Secara bahasa bekam adalah teknik terapi pengobatan dengan jalan membuang darah kotor ( sel darah yang telah rusak ) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit dengan sayatan pisau atau jarum steril. Bekam basah mengeluarkan darah yang mengandung toksin. Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab Hijamah yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah bekam. Di Indonesia dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk. Kami sebagai Praktisi Bekam di Bogor sejak 2006 silam insyaAllah memahami dan terus berdoa akan kelancaran Bekam ini.

Sejarah bekam dimulai pada zaman Rasulullah, ini bisa dibuktikan pada salah satu hadist dari Ibnu Umar, r.a bahwa Rasulullah SAW, bersabda: “Tidaklah aku melalui satu dari langit-langit yang ada melainkan Para Malaikat, mengatakan: “Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam. Karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist (cendana india) dan syuniz (jintan hitam)”.

Lalu Rasulullah SAW mengharuskan ummatnya berbekam dalam setiap bulan yaitu tanggal 15 sampai tanggal 21 di bulan Qomariah atau sekurang-kurangnya satu kali seumur hidup. Ini sesuai dengan hadistnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairaoh r.a, Nabi SAW bersabda :
“Barang siapa berbekam pada tanggal 17, 19 dan 21 bulan Hijriyah maka hari itu adalah hari-hari yang menyembuhkan penyakit.”.

Karena, pada tanggal tersebut darah sedang bergejolak dan tambah banyak akibat dari gaya gravitasi bulan terhadap bumi saat bulan purnama. Manfaat Bekam Rasulullah SAW, bersabda: “Kamu sekalian hendaklah berbekam pada tengah Qomahduwwah (punuk/ tengkuk pada punggung badan), maka akan dapat menyembuhkan 72 penyakit” (Shohih Ibnu Majjah No. 3478).

Dengan sabda Rasulullah SAW yang mengisyaratkan ada 72 macam penyakit yang dapat disembuhkan dengan jalan bekam, diantaranya adalah: Pusing, Migrain, Sakit pinggang, Jantung, Asam lambung, Rematik, Asma, Insomnia / sulit tidur, Kencing manis, Liver, Gatal-gatal, Radang usus besar, Sakit waktu datang bulan haid, dan lain-lain.

Secara teori manfaat berbekam dalam membantu proses penyembuhan terdapat setidaknya 3 faktor “penyembuh”, yaitu :

1. Pengeluaran darah kotor atau darah yang berpotensi mengandung toksin. Dengan dikeluarkannya toksin dan sel darah yang rusak atau tidak bagus kinerjanya maka tubuh akan lebih segar dan sehat.

2. Perbaikan fungsi organ tubuh. Organ tubuh yang terganggu fungsinya akan disembuhkan dengan cara perbaikan jaringan dan sel yang ada padanya sehingga bisa berfungsi dan sehat kembali.

3. Penambahan antibodi tubuh. Organ tubuh yang terinfeksi kuman penyakit dapat sembuh secara alami karena tubuh memproduksi zat antibodi yang bisa membunuh kuman penyakit yang merugikan. Jika organ tubuh sudah bebas dari infeksi penyakit maka tubuh pun akan sehat lagi.

Waktu ideal berbekam

Waktu yang paling ideal untuk melakukan hijamah adalah sebagai berikut:

  • Siklus jam: rentang ± 3 jam sesudah makan,
  • Siklus harian: antara jam 8.00–10.00 atau jam 13.00–15.00,
  • Siklus mingguan: Senin, Selasa dan Kamis,
  • Siklus bulanan: tanggal 17, 19, 21 dari bulan Qomariyah,
  • Siklus tahunan: bulan Sya’ban.

Kemudian ada pula pendapat yang menyatakan bahwa berbekam bisa dilakukan kapan saja, ketika darah sudah tidak normal, kebiasaan ini dilakukan oleh Imam Ahmad bin Hambal.

Termuat di dalam atsar bahwa berbekam yang dilaksanakan pada waktu perut kosong, rentang waktu kurang lebih 3 jam sesudah makan, merupakan pengobatan, pada waktu perut kenyang merupakan penyakit.

Hal-hal yang perlu diketahui dalam berbekam

1. Praktik Bekam harus melalui pelatihan formal dan praktikal yang mencukupi dengan bimbingan dari mereka yang telah berpengalaman atau ahli.

2. Sebelum membekam orang lain rasakan dengan membekam diri sendiri.

3. Bagi Pemula jangan sekali-kali melakukan bekam tanpa pengawasan dari seorang ahli.

4. Sebelum melakukan Bekam lakukan Pemeriksaan Awal atau Diagnosa seperti tekanan darah, denyut nadi, wajah, lidah, tangan, dsb.

5. Obat-obatan yang telah dan sedang dikonsums ioleh pasien kronis juga perlu dijelaskan supaya tidak timbul masalah sewaktu dibekam.

Orang yang tidak boleh dibekam

1. Orang yang dalam keadaan kenyang perutnya,karena darah sedang berada di pencernaan dan bekerja mencerna makanan, bila dilakukan pembekaman akan berakibat pusing bahkan pingsan.

2. Orang yang kondisi tubuhnya kekurangan cairan dan darah, secara fisik kelihatan sangat kurus dan lemah.

3. Orang yang kekurangan energi, bila dilakukanpembekaman akan terasa pusing dan sesudah dibekam akan terasa tidak nyamanbahkan sakit-sakit dari pembekamannya.

 

Wallahu’alam Bish-Shawab

Leave a Reply