Category: Featured

  • Apa Saja Manfaat Mengonsumsi Buah Manggis?

    Apa Saja Manfaat Mengonsumsi Buah Manggis?

    “Buah manggis adalah buah yang kaya akan manfaat bagi tubuh. Beberapa manfaatnya meliputi kemampuannya untuk membantu menurunkan berat badan, memperkuat daya tahan tubuh, serta meningkatkan kesehatan kulit.”

    Buah manggis adalah buah yang bisa kamu temukan di Asia Tenggara dan negara tropis lainnya. Manggis sendiri dikenal memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

    Buah ini kaya akan berbagai nutrisi penting, termasuk vitamin C, vitamin B2, folat, magnesium, dan xanthone. Dengan konsumsi rutin, manggis dapat memberikan berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh hingga menurunkan risiko penyakit.

    Ingin tahu lebih lanjut tentang manfaat yang bisa kamu dapatkan dari mengonsumsi buah ini secara teratur? Temukan jawabannya di artikel berikut!

    Manfaat Buah Manggis yang Sayang Dilewatkan 

    Berikut ini beberapa manfaat yang bisa kamu dapatkan dari rutin mengonsumsi buah manggis: 

    1. Menurunkan berat badan

    menurunkan berat badan

    Buah manggis ternyata cocok untuk kamu konsumsi saat diet karena bisa membantu menurunkan berat badan. Katanya, rutin mengonsumsi jus buah manggis bisa membantu meningkatkan metabolisme lemak di dalam tubuh. 

    2. Meningkatkan daya tahan tubuh 

    daya tahan tubuh kuat

    Salah satu cara agar tubuh selalu sehat adalah menjaga kekuatan imunitas alias daya tahan tubuh.

    Nah, kandungan vitamin C, mineral, dan xanthones pada buah manggis disebut bisa membantu menguatkan daya tahan tubuh, sehingga tidak mudah terserang penyakit.

    Buah ini juga bersifat antibakteri, sehingga bisa membantu imunitas melawan infeksi. 

    3. Mengontrol kadar gula darah

    kadar gula darah terkontrol

    Kandungan nutrisi dalam buah manggis juga bisa membantu mengontrol dan mengendalikan kadar gula dalam darah.

    Meski masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, tetapi tidak ada salahnya untuk mengonsumsi buah yang menyimpan segudang manfaat ini. 

    4. Menurunkan risiko kanker 

    menurunkan resiko kanker

    Ada penelitian yang menyebut bahwa konsumsi buah-buahan, termasuk manggis bisa menurunkan risiko kanker. 

    Sebab, buah ini mengandung zat xanthones yang bersifat antioksidan dan antiiflamasi.

    Kandungan tersebut diketahui bisa melawan perkembangan dan penyebaran sel kanker di payudara, perut, dan paru-paru.

    5. Meredakan peradangan

    Manggis dapat berperan dalam mengurangi peradangan di tubuh karena mengandung senyawa xanthones yang bersifat antiinflamasi. Studi menunjukkan bahwa senyawa xanthones juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit seperti diabetes, kanker, dan masalah jantung.

    Selain xanthones, manggis juga mengandung serat tinggi yang memberikan berbagai manfaat kesehatan. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa diet tinggi serat dapat menurunkan respons peradangan tubuh.

    6. Mengandung antioksidan

    Manfaat lain dari buah manggis adalah kemampuannya dalam menangkal radikal bebas berkat kandungan antioksidannya.

    Antioksidan adalah senyawa yang dapat mencegah atau memperlambat kerusakan sel dengan menetralkan radikal bebas. Radikal bebas sendiri merupakan molekul yang memiliki jumlah elektron tidak seimbang dan dapat merusak sel serta menyebabkan peradangan.

    Manggis mengandung beberapa antioksidan penting, seperti folat, mangan, dan vitamin C. Selain itu, manggis juga mengandung xanthones dengan sifat antioksidan kuat yang memiliki efek antiinflamasi, antikanker, anti-penuaan, dan antidiabetes.

