alergi atau iritasi. Gunakan sabun wajah berbahan lembut dan bilaslah dengan air hangat. Usahakan untuk tidak menggosok wajah terlalu kencang saat mencuci wajah.
Pemilik kulit wajah sensitif juga disarankan untuk tidak menggunakan produk perawatan wajah yang mengandung alkohol, asam, dan pewangi karena bahan-bahan tersebut mudah menyebabkan iritasi wajah.
Anda bisa menggunakan produk perawatan wajah yang mengandung lidah buaya, chamomile, teh hijau, polifenol, dan gandum.
5. Perawatan kulit wajah kombinasi
Cara terbaik untuk merawat kulit wajah kombinasi adalah dengan menggunakan produk pembersih dan pelembap yang diformulasikan khusus untuk jenis kulit wajah kombinasi. Produk ini mampu mengurangi kadar minyak di daerah zona T sekaligus melembapkan area pipi.
Bersihkan wajah 2 kali sehari secara rutin. Hindari penggunaan produk pembersih yang mengandung alkohol, asam salisilat, dan benzoil peroksida. Bahan-bahan ini dapat menyebabkan kulit wajah menjadi kering.
Jika cara ini kurang efektif, Anda bisa mencoba menggunakan produk pembersih untuk kulit wajah kering di area pipi dan produk khusus kulit berminyak untuk zona T.
Apa pun jenis kulit wajah Anda, tetap gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari bahaya sinar ultraviolet. Jangan lupa juga untuk membersihkan kulit wajah dari make up sebelum Anda tidur.
Cara perawatan kulit di atas sebaiknya juga disertai dengan pola hidup sehat, dengan cara konsumsi makanan bernutrisi, banyak minum air putih, batasi konsumsi alkohol, dan berhenti merokok.
Cara merawat kulit wajah yang tepat tidak harus dengan produk perawatan wajah bermerek atau perawatan di klinik kecantikan yang mahal. Ada beberapa cara sederhana yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mendapatkan kulit wajah yang sehat dan bersih.
Kondisi dan tampilan kulit wajah dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pertambahan usia, lingkungan, kondisi medis tertentu, dan cara merawat kulit wajah yang Anda lakukan.
Merawat kulit wajah dengan cara yang benar dapat mencegah timbulnya berbagai masalah kulit, seperti kulit kusam, jerawat, noda hitam, keriput, dan garis halus. Dengan kulit wajah bersih, awet muda, dan cerah berseri, Anda bisa tampil menawan dan lebih percaya diri.
Cara Merawat Kulit Wajah yang Benar
Tampilan kulit dapat mencerminkan kondisi kesehatan tubuh Anda. Untuk menjaga kesehatan kulit, Anda bisa mencoba melakukan perawatan kulit wajah di rumah dengan mengikuti beberapa panduan berikut ini:
1. Gunakan sabun pembersih muka sesuai jenis kulit
Tidak semua orang memiliki jenis kulit wajah yang sama. Ada yang memiliki jenis kulit normal, kering, berminyak, sensitif, atau kombinasi dari beberapa jenis kulit tersebut. Berbeda jenis kulit, berbeda pula jenis produk perawatan yang cocok digunakan.
Misalnya, bagi orang yang memiliki kulit kering dan sensitif, disarankan memilih produk sabun pembersih muka berbahan kimia lembut dengan kandungan yang dapat melembapkan kulit, serta tidak mengandung alkohol dan wewangian.
Sementara itu, pemilik kulit berminyak disarankan untuk menggunakan pembersih muka berbahan dasar lembut yang dapat melembapkan wajah tanpa membuat kulit wajah berminyak, misalnya pembersih wajah yang mengandung gliserin.
Karena rentan mengalami komedo dan jerawat, orang yang memiliki tipe kulit berminyak juga disarankan untuk memilih produk perawatan kulit atau make up yang berlabel noncomedogenic agar tidak menyebabkan penyumbatan pada pori-pori.
2. Bersihkan wajah secara rutin
Salah satu cara merawat kulit wajah yang paling sederhana adalah rutin membersihkan wajah. Agar wajah tetap bersih, Anda perlu mencuci wajah 2 kali sehari, yaitu pada pagi hari dan malam hari sebelum tidur.
