
Pernah terpikir apa yang terjadi pada sel-sel tubuh yang sudah tua atau rusak? Sel-sel tersebut tidak dibiarkan menumpuk begitu saja. Tubuh memiliki mekanisme alami untuk membersihkannya dan memanfaatkannya kembali.
Proses ini disebut autophagy.
Kata autophagy berasal dari bahasa Yunani: auto berarti “diri sendiri” dan phagy berarti “memakan”. Artinya, sel akan memecah bagian dirinya yang sudah tidak berfungsi dengan baik, lalu menggunakan kembali hasilnya sebagai sumber energi atau bahan pembentuk sel baru.
Fungsi Autophagy di Tingkat Sel
Di dalam sel, terdapat komponen yang bisa mengalami kerusakan seiring waktu, seperti:
- Protein yang tidak terbentuk dengan sempurna.
- Organel sel yang sudah menua, misalnya mitokondria.
- Partikel asing seperti bakteri atau virus yang masuk ke dalam sel.
Melalui autophagy, bagian-bagian ini dikumpulkan ke dalam struktur khusus lalu diuraikan. Hasil penguraian tersebut digunakan kembali oleh sel untuk mempertahankan fungsi normalnya.
Proses ini penting untuk menjaga kualitas sel dan berperan dalam pencegahan berbagai penyakit degeneratif.
Kapan Autophagy Lebih Aktif?
Autophagy tidak selalu aktif pada tingkat yang sama. Proses ini meningkat ketika tubuh berada dalam kondisi kekurangan energi.
Jika tubuh terus-menerus menerima asupan makanan, terutama dalam jarak waktu yang berdekatan, tubuh cenderung menggunakan energi dari luar dan tidak terlalu mengandalkan mekanisme daur ulang internal.
Sebaliknya, saat asupan energi berhenti sementara, tubuh mulai mengaktifkan autophagy untuk memenuhi kebutuhan energi dan memperbaiki sel.
Cara Meningkatkan Aktivitas Autophagy
Beberapa kondisi diketahui dapat meningkatkan autophagy secara alami, antara lain:
- Puasa (fasting)
Saat tidak makan dalam beberapa jam, kadar insulin menurun. Dalam kondisi ini, tubuh mulai menggunakan cadangan energi internal, termasuk dengan mengaktifkan autophagy. - Aktivitas fisik
Olahraga meningkatkan kebutuhan energi dan memicu proses perbaikan sel setelah latihan. Hal ini berkaitan dengan peningkatan autophagy di jaringan otot dan organ lain. - Kopi hitam tanpa tambahan gula atau susu
Beberapa penelitian menunjukkan senyawa polifenol dalam kopi dapat merangsang autophagy, terutama di hati dan jantung, jika dikonsumsi tanpa pemanis atau krimer.
Kesimpulan
Autophagy adalah mekanisme alami tubuh untuk menjaga kualitas sel dengan cara mendaur ulang bagian sel yang rusak. Proses ini lebih aktif saat tubuh tidak terus-menerus menerima asupan makanan. Melalui puasa terkontrol dan aktivitas fisik, tubuh diberi kesempatan untuk melakukan perawatan internal secara alami dan mempertahankan fungsi sel dalam jangka panjang.