    7. Meningkatkan kesehatan kulit

    Manggis juga menawarkan manfaat untuk kesehatan kulit. Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak manggis dapat melindungi kulit dari radiasi ultraviolet-B (UVB). Sinar UVB sendiri merupakan penyebab utama terbakar sinar matahari dan juga terkait dengan kanker kulit.

    Selain itu, sebuah studi lain menemukan bahwa konsumsi 100 mg ekstrak manggis per hari secara signifikan meningkatkan elastisitas kulit, dan mengurangi akumulasi senyawa penyebab penuaan kulit.

    Para peneliti menyatakan bahwa sifat antioksidan dan anti-inflamasi manggis kemungkinan besar menjadi alasan utama efek perlindungan kulit ini, meskipun masih perlu lebih banyak penelitian di bidang ini.

  • Manfaat Buah-Buahan Untuk Kesehatan Tubuh

    Manfaat Buah-Buahan Untuk Kesehatan Tubuh

    gambar buah

    Manfaat Buah-buahan untuk Kesehatan Tubuh

    Buah-buahan adalah salah satu sumber nutrisi alami yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. Dengan beragam jenis vitamin, mineral, dan antioksidan, buah-buahan tidak hanya lezat tetapi juga memberikan manfaat luar biasa bagi tubuh kita. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari konsumsi buah-buahan untuk kesehatan:

    1. Sumber Vitamin dan Mineral

    strawberry dan blueberry

    Buah-buahan adalah sumber vitamin yang penting, seperti vitamin C, A, dan K, serta berbagai mineral seperti kalium dan magnesium. Vitamin C yang banyak ditemukan dalam buah-buahan seperti jeruk, kiwi, dan stroberi membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan kulit.

    2. Mendukung Pencernaan yang Sehat

    Kebanyakan buah-buahan kaya akan serat, yang sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan. Serat membantu mencegah sembelit dan menjaga pergerakan usus yang sehat. Contoh buah yang kaya serat termasuk apel, pir, dan pepaya.

    3. Membantu Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

    Buah-buahan seperti apel, pisang, dan alpukat mengandung kalium, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Antioksidan yang terdapat dalam buah-buahan seperti anggur dan berry juga membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak pembuluh darah dan memicu penyakit jantung.

    4. Menjaga Berat Badan Ideal

    menimbang berat badan

    Buah-buahan rendah kalori tetapi tinggi nutrisi, sehingga cocok dikonsumsi sebagai bagian dari program diet sehat. Kandungan air dan seratnya membuat kita merasa kenyang lebih lama, yang dapat membantu mengontrol nafsu makan dan menjaga berat badan tetap stabil.

    5. Melindungi Tubuh dari Penyakit Kronis

    buah kraberi

    Antioksidan dalam buah-buahan seperti blueberry, cranberry, dan ceri dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Konsumsi buah-buahan secara teratur dikaitkan dengan penurunan risiko terkena kanker, diabetes, dan penyakit kronis lainnya.

    6. Meningkatkan Kesehatan Kulit

    buah jeruk

    Buah-buahan kaya akan air dan nutrisi penting yang mendukung kesehatan kulit. Vitamin C dan E, yang banyak ditemukan dalam jeruk dan alpukat, dapat membantu memperbaiki kerusakan kulit, menjaga kelembapan, dan mencegah penuaan dini.

    7. Meningkatkan Energi

    buah mangga

    Buah-buahan menyediakan karbohidrat alami yang menjadi sumber energi cepat bagi tubuh. Buah-buahan seperti pisang dan mangga sangat baik untuk meningkatkan energi, terutama setelah berolahraga.

    8. Mendukung Kesehatan Mata

    wortel

    Buah-buahan yang kaya akan vitamin A, seperti mangga dan wortel, sangat baik untuk kesehatan mata. Vitamin ini membantu menjaga penglihatan yang baik dan mencegah penyakit mata terkait penuaan seperti degenerasi makula.

