Skip to main content

Saat Anda sedang mengetik baris kode program, lalu berpindah memeriksa pesan di ponsel, dan kemudian kembali lagi membaca dokumen teknis dalam waktu kurang dari lima menit, Anda sedang melakukan pemindahan fokus secara cepat. Banyak orang menyebut aktivitas ini sebagai multitasking.

Secara medis dan anatomis, otak manusia tidak memiliki kemampuan untuk memproses dua aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi secara bersamaan.

Apa yang sebenarnya terjadi bukanlah melakukan dua hal sekaligus, melainkan otak menghentikan proses pada tugas pertama, dan memulai proses baru untuk tugas kedua. Perpindahan proses ini memiliki dampak fisik langsung pada tingkat energi dan kemampuan daya ingat Anda.

Mekanisme Otak Saat Mengubah Fokus Perhatian

Pusat kendali fokus pada otak manusia terletak di bagian depan, yang disebut korteks prefrontal. Area ini bertugas mengatur perhatian, merencanakan tindakan, dan menahan gangguan dari luar.

Saat Anda memutuskan untuk berpindah dari satu tugas ke tugas lain, korteks prefrontal harus melakukan dua tahap pemrosesan. Tahap pertama adalah penghentian tujuan, di mana otak secara sadar menghentikan sinyal yang terkait dengan pekerjaan pertama. Tahap kedua adalah pengaktifan aturan baru, di mana otak mencari dan mengaktifkan kembali informasi, memori, dan aturan yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan kedua.

Proses penghentian dan pengaktifan ini membutuhkan waktu sekitar sepersepuluh detik. Meskipun sangat singkat, jika Anda melakukannya ratusan kali dalam sehari, waktu tersebut akan terakumulasi dan menunda proses penyelesaian tugas secara keseluruhan.

Pembakaran Energi Glukosa Secara Berlebihan

Otak manusia menggunakan glukosa dan oksigen dari dalam darah sebagai sumber energi utama untuk berfungsi.

Setiap kali korteks prefrontal melakukan proses perpindahan tugas, area otak tersebut membutuhkan aliran darah tambahan yang membawa lebih banyak glukosa. Memaksa otak untuk terus-menerus menghentikan dan memulai tugas baru secara bergantian akan menggunakan jumlah glukosa dalam tingkat yang jauh lebih tinggi dibandingkan saat Anda mempertahankan fokus pada satu tugas.

Penurunan kadar glukosa di dalam otak ini secara fisik memicu respons lelah. Inilah alasan mengapa Anda merasa sangat kelelahan, sulit mengambil keputusan rasional, atau merasa pusing pada sore hari setelah Anda banyak berpindah-pindah tugas, meskipun aktivitas fisik Anda hanya duduk di kursi.

Penurunan Kapasitas Memori Jangka Pendek

Selain mengonsumsi banyak glukosa, perpindahan tugas secara cepat berdampak langsung pada area otak yang disebut hipokampus. Area ini bertugas menyimpan informasi sementara (memori jangka pendek) sebelum informasi tersebut diproses lebih lanjut atau dilupakan.

Saat Anda mengerjakan tugas pertama, hipokampus menyimpan data spesifik yang relevan dengan tugas tersebut. Ketika Anda tiba-tiba berpindah ke tugas kedua, otak harus memproses data visual dan teks yang baru. Karena kapasitas penyimpanan informasi sementara ini sangat terbatas, data dari tugas pertama akan tertimpa atau terhapus oleh data dari tugas kedua.

Akibat penghapusan paksa ini, ketika Anda kembali ke tugas pertama, Anda tidak dapat mengingat baris teks terakhir yang Anda baca atau langkah terakhir yang sedang Anda kerjakan. Anda terpaksa membaca ulang informasi tersebut dari awal, yang memperlambat kecepatan kerja Anda.

Cara Mengelola Waktu untuk Menjaga Kinerja Otak

Anda dapat mencegah kelelahan otak dan menjaga glukosa tetap stabil dengan mengubah cara Anda menjadwalkan pekerjaan fisik dan digital. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan:

  • Terapkan Pengelompokan Tugas (Batching): Kumpulkan tugas-tugas yang sejenis dan kerjakan pada satu waktu yang sama. Misalnya, alokasikan waktu khusus selama 45 menit hanya untuk membalas semua pesan atau email, lalu tutup aplikasi tersebut sebelum Anda mulai membuka perangkat lunak untuk memprogram atau mendesain.
  • Singkirkan Gangguan Visual dan Suara: Setiap notifikasi yang muncul di layar akan memicu korteks prefrontal untuk memproses informasi tersebut, meskipun Anda tidak mengekliknya. Matikan notifikasi aplikasi yang tidak penting dan jauhkan ponsel dari jangkauan pandangan mata saat Anda sedang mengerjakan tugas utama.
  • Selesaikan Satu Persatu: Jika Anda memiliki banyak tahapan dalam sebuah proyek kerja, fokuslah untuk menyelesaikan satu dokumen atau satu modul perangkat keras hingga batas tertentu sebelum Anda menyentuh dokumen lainnya. Jangan membuka banyak jendela program yang tidak relevan dengan tugas yang sedang dikerjakan secara bersamaan.

Kesimpulan

Berpindah tugas secara cepat secara fisik memaksa korteks prefrontal untuk terus-menerus menghentikan dan memulai ulang proses pemikiran. Aktivitas ini secara langsung menghabiskan lebih banyak glukosa di otak dan menghapus informasi pada memori jangka pendek. Mengelompokkan tugas yang sejenis dan menghilangkan gangguan notifikasi adalah langkah paling rasional untuk mempertahankan kadar energi otak dan meningkatkan efisiensi kerja harian Anda.