Skip to main content

Apakah Anda sedang dalam program diet dan ingin membentuk otot-otot tubuh Anda? Olahraga dan mengonsumsi protein tinggi adalah kuncinya. Tapi bukan sembarang makanan yang mengandung protein saja ya. Anda harus memilih makanan yang mengandung lean protein atau protein rendah lemak, agar program Anda memberikan hasil yang memuaskan. Lalu apa saja contoh dari makanan yang mengandung protein rendah lemak?

Doktersehat-diet-tinggi-protein

Daging Tanpa Kulit

Dada ayam tanpa kulit Tidak banyak makanan lain yang akan memberi Anda 26 gram protein dengan hanya 128 kalori, dan dada ayam tanpa kulit salah satunya. Selain rasa yang enak, dada ayam juga mudah dimasak. Namun, agar tidak bosan, cobalah berbagai variasi makanan dari dada ayam.

Telur

Telur merupakan makanan kaya protein dengan harga yang relatif terjangkau. Sebagai gambaran, telur berukuran kecil (35-40 gram) mengandung 4-5 gram protein, sedangkan telur berukuran besar (60g) mengandung 8g protein.

Seafood

Salah satu makanan laut yang kaya protein adalah ikan tuna. Tuna kaleng (150 g) mengandung sekitar 40 g protein. Selain itu, beberapa seafood lain juga banyak mengandung omega-3 yang sangat diperlukan oleh tubuh.

Kacang lentil

Secangkir kacang-kacangan yang dimasak tidak akan hanya memberi Kamu hampir 18 gram protein tapi juga 15 gram serat,  yang membantu memperlambat pencernaan makanan dan menstabilkan gula darah.  Dalam sebuah penelitian di Kanada, subjek yang hanya makan satu porsi kacang lentil setiap hari kehilangan sekitar 0,2 kg hanya dalam enam minggu-tanpa melakukan perubahan lain pada makanan mereka.

Sekarang, bayangkan saja apa yang bisa dilakukan lentil sebagai bagian dari rencana makan dan olahraga yang sehat.

Tempe & Tahu

Tempe dan tahu serta olahan kedelai lainnya, sangat baik menyuplai kebutuhan protein dan membuat perut kenyang lama. Tahu dan tempe bisa jadi menu makan malam jika kamu mengurangi karbohidrat karena membuat perut kenyang dan tidur nyenyak.

Diet tinggi protein sendiri umumnya tidak berbahaya jika dilakukan jangka pendek. Akan tetapi bukan berarti diet protein tinggi tidak bebas risiko. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum melakukan diet ini.

Dokter juga dapat membantu membuat rencana diet yang tetap mengandung nutrisi yang diperlukan tubuh. Bagi penderita penyakit ginjal, diet tinggi protein sebaiknya dihindari karena dapat mengganggu fungsi ginjal.

Semoga Bermnafaat!

 

 

 

Sumber :

  • hellosehat
  • republika
  • vemale
  • kompas
  • doktersehat

Leave a Reply