    Rekomendasi Buah yang Baik untuk Kesehatan

    • Apel: Kaya akan serat dan vitamin C, membantu pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh.
    • Pisang: Sumber kalium yang baik, membantu mengontrol tekanan darah.
    • Jeruk: Sumber vitamin C terbaik, mendukung kesehatan kulit dan imunitas.
    • Blueberry: Penuh antioksidan, bagus untuk kesehatan jantung dan otak.
    • Alpukat: Mengandung lemak sehat yang baik untuk jantung dan kulit.

    Kesimpulan

    Mengonsumsi buah-buahan secara rutin adalah cara alami dan lezat untuk menjaga kesehatan tubuh. Buah-buahan memberikan manfaat dari pencernaan yang lebih baik, hingga meningkatkan energi dan kekebalan tubuh. Sertakan berbagai jenis buah dalam diet harian Anda untuk mendapatkan manfaat maksimal dan menjaga tubuh tetap sehat.

  • Mengenali Beberapa Makanan Untuk Meningkatkan Konsentrasi

    Mengenali Beberapa Makanan Untuk Meningkatkan Konsentrasi

    Hai Kawan, bagi Anda yang merasa mudah kehilangan fokus dalam beraktivitas, suka lupa, dan lama mengingat sesuatu. di sini ada beberapa makanan yang bisa membantu Anda untuk meningkatkan konsentrasi otak dalam aktivitas sehari-hari. simak ya penjelasan di bawah ini ;

    1. Air putih

    Lebih dari 70% tubuh Anda terdiri dari air. Setiap fungsi tubuh akan bergantung pada air, termasuk aktivitas otak dan sistem saraf. Kurang mengonsumsi air membuat hilang fokus, kelelahan, turun daya ingat, bahkan menimbulkan sakit kepala dan gangguan tidur.

    Sehingga, untuk mengoptimalkan fungsi otak, terutama dalam meningkatkan fokus atau konsentrasi, Anda perlu minum air putih setidaknya delapan gelas sehari.

    2. Cokelat hitam

    Sebuah studi pada 2013 menemukan bahwa mengonsumsi dua cangkir cokelat setiap hari selama sebulan mengalami perbaikan aliran darah ke otak, sehingga mereka memiliki kinerja yang lebih baik dalam tes memori.

    Konsumsi cokelat hitam juga bisa meningkatkan kadar serotonin dan endorfin, yang berperan dalam meningkatkan tingkat konsentrasi otak.

    3. Kafein

    Studi pada 2005 yang dilakukan oleh Florian Koppelstätter menemukan bahwa mengonsumsi kafein bisa mempromosikan peningkatan aktivitas otak yang terlibat dalam proses perencanaan, perhatian, pemantauan, dan konsentrasi.

    Sayangnya, efek kafein pada setiap orang akan bervariasi; termasuk efek kafein dalam meningkatkan konsentrasi otak, karena biasanya, efek tersebut merupakan efek jangka pendek.

    4. Pisang

    Studi pada 2008 menemukan bahwa siswa yang makan buah pisang sebelum ujian memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak.

    Kandungan mineral potasium di dalam pisang bisa membantu mengoptimalkan kinerja otak, saraf, dan jantung Anda.

    5. Telur

    Studi terdahulu menemukan bahwa asupan asam lemak omega-3 yang terkandung dalam telur bisa meningkatkan kinerja otak, termasuk dalam daya ingat, fokus, dan suasana hati.

    Telur juga mengandung kolin, senyawa yang dapat membantu menjaga selaput otak sehat.

    6. Ikan salmon

    Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 yang bisa membantu membangun sel-sel otak, memperlambat penurunan kognitif, dan memperkuat sinapsis di otak Anda yang terkait dengan memori.