Membersihkan wajah pada pagi hari bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan bakteri yang mungkin menempel di wajah saat tidur. Menjelang tidur, wajah juga perlu dibersihkan dari make up, debu, dan polusi yang menempel di wajah selama Anda beraktivitas di luar rumah.
Bila perlu, bersihkan wajah setiap kali selesai melakukan aktivitas yang menyebabkan Anda banyak berkeringat, misalnya setelah berolahraga. Hal ini karena keringat dan minyak berlebih pada wajah dapat menyumbat pori-pori kulit wajah, sehingga memicu munculnya komedo dan jerawat.
3. Bersihkan wajah dengan cara yang benar
Selain dilakukan secara rutin, cara membersihkan wajah juga perlu dilakukan dengan benar. Untuk membersihkan wajah, awali dengan membasuh wajah menggunakan air hangat.
Selanjutnya, gunakan sabun cuci muka dan mulailah membersihkan wajah dengan melakukan pijatan lembut secara melingkar menggunakan ujung jari. Setelah itu, bilas wajah dengan air, lalu keringkan dengan cara menepuk wajah secara perlahan menggunakan handuk bersih.
Jika perlu, Anda juga bisa mencoba memebersihkan wajah dengan teknik double cleansing.
4. Gunakan pelembap
Memakai pelembab juga menjadi bagian penting dari cara merawat kulit wajah. Pelembap wajah sebaiknya digunakan setelah mencuci muka. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelembapan alami kulit wajah.
Namun, Anda perlu memilih pelembab sesuai dengan jenis kulit. Jika Anda memiliki kulit berjerawat dan berminyak, pilihlah pelembap berbahan dasar air dan bebas kandungan minyak.
Pelembab wajah yang baik biasanya mengandung bahan-bahan yang berfungsi untuk mengembalikan struktur dan kelembapan alami kulit wajah, menjaga keseimbangan pH kulit, mengurangi efek radikal bebas, dan memperbaiki kerusakan sel-sel dan jaringan kulit.
Beberapa bahan yang efektif untuk melembapkan kulit antara lain gliserol, ceramide, dan niacinamide. Anda juga menggunakan pelembab dari bahan alami, seperti alpukat, minyak kelapa, atau minyak zaitun, sebagai pelembap alami kulit wajah.
5. Gunakan tabir surya
Penggunaan tabir surya bermanfaat untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV yang mampu menyebabkan perubahan warna kulit dan kanker kulit, serta memicu munculnya bintik atau flek pada wajah dan keriput.
Saat menggunakan tabir surya, Anda disarankan memilih tabir surya khusus untuk wajah dengan SPF 30 dan gunakan setiap hari meski cuaca sedang tidak panas sekalipun. Penggunaan tabir surya perlu diulang setiap 2 jam sekali atau lebih sering ketika Anda sedang beraktivitas di bawah terik matahari.
Tak hanya menggunakan tabir surya, Anda juga perlu mengenakan pakaian lengan panjang, celana panjang, kacamata hitam, dan topi lebar, saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, hindari pula paparan sinar matahari langsung pada pukul 10 pagi hingga 4 sore.
6. Jalani pola hidup sehat
Cara merawat kulit wajah yang benar tidak hanya dilakukan dari luar, tapi juga dari dalam tubuh. Caranya adalah dengan menjalani pola hidup sehat, yaitu dengan konsumsi makanan bergizi seimbang dan batasi konsumsi makanan berlemak, penuhi kebutuhan cairan tubuh, rutin berolahraga, istirahat cukup, kelola stres, serta berhenti merokok dan konsumsi minuman beralkohol.
Hal terpenting dari cara merawat kulit wajah adalah melakukannya secara rutin. Setiap perawatan membutuhkan waktu dan upaya yang konsisten agar hasil yang dicapai lebih maksimal. Oleh karena itu, jangan lupa untuk melakukan perawatan kulit wajah sebagai bagian dari rutinitas Anda sehari-hari.
