Author: admin

  • Bosan Saat Social Distancing dan Karantina di Rumah? Coba 6 Kegiatan Ini, Yuk!

    Wabah COVID-19 kini telah menyebabkan lebih dari 210.000 kasus secara global dan menelan sekitar 8.900 korban jiwa. Di Indonesia, kasusnya sudah meningkat hingga angka 500 dan pasien yang meninggal mencapai 48 orang. Maka itu, pemerintah Indonesia mengimbau warganya untuk tetap berada di rumah. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, banyak orang yang mulai merasa jenuh dan mencari tahu kegiatan apa saja untuk mengatasi bosan saat karantina di rumah.

    Ide kegiatan seru mengatasi bosan saat karantina di rumah

    Sebagian dari Anda mungkin bertanya-tanya, apa pentingnya berdiam diri di rumah padahal tidak mengalami gejala yang berkaitan dengan COVID-19.
    Begini, tingkat penularan dan penyebaran virus yang menyebabkan COVID-19, yaitu SARS-CoV-2 cukup tinggi. Para ahli pun berpendapat bahwa virus ini dapat bertahan hidup di permukaan setidaknya selama tiga hari jika tidak dibersihkan dengan desinfektan.

    Akibatnya, risiko tidak sengaja memegang benda yang terpercik air ludah pasien yang terinfeksi pun cukup tinggi. Maka itu, pemerintah di beberapa negara, termasuk Indonesia, mengimbau warganya untuk tetap berada di rumah.
    Walaupun baik untuk mengurangi penyebaran virus, tentu saja karantina di rumah akan menimbulkan rasa jenuh. Bahkan, menurut American Psychological Association, mengurangi aktivitas sehari-hari dan terus berada di rumah dapat menimbulkan stres, cemas, dan frustasi.
    Berbagai hal dilakukan untuk mengatasi kejenuhan tersebut, tetapi keinginan untuk bertemu dengan teman atau pacar, berada di luar, atau sekadar jalan-jalan tidak dapat dibendung.
    Lantas, kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa bosan saat karantina di rumah?

    1. Menghubungi teman saat karantina

    Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa bosan saat karantina di rumah adalah rutin menghubungi teman. Entah itu lewat video call atau bertukar pesan dapat dilakukan setidaknya untuk mengetahui kabar mereka.

    Interaksi langsung Anda dengan yang lain mungkin akan jauh berkurang, tetapi para psikolog menyarankan untuk menggunakan teknologi sekarang untuk mendapatkan dukungan sosial.

    Apabila Anda merasa sedih, bosan, cemas, dan frustrasi, cobalah untuk mengobrol dengan orang yang dipercaya tentang apa yang dirasakan saat ini. Anda pun dapat mencoba menggapai teman dengan situasi yang sama.

    Dengan begitu, mungkin Anda dapat mengatasi rasa bosan saat harus karantina di rumah lewat obrolan seru seputar kehidupan masing-masing yang mungkin tidak terkait dengan COVID-19.

    2. Olahraga di rumah

    Selain berkomunikasi dengan orang lain, olahraga di rumah juga dapat menjadi ide kegiatan seru untuk mengatasi bosan saat karantina. Mengapa di rumah? Pasalnya, gym atau tempat fitness langganan Anda ditutup. Agar tubuh tetap sehat dan menjadi aktivitas untuk menghabiskan waktu, olahraga di rumah dapat menjadi pilihan. Ada banyak macam olahraga yang bisa dilakukan di rumah tanpa perlu keluar ruangan, seperti yoga, lari di treadmill, atau olahraga aerobik lainnya.

    Namun, jangan lupa untuk memperhatikan kebersihan alat olahraga dan kondisi ruangan, ya. Dengan aktivitas fisik Anda dapat meningkatkan hormon endorfin dan membantu menangkal respons stres yang bisa menurunkan fungsi sistem imun. Apabila Anda merasa kesulitan untuk mulai berolahraga, silakan cari tutorialnya di YouTube atau platform lainnya yang menyediakan instruksi secara daring.

    3. Melanjutkan hobi yang tertunda

    Melanjutkan hobi yang tertunda pun dapat menjadi pilihan kegiatan yang cukup menarik untuk mengatasi rasa bosan saat harus karantina di rumah. Kata hobi terkadang terdengar remeh dan mudah diabaikan, tetapi hobi bisa menjadi salah satu cara untuk tetap terhubung dengan ambisi dan identitas diri sendiri.

    Hal ini dikarenakan menjalani hobi membutuhkan keterampilan baru, sehingga dapat mempertajam pikiran seiring dengan bertambahnya usia. Bahkan, hobi juga baik untuk kesehatan fisik dan mental Anda. Berita tentang COVID-19 dan anjuran untuk tidak bepergian tentu dapat menimbulkan stres dan jenuh, sehingga hobi bisa menjadi pelarian Anda agar tetap ‘waras’ di tengah pandemi global ini.

    Sebagai contoh, dulu mungkin Anda tidak dapat menemukan waktu yang tepat untuk melanjutkan bacaan yang tertunda. Cobalah untuk membuka kembali buku atau novel yang hanya sempat dibaca setengah. Bahkan, menulis puisi atau cerita tentang apa yang Anda dan orang sekitar alami bisa membantu mengembangkan keterampilan menulis. Atau, Anda bisa mencari kursus-kursus online tentang hal yang diminati, seperti coding, digital marketing, hingga merajut.

    4. Menonton film atau serial tv

    Apa pun yang menurut Anda tertunda karena sibuk dengan pekerjaan atau tugas sekolah ternyata bisa dilanjutkan selama wabah COVID-19 berlangsung. Ide kegiatan lainnya untuk mengatasi rasa bosan saat karantina di rumah adalah menonton film atau serial tv.

    Anda tidak perlu pergi ke bioskop untuk menonton, mengingat di sana dapat menjadi tempat yang cukup berisiko terjadnya penularan virus. Cukup dengan mencari kembali kaset-kaset film lama dan mencari situs web yang menyediakan layanan streaming film gratis atau berbayar bisa menjadi cara agar Anda tidak jenuh di rumah.

    Apabila Anda bingung, tanyakan kepada teman Anda tentang rekomendasi tontonan seru. Namun, maraton film terlalu lama dan sering pun tidak baik untuk kesehatan. Maka itu, selingi aktivitas yang satu ini dengan kegiatan lainnya yang tidak membuat Anda terlalu lama menatap layar televisi atau laptop.

    5. Keluar rumah sebentar saat karantina

    Pada saat social distancing dan karantina di rumah berlangsung, mungkin ada imbauan untuk tetap berada di rumah dan jarang bepergian, kecuali untuk urusan mendesak.

    Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk menikmati alam sebentar sebagai salah satu kegiatan untuk mengatasi rasa bosan saat karantina di rumah.

