
Ada ungkapan yang sering terdengar: “Habis makan siang, jadi ngantuk.” Banyak orang menganggap ini hal yang wajar karena perut sudah kenyang.
Padahal, secara biologis, makanan berfungsi sebagai sumber energi. Jika setiap kali makan justru muncul rasa sangat lelah atau mengantuk, hal ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh tidak menggunakan energi secara optimal.
Jika setelah makan nasi atau makanan tinggi karbohidrat Anda sering merasa mengantuk, lalu dalam 1–2 jam kemudian merasa lapar lagi atau ingin makanan manis, kondisi ini bisa berkaitan dengan resistensi insulin.
Bagaimana Resistensi Insulin Terjadi
Agar gula dari makanan bisa digunakan sebagai energi, tubuh memerlukan hormon insulin. Insulin membantu memasukkan gula dari darah ke dalam sel-sel tubuh.
Pada kondisi normal:
- Setelah makan, gula darah naik.
- Insulin dilepaskan.
- Gula masuk ke sel dan digunakan sebagai energi.
- Gula darah kembali stabil, tubuh terasa lebih bertenaga.
Pada resistensi insulin:
- Insulin tetap diproduksi, tetapi sel tubuh kurang responsif.
- Gula sulit masuk ke dalam sel dan tetap berada di darah.
- Sel kekurangan energi meskipun gula darah tinggi.
- Akibatnya, tubuh terasa lemas dan mudah mengantuk setelah makan.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
Tanda Fisik yang Bisa Muncul
Selain rasa kantuk setelah makan dan rasa lapar yang cepat kembali, resistensi insulin juga dapat disertai beberapa tanda pada kulit, seperti:
- Skin tags, yaitu daging tumbuh kecil di area leher atau ketiak.
- Penggelapan lipatan kulit (acanthosis nigricans), terutama di leher, ketiak, atau selangkangan.
- Penumpukan lemak di perut, karena insulin berperan dalam penyimpanan lemak.
Tanda-tanda ini sering dianggap sepele, padahal bisa berkaitan dengan gangguan metabolik.
Cara Memperbaiki Respons Insulin
Resistensi insulin dapat membaik dengan perubahan gaya hidup, terutama pola makan dan aktivitas fisik.
Beberapa langkah yang dapat membantu:
- Mengatur urutan makan
Konsumsi sayur dan protein terlebih dahulu sebelum karbohidrat. Serat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga lonjakan gula darah lebih terkendali. - Berjalan kaki setelah makan
Aktivitas ringan sekitar 10 menit membantu otot menyerap gula dari darah dengan lebih efektif. - Mengurangi kebiasaan ngemil terus-menerus
Setiap kali makan, insulin dilepaskan. Memberi jeda waktu antar makan membantu tubuh mengembalikan sensitivitas insulin.
Kesimpulan
Rasa mengantuk berlebihan setelah makan bukan hanya akibat kenyang. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa pengaturan gula darah tidak berjalan optimal. Dengan memperbaiki pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik, tubuh dapat menggunakan energi dengan lebih baik dan risiko gangguan metabolik dapat dikurangi.