Masker madu bisa menjadi salah satu pilihan masker alami untuk menjaga kesehatan kulit wajah, bibir, dan rambut. Namun, penggunaan masker madu terkadang bisa menimbulkan berbagai masalah, salah satunya iritasi kulit. Oleh karena itu, masker ini perlu digunakan dengan cara yang tepat.
Tidak hanya dikonsumsi secara langsung atau diolah menjadi berbagai jenis makanan dan minuman, madu juga kerap digunakan sebagai masker untuk perawatan kulit wajah, bibir, dan rambut. Manfaat masker madu ini berasal dari kandungan vitamin, seperti vitamin B5 dan vitamin C, serta antioksidan flavonoid di dalamnya.
Manfaat Masker Madu untuk Wajah
Berikut ini adalah beberapa manfaat masker madu untuk wajah yang bisa Anda peroleh:
1. Mencegah kerusakan kulit akibat radikal bebas
Madu diketahui mengandung antioksidan yang cukup tinggi, sehingga dapat mencegah kerusakan kulit yang disebabkan oleh paparan radikal bebas. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa madu baik digunakan sebagai masker wajah.
2. Mencegah penuaan dini
Masker madu juga dapat digunakan sebagai bahan alami eksfoliasi wajah. Ini karena madu mengandung asam sitrat yang mampu mengangkat sel kulit mati dan merangsang terbentuknya sel kulit baru yang lebih sehat. Dengan begitu, Anda pun dapat terhindar dari munculnya tanda-tanda penuaan dini, seperti garis halus atau keriput.
3. Mencerahkan dan memutihkan kulit wajah
Tidak hanya mengatasi tanda-tanda penuaan dini, masker madu juga diketahui mampu mencerahkan dan memutihkan kulit wajah. Manfaat ini berasal dari kandungan vitamin C di dalamnya yang mampu menekan produksi melanin, yaitu pigmen yang memberikan warna pada kulit. Nah, makin sedikit kadar melanin di kulit, makin cerah pula warna kulit wajah Anda.
4. Mengatasi jerawat
Berkat kandungan flavonoid di dalamnya, madu juga diketahui mampu mengatasi jerawat. Hal ini karena flavonoid memiliki sifat antiradang dan antibakteri yang dapat meredakan peradangan dan membasmi bakteri penyebab jerawat, terutama Propionibacterium acnes.
5. Mengurangi risiko terkena kanker kulit
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa masker madu juga mampu mencegah terjadinya kanker kulit melanoma. Manfaat ini diperoleh berkat kandungan flavonoid di dalamnya juga dapat menghambat pertumbuhan sel kanker dan mencegahnya menyebar ke area kulit atau bahkan organ lain di tubuh.
Kegunaan Masker Madu Lainnya
Selain baik untuk merawat kulit wajah, masker madu juga memiliki beberapa manfaat lain untuk tubuh, seperti:
Menghaluskan rambut
Masker madu mengandung pantothenic acid yang dipercaya dapat menghaluskan dan melembutkan rambut. Untuk mendapatkan manfaat ini, Anda hanya perlu mengoleskan madu yang dicampur dengan minyak kelapa ke rambut setelah keramas dan diamkan selama 15–30 menit. Setelah itu, bilas hingga bersih.
Melembutkan bibir
Berbagai nutrisi yang terkandung dalam madu juga diketahui dapat melembapkan dan melembutkan bibir, sehingga bisa dijadikan sebagai pelembap bibir alami. Caranya, Anda hanya perlu mengoleskan madu di bibir secara merata, 2–3 kali sehari sesuai kebutuhan.
Menghilangkan bekas luka
Masker madu terbukti efektif dapat menghilangkan bekas luka pada kulit. Ini karena madu mengandung senyawa yang mampu mengangkat sel-sel kulit mati, sehingga regenerasi kulit baru bisa terjadi.
Selain itu, masker madu juga diduga mampu mendukung proses penyembuhan luka bakar, misalnya luka bakar akibat paparan sinar matahari berlebihan (sunburn).
Cara Menggunakan Masker Madu untuk Wajah
Bagi Anda yang ingin mencoba menggunakan masker madu untuk wajah, Anda bisa menerapkan cara sederhana di bawah ini:
Bilas wajah dengan air hangat terlebih dulu untuk membuka pori-pori kulit.
