Skip to main content

Usus sehat menandakan pikiran dan tubuh juga bugar. Namun, kebiasaan makan menjadi salah satu faktor dalam menjaga kesehatan usus. Dilansir melaluiĀ Indian Express, menjaga kesehatan usus bisa mencegah obesitas, kanker, dan gangguan pencernaan.

Pertanyaan muncul terkait menjaga kesehatan usus dengan baik dan benar. Menurut Kepala Ahli Gizi Klinis Rumah Sakit Hiranandani Vashi Swati Bhushan, ada jutaan bakteri yang disebut mikroflora di dalam usus. Bakteri ini mempunyai banyak manfaat untuk sistem pencernaan dan kekebalan tubuh. Jika sistem kekebalan tubuh sehat, maka bisa dipastikan usus juga sehat.

Sekitar 70 hingga 80 persen bakteri untuk sistem kekebalan tubuh terdapat di usus. “Mereka ramah terhadap tubuh, tetapi akan menurun bila mengonsumsi makanan tinggi racun,” ujar Swati. Makanan yang tergolong ‘tinggi racun’ tersebut, yakni karbohidrat yang berasal dari makanan olahan, seperti tepung jagung, maida, gula, garam, serta makanan olahan dan lemak trans.

Seseorang bisa melakukan diet cerdas khusus untuk menjaha kesehatan usus. Misalnya, dengan menggunakan produk fermentasi yang baik. Makanan yang difermentasi, seperti gandum, selai, kacang-kacangan, buah, dan sayuran bisa merangsang produksi bakteri ini. Dengan demikian tubuh bisa terjaga dari obesitas, kanker, serta gangguan pencernaan.

Kemudian, seseorang juga bisa mengonsumsi probiotik yang umumnya terdapat pada yoghurt. Selain itu, probiotik juga bisa mengurangi gejala, seperti kembung, kram, dan diare. Jangan lupa untuk menghindari gula dan pemanis. Gula, maltosa, dan fruktosa umum ditemukan pada makanan. Namun kandungan zat di dalamnya berbahaya bagi usus dan bisa menyebabkan kerentanan penyakit metabolik.

Apabila ingin mengonsumsi daging, pilihlah yang tanpa lemak. Protein sangat baik untuk diet sehat. Namun daging berlemak bisa menyebabkan pencernaan tidak nyaman. Saat ingin makan daging sebaiknya pilih potongan tanpa lemak. Bahkan jauh lebih baik apabila menghindari daging merah.

Usahakan bisa mengonsumsi serat tidak larut dan larut. Kedua jenis serat ini penting dalam membantu sistem pencernaan. Serat tidak larut disebut pula serat kasar yang tidak dapat dicerna namun menambah bobot pada kotoran. Biasanya umum ditemukan pada gandum, sayuran, dan gandum utuh. Sementara itu serat larut memmbantu meringankan pencernaan yang bisa didapat pada oat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong.

 

Sumber : Republika

Leave a Reply