    Kandungan protein dalam ikan salmon juga bisa menjaga otak tetap fokus dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

    7. Teh hijau

    Teh hijau memiliki kandungan alami kafein yang bisa Anda membantu Anda untuk lebih fokus. Teh hijau mengandung kafein yang lebih rendah dibandingkan dengan kopi dan juga mengandung asam amino theanine.

    Studi menemukan bahwa asam theanine bisa meningkatkan fokus atau daya konsentrasi otak.

    8. Blueberry

    Studi pada 2010 yang diterbitkan Journal of Agricultural and Food Chemistry menunjukkan bahwa orang yang minum jus blueberry setiap hari selama dua bulan bisa meningkatkan kinerja mereka pada tes belajar dan memori secara signifikan.

    Kandungan senyawa antioksidan dalam blueberry juga bisa membantu meningkatkan memori dengan mengaktifkan enzim pelindung otak.

    Nah, setelah Anda mengenali makanan di atas yang bisa meningkatkan konsentrasi hendaknya selalu di perhatikan dan di jaga agar penghambat aktivitas Anda sehari-hari bisa teratasi.

    Di olah dari berbagai Referensi

  • Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh dengan Makanan Ini

    Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh dengan Makanan Ini

    Memberi makan tubuh Anda dengan makanan tertentu dapat membantu menjaga sistem kekebalan Anda. Jika Anda sedang mencari cara untuk mencegah flu dan infeksi lain, maka langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengunjungi pasar atau toko bahan makanan terdekat.

    Berikut daftar makanan yang mampu menjadi penguat sistem kekebalan tubuh seperti dilansir di laman National Accord, Kamis (19/11).

    1. Buah sitrus

    Kebanyakan orang langsung beralih pada vitamin C saat masuk angin. Itu karena jenis vitamin tersebut membantu membangun sistem kekebalan tubuh Anda. Vitamin C dianggap meningkatkan produksi sel darah putih yang merupakan kunci melawan infeksi. Hampir semua buah jeruk mengandung vitamin C yang tinggi dengan variasi yang bisa dipilih.

    Sangat mudah untuk menambahkan perasan vitamin ini ke makanan apa pun. Buah jeruk yang populer termasuk jeruk bali, jeruk, clementine, jeruk keprok, lemon dan jeruk nipis. Fakta bahwa tubuh Anda tidak memproduksi atau menyimpannya. Anda membutuhkan vitamin C setiap hari untuk kesehatan yang berkelanjutan.

    2. Paprika merah

    Jika Anda berpikir buah jeruk memiliki vitamin C paling banyak dari buah atau sayuran apa pun, pikirkan lagi. Paprika merah mengandung hampir tiga kali lebih banyak vitamin C dibanding jeruk, yaitu 127 miligram. Paprika merah juga merupakan sumber beta karoten yang kaya.

    Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, vitamin C membantu Anda menjaga kesehatan kulit. Beta karoten yang diubah tubuh Anda menjadi vitamin A yang dapat membantu menjaga kesehatan mata dan kulit Anda.

    3. Bawang putih

    Bawang putih adalah bahanmakanan sehatyang ditemukan di hampir setiap resep makanan atau masakan di dunia. Ini menambah sedikit tenaga pada makanan dan itu harus dimiliki untuk kesehatan Anda.

    Peradaban awal menyadari nilainya dalam memerangi infeksi. Bawang putih juga dapat memperlambat pengerasan arteri. Ada juga bukti bahwa bawang putih membantu menurunkan tekanan darah, meskipun penelitian tidak membuktikan lebih banyak tentang fakta itu. Sifat meningkatkan kekebalan tubuh oleh bawang putih tampaknya berasal dari konsentrasi tinggi senyawa yang mengandung sulfur seperti allicin.

    4. Bayam

    Bayam berisi banyak antioksidan dan beta karoten. Ia juga kaya vitamin C, yang keduanya meningkatkan kemampuan melawan infeksi dari sistem kekebalan tubuh.