    Tidak perlu jauh-jauh hingga mengunjungi rumah tetangga di ujung gang. Anda bisa berjalan-jalan di luar di bawah matahari dengan jarak yang cukup lebar antara satu dengan manusia lainnya.

    Sesekali meregangkan tubuh di lapangan pun tidak apa sambil mendapatkan asupan vitamin D dari sinar matahari. Setelah 10-20 menit dan terasa cukup berada di sekitar hijaunya pepohonan dan rumput, saatnya untuk kembali di rumah dan melanjutkan pekerjaan yang harus diselesaikan.

    6. Memasak

    Siapa yang tak senang makanan lezat, terlebih lagi jika Anda sendiri yang membuatnya? Memasak saat karantina di rumah ternyata bisa menjadi ide kegiatan seru untuk mengatasi rasa bosan. Selain dapat mengenyangkan perut, Anda pun tidak perlu keluar rumah untuk membeli makanan yang dapat meningkatkan risiko penularan semakin tinggi.

    Bahkan, dengan masak di rumah sendiri, Anda bisa mengontrol bahan makanan apa saja yang sehat untuk dikonsumsi bersama dengan anggota keluarga. Anda bisa mulai dengan membuat daftar masakan apa saja yang dapat dibuat selama satu minggu dengan bahan makanan yang ada di rumah. Resep sederhana pun tidak masalah, asalkan nutrisi dan vitamin harian tubuh tetap terpenuhi.

    Kegiatan untuk mengatasi rasa bosan saat karantina di rumah sebenarnya dapat Anda diskusikan dengan anggota keluarga lainnya di rumah. Selain itu, usahakan untuk tetap menjalani aktivitas harian seperti biasa agar tidak merasa bosan atau jenuh.

     

    Sumber : hellosehat.com

  • Apakah Vitamin Bisa Membantu Cegah Tertular COVID-19?

    Masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan disinfektan lainnya terlihat melayang dari rak-rak toko. Dengan semakin banyaknya kasus positif COVID-19 yang terkonfirmasi di Indonesia, penjualan suplemen dan vitamin ikut meroket. Masyarakat berharap dengan mengonsumsi vitamin dan suplemen dapat cegah penularan COVID-19 dan membantu mereka terhindar dari si virus.

    Mereka membeli dan menyetok suplemen vitamin C. Karena memang sudah menjadi sifat alami manusia mencari bantuan tambahan untuk melindungi dirinya dari suatu bahaya. Namun, apakah dengan mengkonsumsi vitamin dan suplemen adalah cara terbaik untuk membantu cegah tertular COVID-19? Berikut ulasannya.

    Apakah Pil Vitamin Bisa Cegah Tertular COVID-19?

    Dilansir Insider, Dr. Caroline Apovian, Direktur Nutrition and Weight Management Center Boston Medical Center mengatakan mengkonsumsi pil suplemen atau pil vitamin bukan cara terbaik cegah COVID-19.“Jauh lebih penting untuk mencuci tangan daripada mengambil tablet hisap zinc,” kata Apovian.

    Belum ada penelitian yang berhasil menemukan bukti kuat bahwa vitamin dan suplemen memiliki manfaat yang signifikan. Sangat sedikit bukti bahwa suplemen dan vitamin pil dapat memberikan kekebalan terhadap SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19.

    Reputasinya sebagai sebagai penambah imun sangat popular membuat banyak dari kita biasanya mengkonsumsi vitamin C saat terkena flu. Tapi faktanya, tidak mungkin untuk membantu orang melawan COVID-19. Kecuali untuk orang yang memiliki kurang gizi, para ahli mengatakan vitamin ataupun suplemen pil tidak mencegah seseorang jadi tidak sakit jika bersentuhan dengan patogen seperti COVID-19.

    “Saya berpikir mengonsumsi vitamin bisa jadi pilihan baik. Tapi yang jelas ini tidak akan mencegah COVID-19,” ujar Apovian memastikan penambahan multivitamin baik bagi mereka yang kekurangan gizi. Apovian mengingatkan bahwa jangan sampai konsumsi vitamin membuat seseorang malah melupakan cara pencegahan COVID-19 lainnya.

    Ada sejumlah cara tindakan pencegahan yang bisa diambil untuk cegah risiko terinfeksi COVID-19 selain dengan mengkonsumsi vitamin. Seperti sering mencuci tangan dengan sabun, hindari menyentuh wajah, dan menjaga jarak sosial. “Orang-orang tidak dapat mengonsumsi suplemen dan berpikir bahwa mereka kebal dan tidak memerlukan tindakan pencegahan lain,” terang Apovian.

    Beberapa suplemen dapat memberikan sedikit manfaat meski seringkali suplemen atau vitamin semacam itu dijual dengan harga mahal. Apovian menyarankan daripada untuk membeli suplemen atau vitamin lebih baik untuk menghemat uang.

    Konsumsi pil vitamin dan suplemen tidak beri manfaat signifikan

    Dengan semakin meningkatnya angka kasus positif COVID-19 di Indonesia tentu saja kita mencari cara untuk tetap sehat dan mengkonsumsi vitamin dengan jumlah banyak. Padahal terlalu banyak mengkonsumsi vitamin ataupun pil suplemen tidak terlalu membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Malah jika berlebihan bisa berakibat buruk bagi kesehatan.

    Vitamin C misalnya adalah vitamin yang larut dalam air. Jika Anda mengkonsumsi lebih dari yang dapat disimpan tubuh Anda, maka vitamin C hanya dibuang melalui urin dan dibuang di toilet. Terlebih lagi, mengonsumsi terlalu banyak vitamin C juga dapat menyebabkan diare dan mual.

    Bukannya cegah infeksi malah diare, tentunya anda tidak ingin mengalami diare karena mengkonsumsi vitamin berlebihan, apalagi dalam kondisi ancaman COVID-19 seperti sekarang.

    Dalam beberapa kasus, vitamin dosis tinggi bisa berakibat buruk bagi kesehatan Anda.

    Peneliti Johns Hopkins, Edgar Miller, M.D. dan Lawrence Appel, M.D. menganalisis bukti baru yang menemukan bahwa multivitamin harian tidak efektif mencegah kanker, penyakit jantung, dan demensia. Hasil ini, dalam konteks penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa suplemen beta-karoten dan vitamin E dosis tinggi sebenarnya bisa berbahaya.

    “Kebanyakan suplemen tidak mencegah penyakit kronis atau kematian, penggunaannya tidak dibenarkan, dan mereka harus dihindari,” tulis Dr Appel dalam penelitian tersebut.

    Beberapa multivitamin memiliki sedikit manfaat, beberapa tidak memiliki manfaat tapi tidak berbahaya, tapi ada yang tidak memiliki manfaat dan berbahaya.