Oleskan madu ke bagian wajah dan diamkan selama 30 menit.
Bilas kembali dengan air hangat, lalu basuh dengan air dingin agar pori-pori wajah kembali tertutup.
Agar manfaat masker madu untuk wajah dapat Anda peroleh secara maksimal, Anda disarankan memilih madu asli, misalnya madu hitam, yang tidak dicampur dengan bahan kimia sintetis atau pengawet.
Meski memiliki beragam manfaat, penggunaan masker madu juga harus hati-hati karena beberapa orang bisa saja tidak cocok atau alergi dengan madu.
Oleh karena itu, sebelum menggunakan masker madu, Anda dianjurkan untuk melakukan uji alergi terlebih dahulu dengan cara mengoleskan sedikit madu di bagian depan telinga, kemudian tunggu hingga 24 jam untuk melihat ada atau tidaknya reaksi alergi terhadap madu.
Jika selama itu Anda tidak merasakan gejala alergi, seperti gatal, kulit kemerahan, atau iritasi, kemungkinan akan aman bagi Anda untuk melanjutkan penggunaan masker madu. Namun, bila hasil tes ternyata sebaliknya, hindari penggunaannya, ya.
Eksfoliasi wajah alami tergolong murah dan mudah dilakukan karena Anda bisa memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di rumah. Eksfoliasi merupakan bagian dari perawatan kulit yang tidak boleh dilewatkan karena ada banyak manfaatnya untuk kesehatan kulit.
Layaknya mencuci wajah, Anda juga perlu untuk melakukan eksfoliasi wajah secara rutin untuk memiliki kulit yang bersih dan terawat. Hanya saja, eksfoliasi wajah tidak boleh dilakukan setiap hari. Bila dilakukan secara berlebihan, eksfoliasi justru bisa membuat kulit menjadi teriritasi, kemerahan, dan terkelupas.
Eksfoliasi wajah dianjurkan untuk dilakukan 1–2 kali dalam seminggu menggunakan produk skincare yang memuat kandungan asam glikolat, asam salisilat, AHA (alpha hydroxy acids), dan retinol. Selain itu, eksfoliasi wajah alami juga bisa dilakukan di rumah menggunakan bahan-bahan alami.
Manfaat Eksfoliasi Wajah Alami
Eksfoliasi wajah alami punya banyak manfaat untuk kesehatan kulit, di antaranya:
Mengangkat sel kulit mati
Eksfoliasi mampu mengangkat kotoran dan sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit dan menyebabkan kulit menjadi kusam. Tindakan ini juga mampu merangsang sel kulit baru sehingga kulit tampak lebih bersih dan terawat.
Mencegah munculnya jerawat
Karena eksfoliasi wajah mampu mengangkat kotoran dan sel kulit mati, pori-pori wajah pun tidak akan tersumbat. Dengan demikian, kulit wajah menjadi tidak rentan untuk berjerawat.
Meratakan warna kulit
Selain mencegah jerawat, eksfoliasi wajah alami juga bermanfaat dalam meratakan warna kulit sekaligus menghilangkan bekas jerawat. Efeknya, kulit akan tampak lebih cerah dan bercahaya.
Meningkatkan penyerapan produk skincare
Melakukan eksfoliasi wajah secara rutin bisa membuat kulit lebih terawat dan sehat. Ini karena tidak ada penumpukan kotoran dan sel kulit mati di kulit sehingga penyerapan produk skincare lain, seperti serum dan pelembap, dapat menjadi lebih maksimal.
Membuat Eksfoliasi Wajah Alami di Rumah
Ada banyak produk skincare di pasaran yang bisa digunakan untuk eksfoliasi kulit. Jika ingin menghemat uang, Anda bisa melakukan eksfoliasi wajah dengan membuat scrub wajah dari bahan-bahan yang tersedia di rumah.
Bahan-bahan alami yang digunakan untuk membuat scrub wajah ini harus bertekstur lembut karena kulit wajah cenderung lebih tipis daripada kulit bagian tubuh lainnya.