    Mirip dengan brokoli, bayam paling sehat jika dimasak dengan proses sesedikit mungkin untuk mempertahankan nutrisinya. Namun, memasak ringan membuatnya lebih mudah untuk menyerap vitamin A dan memungkinkan nutrisi lain dilepaskan dari asam oksalat dan antinutrien.

    5. Brokoli

    Brokoli kaya akan vitamin dan mineral. Dengan vitamin A, C, dan E, serat, dan banyak antioksidan lainnya, brokoli menjadi salah satu sayuran tersehat yang bisa Anda taruh di piring Anda.

    Kunci untuk mempertahankan kekuatannya adalah dengan memasaknya sesedikit mungkin atau lebih baik lagi, tidak sama sekali. Penelitian menunjukkan, mengukus adalah cara terbaik untuk menyimpan lebih banyak nutrisi dalam makanan.

     

    source : republika

  • Menu Sarapan yang Baik dan Buruk Bagi Usus

    Menu Sarapan yang Baik dan Buruk Bagi Usus

    Sarapan merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan usus. Namun begitu, pilihan menu sarapan juga penting diperhatikan sebab ada makanan tertentu yang bisa memperburuk kesehatan usus.

    Melansir laman Live Strong pada Selasa (17/11) berikut 4 menu sarapan terbaik untuk kesehatan usus.

     

    Yogurt

    Segelas yogurt di pagi hari meningkatkan bakteri sehat khususnya Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus. Bakteri hidup alias probiotik ini dapat memberikan efek positif pada kesehatan kita, khususnya sistem pencernaan.

    Namun hindari yogurt yang telah ditambahkan pemanis buatan seperti sakarin dan sukralosa. Sebuah studi Januari 2019 di Advances in Nutrition menemukan bahwa beberapa pengganti gula mengubah bakteri usus.

     

    Oatmeal

    Oatmeal adalah salah satu menu terbaik untuk sarapan yang berkontribusi pada kesehatan usus. Oat adalah makanan prebiotik, yang berarti membantu memberi makan probiotik, bakteri baik di usus kita.

    Oat memiliki serat unik yang disebut beta-glukan, serat spesifik ini memiliki efek yang lebih berbeda pada komposisi mikroba di usus dibandingkan dengan serat lain.

    Menurut Academy of Nutrition and Dietetic, sumber prebiotik lainnya termasuk pisang, bawang merah, bawang putih dan kacang-kacangan.

    Smoothie

    Untuk membuat smoothie yang baik untuk usus Anda, gabungkan sebanyak mungkin makanan nabati seperti buah, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian.

    Salah satu studi yang diterbitkan di mSystems pada 2018 menemukan bahwa mengonsumsi 30 makanan nabati yang berbeda dalam seminggu dikaitkan dengan memiliki mikrobioma usus yang lebih sehat.

    Saat meramu smoothie, hindari smoothie yang dikemas dengan bahan-bahan seperti jus, yogurt beku, dan susu manis karena gula biasanya sangat tinggi.

     

    Telur

    Baik atau buruknya telur untuk kesehatan usus sangat bergantung pada orangnya. Jika Anda berurusan dengan masalah usus seperti sindrom iritasi usus besar (BS) maka Anda harus mengurangi asupan telur.

    Jika IBS Anda cenderung menyebabkan diare, telur dapat membantu. Tapi, jika mengalami efek sebaliknya seperti sembelit, telur justru bisa memperburuk keadaan.

     

    Sementara itu, berikut tiga makanan sarapan terburuk untuk usus Anda

     

    Bacon dan Sosis

    Daging merah olahan tidak hanya menjadi masalah bagi jantung, tetapi juga memengaruhi usus. Sarapan sedikit dengan daging asap, sosis atau daging merah olahan lainnya dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal. Daging merah juga memiliki efek negatif pada mikrobiota usus.