    Dilansir dari halaman website John Hopkins Medicine, Dr. Appel menemukan bahwa vitamin E bisa berbahaya dalam dosis besar dan beta-karoten sebenarnya dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru pada perokok.

    Untuk meningkatkan sistem imun tubuh disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat seimbang yang mencakup semua nutrisi penting dan tidur yang cukup. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur dapat menurunkan kekebalan tubuh.

  • Ibuprofen Bisa Perburuk Efek COVID-19, WHO Tak Sarankan Penggunaannya

    WHO mengumumkan untuk menghindari penggunaan ibuprofen untuk penanganan gejala pada pasien infeksi SARS-CoV-2. Hal ini dilakukan setelah Prancis memberikan memperingatkan bahwa obat anti-inflamasi seperti ibuprofen bisa memperburuk efek COVID-19.

    Terkait imbauan ini, juru bicara WHO Christian Lindmeier mengatakan bahwa para pakar kesehatan PBB sedang menyelidiki hal ini untuk kemudian membentuk panduan lebih lanjut.

    “Sementara (penyelidikan berjalan), kami merekomendasikan penggunaan parasetamol, dan jangan menggunakan ibuprofen sebagai pilihan pengobatan mandiri. Itu penting,” katanya.

    Hanya saja, Lindmeier menambahkan jika ibuprofen telah diresepkan oleh para profesional kesehatan, maka itu diserahkan pada keputusan dokternya.

    Parasetamol dan ibuprofen dapat menurunkan suhu dan membantu gejala seperti flu. Tetapi kenapa ibuprofen dan obat antiinflamasi nonsteroid lainnya (NSAID) tidak cocok untuk penanganan gejala pada pasien positif COVID-19?

    Peringatan bahwa ibuprofen bisa memperburuk efek COVID-19

    Sebelum peringatan WHO, Menteri Kesehatan Prancis Olivier Veran baru-baru ini memerintahkan tenaga kesehatannya untuk menghindari penggunaan ibuprofen untuk menangani pasien COVID-19.

    Veran memperingatkan penggunaan ibuprofen dan obat anti-inflamasi serupa bisa menjadi faktor yang memberatkan pada pasien yang terinfeksi COVID-19. Menurutnya obat anti-inflamasi seperti ibuprofen dapat memperburuk gejala penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2.

    “Dalam kasus demam, minum parasetamol,” kata Veran dalam cuitan di akun Twitter-nya. Veran menekankan bahwa pasien yang sudah dirawat dengan obat anti-inflamasi harus meminta nasihat dari dokter mereka.

    Peringatan Veran ini mengikuti sebuah studi dalam jurnal The Lancet yang berhipotesis bahwa suatu enzim yang dikuatkan oleh obat anti-inflamsi seperti ibuprofen dapat memperburuk efek dan infeksi COVID-19.

    Website The National Health Service (NHS) Inggris yang sebelumnya merekomendasikan penggunaan parasetamol dan ibuprofen mengatakan untuk sementara menggunakan parasetamol daripada ibuprofen.

    “Saat ini tidak ada bukti kuat bahwa ibuprofen dapat memperburuk coronavirus (Covid-19) …. sampai kami memiliki informasi lebih lanjut, gunakan parasetamol untuk mengobati gejala-gejala coronavirus. Kecuali jika dokter memberi tahu parasetamol tidak cocok untuk Anda,” tulisnya.

    Pandemi COVID-19 yang telah menginfeksi lebih dari 210.000 orang di seluruh dunia hanya menyebabkan gejala ringan pada kebanyakan orang. Dalam beberapa kasus dapat menyebabkan pneumonia atau penyakit parah yang menyebabkan kegagalan pada beberapa organ.

    Efek ibuprofen yang dapat perburuk kondisi pasien COVID-19Efek ibuprofen yang dapat perburuk kondisi pasien COVID-19

    Sampai saat ini belum diketahui secara pasti apakah ibuprofen memiliki efek khusus pada tingkat keparahan gejala pasien COVID-19. Baik itu pada pasien yang sehat atau pada pasien yang memiliki penyakit penyerta.

    Meski begitu Dr. Charlotte Warren-Gash dari London School of Hygiene and Tropical Medicine mengatakan sebelum adanya kejelasan lebih baik menghindari penggunaan ibuprofen.

    “Terutama untuk pasien yang rentan, tampaknya masuk akal untuk menggunakan parasetamol (daripada ibuprofen) sebagai pilihan pertama,” katanya seperti dikutip dari BBC London.

    Dr. Warren-Gash mengatakan bahwa ada beberapa bukti yang menghubungkan ibuprofen dan beberapa penyakit infeksi pernapasan yang semakin parah. Walaupun belum benar-benar terbukti ibuprofen satu-satunya penyebab.

    Paul Little, seorang profesor peneliti primary care research di University of Southampton mengatakan bahwa beberapa ahli percaya sifat anti-inflamasi ibuprofen dapat melemahkan respons kekebalan tubuh.

    Prof. Parastou Donyai dari University of Reading mengatakan, “Ada banyak penelitian yang mengatakan penggunaan ibuprofen selama infeksi pernapasan dapat mengakibatkan memburuknya penyakit atau komplikasi lainnya.”

    “Tapi, saya belum melihat bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa ibuprofen memberikan efek tambahan dan risiko komplikasi pada pasien COVID-19 usia 25 tahun dan tanpa penyakit penyerta,” tuturnya.

    Fungsi ibuprofen

    Ibuprofen termasuk obat tanpa resep dokter yang paling banyak digunakan sama seperti parasetamol dan aspirin.

    Ibuprofen adalah obat penghilang rasa sakit harian untuk berbagai sakit dan nyeri, termasuk sakit punggung, kepala, gigi, dan nyeri haid. Ini juga mengobati peradangan seperti keseleo dan rasa sakit akibat radang sendi.

    Obat ini tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, dan sirup untuk diminum ada juga dalam bentuk gel dan semprot untuk penggunaan luar. Ibuprofen yang tergolong dalam obat anti-inflamasi nonsteroid ini bekerja dengan cara yang berbeda dengan obat analgesik lainnya.

    Ketika seseorang merasakan sakit, nyeri, atau mengalami peradangan, maka tubuh akan secara alami menghasilkan zat kimiawi yang disebut dengan prostaglandin. Sementara, ibuprofen mempunyai kemampuan untuk menghentikan prostaglandin dihasilkan oleh tubuh, sehingga rasa nyeri pun hilang.

    Anda dapat membeli sebagian besar jenis ibuprofen dari apotek dan supermarket tanpa resep dokter. Ada beberapa jenis yang harus dengan resep dokter. Walau bisa dibeli tanpa resep dokter, untuk mengonsumsi ibuprofen anda perlu memperhatikan beberapa efek sampingnya.

