Skip to main content

Saat Anda mengetik pesan di ponsel dengan satu tangan, menggulir layar berjam-jam, atau menjepit komponen keras secara terus-menerus, ibu jari Anda melakukan gerakan berulang yang sangat banyak. Kondisi ini sering kali memicu rasa nyeri tajam di pangkal ibu jari yang menjalar hingga ke sisi luar pergelangan tangan.

Kondisi medis ini disebut De Quervain’s Tenosynovitis.

Rasa sakit ini bukanlah pegal otot biasa. Ini adalah kerusakan mekanis akibat gesekan terus-menerus pada jaringan penggerak ibu jari Anda. Untuk memahaminya, kita perlu melihat struktur fisik di balik kulit pergelangan tangan tersebut.

Anatomi Selubung Tendon di Pangkal Ibu Jari

Gerakan ibu jari manusia dikendalikan oleh dua otot utama yang berada di bagian lengan bawah. Ujung dari otot ini berbentuk tali jaringan ikat yang kuat, yang disebut tendon.

Tendon ini memanjang melewati sisi luar pergelangan tangan dan menempel langsung pada tulang ibu jari. Di area pergelangan tangan, kedua tendon tersebut harus melewati sebuah saluran atau selubung pelindung yang ukurannya sangat sempit. Selubung ini memproduksi cairan pelumas agar tendon bisa bergerak meluncur ke atas dan ke bawah dengan lancar setiap kali Anda menggerakkan ibu jari.

Proses Peradangan Akibat Gerakan Berulang

Saat Anda menggunakan ibu jari untuk menjangkau seluruh area layar sentuh ponsel atau menekan alat kerja dengan kuat secara terus-menerus, tendon tersebut bergerak keluar dan masuk dari selubungnya secara ekstrem.

Gerakan berulang tanpa jeda istirahat ini menyebabkan gesekan fisik antara permukaan tendon dan dinding dalam selubung pelindungnya. Gesekan mekanis ini memicu respons peradangan di dalam jaringan. Dinding selubung tendon akan merespons dengan cara membengkak dan menebal. Penebalan dinding ini secara otomatis mempersempit ruang gerak di dalam saluran tersebut.

Gejala Fisik Saat Selubung Tendon Menyempit

Akibat ruang saluran yang menyempit, tendon akan terjepit oleh dinding selubung setiap kali Anda mencoba menggerakkan ibu jari. Jepitan fisik inilah yang mengirimkan sinyal rasa sakit tajam ke saraf dan otak Anda.

Rasa nyeri ini biasanya muncul secara langsung saat Anda mencoba mengepalkan tangan, memutar pergelangan tangan ke arah dalam, atau menggenggam benda padat. Jika peradangan terus dibiarkan dan bertambah parah, gesekan antara tendon dan selubung yang menyempit tersebut bahkan dapat menimbulkan bunyi klik atau sensasi berderit secara fisik saat ibu jari digerakkan.

Cara Mengurangi Tekanan Pada Ibu Jari

Anda bisa menghentikan proses pembengkakan ini dengan mengurangi beban mekanis pada tendon ibu jari. Berikut langkah fisik yang bisa Anda terapkan secara langsung:

  • Gunakan Kedua Tangan Saat Mengetik di Ponsel: Hindari menggunakan satu ibu jari untuk menjangkau huruf di ujung layar ponsel. Gunakan jari telunjuk, atau bagi beban pengetikan secara merata ke ibu jari kanan dan kiri untuk mengurangi rentang regangan tendon.
  • Hindari Posisi Menekuk Pergelangan: Saat memegang perangkat keras keras atau menggunakan mouse, pastikan posisi pergelangan tangan Anda lurus sejajar dengan lengan bawah. Menekuk pergelangan tangan ke arah bawah (ke arah kelingking) akan menambah sudut gesekan antara tendon dan selubungnya.
  • Hentikan Aktivitas Saat Terasa Nyeri: Jika pangkal ibu jari mulai terasa panas atau pegal, segera hentikan gerakan tersebut selama 15 hingga 20 menit. Menempelkan kompres es di area yang sakit selama 10 menit akan menurunkan suhu jaringan dan secara fisik mengecilkan pembengkakan pada selubung tendon.

Kesimpulan

Menggunakan ibu jari secara intensif untuk mengetik atau menggenggam benda memicu gesekan mekanis langsung antara tendon dan selubung pelindungnya. Gesekan terus-menerus ini menyebabkan selubung membengkak, menjepit tendon, dan menimbulkan rasa nyeri tajam saat tangan digerakkan. Membagi beban kerja ke jari lain dan menjaga posisi pergelangan tangan tetap lurus adalah tindakan fisik yang paling efektif untuk menghentikan peradangan dan mencegah kerusakan jaringan ikat yang lebih parah.