     

    Donat

    Menambahkan donat ke menu sarapan kerap dianggap menyehatkan. Padahal usus Anda mengatakan sebaliknya. Donat digoreng, artinya tinggi lemak. Mereka juga dibuat dengan biji-bijian olahan dan tambahan gula (sedikit atau tanpa serat).

    Sebuah studi bulan April 2015 di Nature Communications menukar pola makan orang Afrika-Amerika yang secara tradisional makanan kebarat-baratan (tinggi lemak dan rendah serat) dengan orang Afrika Selatan yang mengonsumsi makanan pedesaan Afrika (tinggi serat dan rendah lemak).

    Setelah hanya dua pekan mengonsumsi makanan yang berbeda, mereka yang menjalani diet tinggi lemak dan rendah serat mengalami peningkatan peradangan mukosa yang signifikan dan perubahan negatif pada mikrobiota, keduanya merupakan faktor risiko kanker.

     

    Wafel dan Pancake

    Wafel dan pancake secara tradisional dibuat dengan biji-bijian olahan seperti tepung gandum dan barley. Jenis biji-bijian ini tidak benar-benar bermanfaat bagi usus Anda, terutama jika dibandingkan dengan biji-bijian.

    Sebuah uji klinis yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada Februari 2017 menemukan bahwa setelah enam minggu, mengganti biji-bijian dengan biji-bijian olahan menyebabkan peningkatan berat dan frekuensi tinja, serta efek positif sederhana pada mikrobiota usus.

     

    source : republika

  • Mengkonsumsi Telur Setiap Hari Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes?

    Mengkonsumsi Telur Setiap Hari Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes?

    Telur merupakan salah satu bahan makanan yang populer karena sangat mudah diolah menjadi beragam masakan. Akan tetapi, konsumsi telur setiap hari dalam jangka panjang dinilai berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes mellitus tipe 2.

    Hal ini diungkapkan melalui sebuah studi yang dilakukan oleh tim peneliti gabungan dari China Medical University dan Qatar University. Studi yang berlangsung selama 1991-2009 ini merupakan studi pertama yang menilai konsumsi telur pada sampel yang besar populasi orang dewasa China.

    Studi ini dilakukan karena peningkatan kasus diabetes di China tampak mengkhawatirkan. Di saat yang bersamaan, terdapat peningkatan konsumsi telur yang signifikan di China. Pada periode 1991-2009, jumlah orang yang mengonsumsi telur di China meningkat hampir dua kali lipat.

    Ahli epidemiologi Dr Ming Li mengatakan, hubungan antara konsumsi telur dan diabetes kerap diperdebatkan. Oleh karena itu, studi ini dilakukan untuk mengetahui dampak jangka panjang dari konsumsi telur setiap hari terhadap risiko kejadian diabetes mellitus tipe 2.

    “Sudi ini bertujuan untuk menilai konsumsi telur jangka panjang dan risiko terjadinya diabetes, yang ditentukan dengan kadar gula darah puasa,” jelas Dr Li.

    Berdasarkan studi ini, konsumsi telur lebih dari 38 gram setiap hari dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes mellitus tipe 2 pada orang dewasa. Sedangkan konsumsi telur lebih dari 50 gram setiap hari dalam jangka panjang berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes mellitus tipe 2 hingga 60 persen. Efek ini terlihat lebih jelas pada perempuan dibandingkan laki-laki.

    Tim peneliti menekankan bahwa studi ini belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat di antara konsumsi telur dan peningkatan risiko penyakit yang juga disebut kencing manis tersebut. Dibutuhkan studi lebih lanjut untuk memahami hubungan sebab-akibat tersebut.

    Terlepas dari itu, Dr Li mengingatkan bahwa pola makan yang tak seimbang merupakan faktor risiko dari diabetes mellitus tipe 2. Akan tetapi, pola makan merupakan faktor risiko yang bisa dimodifikasi.

     

    source : republika