  • Mencuci Tangan Memang Baik, Tapi Ini Akibatnya Bila Terlalu Sering Dilakukan

    Mencuci tangan bermanfaat untuk mencegah penularan penyakit berbahaya. Namun, terlalu sering mencuci tangan ternyata juga tidak baik bagi kesehatan. Alih-alih melindungi tubuh dari serangan penyakit, kebiasaan mencuci tangan secara berlebihan justru akan meningkatkan risiko masalah kesehatan lain.

    Terlalu sering mencuci tangan ada akibatnya

    Melansir Mayo Clinic, ada saat-saat wajib mencuci tangan. Di antaranya sebelum makan, saat menyiapkan makanan, merawat luka, menggunakan dan melepas lensa kontak, serta saat tangan tampak kotor.

    Cuci tangan juga diperlukan setelah menggunakan toilet, batuk, bersin, mengganti popok, merawat orang sakit, dan menyentuh hewan peliharaan. Meski boleh dilakukan setiap hari, ingatlah untuk tidak berlebihan mencuci tangan agar tidak memicu efek samping berikut.

    1. Membuat lebih mudah sakit

    Terlalu sering mencuci tangan bisa mengacaukan keseimbangan bakteri dalam tubuh. Menurut Samer Blackmon, M.D., dokter spesialis penyakit dalam di Amerika Serikat, kegiatan ini justru akan membunuh bakteri bermanfaat yang membangun sistem kekebalan tubuh.

    Saat masih kecil, tubuh terpapar oleh beragam bakteri, virus, dan parasit. Hal ini sebenarnya bermanfaat untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Jika tidak pernah terpapar, sistem kekebalan tubuh tidak bisa melawan bibit penyakit tersebut.

    Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh tidak pernah mengenal mikroba penyebab penyakit paling umum sekalipun. Tanpa mikroba tersebut, sel-sel kekebalan tubuh tidak bisa membuat antibodi ataupun mekanisme pertahanan lainnya.

    Sejumlah ahli meyakini bahwa kondisi ini membuat lebih mudah sakit. Terutama bila kebiasaan terlalu sering mencuci tangan sudah dimulai sejak masa kanak-kanak. Itulah sebabnya disarankan untuk mencuci tangan seperlunya.

    2. Meningkatkan risiko terkena alergi

    Selain bakteri, virus, dan parasit, tubuh juga terpapar berbagai pemicu alergi atau alergen sejak masa kanak-kanak. Paparan ini bermanfaat agar sistem kekebalan tubuh beradaptasi dengan alergen dan tidak menganggapnya sebagai bahaya.

    Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap zat asing yang sebenarnya tidak berbahaya. Reaksi berlebihan tersebut bisa menyebabkan gatal, peradangan, gejala sinus, serta gangguan pernapasan dan pencernaan.

    Bila terlalu sering mencuci tangan, tubuh tidak berkesempatan ‘mengenal’ zat asing yang berpotensi menyebabkan alergi di kemudian hari. Sementara itu, orang yang tumbuh besar dengan terpapar alergen justru berisiko lebih kecil terkena alergi.

    3. Meningkatkan risiko iritasi dan penyakit kulit

    Bahan-bahan kimia dalam sabun cuci tangan dan alkohol dalam hand sanitizer dapat menyebabkan iritasi jika terlalu sering digunakan. Kulit yang terpapar bahan-bahan ini secara berlebihan cenderung menjadi kering, pecah-pecah, bahkan berdarah.

    Begitu kulit menjadi pecah-pecah, bakteri bisa memasuki tubuh dengan mudah melalui celah yang terbentuk. Kondisi ini dapat mengakibatkan infeksi yang ditandai dengan rasa gatal, kemerahan, hingga munculnya nanah.

    Pada beberapa orang, terlalu sering mencuci tangan bahkan dapat memicu eksim dan memperparah gejalanya. Eksim tidak bisa disembuhkan, tapi gejalanya dapat dikontrol melalui pengobatan.

    Beberapa jenis penyakit berawal dari tangan yang kotor, dan inilah alasan mengapa cuci tangan begitu penting. Meski demikian, pastikan tidak melakukannya secara berlebihan guna mencegah efek samping yang tidak diharapkan.

     

    Sumber: hellosehat.com

  • Berapa Seharusnya Suhu Tubuh yang Normal?

    Suhu tubuh normal di tubuh Anda bisa terus berubah sepanjang hari. Ini karena tubuh manusia mampu mengubah sendiri suhu intinya sesuai dengan musim dan lingkungan sekitarnya. Suhu tubuh orang yang sehat bisa naik-turun sekitar 0,5°C dalam sehari; bisa lebih rendah di pagi hari dan lebih tinggi di sore ke malam hari, tergantung dari apa aktivitas Anda di hari itu.

    Artinya, suhu tubuh yang selalu berubah sebenarnya adalah bagian alami dari mekanisme pertahanan tubuh Anda. Namun penting untuk memastikan bahwa suhu tubuh yang naik-turun bukanlah hasil dari kondisi medis yang mendasarinya. Teruskan membaca untuk mempelajari lebih lanjut tentang suhu tubuh normal manusia, dan apa yang bisa menyebabkan perubahannya.

    Berapa suhu tubuh normal manusia?

    Kebanyakan orang menganggap suhu tubuh normal manusia sudah pasti harus berada di angka 37ºC. Namun, konsep ini agak menyesatkan dan telah dibantah oleh banyak studi medis.

    Sebuah studi yang diterbitkan bertahun-tahun yang lalu di Journal of American Medical Association menemukan suhu normal rata-rata untuk orang dewasa adalah 36,7°C, bukannya pas 37°C. Secara umum, dunia medis menyepakati bahwa suhu tubuh normal berkisar antara 36,1°C sampai 37,2°C.

    Meski standar tersebut juga akan banyak bergantung pada:

    • Kondisi fisik orang tersebut.
    • Usia.
    • Aktivitas apa saja yang telah mereka lakukan.
    • Waktu di hari tersebut.
    • Bagian mana dari tubuh Anda yang diukur suhunya — Misalnya, pembacaan suhu dari ketiak biasanya menunjukkan 0.5°C lebih rendah dari suhu inti tubuh.

    Sementara itu, suhu tubuh cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Satu studi milik para periset di Rumah Sakit Universitas Winthrop di New York menemukan bahwa orang lanjut usia memiliki suhu tubuh normal yang lebih rendah daripada “standar” di atas. Dari 150 orang lanjut usia dengan usia rata-rata sekitar 81 tahun, periset menemukan bahwa suhu rata-rata tubuh mereka tidak pernah mencapai 37°C. Temuan ini menunjukkan bahwa bahkan ketika lansia sakit sekalipun, suhu tubuh mereka mungkin tidak naik hingga mencapai suhu yang dikenali orang sebagai demam (lebih dari 37ºC). Di sisi lain, suhu tubuh yang terlalu rendah (di bawah 35ºC) pada umumnya menjadi pertanda penyakit tertentu.