Penggunaan gula pasir dan garam dapur dengan butiran kasar tidak disarankan. Anda lebih dianjurkan untuk memakai gula jawa merah dan sea salt untuk melakukan eksfoliasi wajah alami karena teksturnya lebih lembut di kulit, sehingga tidak menyebabkan iritasi.
Berikut adalah beberapa bahan alami yang bisa dijadikan untuk eksfoliasi wajah alami beserta cara membuatnya:
1. Oatmeal dan yogurt
Untuk kulit wajah sensitif, Anda bisa menggunakan scrub wajah yang mengandung oatmeal dan yogurt. Oatmeal bersifat antiradang sehingga mampu meredakan iritasi kulit. Sementara yogurt mengandung asam laktat yang berfungsi mengangkat kotoran dan sel kulit mati serta melembapkan kulit.
Untuk membuat scrub dengan kedua kandungan tersebut, berikut adalah panduannya:
Masukkan 2 sendok makan oatmeal, 1 sendok makan yogurt plain, dan 1 sendok makan minyak kelapa ke dalam mangkok.
Aduk sampai ketiga bahan tercampur rata.
Oleskan scrub tersebut secara merata ke wajah yang sudah dibersihkan.
Gosok wajah secara lembut dengan gerakan memutar selama 30–60 detik.
Bilas wajah dengan air hangat dan keringkan dengan handuk bersih.
2. Kopi dan minyak kelapa
Ketika dijadikan sebagai scrub, kopi bisa mengangkat kotoran dan sel kulit mati secara optimal. Sementara itu, minyak kelapa mampu memberikan efek melembapkan sehingga kulit tidak menjadi kering. Cara membuatnya dan menggunakannya mudah, yaitu:
Campurkan ½ bubuk cangkir kopi dengan 1 sendok makan minyak kelapa dan 2 sendok makan air. Aduk hingga tercampur rata.
Oleskan campuran tersebut ke kulit wajah dan gosok secara lembut agar kotoran dan sel kulit mati yang ada di wajah terangkat.
Bilas wajah sampai bersih.
3. Apel dan madu
Apel dan madu bersifat eksfoliator, yang artinya bisa dimanfaatkan sebagai eksfoliasi kulit alami. Madu juga bersifat antibakteri sehingga bisa mencegah munculnya jerawat jika dioleskan ke kulit.
Cara menggunakan apel dan madu sebagai eksfoliasi wajah alami juga tidak sulit, yaitu:
Kupas 1 buah apel yang sudah matang lalu haluskan dengan food processor.
Masukkan apel yang sudah dihaluskan tersebut ke dalam mangkuk lalu campurkan dengan ½ sendok makan madu dan ½ sendok teh minyak jojoba. Aduk sampai rata.
Oleskan campuran itu ke wajah secara merata dan gosok wajah secara lembut dengan gerakan memutar selama 30–60 detik. Diamkan selama 5 menit.
Bilas wajah dengan air hangat.
4. Pisang dan oatmeal
Anda juga bisa mencampurkan oatmeal dengan pisang ketika membuat scrub untuk wajah. Pisang tidak hanya membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi juga mengandung vitamin C dan vitamin A yang bermanfaat untuk kulit. Di dalam pisang juga terkandung mineral dan silikon yang bermanfaat dalam meningkatkan produksi kolagen di kulit.
Scrub untuk eksfoliasi wajah ini terbilang cocok untuk digunakan kulit berminyak. Cara membuat scrub dari kedua bahan adalah:
Hancurkan 1 pisang yang sudah matang menggunakan garpu.
Tambahkan 2 sendok makan oatmeal yang sudah dihaluskan dan 1 sendok makan yogurt plain ke dalam mangkuk yang berisi pisang. Aduk ketiga bahan ini sampai tercampur rata.
Oleskan campuran tersebut ke wajah dan pijat wajah secara lembut dengan gerakan memutar selama 1 menit.
Bilas wajah menggunakan air hangat.
Setelah melakukan eksfoliasi wajah alami dengan bahan-bahan tersebut, Anda dianjurkan untuk mengoleskan pelembap. Ini dilakukan untuk menjaga kulit tetap terhidrasi sehingga kelembapannya tetap terjaga.