    Dengan demikian, batasan suhu tubuh agar bisa dibilang demam juga akan berbeda untuk setiap orang berdasarkan waktu di hari tersebut. Intinya adalah, untuk bisa mengetahui suhu tubuh normal seseorang, setiap variasi faktornya harus ikut diperhitungkan.

     

    Sumber: hellosehat.com

  • Tips Jaga Imunitas untuk Cegah Penularan Corona

    Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam beberapa kesempatan terkait virus corona menyampaikan pentingnya menjaga imunitas tubuh. Dikatakannya kalau imunitas tubuh baik, maka tidak akan gampang terserang virus.

    Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Immune Deficiency Foundation, disebutkan kalau corona adalah virus yang menyerang sistem pernapasan dan dengan mudah ditularkan melalui kontak perorangan. Orang dengan imunitas rendah berisiko tinggi terinfeksi virus corona. Informasi selengkapnya ada di bawah ini!

    Tidak Bisa Mengandalkan Masker

    Lebih lanjut dijelaskan kalau penggunaan masker untuk mencegah penyebaran virus corona tidak bisa diandalkan mutlak. Bagaimana dengan partikel virus halus di udara yang bisa jadi keluar karena penggunaan masker yang tidak konsisten dan benar?

    Apalagi sepanjang akhir 2019 sampai 2020 ini ada beberapa kasus virus yang menyerang pernapasan dengan gejala sama seperti corona. Bagaimana mengetahui perbedaannya jika gejalanya kurang lebih sama?

    Untuk itulah, menjaga serta meningkatkan imunitas tubuh adalah saran yang paling baik dan mudah untuk diaplikasikan. Lantas, bagaimana cara menjaga imunitas tubuh? Baca pembahasannya di sini!

    1. Mengonsumsi Vitamin C

    Sejatinya sistem kekebalan yang kuat dapat mengurangi risiko terinfeksi virus dan bakteri. Sistem kekebalan tubuh dapat membantu tubuh melawan infeksi yang disebabkan oleh virus dan mempercepat proses pemulihan setelah infeksi.

    Namun, perlu diketahui kalau sistem kekebalan tubuh setiap orang berbeda karena faktor-faktor, seperti usia, kebiasaan makan, dan gaya hidup. Mengonsumsi vitamin C menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh secara signifikan.

    2. Diet Sehat

    Selain konsumsi vitamin C, menerapkan pola makan sehat sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh yang kuat. Makanan yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, termasuk sayuran hijau (paprika, brokoli, dan bayam), produk susu, buah kiwi, lemon dan jeruk, serta kacang-kacangan, seperti almond dan jambu mete, yang kaya akan vitamin dan antioksidan.

    Ada baiknya untuk situasi seperti sekarang ini hindari konsumsi makanan setengah matang atau mentah. Diet seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, serta minum cukup air, sangat penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    3. Olahraga yang Teratur

    Olahraga dapat membantu kamu meningkatkan imunitas tubuh serta membuat tulang sehat dan kuat. Aktivitas fisik dinilai dapat membantu mengeluarkan bakteri dari paru-paru dan saluran udara. sehingga dapat mengurangi kemungkinan kamu terkena flu atau penyakit lainnya.

    Olahraga menyebabkan perubahan antibodi dan sel darah putih (WBC). WBC adalah sel sistem kekebalan tubuh yang melawan penyakit. Antibodi atau sel darah merah ini bersirkulasi lebih cepat, sehingga mereka dapat mendeteksi penyakit lebih awal daripada sebelumnya.

    Kenaikan singkat suhu tubuh saat olahraga dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Kenaikan suhu ini dapat membantu tubuh melawan infeksi dengan lebih baik. Kemudian, tidak kalah pentingnya, olahraga memperlambat pelepasan hormon stres.

    4. Hindari Keramaian dan Daerah Tinggi Risiko

    Ada baiknya untuk momen-momen waspada seperti sekarang ini, kamu lebih waspada terhadap tempat keramaian serta menghindari daerah yang disinyalir sedang mewabah penyakit. Penggunaan masker bila diperlukan serta menerapkan kebersihan tubuh menjadi rutinitas penting. Cucilah tangan dan kaki secara teratur setiap kali bepergian. Hindari kontak fisik dengan orang asing ataupun orang yang sedang sakit.

    Butuh informasi lebih lengkap mengenai penularan corona, tanyakan saja langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

     

    Sumber : halodoc.com

  • Resep Infused Water untuk Metabolisme Tubuh

    Bagi Anda yang sedang dalam program menurunkan berat badan tentu tidak asing dengan minuman bernama infused water atau biasa dikenal juga sebagai detox water. Selain dikenal dapat membersihkan tubuh dengan membuang zat-zat sisa, minuman berupa air mineral dengan potongan buah ini juga dipercaya dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang dapat berguna untuk menurunkan berat badan. Lalu, apa saja resep infused water?

    Manfaat infused water untuk menurunkan berat badan

    Banyak yang sudah mengetahui kasiat air putih dalam membantu menurunkan berat badan. Minum air putih dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Seiring dengan metabolisme yang baik, tubuh juga akan lebih mudah dalam membakar kalori.

    Sebuah studi juga menunjukkan bahwa dengan meminum air sebanyak 500ml, Anda bisa meningkatkan metabolisme tubuh sampai 30% untuk satu jam kedepan. Selain memberikan dampak yang baik untuk metabolisme, meminum air sebelum makan juga akan mengurangi keinginan untuk makan lebih banyak.

    Potongan buah-buahan yang digunakan dalam resep infused water juga tinggi vitamin C yang bekerja sebagai antioksidan untuk melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas penyebab penyakit. Manfaat lainnya adalah mengurangi risiko terkena penyakit jantung, stroke, dan menurunkan tekanan dalam darah.

    Resep infused water untuk meningkatkan metabolisme

    Membuat infused water sendiri sangat mudah dilakukan. Berbeda dengan pembuatan smoothies atau jus buah, Anda tidak memerlukan blender dan cukup bekerja dengan pisau Anda.

    1. Infused water dengan buah lemon dan daun mint

    Resep infused water ini merupakan salah satu yang paling banyak dibuat. Kandungan polyphenol antioxidan pada buah lemon dapat membantu dalam menurunkan berat badan. Air dengan potongan buah lemon juga bisa membantu mengatasi sembelit karena sifatnya yang melancarkan pencernaan.

    Sedangkan daun mint yang juga mengandung antioksidan tinggi juga dapat mempercepat proses pencernaan dan memberi sedikit rasa dingin dan segar pada gelas infused water Anda.

    Bahan-bahan yang dibutuhkan:

    • 300 ml air mineral dengan suhu ruang
    • 1/2 perasan atau potongan buah lemon
    • 3 helai daun mint, jangan dipotong

    Cara membuat :

    Campurkan sari buah atau potongan buah lemon dan mint dengan air mineral. Jika menggunakan perasan buah aduk merata dan bisa langsung dikonsumsi, jika menggunakan potongan buah diamkan selama dua jam di dalam kulkas sebelum dikonsumsi.

    2. Infused water dengan buah pir, jeruk nipis, dan jahe

    Penggunaan jahe pada resep infused water ini juga dapat membantu bagi Anda yang ingin meningkatkan metabolisme tubuh. Sebuah studi menunjukkan air jahe dapat membantu Anda merasakan kenyang lebih lama setelah makan. Seperti buah dengan vitamin C lainnya, buah pir dan jeruk nipis juga berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi tubuh. Berikut resep infused water dengan buah pir, jeruk nipis, dan jahe.

    Bahan-bahan yang dibutuhkan :

    • 500ml air mineral
    • 2 potong buah pir, potong-potong lagi menjadi bagian kecil
    • 1 potong jeruk nipis, bagi jadi dua
    • Irisan jahe sekitar 1 cm

    Cara membuat :

    Campurkan buah-buahan beserta irisan jahe ke dalam air mineral. Jika Anda ingin rasa jahe yang lebih dominan, pipihkan menggunakan pisau. Simpan di kulkas dan biarkan 12-24 jam sebelum diminum.

    3. Infused water dengan strawberry dan daun kemangi

    Selain kaya vitamin C, strawberry juga membantu tubuh untuk mengeluarkan hormon yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Tambahan daun kemangi juga memiliki manfaat anti-aging. Berikut resep infused water dengan strawberry dan kemangi.

    Bahan-bahan :

    • 500 ml air mineral
    • 1 buah strawberry, potong menjadi beberapa bagian
    • 10 helai daun kemangi
    • 1/2 lemon, iris tipis

    Cara membuat :

    Campurkan potongan strawberry, irisan lemon, dan helai daun kemangi dengan air mineral. Simpan di kulkas selama paling sedikit 3 jam atau semalaman sebelum dikonsumsi.

    4. Infused water dengan strawberry dan raspberry

    Berbagai manfaat bisa Anda dapatkan dari buah raspberry dalam resep infused water yang satu ini. Serat dan air pada buah raspberry berguna untuk mencegah sembelit serta melancarkan pergerakan dalam pencernaan yang penting untuk pembuangan racun-racun dari dalam tubuh. Antioksidan dalam buah raspberry juga dapat mengurangi peradangan yang berisiko pada diabetes tipe 2. Berikut resep infused water dengan buah raspberry.

    Bahan-bahan :

    • 500 ml air
    • 3 buah strawberry, iris menjadi dua
    • 5 buah raspberry
    • 2-3 helai daun mint

    Cara membuat :

    Letakkan potongan buah-buahan dalam gelas atau botol beserta daun mint, tambahkan air sampai penuh. Tutup dan simpan di kulkas semalaman sebelum dikonsumsi.

    5. Infused water dengan apel dan kayu manis

    Tahukah Anda, ternyata perpaduan apel dan kayu manis tidak hanya serasi pada kudapan pai apel saja, tapi keduanya juga bisa dibuat menjadi infused water yang menyegarkan. Bahan kayu manis pada resep infused water berikut ini juga berkhasiat sebagai antioksidan yang akan memerangi virus dan bakteri penyebab penyakit. Berikut resep infused water dengan apel dan kayu manis.

    Bahan yang dibutuhkan:

    • 1 buah apel, iris tipis
    • 2 batang kayu manis
    • 700ml air

    Cara membuat:

    Masukkan potongan apel ke dalam botol atau gelas, tambahkan air sampai penuh. Tambahkan kayu manis ke dalamnya. Simpan di kulkas selama 1 jam atau bisa juga semalaman sebelum dikonsumsi.

    Selamat mencoba berbagai resep infused water ini di rumah!

  • Traveling Nyaman Tanpa Migrain dengan 5 Tips Sehat Ini

    Traveling tidaklah mudah bagi orang yang sering mengalami migrain. Pasalnya, lelah akibat naik kendaraan, terik matahari, dan stres selama traveling dapat memicu migrain dan mengacaukan seluruh rencana perjalanan. Guna mencegahnya, ada sejumlah cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi migrain saat traveling.

    Tips mengusir migrain saat traveling

    Migrain dipicu oleh beragam faktor, dan sebagian di antaranya sulit dikontrol atau tidak bisa dihindari sama sekali. Meski begitu, Anda dapat mengantisipasi datangnya migrain dengan mengenali pemicunya dan menjaga tubuh tetap bugar saat bepergian.

    Berikut beberapa tips sederhana untuk mengatasi migrain saat traveling:

    1. Merencanakan perjalanan dan membawa obat-obatan

    Persiapkan seluruh isi koper, tiket kendaraan, rencana perjalanan, serta kebutuhan lain jauh sebelum hari keberangkatan. Jika Anda terburu-buru menyiapkan semuanya, hal ini akan menyebabkan stres dan akhirnya memicu migrain.

    Jangan lupa membawa obat-obatan migrain yang diperlukan dan simpanlah dalam tas kecil yang bisa dibawa ke mana-mana. Bila perlu, Anda pun dapat membawa camilan, air minum, atau topi dan kacamata hitam untuk mengurangi paparan sinar matahari.

    2. Banyak beristirahat

    Tanpa disadari, kegiatan menyenangkan selama traveling juga dapat memicu migrain. Migrain pun bisa semakin parah bila Anda berkegiatan di luar rumah atau dalam waktu lama. Istirahat adalah cara paling sederhana untuk mengatasi migrain saat traveling.

    American Migraine Foundation menyarankan untuk beristirahat selama 5 menit setelah berkendara selama satu jam. Apabila Anda memiliki waktu istirahat lebih, manfaatkan dengan tidur siang, minum obat, atau minum dan mengisi perut dengan camilan sehat.

    3. Tidur cukup

    Jadwal traveling yang padat kadang membuat jam tidur menjadi tidak teratur. Padahal, kurang tidur dan terlalu banyak tidur merupakan salah satu pemicu migrain yang paling umum. Jadi, cukupi kebutuhan istirahat Anda dengan tidur pada jam yang sama.

    Cara ini tidak hanya dapat mengatasi migrain, tapi juga mencegahnya kambuh selama traveling. Jika Anda susah tidur malam hari, cobalah membaca buku, mandi air hangat, atau melakukan kegiatan lain yang membuat tubuh rileks dan mengantuk.

    4. Tidak makan sembarangan

    Beragam kuliner yang Anda temukan selama traveling mungkin menggugah selera, tapi beberapa makanan bisa memicu migrain. Sebelum makan sesuatu, kenali apa saja bahan di dalamnya dan hindari bila terdapat bahan yang memicu migrain kambuh.

    Selain makan sembarangan, menunda makan selama berjam-jam juga dapat memicu migrain. Sebisa mungkin, cobalah untuk selalu makan tepat waktu dan bawalah camilan sehat untuk mengganjal perut selama beraktivitas.

    5. Menghindari pemicunya

    Orang yang sering mengalami migrain biasanya sensitif terhadap cahaya terang, suhu panas dan dingin, suara keras, serta bau menyengat. Menghindari semuanya mungkin sulit, tapi cobalah menjauhinya semampu Anda untuk mengatasi migrain saat traveling.

    Bila pemicu migrain tidak bisa dihindari, misalnya naik kendaraan atau perubahan suhu, Anda dapat mengantisipasi dengan minum obat migrain. Meski tidak menjamin akan menghilangkan migrain, hal ini mungkin mengurangi keparahannya.

    6. Minum banyak air

    Seperti halnya kurang tidur, dehidrasi juga sering menjadi pemicu migrain selama bepergian. Terlebih lagi bila Anda bepergian ke tempat beriklim panas, melakukan kegiatan berat, atau menghabiskan banyak waktu di dalam kabin pesawat yang kering.

    Guna mengatasi migrain saat traveling, pastikan Anda minum banyak air sehingga tidak mengalami dehidrasi. Minumlah air putih dan hindari minuman berkafein seperti kopi atau teh, sebab kafein dapat menyebabkan migrain.

    Migrain bukanlah sekadar sakit kepala yang akan hilang dengan mudah. Penyakit ini terkadang begitu parah, atau disertai gejala lain sehingga bisa mengganggu kegiatan selama traveling.

    Walau demikian, Anda dapat mencegahnya dengan beberapa langkah sederhana. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut dan menyiapkan obat untuk berjaga-jaga, migrain bukan halangan untuk menikmati kegiatan traveling.

     

    Sumber: hellosehat.com

  • Memperbaiki Kinerja Otak Dengan Cara Ini Perlu Anda Coba!

    Semua orang pasti pernah mengalami ketidakmampuan berkonsentrasi, lupa di mana menaruh kunci, bahkan ada kalanya otaknya seolah memiliki pikiran sendiri. Sama seperti mesin, kadang otak perlu beristirahat dan diperbaiki kembali.

    Seperti yang dilansir Science Focus, ada delapan cara memperbaiki otak. Berikut delapan cara tersebut:

    Fokus perhatian

    Jangan sampai padatnya agenda membuat hari Anda berantakan. Agar pikiran tak buyar, cobalah untuk berlatih membagi perhatian. Buat bagan kehidupan Anda menjadi beberapa bagian seperti pekerjaan, keluarga, kesehatan, dan sebagainya.

    Cek berkala, apakah ada sisi kehidupan yang butuh perhatian. Dengan begitu, suatu kepentingan tak akan mengorbankan kepentingan lainnya dalam kehidupan.

    Baca, tonton, atau dengarkan sesuatu yang baru setiap hari. Materi yang tidak dikenal akan merangsang area otak yang kurang dimanfaatkan dan membuat sel-sel otak ini lebih mudah untuk diaktifkan lagi di masa depan. Cara ini dapat membantu meningkatkan perhatian Anda secara keseluruhan.

    Selain itu, coba juga beristirahat sejenak dari tugas-tugas yang membutuhkan perhatian panjang. Fokus terhadap suatu hal terlalu lama akan membuat otak menginterpretasikannya sebagai hal yang tak penting sehingga bisa mengundang hal-hal yang mengganggu konsentrasi.

    Mengulang

    Buat catatan dan sering-seringlah membaca ulang. Pengulangan mencegah informasi terlupakan dan membantu memperkuat jaringan saraf yang menyimpan ingatan.

    Bagi informasi menjadi beberapa bagian. Misalnya, mengubah urutan 8, 3, 2, 4, 9, 0, 1, 9, 8 menjadi 832-490-198. Ini membuatnya lebih mudah diingat.

    Memori

    Melupakan sesuatu yang sebenarnya sangat ingin kita simpan dalam memori merupakan bentuk kegagalan mengingat. Bentuk lainnya ialah salah ingat atau malah merekayasa ingatan.

    Cobalah mengonsumsi banyak vitamin B. Zat gizi mikro yang dapat membantu memperkuat ingatan itu banyak ditemukan dalam biji-bijian dan kacang-kacangan.

    Gunakan mnemonik seperti rima dan akronim. Keduanya merupakan cara yang telah dicoba dan diuji untuk membuat informasi lebih berkesan sehingga gampang diingat.

    Tulis daftar hal yang harus dilakukan setiap pagi dan kaji ulang secara teratur sepanjang hari. Tetapkan kebiasaan seperti meletakkan kunci pada kait tertentu. Ini akan membentuk tautan antara objek dengan otak.

    Ada delapan cara yang bisa ditempuh untuk membantu memperbaiki kinerja otak. Berikut bagian kedua dari dua tulisan yang mengulasnya:

    Pemecahan masalah

    Tantang diri Anda dengan masalah yang semakin rumit. Dengan begitu, otak akan belajar untuk meninggalkan strategi lawas yang digunakannya dan mulai melihat masalah dari berbagai sudut pandang.

    Kalau pikiran terasa mentok, geser perhatian ke hal lain lalu hadapi kembali ke masalah semula. Penyegaran seperti itu membantu membebaskan pikiran yang terkunci pada pendekatan pemecahan masalah yang sudah terbukti gagal.

    Cobalah berolahraga ringan sambil memecahkan masalah. Berjalan atau jogging, misalnya. Ini membantu mengurangi perhatian yang terfokus karena kita perlu menggunakan beberapa sumber daya sadar pada aktivitas yang dilakukan.

    Selanjutnya, coba juga brainstorming secara mandiri. Lebarkan perspektif. Semakin bebas pikiran, semakin besar kemungkinan otak menemukan solusi.

    Kreativitas

    Lihat keluar jendela saat menggunakan transportasi umum alih-alih menggunakan telepon genggam. Penelitian menunjukkan melamun dan bosan dapat membuat pikiran berkeliaran dan membantu mengembangkan kreativitas. Sambil melamun, coba bayangkan kalau itu dipakai di dunia nyata.

    Gunting halaman surat kabar dan atur ulang kata-katanya untuk membuat pernyataan yang benar secara tata bahasa. Dengan menjaga kata-kata dalam struktur tata bahasa, kalimat-kalimat baru menyimpan secara makna, memaksa otak untuk melihat konten dengan cara baru.

    Coba juga untuk meredupkan lampu. Penelitian oleh psikolog Universitas Stuttgart dan Hohenheim di Jerman pada 2013 mengungkap penerangan yang redup dapat memperbaiki kreativitas. Mereka menyebutkan gelap menciptakan perasaan bebas, memantik model pemrosesan yang lebih eksploratif.

    Pengambilan keputusan

    Lakukan curah pendapat (brainstorming) sebelum mengambil keputusan lalu tinggal tidur dulu sebelum bertindak. Seperti halnya pemikiran kreatif, pengambilan keputusan yang baik didapat dari inkubasi yang tidak disadari.

    Mundurlah secara mental dari situasi dan tanyakan pada diri sendiri apa yang mungkin dilakukan oleh orang lain. Ini akan memaksa otak melihat situasi dari perspektif baru.

    Pelatihan otak

    Rangkaian latihan yang memadukan latihan pencarian visual dengan tantangan koordinasi motorik dan permainan pengambilan kata dapat memiliki manfaat luas. Namun, jika seseorang memiliki otak yang sehat dan dapat melakukan keterampilan normal, pelatihan yang terbaik adalah aktif di dalam komunitas, menikmati seni, mendengarkan musik, terlibat secara politis, dan menikmati kehidupan sosial.

    Selain itu, latihlah sebanyak mungkin otot kognitif. Teka-teki silang adalah olahraga otak yang terkenal karena melibatkan beberapa elemen seperti ingatan, pemecahan masalah, dan sensitivitas spasial.

    Haruskah meminum suplemen?

    Suplemen yang mengandung vitamin dan mineral dengan dosis harian mungkin merupakan ide yang baik jika dirasa otak membutuhkan tambahan. Konsultasikan dengan dokter jika mengalami efek samping.

     

    Sumber : Republika.co.id

  • Beragam Pilihan Obat Asam Urat dan Kolesterol Tinggi yang Ampuh

    Asam urat dan kolesterol termasuk dua kondisi yang umum. Biasanya orang yang punya kadar kolesterol tinggi lebih rentan untuk terkena asam urat. Begitu juga sebaliknya. Nah yang jadi pertanyaan, harus minum obat apa bila seseorang mengalami dua kondisi tersebut? Yuk, cari tahu pilihan obat yang aman untuk mengatasi kolesterol tinggi dan asam urat dalam ulasan berikut.

    Obat untuk kolesterol dan asam urat

    Sebenarnya tidak ada satu obat yang dirancang khusus untuk mengatasi kedua kondisi tersebut secara bersamaan. Untuk menurunkan kadar asam urat dan kolesterol dalam tubuh, Anda butuh minum dua jenis obat yang berbeda.
    Nah, obat mana yang harus digunakan lebih dulu hanya dokter yang bisa menentukan karena dua jenis obat tersebut hanya bisa ditebus dengan resep.

    Berikut sejumlah pilihan obat kolesterol dan asam urat yang paling umum:

    1. Obat statin
    Jenis obat penurun kolesterol yang paling sering diresepkan oleh dokter adalah statin. Obat ini bekerja dengan cara menghancurkan zat pembentuk kolesterol di dalam hati, yang kemudian akan dikeluarkan kembali oleh hati.

    Studi melaporkan bahwa obat statin dapat digunakan untuk menurunkan risiko gangguan pembuluh darah, seperti serangan jantung.

    Obat statin sendiri punya banyak jenis. Nah, beberapa jenis yang paling umum di antaranya:

    • Atorvastatin
    • Fluvastatin
    • Lovastatin
    • Pitavastatin
    • Pravastati
    • Rosuvastatin
    • Simvastatin

    Selama mengonsumsi obat ini, perhatikan perubahan tubuh yang mungkin menandakan efek samping. Risiko efek samping menggunakan statin sebagai obat kolesterol adalah:

    • Mual atau muntah
    • Mengantuk
    • Pusing
    • Kram perut atau sakit perut
    • Kembung
    • Sakit kepala
    • Gangguan pencernaan, seperti sembelit, diare, atau perut kembung

    2. Allopurinol
    Untuk mengatasi asam urat, pilihan obat yang kerap dianjurkan dokter adalah Allopurinol. Obat ini masuk dalam kelas xanthine oxidase inhibitor yang mengurangi produksi asam urat berlebih dalam tubuh.

    Penting untuk dipahami bahwa obat ini hanya membantu mencegah serangan asam urat, bukan untuk mengobati sakit yang sudah terlanjur muncul.

    Anda wajib minum obat ini sesuai dengan takaran dosis yang telah diresepkan dokter. Jangan coba-coba untuk menambahkan maupun mengurangi dosis obat sendiri. Selain menurunkan efektivitasnya, cara tersebut juga berpotensi menimbulkan efek samping berbahaya.

    Pilihan obat lain yang bisa membantu mengendalikan kadar asam urat dalam darah adalah:

    • Probenecid (Benemid)
    • Lesinurad
    • Febuxostat
    • Pegloticase
    • Colchicine

    Nah, kini Anda sudah tahu ‘kan apa saja pilihan obat untuk mengendalikan kolesterol dan asam urat tinggi? Bila Anda masih bingung mana yang paling manjur, sebaiknya tanyakan langsung dengan dokter.

    Panduan minum obat kolesterol dan asam urat yang aman

    Lagi-lagi, penting untuk disebutkan bahwa obat kolesterol dan asam urat amannya digunakan sesuai dengan aturan dokter. Jadi, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dulu ke dokter sebelum menggunakan obat-obatan apa pun untuk mengatasi kedua kondisi tersebut.

    Ikuti semua instruksi yang diberikan dokter atau yang tertera pada label kemasan obat. Hal ini supaya Anda mendapatkan manfaat obat secara optimal dan terhindar dari risiko efek samping yang berbahaya.

    Namun, bila selama mengonsumsi obat-obatan tertentu Anda mengalami gejala yang tidak biasa atau kondisi Anda dirasa semakin memburuk, jangan ragu untuk segera berobat kembali ke dokter. Dokter mungkin dapat mengubah dosis atau mengganti dengan obat lain yang lebih aman dan cocok dengan kondisi Anda.

    Tak hanya rutin minum obat, Anda juga sebaiknya menjalani kebiasaan hidup sehat. Pasalnya, asam urat dan kolesterol tinggi umumnya disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya karena kebanyakan makan makanan berlemak atau tinggi purin, malas gerak, jarang olahraga, dan punya berat badan berlebih.

    Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk mengubah gaya hidup serta menghindari pantangan makanan atau minuman tertentu supaya kedua kondisi tersebut dapat terkendali dengan baik.

     

    Sumber :hellosehat.com